Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: KA Bandung-Bogor Akan Beroperasi?
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
(06-05-2011, 11:42 AM)Rezza Habibie Wrote: [ -> ]ah siapa bilang batal karena longsor, mancarli aja kok, hehe

woaaa, ternyata kabar hoax Bethe
(06-05-2011, 01:06 PM)Rezza Habibie Wrote: [ -> ]Mungkin untuk kebutuhan sarana yang masih kurang, untuk prasarana Sukabumi - Cianjur sudah siap, baik dari jalan rel ataupun persinyalan, begitu... Wink

Ane juga baca di Kompas cetak hari ini ...
Revitalisasi Jalur KA Undang Investor

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan (tengah) meninjau perbaikan Terowongan Lampengan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (5/5). Terowongan Lampengan dibangun Belanda pada 1879-1882. Terowongan ini digunakan oleh kereta api dari Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-Bandung. Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah memperbaiki terowongan ini pada tahun anggaran 2010 dengan dana Rp 8 miliar.

Sukabumi, Kompas - Revitalisasi jalur rel kereta api di lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur- Bandung telah mengundang kedatangan investor. Perekonomian mulai dibangkitkan dengan fasilitasi pembangunan prasarana oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

”Dalam beberapa tahun terakhir, kami menghabiskan dana sekurangnya Rp 300 miliar untuk revitalisasi jalur kereta Bogor-Bandung. Itu upaya pemerintah untuk menghidupkan jalur kereta yang dulu pernah mati,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan, Kamis (5/5) di Sukabumi, saat meninjau jalur kereta itu.

Ruas rel kereta terakhir yang direvitalisasi, yakni antara Sukabumi-Cianjur (40 kilometer), kata Tundjung, menghabiskan anggaran sekitar Rp 97 miliar. Terdiri dari anggaran Rp 70 miliar untuk perbaikan rel, Rp 19 miliar untuk wesel, dan Rp 8 miliar untuk terowongan Lampengan (676 meter).

Achmad Rizal, seorang pengusaha batubara di Kalimantan, misalnya, telah meminta izin Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan kereta uap wisata. Kereta itu akan melayani jalur Sukabumi hingga Terowongan Lampengan. Lokomotif uap akan dipreservasi dari Museum Transportasi Taman Mini dengan kereta kayu yang dipesan dari PT Industri Kereta Api (INKA).

”Dengan alam Jawa Barat yang indah, potensi kereta wisata sangat tinggi, seperti di Ambarawa. Beberapa kali saya membawa tamu turis dari Jepang, meski baru menggunakan angkot,” kata Rizal. Dia juga berencana membangun restoran tak jauh dari Stasiun Cireunghas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bisnis

Menurut Dirjen Perkeretaapian, pemerintah memang mengundang investasi swasta di kiri-kanan jalur kereta yang sudah direvitalisasi. ”Pemerintah hanya sediakan sarana. Nah, terserah bagaimana swasta membangun bisnisnya. Syukur-syukur dapat menyerap banyak tenaga kerja,” kata Tundjung.

Tundjung mengatakan, pemerintah terbuka bila ada swasta yang ingin membangun sepur cabang ke perusahaan tertentu.

Untuk menghubungkan jalur rel utama dengan emplasemen perusahaan Aqua, misalnya, Tundjung mengharapkan dananya dapat diinvestasikan oleh Aqua sendiri, sedangkan Ditjen KA fokus di pembangunan jalur rel utama. (RYO)

link nya http://indonesiacompanynews.wordpress.co...-investor/
Xie Xie
(06-05-2011, 02:04 PM)Eko Budy Santoso Wrote: [ -> ]
(06-05-2011, 01:06 PM)Rezza Habibie Wrote: [ -> ]Mungkin untuk kebutuhan sarana yang masih kurang, untuk prasarana Sukabumi - Cianjur sudah siap, baik dari jalan rel ataupun persinyalan, begitu... Wink

Ane juga baca di Kompas cetak hari ini ...
Revitalisasi Jalur KA Undang Investor

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan (tengah) meninjau perbaikan Terowongan Lampengan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (5/5). Terowongan Lampengan dibangun Belanda pada 1879-1882. Terowongan ini digunakan oleh kereta api dari Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-Bandung. Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah memperbaiki terowongan ini pada tahun anggaran 2010 dengan dana Rp 8 miliar.

Sukabumi, Kompas - Revitalisasi jalur rel kereta api di lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur- Bandung telah mengundang kedatangan investor. Perekonomian mulai dibangkitkan dengan fasilitasi pembangunan prasarana oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

”Dalam beberapa tahun terakhir, kami menghabiskan dana sekurangnya Rp 300 miliar untuk revitalisasi jalur kereta Bogor-Bandung. Itu upaya pemerintah untuk menghidupkan jalur kereta yang dulu pernah mati,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan, Kamis (5/5) di Sukabumi, saat meninjau jalur kereta itu.

