(28-12-2011, 11:23 AM)Rezza Habibie Wrote: [ -> ]Proggres terbaru dari lokomotif B 5112 ini adalah sudah selesainya proses perbaikan di semua bagian lok, dari mulai tender sampai dengan lokomotif, dan awal 2012 ini akan dimulai tahap kedua, yaitu tahap penghidupan lokomotif, semoga semua berjalan sesuai dengan lancar... 
Mbiep,
Sampeyan kan orang Herritage, terus suka bolak-balik ke Ambarawa kan?
Saya koq ada pemikiran tentang lok ini, apa bisa usulan saya diteruskan ke yang berwenang?
Dasar pemikirannya begini.
Pertama
Seperti yang telah diuraikan dalam forum ini, lok B 5112 nantinya akan digunakan untuk menarik KA Wisata ke Tuntang. Kita tahu sendiri kan? yang berwisata ke Tuntang itu golongan seperti kita2 juga, walaupun ada juga dari kalangan selebritis. Nah, untuk itu alangkah baiknya jika ongkos perjalanan ABR-TTG dengan KA yang ditarik lok B 5112 karcisnya terjangkau masyarakat seperti kita2 ini.
Kedua
Kalau bahan bakarnya dipertahankan
hanya seperti semula yang berupa kayu bakar, tentu memerlukan biaya besar. Setahu saya kayu bakar yang baik untuk lok uap adalah kayu jati. Pada saat lok ini dibuat, kayu bakar sedemikian berlimpah di tempatnya bertugas, dengan harga yang murah, atau mungkin hutan kayunya dimiliki sendiri. Kalau sekarang kan nggak mungkin mendapatkan kayu bakar dengan harga murah? Nah, untuk menjangkau hal ini, tetapi juga tidak mengurangi keaslian lok, bagaimana kalau bahan bakarnya dibuat "hybrid" antara kayu dan batubara? Kebetulan kedua jenis bahan ini mempunyai kemiripan nilai kalor, seperti ini:
- Kayu = 18 kJ/gram
- Batubara Sub bituminous = 17 s/d 23 kJ/gram
- Batubara Lignit = 17 an kJ/gram
Dengan begitu kemungkinan besar jika kayu bakar untuk B 5112 diganti dengan batubara yang sesuai, tidak akan menimbulkan overheating. Perlu diketahui, kedua jenis batubara yang saya sebut di atas banyak terdapat di Indonesia, kira2 70%dari hasil tambang batubara Indonesia.
Permasalahan
Tungku bahan bakar lok B 5112 telah didesain untuk menerima bahan bakan kayu saja, sehingga "support" di bawah jika dimasuki batubara akan lolos keluar. Maaf saya tidak tahi persis bentuk support (sarangan)-nya seperti apa.
Pemecahan
Mumpung lok ini sedang dibongkar, support tadi bisa dilapis (jadi tidak dibongkar) dengan suatu support yang lebih rapat agar bisa dimasuki batubara. Bisa juga campuran batubara + kayu
Diharapkan dengan langkah ini biaya operasi kereta wisata ABR-TTG dengan lok B 5112 bisa lebih hemat.
Salam kami
Nurcahyo
*******