03-10-2010, 08:05 PM
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50
03-10-2010, 08:13 PM
Turut berduka cita untuk rekan sekaligus sahabat saya yang turut menjadi korban PLH Petarukan, Fikri Yadikal Khair alumnus SMAN12 Jakarta, semoga seluruh amal ibadah almarhum khususnya dan korban lainnya pada umumnya diterima disisi-Nya.. semoga korban luka juga cepat diberi kesembuhan, aminnn ... 



03-10-2010, 10:16 PM
Mohon dipersorry sebelumnya kalo tulisan saya disisi lain memojokan suatu pihak. TAPI SAYA PERINGATKAN INI HANYA OPINI HEMAT PENDAPAT SAYA SAJA.
Begitu mendengar ada PLH di PTA saya bersama sepupu jauh2 datang dari Bandung pake KA Harina berangkat pukul 20:30 turun di Tegal pukul 01:38 (istirahat dulu d kampung halaman) habis itu saya langsung ke lokasi pake KA Kaligung bisnis berangkat TG pukul 04:40 setelah sampai di sana saya sedikit mensurvei keadaan disekitar lokasi (ya mungkin cuma sebisanya saya) posisi jalur di Stasiun PTA terdiri dari 3 sepur (jalur 2 merupakan sepur lurus)......
langsung saya investigasi saja ya........
KA SU dari PSE ke SMT masuk sepur 3 PTA pukul 02:57 kemudian tak lama dari arah barat datang ABA masuk sepur 3 (sama seperti SU) pukul 03:00. Kronologisnya begini, pada saat SU berhenti (ga tau disusulnya kenapa) di sepur 3 tak lama kemudian ABA muncul dari arah barat rencananya sih mau masuk sepur 2 (sepur lurus) tapi ga tau kenapa wesel mengarah ke sepur belok (sepur 3, yang ditempati SU) akhirnya kontan ABA menabrak SU bagian belakang dengan loko milik SDT (ga tau spesifiknya). Taspat ABA (diperkirakan) 90Km/jam (semboyan1).......
Begitu mendengar ada PLH di PTA saya bersama sepupu jauh2 datang dari Bandung pake KA Harina berangkat pukul 20:30 turun di Tegal pukul 01:38 (istirahat dulu d kampung halaman) habis itu saya langsung ke lokasi pake KA Kaligung bisnis berangkat TG pukul 04:40 setelah sampai di sana saya sedikit mensurvei keadaan disekitar lokasi (ya mungkin cuma sebisanya saya) posisi jalur di Stasiun PTA terdiri dari 3 sepur (jalur 2 merupakan sepur lurus)......
langsung saya investigasi saja ya........
KA SU dari PSE ke SMT masuk sepur 3 PTA pukul 02:57 kemudian tak lama dari arah barat datang ABA masuk sepur 3 (sama seperti SU) pukul 03:00. Kronologisnya begini, pada saat SU berhenti (ga tau disusulnya kenapa) di sepur 3 tak lama kemudian ABA muncul dari arah barat rencananya sih mau masuk sepur 2 (sepur lurus) tapi ga tau kenapa wesel mengarah ke sepur belok (sepur 3, yang ditempati SU) akhirnya kontan ABA menabrak SU bagian belakang dengan loko milik SDT (ga tau spesifiknya). Taspat ABA (diperkirakan) 90Km/jam (semboyan1).......
03-10-2010, 10:23 PM
wew baru dapet kabar adek kelas w di kampus jadi korban wafat dalam kecelakaan ini




03-10-2010, 10:25 PM
Sumber:
http://m.okezone.com/read/2010/10/03/340/378578
Akui Ngantuk, Masinis KA Agro Anggrek Jadi Tersangka
Minggu, 3 Oktober 2010 - 14:29 wib
PEMALANG - Masinis KA Agro Anggrek, Muhammad Halik Rusdianto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan kereta yang menewaskan 36 orang. Rusdianto diduga lalai saat bertugas.
