Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: KA Bandung-Bogor Akan Beroperasi?
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[quote='BuGe780' pid='395247' dateline='1388295625']
kalo memang nantinya KA galunggung hanya melayani SI-CJ PP knapa musti pake eksekutif segala jaraknya pendek bngt, pake KA ekonomi juga cukup menurut sy dan blm tentu okupansi utk ekse nya seramai KA pangrango.
[/quote

nah itu dia saya sependapat dengan masbro,,kayanya galunggung bakalan mubazir kalo cuman CJ sampe SI,,,tp kemungkinan juga galunggung ini nantinya akan melayani BOO-SI-CJ..dan tahap akhir sampe ke BD,,,jd tahap demi tahap dulu,sampe rel nya terus di ugrade dari BOO-BD..
(29-12-2013, 01:01 PM)priatnapery1 Wrote: [ -> ]
(29-12-2013, 12:40 PM)BuGe780 Wrote: [ -> ]kalo memang nantinya KA galunggung hanya melayani SI-CJ PP knapa musti pake eksekutif segala jaraknya pendek bngt, pake KA ekonomi juga cukup menurut sy dan blm tentu okupansi utk ekse nya seramai KA pangrango.

nah itu dia saya sependapat dengan masbro,,kayanya galunggung bakalan mubazir kalo cuman CJ sampe SI,,,tp kemungkinan juga galunggung ini nantinya akan melayani BOO-SI-CJ..dan tahap akhir sampe ke BD,,,jd tahap demi tahap dulu,sampe rel nya terus di ugrade dari BOO-BD..

mungkin ntar pas pertama nya K1 ckp 1 dl seh, K3nya aja yg dilebihkan
btw, tahap upgrade rel diantara SI-CJ udah lum yah?Bingung
dan mengenai tipe rel, apakah R54 itu tipe terakhir (tertinggi), atau masih ada lagi?
thx
http://jabar.tribunnews.com/foto/bank/im...bumi_1.jpg

tribun news:
SUARA klakson kereta api terdengar nyaring dari arah timur Stasiun Cianjur, Kamis (19/12) siang. Sontak masyarakat yang tinggal di piggir rel dan berdekatan Stasiun Cianjur langsung berhamburan ingin menyaksikan kereta yang melaju lambat mendekati stasiun.

Suara decit roda beradu dengan rel dan desis kereta pun menandai pemberangkatan dari Stasiun Sukabumi sekitar pukul 11.00 itu. Warga pun langsung mendekati untuk mengabadikan peristiwa yang tak lagi dirasakan hampir lebih dari setahun yang lalu itu.

Dari Stasiun Sukabumi, rangkaian kereta api itu berjumlah tujuh gerbong dan satu lokomotif. Satu gerbong di antaranya merupakan kereta pembangkit menyusul keenam gerbong tersebut memiliki fasilitas AC meski kelas ekonomi.

Rahmat Sodikin (26), warga Kota Sukabumi yang kebetulan menaiki kereta api itu, mengaku sangat menikmati perjalanan menuju Kabupaten Cianjur dengan transportasi milik PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) itu. Maklum sepanjang jalan ia melihat pemandangan berupa alam, bukit, gunung, dan keindahan alam lainnya.

"Lama perjalanan sekitar 90 menit. Sengaja naik karena pengen nyoba aja. Karena saat ini memang sedang uji coba," ujar Rahmat kepada Tribun setelah turun dari kereta api.

Rahmad pun menilai, bertolak ke Kabupaten Cianjur dengan kereta api memang lebih nyaman ketimbang kendaraan pribadi. Selain tidak kehujanan dan kepanasan, keamanan juga lebih terjamin menyusul Jalan Raya Sukabumi-Cianjur dalam kondisi memprihatinkan. Di sepanjang Jalan Raya Cianjur-Sukabumi banyak terdapat lubang-lubang menganga.

"Belum lagi berdebu dan banyak kendaraan besar seperti truk dan tronton melintas. Apalagi kalau malam hampir tidak kelihatan jalannya karena minim lampu penerangan jalan," ujar Rahmat.

Rasa penasaran pun dirasakan Sutrisna (28), warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Ia mengaku sangat ingin naik kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi itu. "Mungkin kalau sudah aktif ke Gunung Padang bisa naik kereta. Tidak perlu pakai kendaraan pribadi lagi," ujarnya ketika ditemui Tribun di Stasiun Cianjur, Kamis (19/12).

Sutrisna pun berharap harga tiket kereta api jurusan CianjurSukabumi itu tak memberatkan masyarakat Kabupaten Cianjur. "Mungkin Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu cocok untuk masyarakat Kabupaten Cianjur bepergian ke Sukabumi," kata Sutrisna.

