(06-10-2010, 02:36 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Ada tulisan di Portal koran xxx hari ini yg agak menyudutkan masinis:
"Dicari masinis yang enggak ngantuk," pake gambar calon masinis yg ndlongop ngantuk sama bawa guling.
Hari gini msh bisa2-nya nyalahin masinis yg ngantuk!
Apa ngga di hubungi atau di email saja ke redaksi??
mereka ngga pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya...kalo emang masinis benar sudah ngantuk walaupun bekerjanya belum ada 5 jam , tapi kalo sudah kecapekan krena sudah lebih dari 7 jam, dengan kondisi tempat kerja yang seperti itu apa ngga jaminan ngantuk??
lha wonk kita yang cuma duduk selama 5 jam di KA aja bisa ngantuk kalo emang kita kecapekan...!!
yang namanya media kadang cari sensasi..kita harus meluruskan mereka !!!
Kita harus bisa coba
Meluruskan Berita Media
Saya tidak memihak / menyalahkan siapapun sampai hasil KNKT menyimpulkannya.
Pernah mendengar dari siapa gitu, saya lupa lagi ....
Manusia itu kan tempat nya kesalahan, beda dengan mesin.
Itulah masinis. Mereka manusia, pasti ada waktunya nya melakukan kesalahan, ditambah lagi dengan tempat kerja yang sempit, ditambah lagi dengan angin malam yg dingin menggigit, ditambah lagi dengan perjalanan yang itu itu aja (membosankan), ditambah lagi mata tidak boleh berkedip sedikitpun, ditambah lagi jika di rumah ada masalah.
Adalah hal yang wajar jika manusia (boleh dibaca mass) melakukan kesalahan, tinggal bagaimana management mengetahui kelemahan tersebut, agar kesalahan se kecil apapun tidak terulang
Peace .....
(06-10-2010, 02:59 PM)m_ilhami Wrote: [ -> ]ya bales aja,
dicari wartawan yang tidak pernah salah kutip, tidak melintir ucapan orang.
dicari karikaturis yang tidak sinis dan menyinggung orang.
Betul cak, yg ini terkesan menganggap remeh profesi masinis, padahal kalo g ada masinis siapa yg mau jalanin kereta? Kalo asal pencet tombol/tekan tuas gampang tapi resikonya...
(06-10-2010, 03:04 PM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]Apa ngga di hubungi atau di email saja ke redaksi??
mereka ngga pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya...kalo emang masinis benar sudah ngantuk walaupun bekerjanya belum ada 5 jam , tapi kalo sudah kecapekan krena sudah lebih dari 7 jam, dengan kondisi tempat kerja yang seperti itu apa ngga jaminan ngantuk??
lha wonk kita yang cuma duduk selama 5 jam di KA aja bisa ngantuk kalo emang kita kecapekan...!!
yang namanya media kadang cari sensasi..kita harus meluruskan mereka !!!
Kita harus bisa coba Meluruskan Berita Media
Coba saja email ke redaksi koran dan majalah TEMPO, mereka yg bikin dan cetak koran hari ini...
Kalaupun masinisnya tertidur, akar permasalahannya tetep berada di manajemennya. Dulu pernah ada penelitian di Inggris tentang "micro-sleep", yaitu tertidurnya masinis selama kurang dari satu menit dalam selang waktu tertentu saat menjalankan rangkaian. Dan "micro-sleep" itu pun adalah natural. Oleh sebab itu, bekerja sampai 8 jam bisa dibilang terlalu panjang. Kereta api bukanlah pesawat yang ada auto-pilotnya. Bahkan di Jepang sekalipun ada aturan supir bis malam, setiap dua jam harus istirahat minimal 20 menit, bahkan setelah jam yang keempat harus diganti. Begitu juga dengan masinis kereta api.
Tentang membuat suasana kerja lebih menyenangkan, mungkin bisa belajar dari masinis Jepang. Yaitu teriak2, nunjuk2 sinyal pas lagi menjalankan kereta, walaupun cuman sendiri di kamar masinisnya.
