29-06-2010, 09:32 AM
29-06-2010, 12:33 PM
Saat masih aktip dulu jalur KA Ambarawa - Tuntang pernah dilintasi Lok Uap tipt D 52 yang berbobot mati diatas 70 ton yang kini diam membisu di TMII , andai saja memori ini terulang kembali dengan dihidupkannya Lok uap yang bertenaga besar sehubungan dengan julukan Indonesia sebagai " Sorga " nya Kereta Api Uap
![[Image: 29yl1ki.jpg]](http://i48.tinypic.com/29yl1ki.jpg)
Poto pinjam dari MKA
![[Image: 29yl1ki.jpg]](http://i48.tinypic.com/29yl1ki.jpg)
Poto pinjam dari MKA
21-07-2010, 04:57 PM
Sayangnya untuk tahun ini, anggaran divisi konservasi KAI tidak mengalokasikan pada lok uap, melainkan pada properti tak bergerak dulu (stasiun Samarang NIS, Lawang Sewu, dll), serta perawatan C30011 di TMII. Doakan tahun depan pengajuan museum ABR tentang B51 ini terwujud.. Selain itu lok uap C2902 milik KAI (lok ini kesayangan Bung Karno jika beliau berkunjung ke Cepu) juga akan diprioritaskan..
Tentang dana 6 milyar yang pernah tak kupas diatas, mendapat klarifikasi dari anggota IRPS. Ternyata dana tersebut gagal didapat karena pihak sponsor menargetkan 2 bulan untuk penghidupan D52 dan CC50 tersebut. Gila! mana bisa...
Tentang dana 6 milyar yang pernah tak kupas diatas, mendapat klarifikasi dari anggota IRPS. Ternyata dana tersebut gagal didapat karena pihak sponsor menargetkan 2 bulan untuk penghidupan D52 dan CC50 tersebut. Gila! mana bisa...
21-07-2010, 05:11 PM
(21-07-2010, 04:57 PM)Penjelajah Wrote: [ -> ]Sayangnya untuk tahun ini, anggaran divisi konservasi KAI tidak mengalokasikan pada lok uap, melainkan pada properti tak bergerak dulu (stasiun Samarang NIS, Lawang Sewu, dll), serta perawatan C30011 di TMII. Doakan tahun depan pengajuan museum ABR tentang B51 ini terwujud.. Selain itu lok uap C2902 milik KAI (lok ini kesayangan Bung Karno jika beliau berkunjung ke Cepu) juga akan diprioritaskan..
Tentang dana 6 milyar yang pernah tak kupas diatas, mendapat klarifikasi dari anggota IRPS. Ternyata dana tersebut gagal didapat karena pihak sponsor menargetkan 2 bulan untuk penghidupan D52 dan CC50 tersebut. Gila! mana bisa...
Berarti C 30011 di TMII mau diperbaiki dulu ya, klo bisa sekalian ama C 30012 biar dua2-nya jalan semua. Oya dulunya di KPH Cepu itu ada 2 lok hijrahan dari PJKA yaitu C 2502, C 2607 dan C 2902 tapi yg tertinggal cuma C 2902 karena C 2502 dan C 2607 sdh dirucat. Dirucatnya masih dlm jaman perucatan lok uap.
Coba mas kalo saya boleh usul kita bincang2 dulu dgn DW Meiningen yg spesialis perbaikan lok uap di Jerman sono. Yg dibicarakan bisa urusan biaya, lama pengerjaan sama yg lain2. Nanti kalo udh ada kata 'setuju' baru kita kirim CC 5001 ama D 52099 ke Jerman biar diperbaiki dan bisa dioperasikan kembali. Soalnya saya ngiri dgn Rusia yg loko uapnya rata2 buatan era industrialisasi Stalin tapi hingga saat ini masih ada yg beroperasi (walaupun sedikit).
21-07-2010, 05:46 PM
(21-07-2010, 05:11 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Wah betul tuh, coba bincang2 dulu, siapa tau bisa kan lumayan..sebenarnya pgn banget ikutan tim teknis penghidupan / repowering lok Uap D52 atau CC50, tapi apa daya, pengetahuan ane ttg lok uap masih dangkal(21-07-2010, 04:57 PM)Penjelajah Wrote: [ -> ]Sayangnya untuk tahun ini, anggaran divisi konservasi KAI tidak mengalokasikan pada lok uap, melainkan pada properti tak bergerak dulu (stasiun Samarang NIS, Lawang Sewu, dll), serta perawatan C30011 di TMII. Doakan tahun depan pengajuan museum ABR tentang B51 ini terwujud.. Selain itu lok uap C2902 milik KAI (lok ini kesayangan Bung Karno jika beliau berkunjung ke Cepu) juga akan diprioritaskan..
Tentang dana 6 milyar yang pernah tak kupas diatas, mendapat klarifikasi dari anggota IRPS. Ternyata dana tersebut gagal didapat karena pihak sponsor menargetkan 2 bulan untuk penghidupan D52 dan CC50 tersebut. Gila! mana bisa...
