(25-05-2010, 08:14 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Kebanyakan loko di Soviet kelasnya E semua, kecuali kelas SU yg gandarnya C dan P-36 yg gandarnya D tapi diameternya menyamai tinggi orang Soviet, bahkan bisa lebih, lalu kelas ì (dibaca yer') yg gandarnya B/C utk dinas langsiran saja. Soal D 52099 yg dikabarkan akan dihidupkan lagi, kata mas Penjelajah boiler barunya sdh tiba di Indonesia. Tapi kita kok tdk tau ya?
Baru gosip alias kabar angin..

Nah D52 urusannya gimana nih.
Waktu saya iseng-iseng jalan ke Museum transportasi kondisi mengenaskan.
Catnya udah pudar+ beberapa bagian berkarat.
Jangan sampe ancur duluan de.
Wow, gimana tuh realisasinya? Ayo segera direalisasikan, nanti keburu lokonya hilang duluan sebelum sempat diperbaiki. Di luar negeri, RF pecinta lok uap bisa punya armada loko uap dan KA sendiri meskipun hrs mengeluarkan
ragad yg tidak sedikit. Kalau kita gmana ya?

(27-05-2010, 04:39 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Wow, gimana tuh realisasinya? Ayo segera direalisasikan, nanti keburu lokonya hilang duluan sebelum sempat diperbaiki. Di luar negeri, RF pecinta lok uap bisa punya armada loko uap dan KA sendiri meskipun hrs mengeluarkan ragad yg tidak sedikit. Kalau kita gmana ya? 
Hal ini memang gampang-gampang sulit mas..dan semua tidak lepas dari peran Pemerintah yang memberdayakan RF yang ada, karena sebagian masih beranggapan RF hanya hoby, padahal kalau RF itu di berdayakan so akan menjadi suatu aset negara yang sangat berharga sekali. Karena RF timbul dari pribadi-pribadi dan bukan karbitan, sehingga hasinya akan lebih berbobot
karena dari dalam jiwanya sudah tertanam cinta kereta api. Tinggal kasih fasilitasnya dan kepercayaan pasti semua akan bisa kerawat bahkan akan menjadi lapangan pekerjaan baru, karena akan di kelola secara profesional.
(27-05-2010, 06:11 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]Hal ini memang gampang-gampang sulit mas..dan semua tidak lepas dari peran Pemerintah yang memberdayakan RF yang ada, karena sebagian masih beranggapan RF hanya hoby, padahal kalau RF itu di berdayakan so akan menjadi suatu aset negara yang sangat berharga sekali. Karena RF timbul dari pribadi-pribadi dan bukan karbitan, sehingga hasinya akan lebih berbobot karena dari dalam jiwanya sudah tertanam cinta kereta api. Tinggal kasih fasilitasnya dan kepercayaan pasti semua akan bisa kerawat bahkan akan menjadi lapangan pekerjaan baru, karena akan di kelola secara profesional.
Benar mas, nanti perawatan dan pengoperasian lokomotif uap beserta aset2-nya tdk lagi dibebankan pd masinis PT KA, tapi bisa dari RF yg dididik mjd masinis lok uap dgn berbagai keahlian yg diajarkan kepadanya. Pak Pudjiono bisa juga tuh mengajarkan ilmunya pd RF yg berminat, shg kalau lok-nya sdh jadi trus siap dioperasikan, kita para masinis RF bisa menanganinya tanpa perlu memanggil masinis sungguhan. Kebanggaan bisa mengoperasikan D 52099 juga mjd kebanggaan kita semua.
(27-05-2010, 06:45 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ] (27-05-2010, 06:11 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]Hal ini memang gampang-gampang sulit mas..dan semua tidak lepas dari peran Pemerintah yang memberdayakan RF yang ada, karena sebagian masih beranggapan RF hanya hoby, padahal kalau RF itu di berdayakan so akan menjadi suatu aset negara yang sangat berharga sekali. Karena RF timbul dari pribadi-pribadi dan bukan karbitan, sehingga hasinya akan lebih berbobot karena dari dalam jiwanya sudah tertanam cinta kereta api. Tinggal kasih fasilitasnya dan kepercayaan pasti semua akan bisa kerawat bahkan akan menjadi lapangan pekerjaan baru, karena akan di kelola secara profesional.