Kepala Stasiun Cianjur, Dadang, mengatakan, uji coba kereta api jurusan Cianjur-Sukabumim memang terus dilakukan. Hal itu sebagai persiapan untuk pengaktifan jalur kereta api CianjurSukabumi pada Januari nanti.

"Untuk nama kereta apinya memang belum ada. Tapi dari uji coba jalur memang sudah layak untuk satu rangkaian kereta api," ujar Dadang ketika berbincang dengan Tribun, kemarin.

Diakui Dadang, kecepatan kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi memang tak secepat kereta api pada umumnya. Kereta api ini melaju maksimal dengan kecepatan 40 km/jam dengan kondisi jalur rel yang menghubungkan Cianjur dan Sukabumi itu.

"Sejauh ini selama perjalanan memang ada beberapa kendala. Tapi perbaikan terus kami lakukan, baik di sepanjang rel maupun di stasiun yang dilintasi kereta api ini," ujar Dadang.
Untuk jadwal kereta jurusan tersebut, lanjut Dadang, akan ada tiga rencana pemberangkatan yang bertolak dari Stasiun Cianjur. Pertama dimulai pukul 03.15, kedua berangkat pada pukul 08.00, dan ketiga berangkat pada 15.00.

"Rangkaian kereta api jurusan itu nantinya terakhir akan berhenti di Cianjur setelah kembali lagi dari Sukabumi. Kalau waktu tempuh perjalanan sendiri diperkirakan 1 jam 50 menit," kata Dadang.

Namun demikian, jadwal pemberangkatan itu bisa berubah. Selama perjalanan menuju Stasiun Sukabumi, kereta jurusan itu akan melewati sejumlah stasiun di Kabupaten Cianjur, yakni Stasiun Cilaku, Cibeber, Lampegan, Cireunghas, dan Gandasoli.

"Di setiap stasiun itu nantinya masyarakat bisa naik untuk berangkat ke Sukabumi dan sebaliknya. Mudah- mudahan kereta api ini bisa diterima masyarakat Kabupaten Cianjur dan mempermudah dalam bertransportasi," kata Dadang. (*)

DAN DISUARA klakson kereta api terdengar nyaring dari arah timur Stasiun Cianjur, Kamis (19/12) siang. Sontak masyarakat yang tinggal di piggir rel dan berdekatan Stasiun Cianjur langsung berhamburan ingin menyaksikan kereta yang melaju lambat mendekati stasiun.

Suara decit roda beradu dengan rel dan desis kereta pun menandai pemberangkatan dari Stasiun Sukabumi sekitar pukul 11.00 itu. Warga pun langsung mendekati untuk mengabadikan peristiwa yang tak lagi dirasakan hampir lebih dari setahun yang lalu itu.

Dari Stasiun Sukabumi, rangkaian kereta api itu berjumlah tujuh gerbong dan satu lokomotif. Satu gerbong di antaranya merupakan kereta pembangkit menyusul keenam gerbong tersebut memiliki fasilitas AC meski kelas ekonomi.

Rahmat Sodikin (26), warga Kota Sukabumi yang kebetulan menaiki kereta api itu, mengaku sangat menikmati perjalanan menuju Kabupaten Cianjur dengan transportasi milik PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) itu. Maklum sepanjang jalan ia melihat pemandangan berupa alam, bukit, gunung, dan keindahan alam lainnya.

"Lama perjalanan sekitar 90 menit. Sengaja naik karena pengen nyoba aja. Karena saat ini memang sedang uji coba," ujar Rahmat kepada Tribun setelah turun dari kereta api.

Rahmad pun menilai, bertolak ke Kabupaten Cianjur dengan kereta api memang lebih nyaman ketimbang kendaraan pribadi. Selain tidak kehujanan dan kepanasan, keamanan juga lebih terjamin menyusul Jalan Raya Sukabumi-Cianjur dalam kondisi memprihatinkan. Di sepanjang Jalan Raya Cianjur-Sukabumi banyak terdapat lubang-lubang menganga.

"Belum lagi berdebu dan banyak kendaraan besar seperti truk dan tronton melintas. Apalagi kalau malam hampir tidak kelihatan jalannya karena minim lampu penerangan jalan," ujar Rahmat.

Rasa penasaran pun dirasakan Sutrisna (28), warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Ia mengaku sangat ingin naik kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi itu. "Mungkin kalau sudah aktif ke Gunung Padang bisa naik kereta. Tidak perlu pakai kendaraan pribadi lagi," ujarnya ketika ditemui Tribun di Stasiun Cianjur, Kamis (19/12).

Sutrisna pun berharap harga tiket kereta api jurusan CianjurSukabumi itu tak memberatkan masyarakat Kabupaten Cianjur. "Mungkin Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu cocok untuk masyarakat Kabupaten Cianjur bepergian ke Sukabumi," kata Sutrisna.