"Setelah dilakukan pemeriksaan sejak kemarin malam, status klien saya menjadi tersangka," ujar pengacara Rusdianto, Tugiman, saat ditemui wartawan di Mapolres Pemalang, Jawa Tengah, Minggu, (3/10/2010).
Tugiman menjelaskan saat diperiksa kliennya mengaku lalai saat menjalankan kereta jurusan Jakarta-Surabaya tersebut. "Dia mengakui lalai, dia mengatakan saat itu dirinya mengantuk," sambungnya.
Dalam keadaan mengantuk, Rusdianto kaget melihat sinyal merah pertanda kereta harus berhenti. Asisten masinis bernama Djoyono juga sempat memberi peringatan. "Tetapi keretanya sudah terlanjur masuk ke rel tiga dimana ada KA Senja Utama," jelas dia.
Akibat perbuatannya, Rusdianto dijerat Pasal 359 KUHP subsider Pasal 206 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23/2007 Tentang Perkeretaapian. Rusdianto terancam hukuman paling lama lima tahun penjara karena kesalahannya menyebabkan orang lain mati. (Akrom Hazami/Koran SI) (fer)
http://m.okezone.com/read/2010/10/03/340/378578
Akui Ngantuk, Masinis KA Agro Anggrek Jadi Tersangka
Minggu, 3 Oktober 2010 - 14:29 wib
PEMALANG - Masinis KA Agro Anggrek, Muhammad Halik Rusdianto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan kereta yang menewaskan 36 orang. Rusdianto diduga lalai saat bertugas.
"Setelah dilakukan pemeriksaan sejak kemarin malam, status klien saya menjadi tersangka," ujar pengacara Rusdianto, Tugiman, saat ditemui wartawan di Mapolres Pemalang, Jawa Tengah, Minggu, (3/10/2010).
Tugiman menjelaskan saat diperiksa kliennya mengaku lalai saat menjalankan kereta jurusan Jakarta-Surabaya tersebut. "Dia mengakui lalai, dia mengatakan saat itu dirinya mengantuk," sambungnya.
Dalam keadaan mengantuk, Rusdianto kaget melihat sinyal merah pertanda kereta harus berhenti. Asisten masinis bernama Djoyono juga sempat memberi peringatan. "Tetapi keretanya sudah terlanjur masuk ke rel tiga dimana ada KA Senja Utama," jelas dia.
Akibat perbuatannya, Rusdianto dijerat Pasal 359 KUHP subsider Pasal 206 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23/2007 Tentang Perkeretaapian. Rusdianto terancam hukuman paling lama lima tahun penjara karena kesalahannya menyebabkan orang lain mati. (Akrom Hazami/Koran SI) (fer)
(03-10-2010, 06:47 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]KABAR TERBARU: MASINIS ABA JADI TERSANGKA DLM TRAGEDI PETARUKAN (info dari salah satu TV swasta Indonesia)
03-10-2010, 10:50 PM
Hanya bisa mengucapkan.............
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
03-10-2010, 11:03 PM
Sebelumnya ane mohon maaf jika postingan ane terlalu panjang dan mengandung kata-kata yg kurang berkenan di hati pembaca sekalian, ane memang newbie banget soalan Kereta api, dan ane pun gak berhak mengambil keputusan secara sepihak, tapi postingan ane ini bukan untuk menuduh seseorang menjadi bersalah atau tidak. tapi postingan ane ini hanya sekedar analisis sederhana yg tentunya membutuhkan koreksi dari berbagai pihak, karena ane railfans maka gak ada salahnya jika ane sedikit berkomentas ttg PLH di petarukan.
Analisis ane kenapa Argo bromo tidak anjlok saat menabrak Senja utama Semarang dengan kecepatan tinggi di Jalur 3 stasiun Petarukan.