(06-10-2010, 04:13 PM)tedh10213 Wrote: [ -> ]Kalaupun masinisnya tertidur, akar permasalahannya tetep berada di manajemennya. Dulu pernah ada penelitian di Inggris tentang "micro-sleep", yaitu tertidurnya masinis selama kurang dari satu menit dalam selang waktu tertentu saat menjalankan rangkaian. Dan "micro-sleep" itu pun adalah natural. Oleh sebab itu, bekerja sampai 8 jam bisa dibilang terlalu panjang. Kereta api bukanlah pesawat yang ada auto-pilotnya. Bahkan di Jepang sekalipun ada aturan supir bis malam, setiap dua jam harus istirahat minimal 20 menit, bahkan setelah jam yang keempat harus diganti. Begitu juga dengan masinis kereta api.
Tentang membuat suasana kerja lebih menyenangkan, mungkin bisa belajar dari masinis Jepang. Yaitu teriak2, nunjuk2 sinyal pas lagi menjalankan kereta, walaupun cuman sendiri di kamar masinisnya.
Kesimpulannya, apakah prosedur "tunjuk-sebut" perlu diberlakukan bagi masinis, terutama yang sedang melakukan dinasan malam?
Pasalnya, dalam banyak kasus masinis didapati tertidur walaupun hanya sebentar saat dinasan malam, dan menurut saya hal itu cukup membahayakan baik bagi sang masinis sendiri maupun penumpang.
DMP memang membantu selama dinasan, tetapi fungsi DMP ini menurut saya kurang menjamin bahwa masinis akan segera terbangun dan kecepatan KA akan melambat setelah DMP diinjak.
Satu hal yang masih mengganjal di pikiran saya, mengapa setelah KA 101 SU KD lewat dan KA 116 SU SMT berhenti untuk bersilang, juru wesel stasiun Petarukan yang bertugas saat itu tidak segera memindahkan wesel ke sepur 1 di mana KA 4 ABA dijadwalkan melintas di sana?
Kita tunggu penyelidikan dari KNKT aja yah,biar gamblang semuanya,tidak ada salah persepsi sana sini,thanks...
(06-10-2010, 04:56 PM)Rezza Habibie Wrote: [ -> ]Kita tunggu penyelidikan dari KNKT aja yah,biar gamblang semuanya,tidak ada salah persepsi sana sini,thanks...
betuul..mending kita berbuat sesuatu yang lebih penting seperti :
1. Membantu meluruskan opini negatif tentang KA akibat ulah media

2. Menggali potensi diri sebagai seorang RF dengan mempelajari sistem perkereta-apian, sehingga bisa menghasilkan ide / inovasi tentang teknologi pencegahan PLH..
3. Merapatkan barisan RF, jangan sampai ada perpecahan akibat perbedaan opini tentang PLH.
4. Khusus untuk Pelajar dan Mahasiswa : Belajar dengan giat dan tekun agar bisa ikut bergabung dalam dunia perusahaan perkereta-apian , jangan hanya hunting, gathering tapi lupa belajar..
yg mnjadi pertanyaan sy ini adalah... apakah timur stasiun panarukan double trackny sdh kepasang rel dan bantalannya sampe pklaongan??
(06-10-2010, 02:36 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Ada tulisan di Portal koran xxx hari ini yg agak menyudutkan masinis:
"Dicari masinis yang enggak ngantuk," pake gambar calon masinis yg ndlongop ngantuk sama bawa guling.
Hari gini msh bisa2-nya nyalahin masinis yg ngantuk!
suruh main train simulator dah....ngajak berantem tuh wartawan...

gue tetep dukung masinisnya .... namanya juga takdir pasti ada aja jalannya. masih untung cuma seruduk SU SMG, coba kalo bablas aja bisa "ciuman" sama SU KD.
semoga nasibnya gak sama kaya pak slamet suradio kaya berita yang ada
disini