Benar mas, nanti perawatan dan pengoperasian lokomotif uap beserta aset2-nya tdk lagi dibebankan pd masinis PT KA, tapi bisa dari RF yg dididik mjd masinis lok uap dgn berbagai keahlian yg diajarkan kepadanya. Pak Pudjiono bisa juga tuh mengajarkan ilmunya pd RF yg berminat, shg kalau lok-nya sdh jadi trus siap dioperasikan, kita para masinis RF bisa menanganinya tanpa perlu memanggil masinis sungguhan. Kebanggaan bisa mengoperasikan D 52099 juga mjd kebanggaan kita semua.
yakin pasti RF akan bisa mengelola secara profesional karena latar belakang pendidikan yang sangat komplit dan ini adalah modal dasar atau sebagai pondasi untuk merintis, seharusnya di adakan munas semua RF dan duduk di satu forum dengan Pemerintah dan lebih bagus Bapak Presiden juga hadir, sehingga akan cepat terlaksana.
(27-05-2010, 07:05 PM)eko winarno Wrote: [ -> ] (27-05-2010, 06:45 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Benar mas, nanti perawatan dan pengoperasian lokomotif uap beserta aset2-nya tdk lagi dibebankan pd masinis PT KA, tapi bisa dari RF yg dididik mjd masinis lok uap dgn berbagai keahlian yg diajarkan kepadanya. Pak Pudjiono bisa juga tuh mengajarkan ilmunya pd RF yg berminat, shg kalau lok-nya sdh jadi trus siap dioperasikan, kita para masinis RF bisa menanganinya tanpa perlu memanggil masinis sungguhan. Kebanggaan bisa mengoperasikan D 52099 juga mjd kebanggaan kita semua.
yakin pasti RF akan bisa mengelola secara profesional karena latar belakang pendidikan yang sangat komplit dan ini adalah modal dasar atau sebagai pondasi untuk merintis, seharusnya di adakan munas semua RF dan duduk di satu forum dengan Pemerintah dan lebih bagus Bapak Presiden juga hadir, sehingga akan cepat terlaksana.
Bisa juga itu mas, RF sdh banyak makan garam ttg suka duka mencintai KA, ada yg ini dan itu lah, pkk-nya itu bisa jadi modal membangun generasi pecinta KA yg benar-benar
Real and Professional. Kalau yg alasan paling belakang tuh, boleh juga presiden diajak railfaning kalau perlu cabriding sekalian ama kita
Yuk back to topik lagi ... Ngumung2 gimana kelanjutan proyek memperbaiki B 5112 itu?
(23-05-2010, 12:23 PM)Penjelajah Wrote: [ -> ] (23-05-2010, 12:11 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Melihat gambarnya mas Penjelajah, mustahil B 5210 utk dihidupkan lagi. Komponen2 utamanya udh dihilangkan semua (tuas penggerak, tuas pengoperasian maju/mundur, tender yg keropos, serta lok yg sdh mendekati kematian total). Hanya sebuah keajaiban yg dapat menghidupkannya ...
Jika anda tahu bagaimana proses rebuild B25 dan C1218, tuas² bisa diambil dari lok² lain atau membuat cetakan dari besi cor. Semua bisa diupayakan, kecuali masalah terbesar : KETEL
Uang pun tak bisa mengatasinya. Walau D52099 dan CC50 TMII sudah mendapat dana sponsor 6 milyar rupiah (CMIIW) dari luar negeri, apalah artinya jika tak bisa menemukan ketelnya?
Maaf rekan2, ikut nimbrung. Saya Ade fans D52 sejak kecil.
Sekedar masukan saja. Untuk masalah boiler, masih ada 1 spesialis boiler lok uap yang mungkin bisa membangunkan D52099 dari kondisi pingsan ini jika uang tidak menjadi masalah, yaitu RAW Meiningen.
RAW (Reichsbahn Ausbesserung Werk) Meiningen di Jerman adalah bengkel milik Deutsche Bahn yang biasa merestorasi lok2 uap di Jerman dan Austria. Tahun 2006 mereka membuatkan ketel uap untuk lokomotif Tornado di Inggris. Silakan baca link Wikipedia berikut ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/RAW_Meiningen
http://en.wikipedia.org/wiki/Tornado_(locomotive)
Tapi kalau soal biayanya, yang pasti mahal ya. Apalagi kalau blueprint boilernya udah nggak ada. Syukur2 masih disimpan oleh PTKA sih.
Demikian masukan dari saya, mudah2an nggak basi.
Wassalam
Ade
Ternyata lokomotif uap yg benar2 akan dihidupkan adl B 5112 karena faktor ketelnya yg relatif masih bagus. Dan rute Ambarawa-Tuntang berlanjut hingga pintu air PLTA Jelok.
(07-06-2010, 06:26 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Ternyata lokomotif uap yg benar2 akan dihidupkan adl B 5112 karena faktor ketelnya yg relatif masih bagus. Dan rute Ambarawa-Tuntang berlanjut hingga pintu air PLTA Jelok.
Sama stasiun Bringin sebelah mananya ya..???