Untuk Saat ini, stasiun Petarukan merupakan stasiun kecil yg mempunyai 3 jalur. dengan spesifikasi jalur sebagai berikut :
Dari arah Tegal Jalur sudah Double Track, sedangkan dari arah pekalongan jalur masih single track sehingga untuk antara stasiun pekalongan - petarukan kereta dari 2 arah.
Stasiun Petarukan merupakan Penghabisan/Akhir dari jalur Double Track menuju Singgle Track. sedangkan dari Petarukan menuju Pekalongan sedang dalam proses pembangun jalur Double Track.
Semua jalur di stasiun Petarukan bisa di isi oleh kereta api dari tegal maupun dari pekalongan.
Jalur KA di stasiun petarukan jika di pantau dari arah pekalongan :
1. Jalur 2 merupakan spoor lurus [jalur utama]
2. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya.
3. Jalur 3 merupakan spoor belok/percabangan dari jalur 2 [jalur ini nantinya akan menjadi spoor lurus dari arah Tegal [pembangunan masih dalam proses]
Jalur KA di stasiun Petarukan jika di pantau dari arah Tegal:
1. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya. Jalur 1 ini juga bisa di isi Kereta dari arah tegal karena ada wesel yg dari spoor lurus [jalur 3 yg mengarah ke jalur 2 lalu ke jalur 1].
2. Jalur 2 Merupakan Spoor lurus dari arah pekalongan, dan spoor belok dari arah Tegal.
3. Jalur 3 Merupakan Spoor lurus dari arah Tegal dan di ujung jalur ini [pada stasiun petarukan] akan membelok dan bersatu dengan jalur 2.
untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan, cekidoooooooooootttttttttt............
[spoiler=simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan]
![[Image: PTKedit.jpg]](http://i589.photobucket.com/albums/ss338/RaiderFU150/PTKedit.jpg)
[/spoiler]
Seandainya pada saat itu ane yg bertugas sbg PPKA Stasiun Petarukan [khayal mode ON], maka Senja utama bakal ane taro di jalur 1. dan mempersilahkan Argo Bromo anggrek berjalan langsung di jalur 3 [kalo masinis argo bromo dalam keadaan sadar, maka di akan berjalan dengan taspat gak lebih dari 30 Km/J mengingat ada belokan di ujung stasiun petarukan]
Seandainya masinis ABA yg sedang menjalankan keretanya dengan kecepatan tinggi itu Ketiduran, dan PPKA Petarukan mengarahkan ABA berjalan langsung di jalur 2 stasiun Petarukan, maka yg terjadi adalah ABA Akan Anjlok [ada kemungkinan Gerbong belakang Senja utama dan emplasemen stasiun menjadi korban]
sambil menanti keputusan KNKT mengenai PLH Petarukan, ada baiknya kita mendoakan semoga korban di ampuni segala dosanya dan di terima segala bentuk ibadahnya, untuk seluruh keluarga korban di beri ketabahan yg kuat, dan semoga tidak akan terjadi lagi PLH dalam dunia Transportasi di Dunia ini, Amiieeennn...
*Kecepatan maksimal kereta saat melewati Spoor belok/percabangan adalah 30 Km/J
*Jarak yg di butuhkan Kereta yg berjalan 100 Km/J hingga berhenti hingga 0 Km/J adalah 800-an Meter.
Analisis ane kenapa Argo bromo tidak anjlok saat menabrak Senja utama Semarang dengan kecepatan tinggi di Jalur 3 stasiun Petarukan.
Untuk Saat ini, stasiun Petarukan merupakan stasiun kecil yg mempunyai 3 jalur. dengan spesifikasi jalur sebagai berikut :
Dari arah Tegal Jalur sudah Double Track, sedangkan dari arah pekalongan jalur masih single track sehingga untuk antara stasiun pekalongan - petarukan kereta dari 2 arah.
Stasiun Petarukan merupakan Penghabisan/Akhir dari jalur Double Track menuju Singgle Track. sedangkan dari Petarukan menuju Pekalongan sedang dalam proses pembangun jalur Double Track.