Ruas rel kereta terakhir yang direvitalisasi, yakni antara Sukabumi-Cianjur (40 kilometer), kata Tundjung, menghabiskan anggaran sekitar Rp 97 miliar. Terdiri dari anggaran Rp 70 miliar untuk perbaikan rel, Rp 19 miliar untuk wesel, dan Rp 8 miliar untuk terowongan Lampengan (676 meter).

Achmad Rizal, seorang pengusaha batubara di Kalimantan, misalnya, telah meminta izin Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan kereta uap wisata. Kereta itu akan melayani jalur Sukabumi hingga Terowongan Lampengan. Lokomotif uap akan dipreservasi dari Museum Transportasi Taman Mini dengan kereta kayu yang dipesan dari PT Industri Kereta Api (INKA).

”Dengan alam Jawa Barat yang indah, potensi kereta wisata sangat tinggi, seperti di Ambarawa. Beberapa kali saya membawa tamu turis dari Jepang, meski baru menggunakan angkot,” kata Rizal. Dia juga berencana membangun restoran tak jauh dari Stasiun Cireunghas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bisnis

Menurut Dirjen Perkeretaapian, pemerintah memang mengundang investasi swasta di kiri-kanan jalur kereta yang sudah direvitalisasi. ”Pemerintah hanya sediakan sarana. Nah, terserah bagaimana swasta membangun bisnisnya. Syukur-syukur dapat menyerap banyak tenaga kerja,” kata Tundjung.

Tundjung mengatakan, pemerintah terbuka bila ada swasta yang ingin membangun sepur cabang ke perusahaan tertentu.

Untuk menghubungkan jalur rel utama dengan emplasemen perusahaan Aqua, misalnya, Tundjung mengharapkan dananya dapat diinvestasikan oleh Aqua sendiri, sedangkan Ditjen KA fokus di pembangunan jalur rel utama. (RYO)

link nya http://indonesiacompanynews.wordpress.co...-investor/
Xie Xie


mantab om
ini investor yg kemaren ikutan di KAIS yah om??
trus dah pasti diACC ma menhub n KAI tuh??
semoga saja bisa cepet terealisasi.....
Ngiler
lok CC bisa kok jalan di rel33... tapi kecepatannya jangan lebih dr 40 km/jam.. rel33 bisa.. tapi bagimana jembatanyax.. ap kuat dilewatin lok CC
kemarin baca salah satu koran nasional bahwa ada investor swasta yang berniat mengoperasikan kereta uap wisata di lintas ini. lok nya akan di ambil dari koleksi lok uap taman mini yang dalam waktu dekat akan di preservasi
(07-05-2011, 09:13 AM)fajarwe Wrote: [ -> ]lok CC bisa kok jalan di rel33... tapi kecepatannya jangan lebih dr 40 km/jam.. rel33 bisa.. tapi bagimana jembatanyax.. ap kuat dilewatin lok CC

Beberapa jembatan di lintas BOO-SI harus diganti konstruksinya agar bisa dilewati Lok CC dengan aman dan kecepatan bisa maksimal.
Lok Merah Biru
Ada yang punya foto jalur Bandung-Bogor terbaru?
PENGUMUMAN : jika tak ada arar melintang, pada hari KAMIS, 19 MEI 2011 akan diujicoba RANGKAIAN BUMI GEULIS dgn rute BOO-SI-CJ-BD. Saya diajak tapi blm tahu bisa ikut apa tidak. untuk waktu pemberangkatan sy blm dapat info.
(17-05-2011, 04:53 AM)asep_0907 Wrote: [ -> ]PENGUMUMAN : jika tak ada arar melintang, pada hari KAMIS, 19 MEI 2011 akan diujicoba RANGKAIAN BUMI GEULIS dgn rute BOO-SI-CJ-BD. Saya diajak tapi blm tahu bisa ikut apa tidak. untuk waktu pemberangkatan sy blm dapat info.

wah
nice info kang
ditunggu info lengkapnya
pake jadwal reguler apa non reguler y??
jadi penasaran
Ngiler
(17-05-2011, 07:15 AM)aatea_goparmania Wrote: [ -> ]
(17-05-2011, 04:53 AM)asep_0907 Wrote: [ -> ]PENGUMUMAN : jika tak ada arar melintang, pada hari KAMIS, 19 MEI 2011 akan diujicoba RANGKAIAN BUMI GEULIS dgn rute BOO-SI-CJ-BD. Saya diajak tapi blm tahu bisa ikut apa tidak. untuk waktu pemberangkatan sy blm dapat info.

wah
nice info kang
ditunggu info lengkapnya
pake jadwal reguler apa non reguler y??
jadi penasaran
Ngiler

Tetap siaga kanG!
Lok Merah Biru