Kepala Stasiun Cianjur, Dadang, mengatakan, uji coba kereta api jurusan Cianjur-Sukabumim memang terus dilakukan. Hal itu sebagai persiapan untuk pengaktifan jalur kereta api CianjurSukabumi pada Januari nanti.

"Untuk nama kereta apinya memang belum ada. Tapi dari uji coba jalur memang sudah layak untuk satu rangkaian kereta api," ujar Dadang ketika berbincang dengan Tribun, kemarin.

Diakui Dadang, kecepatan kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi memang tak secepat kereta api pada umumnya. Kereta api ini melaju maksimal dengan kecepatan 40 km/jam dengan kondisi jalur rel yang menghubungkan Cianjur dan Sukabumi itu.

"Sejauh ini selama perjalanan memang ada beberapa kendala. Tapi perbaikan terus kami lakukan, baik di sepanjang rel maupun di stasiun yang dilintasi kereta api ini," ujar Dadang.
Untuk jadwal kereta jurusan tersebut, lanjut Dadang, akan ada tiga rencana pemberangkatan yang bertolak dari Stasiun Cianjur. Pertama dimulai pukul 03.15, kedua berangkat pada pukul 08.00, dan ketiga berangkat pada 15.00.

"Rangkaian kereta api jurusan itu nantinya terakhir akan berhenti di Cianjur setelah kembali lagi dari Sukabumi. Kalau waktu tempuh perjalanan sendiri diperkirakan 1 jam 50 menit," kata Dadang.

Namun demikian, jadwal pemberangkatan itu bisa berubah. Selama perjalanan menuju Stasiun Sukabumi, kereta jurusan itu akan melewati sejumlah stasiun di Kabupaten Cianjur, yakni Stasiun Cilaku, Cibeber, Lampegan, Cireunghas, dan Gandasoli.

"Di setiap stasiun itu nantinya masyarakat bisa naik untuk berangkat ke Sukabumi dan sebaliknya. Mudah- mudahan kereta api ini bisa diterima masyarakat Kabupaten Cianjur dan mempermudah dalam bertransportasi," kata Dadang. (*)

BERARTI NAMA KERETA API GALUNGGUNG BELUM RESMI YANgakak
yah, apa saja lah yang penting relnya benerin dulu. kalo rel udah bener kan enak waktu perjalanan bisa dipercepat Ngiler
Foto by Arifin M Nur RF Sukabumi

[spoiler=Sisi Gerbong K1 Galunggung][Image: 1531562_1389546541297226_833351960_n.jpg][/spoiler]

[spoiler=Sisi Gerbong K3 Nutrisari Galunggung][Image: 1524815_1389546644630549_2095731348_n.jpg][/spoiler]

[spoiler=Sisi Gerbong MP2 Galunggung][Image: 1505296_1389546627963884_63730366_n.jpg][/spoiler]

(29-12-2013, 12:40 PM)BuGe780 Wrote: [ -> ]kalo memang nantinya KA galunggung hanya melayani SI-CJ PP knapa musti pake eksekutif segala jaraknya pendek bngt, pake KA ekonomi juga cukup menurut sy dan blm tentu okupansi utk ekse nya seramai KA pangrango.

Saya juga kurang yakin dengan Okupansi Ekse Galunggung, tapi tidak menutup kemungkinan bisa penuh okupansinya apabila kawasan wisata di sepanjang jalur CJ-SI seperti Wisata Gunung Padang di perbaiki akses sarana dan prasaranya dari Lampegan. Semoga saja kedepannya bahkan secepatnya pihak antar daop 1 dan 2 ada kesepakatan atau titik temu untuk membuka jalur lanjutan CJ-BD. Sehingga ada kereta langsung dari Bogor ke Bandung tanpa Transit di Sukabumi.. entah itu Upgrade Rel dan Bantalan, Melandaikan Rel yang Terjal di beberapa petak. bahkan Full Upgrade rel dan bantalan dari PDL-CJ-SI-BOO.. tapi terlalu riskan juga apabila rangkaian panjang meliuk-liuk di petak Cipatat-TagogApu-Padalarang. apalagi dengan kondisi rel yang seadanya. mungkin itu yang menjadi pertimbangan Daop 2 untuk tidak membuka dulu jalur CJ- BD. Kalo bukan desakan Petinggi Negeri ini. Sepertinya BOO-SI-CJ tidak akan ada kereta sampai saat ini. Xie Xie
Kalo masalah rangkaian kan bisa di sesuaikan sesuai kemampuan dan kapasitas lintas. Daripada kosong lama lama rel bisa di okupansi oleh masyaralkat di sepanjang lintas
mungkin agak oot kalo saya kasih info disini.
Kemaren saya di kasih info sama kondektur KA Pangrango bahwa KA Relasi BOO - SI - CJ akan diluncurkan pada tanggal 7 Januari 2014
untuk rangkaiannya sendiri sudah tersedia di BY MRI dengan nama keretanya belum di ketahui.
sedangkan susunan rangkaiannya juga tidak diketahui apa Eks semua atau ada K2 dan K3-nya.
Pemberangkatan KA-nya di mulai dari BOO dan hanya berhenti di SI dan CJ. (Ekpress)
Info ini saya dapat ketika JR Pangrango pada tanggal 29 desember 2013.