Berarti C 30011 di TMII mau diperbaiki dulu ya, klo bisa sekalian ama C 30012 biar dua2-nya jalan semua. Oya dulunya di KPH Cepu itu ada 2 lok hijrahan dari PJKA yaitu C 2502, C 2607 dan C 2902 tapi yg tertinggal cuma C 2902 karena C 2502 dan C 2607 sdh dirucat. Dirucatnya masih dlm jaman perucatan lok uap.
Coba mas kalo saya boleh usul kita bincang2 dulu dgn DW Meiningen yg spesialis perbaikan lok uap di Jerman sono. Yg dibicarakan bisa urusan biaya, lama pengerjaan sama yg lain2. Nanti kalo udh ada kata 'setuju' baru kita kirim CC 5001 ama D 52099 ke Jerman biar diperbaiki dan bisa dioperasikan kembali. Soalnya saya ngiri dgn Rusia yg loko uapnya rata2 buatan era industrialisasi Stalin tapi hingga saat ini masih ada yg beroperasi (walaupun sedikit).
.....21-07-2010, 05:55 PM
(21-07-2010, 05:46 PM)Logawa_exp Wrote: [ -> ](21-07-2010, 05:11 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ](21-07-2010, 04:57 PM)Penjelajah Wrote: [ -> ]Sayangnya untuk tahun ini, anggaran divisi konservasi KAI tidak mengalokasikan pada lok uap, melainkan pada properti tak bergerak dulu (stasiun Samarang NIS, Lawang Sewu, dll), serta perawatan C30011 di TMII. Doakan tahun depan pengajuan museum ABR tentang B51 ini terwujud.. Selain itu lok uap C2902 milik KAI (lok ini kesayangan Bung Karno jika beliau berkunjung ke Cepu) juga akan diprioritaskan..
Tentang dana 6 milyar yang pernah tak kupas diatas, mendapat klarifikasi dari anggota IRPS. Ternyata dana tersebut gagal didapat karena pihak sponsor menargetkan 2 bulan untuk penghidupan D52 dan CC50 tersebut. Gila! mana bisa...
Berarti C 30011 di TMII mau diperbaiki dulu ya, klo bisa sekalian ama C 30012 biar dua2-nya jalan semua. Oya dulunya di KPH Cepu itu ada 3 lok hijrahan dari PJKA yaitu C 2502, C 2607 dan C 2902 tapi yg tertinggal cuma C 2902 karena C 2502 dan C 2607 sdh dirucat. Dirucatnya masih dlm jaman perucatan lok uap.
Coba mas kalo saya boleh usul kita bincang2 dulu dgn DW Meiningen yg spesialis perbaikan lok uap di Jerman sono. Yg dibicarakan bisa urusan biaya, lama pengerjaan sama yg lain2. Nanti kalo udh ada kata 'setuju' baru kita kirim CC 5001 ama D 52099 ke Jerman biar diperbaiki dan bisa dioperasikan kembali. Soalnya saya ngiri dgn Rusia yg loko uapnya rata2 buatan era industrialisasi Stalin tapi hingga saat ini masih ada yg beroperasi (walaupun sedikit).
Wah betul tuh, coba bincang2 dulu, siapa tau bisa kan lumayan..sebenarnya pgn banget ikutan tim teknis penghidupan / repowering lok Uap D52 atau CC50, tapi apa daya, pengetahuan ane ttg lok uap masih dangkal.....
Ane malah punya kopian buku teknis lok D 52 dari masinis dipo Balapan yaitu pak Mardi Sanjoto. Ya sebenarnya bukan buku teknis sih tapi memuat ttg dasar2 lok uap, mengenal komponen2 utamanya, cara pengoperasian, cara merawat lok uap dan larangan2 dlm pengoperasian lok uap yg pada buku ini ditekankan pd D 52. Pokoke kumplit rek!
21-07-2010, 07:21 PM
(21-07-2010, 05:55 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]wah lumayan tuh kalo bisa baca atau kalo boleh malah bisa ngopi lagi..hehehe(21-07-2010, 05:46 PM)Logawa_exp Wrote: [ -> ](21-07-2010, 05:11 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ](21-07-2010, 04:57 PM)Penjelajah Wrote: [ -> ]Sayangnya untuk tahun ini, anggaran divisi konservasi KAI tidak mengalokasikan pada lok uap, melainkan pada properti tak bergerak dulu (stasiun Samarang NIS, Lawang Sewu, dll), serta perawatan C30011 di TMII. Doakan tahun depan pengajuan museum ABR tentang B51 ini terwujud.. Selain itu lok uap C2902 milik KAI (lok ini kesayangan Bung Karno jika beliau berkunjung ke Cepu) juga akan diprioritaskan..
Tentang dana 6 milyar yang pernah tak kupas diatas, mendapat klarifikasi dari anggota IRPS. Ternyata dana tersebut gagal didapat karena pihak sponsor menargetkan 2 bulan untuk penghidupan D52 dan CC50 tersebut. Gila! mana bisa...
