(27-05-2010, 06:12 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]saya pernah dengar kalo jalur sukabumi-cianjur ada melewati sesar/patahan cimandiri yang masih aktif menimbulkan gempa, baik gempa kecil maupun besar.
jangan2 lokasi patahan itu ya di jembatan yang dimaksud oleh kang asep?
kayaknya iya sebab jaman saya kecil setiap saya naek kereta ini beberapa kali jembatan tersebut sudah dipindah-pindah, jika naek kereta ini kita diam di pintu sebelah kanan (kereta tujuan SI) maka kita akan liat tebing-tebing mengalami longsor. padahal jembatan tersebut tidak melewati sungai gede dia cuma kaya kali semisal selokan mataram kalau di yogja.....
waduh, kalo begitu berat juga kang. berarti jembatannya seperti terplintir. menurut para ahli gempa, patahan cimandiri lumayan "galak", mirip patahan opak yang jadi biang keladi gempa yogya 2005. makanya mesti waspada. ingat gempa beberapa hari lalu yang sampai bandung dan jakarta? ya dari sesar itu sumbernya.
eh, kok jadi ngomongin gempa ya? btt. kira2 rekayasa macam apakah yang mau dilakukan pt. kai? hanya perbaikan jembatan atau relokasi?
(27-05-2010, 06:37 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]waduh, kalo begitu berat juga kang. berarti jembatannya seperti terplintir. menurut para ahli gempa, patahan cimandiri lumayan "galak", mirip patahan opak yang jadi biang keladi gempa yogya 2005. makanya mesti waspada. ingat gempa beberapa hari lalu yang sampai bandung dan jakarta? ya dari sesar itu sumbernya.
eh, kok jadi ngomongin gempa ya? btt. kira2 rekayasa macam apakah yang mau dilakukan pt. kai? hanya perbaikan jembatan atau relokasi?
sekarang jembatan tersebut diganti dari Besi ke Beton yang asalnya cuma 5-10 meteran dipanjangin mungkin hingga 25 meteran...
Pengandaian kalau saja KA Bogor - Bandung beneran diaktifkan nanti, apa gak tanggung Depok - Bandung aja? Secara lokasinya sih cukup strategis karena :
1. Di stasiun Depok Baru terdapat terminal bus Depok yg menjadi feeder ke dan dari stasiun KA Depok Baru tsb.
2. Stasiun Depok Lama memiliki lebar masing2 peron yang mencukupi utk kepadatan yg sewaktu2 terjadi.
3. Nampaknya dipo KRL di Depok bisa jadi alternatif dipo sementara KA rute Bandung tsb.
4. Dapat memudahkan para calon penumpang KA Argo Parahyangan yg menetap di Depok dan sekitarnya sehingga gak perlu ke Gambir lagi naik KA Argo Parahyangan atau pun juga dari stasiun Jakarta Kota dg Serayu.
Asalkan saja lahan parkir untuk kendaraan bermotor dalam hal ini kendaraan - kendaraan pribadi ditata rapih dan cantik seperti minimal stasiun Jurang Mangu.
Saya juga setuju jika Stasiun Depok jadi awal/akhir pemberangkatan Bandung-Bogor. Depo KRL Depok adalah yang terbesar di Asia Tenggara...satu /dua rangkaian KA tentu saja bisa masuk Depo Depok selaian itu perjalanan KRL Depok - Bogor tidak sepadat Depok - Manggarai ......Disamping itu tentu saja Pangsa pasar dari Depok dan Bojonggede tujuan Sukabumi-Cianjur sd Bandung pasti cukup baik...
^
kalo gitu konsepnya ka ini apa? apakah komuter atau intercity/akap. sebab kalo menyasar pasar depok-sukabumi, ya untuk apa ada buge?
kalo konsepnya ka akap kayak parahiyangan, saya ragu aja. orang2 mendingan naik cipaganti yang ngetem dibelakang detos (deket banget sama st. pocin. konyol nggak?). lebih cepat.
(02-05-2010, 02:02 PM)lalakibageur Wrote: [ -> ]Nah..kalau Gubernur Jabar menginginkan ada nama "Geulis" untuk KA di Jabar seperti :
Bumi Geulis (Sukabumi-Bogor), Baraya Geulis (Padalarang - Cicalengka) dan Rencang Geulis (Cibatu-Padalarang)... apa bagus nama " PAJAJARAN GEULIS"?
Gak sabar nih, nunggu beroprasinya jalur Bandung - Bogor pake "Padjadjaran Geulis", tapi klu "geulis" menggunakan KRD klu tdk salah.

Kalau BANDREKS udah ada sih yah kalo gak salah? BANDREKS itu -> Bandung Raya Depoks hehe... maksa yah pake "s".
Apakah itu KRD atau KA yang ditarik oleh lokomotif?
(12-06-2010, 04:16 PM)rhezafadlysurya Wrote: [ -> ]Apakah itu KRD atau KA yang ditarik oleh lokomotif?
Jiyaahhh...
ada lagi yg nanya, skli lagi ada yang nanya dapet apem cantik ni dari momod
uda ada yang jawab gan d page sebelumnya dengan menggunakan perkiraan hitungan tenaga, klo KRD banyakan ga kuat, tinggal tunggu throuble d tenga jalan doank klo medan yg d tempuhnya dengan standard sperti ini, mulai dari tanjakannya, curvenya & hal laenya