Sekian.
(30-12-2013, 07:47 AM)spoor_hunter Wrote: [ -> ]mungkin agak oot kalo saya kasih info disini.
Kemaren saya di kasih info sama kondektur KA Pangrango bahwa KA Relasi BOO - SI - CJ akan diluncurkan pada tanggal 7 Januari 2014
untuk rangkaiannya sendiri sudah tersedia di BY MRI dengan nama keretanya belum di ketahui.
sedangkan susunan rangkaiannya juga tidak diketahui apa Eks semua atau ada K2 dan K3-nya.
Pemberangkatan KA-nya di mulai dari BOO dan hanya berhenti di SI dan CJ. (Ekpress)
Info ini saya dapat ketika JR Pangrango pada tanggal 29 desember 2013.

Sekian.


KP atas nama siapa mas? pak sugeng, pak dadi atau Komeng????
(30-12-2013, 08:29 AM)triez_RF Cirebon Wrote: [ -> ]
(30-12-2013, 07:47 AM)spoor_hunter Wrote: [ -> ]mungkin agak oot kalo saya kasih info disini.
Kemaren saya di kasih info sama kondektur KA Pangrango bahwa KA Relasi BOO - SI - CJ akan diluncurkan pada tanggal 7 Januari 2014
untuk rangkaiannya sendiri sudah tersedia di BY MRI dengan nama keretanya belum di ketahui.
sedangkan susunan rangkaiannya juga tidak diketahui apa Eks semua atau ada K2 dan K3-nya.
Pemberangkatan KA-nya di mulai dari BOO dan hanya berhenti di SI dan CJ. (Ekpress)
Info ini saya dapat ketika JR Pangrango pada tanggal 29 desember 2013.

Sekian.


KP atas nama siapa mas? pak sugeng, pak dadi atau Komeng????

infonya berdasarkan KP Dadi Dahyari bro....

bahkan di cigombong saya sempat di foto dengan background gunung salak dengan kamera saya sendiri. Ngiler
(30-12-2013, 07:47 AM)spoor_hunter Wrote: [ -> ]mungkin agak oot kalo saya kasih info disini.
Kemaren saya di kasih info sama kondektur KA Pangrango bahwa KA Relasi BOO - SI - CJ akan diluncurkan pada tanggal 7 Januari 2014
untuk rangkaiannya sendiri sudah tersedia di BY MRI dengan nama keretanya belum di ketahui.
sedangkan susunan rangkaiannya juga tidak diketahui apa Eks semua atau ada K2 dan K3-nya.
Pemberangkatan KA-nya di mulai dari BOO dan hanya berhenti di SI dan CJ. (Ekpress)
Info ini saya dapat ketika JR Pangrango pada tanggal 29 desember 2013.

Sekian.

berarti maksudnya pangrango 2 melayani koridor BOO-CJ dengan status ekspress sedangkan pangrango 1 tetap melayani BOO-CJ seperti biasanya ..
jadi pangrango mempunyai 2 rangkaian
cmiiw Xie Xie

(30-12-2013, 07:47 AM)spoor_hunter Wrote: [ -> ]mungkin agak oot kalo saya kasih info disini.
Kemaren saya di kasih info sama kondektur KA Pangrango bahwa KA Relasi BOO - SI - CJ akan diluncurkan pada tanggal 7 Januari 2014
untuk rangkaiannya sendiri sudah tersedia di BY MRI dengan nama keretanya belum di ketahui.
sedangkan susunan rangkaiannya juga tidak diketahui apa Eks semua atau ada K2 dan K3-nya.
Pemberangkatan KA-nya di mulai dari BOO dan hanya berhenti di SI dan CJ. (Ekpress)
Info ini saya dapat ketika JR Pangrango pada tanggal 29 desember 2013.

Sekian.

berarti maksudnya pangrango 2 melayani koridor BOO-CJ dengan status ekspress sedangkan pangrango 1 tetap melayani BOO-SI Seperti biasanya ..
jadi pangrango mempunyai 2 rangkaian
cmiiw Xie Xie