Berarti C 30011 di TMII mau diperbaiki dulu ya, klo bisa sekalian ama C 30012 biar dua2-nya jalan semua. Oya dulunya di KPH Cepu itu ada 3 lok hijrahan dari PJKA yaitu C 2502, C 2607 dan C 2902 tapi yg tertinggal cuma C 2902 karena C 2502 dan C 2607 sdh dirucat. Dirucatnya masih dlm jaman perucatan lok uap.
Coba mas kalo saya boleh usul kita bincang2 dulu dgn DW Meiningen yg spesialis perbaikan lok uap di Jerman sono. Yg dibicarakan bisa urusan biaya, lama pengerjaan sama yg lain2. Nanti kalo udh ada kata 'setuju' baru kita kirim CC 5001 ama D 52099 ke Jerman biar diperbaiki dan bisa dioperasikan kembali. Soalnya saya ngiri dgn Rusia yg loko uapnya rata2 buatan era industrialisasi Stalin tapi hingga saat ini masih ada yg beroperasi (walaupun sedikit).
Wah betul tuh, coba bincang2 dulu, siapa tau bisa kan lumayan..sebenarnya pgn banget ikutan tim teknis penghidupan / repowering lok Uap D52 atau CC50, tapi apa daya, pengetahuan ane ttg lok uap masih dangkal.....
Ane malah punya kopian buku teknis lok D 52 dari masinis dipo Balapan yaitu pak Mardi Sanjoto. Ya sebenarnya bukan buku teknis sih tapi memuat ttg dasar2 lok uap, mengenal komponen2 utamanya, cara pengoperasian, cara merawat lok uap dan larangan2 dlm pengoperasian lok uap yg pada buku ini ditekankan pd D 52. Pokoke kumplit rek!
biar ga hanya tau Lok Diesel , KRL dan KRD aja, tapi lok uap juga tau dan bisa!! siapa tau ntar malah bisa diaplikasikan ilmunya...hehehe

09-08-2010, 08:04 PM
RE: Satu lok ABR lagi akan dihidupkan, semoga sukses ..!
Rekan2 sekalian, apakah sudah ada perkembangan terbaru?
Sekedar melengkapi thread ini, bagaimana kalau yang diaktifkan itu lok perhutani yang ada di Jakarta (seberang stasiun Palmerah)?
Sayang juga kehujanan bertahun-tahun, padahal masih kelihatan mulus. Kan lumayan tuh buat mbawa turis keliling jalur Jabodetabek.
Teorinya, karena saudaranya masih ada 3 buah yang sehat di Cepu, restorasinya juga akan lebih mudah (asal boilernya sehat lo).
Barangkali rekan2 ada yang sudah pernah memeriksa kondisinya?
Maaf sedikit OOT.
Wassalam
Ade
Rekan2 sekalian, apakah sudah ada perkembangan terbaru?
Sekedar melengkapi thread ini, bagaimana kalau yang diaktifkan itu lok perhutani yang ada di Jakarta (seberang stasiun Palmerah)?
Sayang juga kehujanan bertahun-tahun, padahal masih kelihatan mulus. Kan lumayan tuh buat mbawa turis keliling jalur Jabodetabek.
Teorinya, karena saudaranya masih ada 3 buah yang sehat di Cepu, restorasinya juga akan lebih mudah (asal boilernya sehat lo).
Barangkali rekan2 ada yang sudah pernah memeriksa kondisinya?
Maaf sedikit OOT.
Wassalam
Ade
09-08-2010, 08:47 PM
(09-08-2010, 08:04 PM)103-222-6 Wrote: [ -> ]Rekan2 sekalian, apakah sudah ada perkembangan terbaru?
Sekedar melengkapi thread ini, bagaimana kalau yang diaktifkan itu lok perhutani yang ada di Jakarta (seberang stasiun Palmerah)?
Sayang juga kehujanan bertahun-tahun, padahal masih kelihatan mulus. Kan lumayan tuh buat mbawa turis keliling jalur Jabodetabek.
Teorinya, karena saudaranya masih ada 3 buah yang sehat di Cepu, restorasinya juga akan lebih mudah (asal boilernya sehat lo).
Barangkali rekan2 ada yang sudah pernah memeriksa kondisinya?
Maaf sedikit OOT.
Wassalam
Ade
Lok MADJOE itu ya? Kalo g salah pd taun 1980-an dibawa dari Cepu ke Jakarta sbg pelengkap koleksi museum Perhutani di Jakarta itu. Kalo dilihat2 ya masih bagus lho, bisa saja direhab kembali utk dioperasikan. Sbg contoh lok SIMBAH (1067) yg berada di PG Gondang itu sebenarnya masih bisa dioperasikan cuma hrs mengganti prop timahnya yg rusak. Lok SIMBAH ini dulunya sering mundar-mandir dari Gondang ke Srowot utk mengantarkan tetes tebu. Keadaan yg sama jg dialami lok B 1239 yg menjadi monumen di depan sta. Surabaya Pasarturi, kendalanya jg mengganti prop timahnya dulu.
![[Image: gondang01.jpg]](http://www.steam.dial.pipex.com/sweetdreams/pics/gondang01.jpg)
Sumber
09-08-2010, 09:35 PM
Sabtu kemarin saya ke ABR, B5112 masih duduk manis di tempatnya...
