http://antarajawabarat.com/lihat/berita/...-potensial
ANGKUTAN BARANG JALUR KA SUKABUMI-BANDUNG POTENSIAL
Jumat, 01 Okt 2010 11:29:56| ekonomi | Dibaca 60 kali
Bandung, 1/10 (ANTARA) - Jalur kereta api Sukabumi-Cianjur - Bandung memiliki potensi besar untuk angkutan barang terutama hasil pertanian dan perkebunan, kata Humas PTKA.
"Potenis jalur Sukabumi-Bandung tak hanya penumpang, namun juga untuk angkutan barang terutama hasil pertanian, perkebunan dan juga tambang," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung Bambang Setya Prayitno, di Bandung, Jumat.
Sejumlah potensi angkutan barang itu antara lain hasil-hasil pertanian dari Sukabumi dan Cianjur untuk diakut ke wilayah Jakarta dan Bandung, serta hasil perkebunan teh dan kelapa.
Bahkan perusahaan air mineral di kawasan Sukabumi, kata dia, juga telah melakukan penjajakan kerjasama untuk angkutan air mineral ke wilayah Jakarta. "Tidak menutup kemungkinan pengangkutan air mineral dari wilayah Sukabumi ke Bandung juga bisa dilakukan menggunakan KA," katanya.
Bila jalur Sukabumi-Cianjur-Bandung sudah bisa dioperasikan, kata dia, maka jalur itu bisa efektif untuk angkutan barang berupa hasil bumi dan mineral. "Termasuk juga angkutan pasir besi dari kawasan tambang Jabar selatan," kata Bambang.
Hal itu, kata dia, akan disinergikan dengan angkutan darat yang akan mengangkut atau bertindak sebagai penyuplai hingga ke stasiun.
Menurut Bambang, jalur yang melintasi pegunungan dan sejumlah terowongan, termasuk terowongan legendaris Lampegan Cianjur, juga merupakan jalur wisata sehingga cocok untuk rute KA wisata.
"Jalur itu masih dalam tahap perbaikan," katanya.
Menurut dia, jalur Sukabumi- Cianjur siap dioperasikan, sedangkan jalur Cianjur-Bandung direvitalisasi. Proyeknya dikerjakan oleh Dirjen Perkeretaapian.
Menurut Bambang, jalur Bandung-Sukabumi-Bandung sebenarnya merupakan jalur lama yang dibangun oleh Belanda. Jalur itu telah ada jauh sebelum jalur Bandung-Purwakarta dibangun dan dioperasikan.
Namun operasional jalur Bandung-Cianjur-Sukabumi terhenti setelah jalur terputus akibat ambruknya Terowongan Lampegan di Cianjur. Akibatnya operasional KA hanya dilakukan hingga Stasiun Cibeber Cianjur. Sedangkan jalur Cianjur-Sukabumi-Bogor praktis dihentikan.
"Sejumlah ruas rel rawan longsor. Ketahanannya juga masih terbatas, belum bisa dilintasi oleh lokomotif terbaru yang bobotnya lebih berat. Jalur itu harus direvitalisasi agar bisa dilintasi lokomotif baru," kata Bambang.
Sementara itu jalur Cianjur-Bandung saat ini dilayani satu lokomotif dan dua kereta atau gerbong sehari dua kali. KA dengan tarif ekonomi itu banyak dimanfaatkan oleh warga Cianjur untuk berbelanja dan mengangkut barang dan hasil pertanian.
"KA Ciroyom-Cianjur sempat tercegat longsor di wilayah Cianjur, namun saat ini sudah normal lagi. Hanya saja belum bisa menggunakan lokomotif baru karena perlu pengerasan jalur," kata Juru Bicara PTKA Daop II Bandung itu menambahkan. ***2***
Syarif A