(07-06-2010, 06:54 PM)eko winarno Wrote: [ -> ] (07-06-2010, 06:26 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Ternyata lokomotif uap yg benar2 akan dihidupkan adl B 5112 karena faktor ketelnya yg relatif masih bagus. Dan rute Ambarawa-Tuntang berlanjut hingga pintu air PLTA Jelok.
Sama stasiun Bringin sebelah mananya ya..???
PLTA-nya masih di Kecamatan Tuntang, jadi letaknya di selatan stasiun Bringin
sepur_lori Wrote:07-Jun-2010, 07:07 PM
(Today 06:54 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]
(Today 06:26 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Ternyata lokomotif uap yg benar2 akan dihidupkan adl B 5112 karena faktor ketelnya yg relatif masih bagus. Dan rute Ambarawa-Tuntang berlanjut hingga pintu air PLTA Jelok.
Sama stasiun Bringin sebelah mananya ya..???New_bingung
PLTA-nya masih di Kecamatan Tuntang, jadi letaknya di selatan stasiun Bringin
Simbah B 2503 dan B 2502 akan mendapat kawan baru yang bisa bergantian bertugas membawa wisatawan , asyik nih . ( maaf numpang nampang poto jadul th 1981 saat hoby minggat edan sepur bondo nekat )
![[Image: t98xau.jpg]](http://i47.tinypic.com/t98xau.jpg)
(07-06-2010, 07:43 PM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]Simbah B 2503 dan B 2502 akan mendapat kawan baru yang bisa bergantian bertugas membawa wisatawan , asyik nih . ( maaf numpang nampang poto jadul th 1981 saat hoby minggat edan sepur bondo nekat )
![[Image: t98xau.jpg]](http://i47.tinypic.com/t98xau.jpg)
Ternyata mas Bambang ini punya hobi minggatan buat liat sepur kluthuk di Ambarawa nih. Bagus itu, mas ...
![[Image: tuntang20.jpg]](http://www.internationalsteam.co.uk/ambarawa/pics/tuntang20.jpg)
Foto tgl 11 Agustus 1975 ini memperlihatkan B 2503 saat melintasi jembatan di Rawa Pening (jadi dulunya B 25 sering masuk wilayah ini)
Kalau mau menampilkan posting terdahulu bisa menggunakan quote in, jadi g perlu repot pakai quote biasa
sumber gambar:
Restoring Ambarawa's North Line (Part 1)
(07-06-2010, 07:07 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ] (07-06-2010, 06:54 PM)eko winarno Wrote: [ -> ] (07-06-2010, 06:26 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Ternyata lokomotif uap yg benar2 akan dihidupkan adl B 5112 karena faktor ketelnya yg relatif masih bagus. Dan rute Ambarawa-Tuntang berlanjut hingga pintu air PLTA Jelok.
Sama stasiun Bringin sebelah mananya ya..???
PLTA-nya masih di Kecamatan Tuntang, jadi letaknya di selatan stasiun Bringin
Jadi di PLTA jelok apakah ada stasiunnya ?? berarti kalau kembali lagi ke sta Tuntang rangkaian di dorong ya.??
eko winarno Wrote:07-Jun-2010, 09:36 PM
(Yesterday 07:07 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]
(Yesterday 06:54 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]
(Yesterday 06:26 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Ternyata lokomotif uap yg benar2 akan dihidupkan adl B 5112 karena faktor ketelnya yg relatif masih bagus. Dan rute Ambarawa-Tuntang berlanjut hingga pintu air PLTA Jelok.
Sama stasiun Bringin sebelah mananya ya..???New_bingung
PLTA-nya masih di Kecamatan Tuntang, jadi letaknya di selatan stasiun Bringin
Jadi di PLTA jelok apakah ada stasiunnya ?? berarti kalau kembali lagi ke sta Tuntang rangkaian di dorong ya.??
Klo ngga salah tasyunnya ya di tuntang itu sendiri Mas . CMIIW
(08-06-2010, 07:00 AM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]Klo ngga salah tasyunnya ya di tuntang itu sendiri Mas . CMIIW
Stasiunnya memang di Tuntang itu sendiri, jadi KA-nya jalan sedikit ke pintu air lalu kembali lagi ke Tuntang.
Sundul dulu ah dengan Simbah B 2501 biar trit ngga jauh
![[Image: 118ov7o.jpg]](http://i50.tinypic.com/118ov7o.jpg)
om om semua, kalo bikin ketel sendiri buatan tukang besi ngejiplak dari ketel aslinya ga bisa ya?
oh ya ketel itu bentuknya seperti apa ya? saya blm pernah liat
(15-06-2010, 11:20 PM)ilhamprahatama Wrote: [ -> ]om om semua, kalo bikin ketel sendiri buatan tukang besi ngejiplak dari ketel aslinya ga bisa ya?
oh ya ketel itu bentuknya seperti apa ya? saya blm pernah liat
Tidak bisa begitu mas karena kerja ketel/boiler sangat spesifik perhitungannya jlimet karena yang kita perlukan adalah rendemen nya, rendemen akan di dapat karena adanya material yang telah di perhitungkan serta luasan/volume harus sebanding dengan daya yang akan di inginkan si perancang.
Misalnya dia meter pipa serta material harus menggunakan sch.120 untuk tekanan tinggi [ tekanan kerja 7-10 kg/cm ], dll.
Trimakasih
(16-06-2010, 05:35 AM)eko winarno Wrote: [ -> ] (15-06-2010, 11:20 PM)ilhamprahatama Wrote: [ -> ]om om semua, kalo bikin ketel sendiri buatan tukang besi ngejiplak dari ketel aslinya ga bisa ya?
oh ya ketel itu bentuknya seperti apa ya? saya blm pernah liat
Tidak bisa begitu mas karena kerja ketel/boiler sangat spesifik perhitungannya jlimet karena yang kita perlukan adalah rendemen nya, rendemen akan di dapat karena adanya material yang telah di perhitungkan serta luasan/volume harus sebanding dengan daya yang akan di inginkan si perancang.
Misalnya dia meter pipa serta material harus menggunakan sch.120 untuk tekanan tinggi [ tekanan kerja 7-10 kg/cm ], dll.
Trimakasih
Ini lho yg dimaksud ketel uap itu:
Pinjem dari
Frankfurter Feldbahnmuseum e.V.