Semua jalur di stasiun Petarukan bisa di isi oleh kereta api dari tegal maupun dari pekalongan.
Jalur KA di stasiun petarukan jika di pantau dari arah pekalongan :
1. Jalur 2 merupakan spoor lurus [jalur utama]
2. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya.
3. Jalur 3 merupakan spoor belok/percabangan dari jalur 2 [jalur ini nantinya akan menjadi spoor lurus dari arah Tegal [pembangunan masih dalam proses]
Jalur KA di stasiun Petarukan jika di pantau dari arah Tegal:
1. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya. Jalur 1 ini juga bisa di isi Kereta dari arah tegal karena ada wesel yg dari spoor lurus [jalur 3 yg mengarah ke jalur 2 lalu ke jalur 1].
2. Jalur 2 Merupakan Spoor lurus dari arah pekalongan, dan spoor belok dari arah Tegal.
3. Jalur 3 Merupakan Spoor lurus dari arah Tegal dan di ujung jalur ini [pada stasiun petarukan] akan membelok dan bersatu dengan jalur 2.
untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan, cekidoooooooooootttttttttt............
[spoiler=simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan]
![[Image: PTKedit.jpg]](http://i589.photobucket.com/albums/ss338/RaiderFU150/PTKedit.jpg)
[/spoiler]
Seandainya pada saat itu ane yg bertugas sbg PPKA Stasiun Petarukan [khayal mode ON], maka Senja utama bakal ane taro di jalur 1. dan mempersilahkan Argo Bromo anggrek berjalan langsung di jalur 3 [kalo masinis argo bromo dalam keadaan sadar, maka di akan berjalan dengan taspat gak lebih dari 30 Km/J mengingat ada belokan di ujung stasiun petarukan]
Seandainya masinis ABA yg sedang menjalankan keretanya dengan kecepatan tinggi itu Ketiduran, dan PPKA Petarukan mengarahkan ABA berjalan langsung di jalur 2 stasiun Petarukan, maka yg terjadi adalah ABA Akan Anjlok [ada kemungkinan Gerbong belakang Senja utama dan emplasemen stasiun menjadi korban]
sambil menanti keputusan KNKT mengenai PLH Petarukan, ada baiknya kita mendoakan semoga korban di ampuni segala dosanya dan di terima segala bentuk ibadahnya, untuk seluruh keluarga korban di beri ketabahan yg kuat, dan semoga tidak akan terjadi lagi PLH dalam dunia Transportasi di Dunia ini, Amiieeennn...
*Kecepatan maksimal kereta saat melewati Spoor belok/percabangan adalah 30 Km/J
*Jarak yg di butuhkan Kereta yg berjalan 100 Km/J hingga berhenti hingga 0 Km/J adalah 800-an Meter.
_______________________________________________________-
CMIIW03-10-2010, 11:35 PM
Sebelumnya saya mengucapkan...
turut berbela sungkawa....
atas kejadian ini...
sakarang bagamana caranya kita semua selamat dan aman naik kereta api...
dan jangan sampai seperti tragedi bintaro...
haya satu orang saja yang di jadikan kambing hitam
turut berbela sungkawa....
atas kejadian ini...
sakarang bagamana caranya kita semua selamat dan aman naik kereta api...
dan jangan sampai seperti tragedi bintaro...
haya satu orang saja yang di jadikan kambing hitam
03-10-2010, 11:47 PM
Sory All, saya tidak menyalahkan sapa2 just analisa
Pada saat SU SMT masuk sepur 3,setelah itu ada senja Kediri (KA 101) dari timur langsung sepur 2(by pejabat KA di salah satu TV, crita kronologi) dan tidak lama selang 1-2 menit ABA seruduk SU.
menurut saya, setelah SK langsung, PPKA mungkin sedang siap2 pindah jalur, jadi blm sempat set jalur aman buat ABA, keburu tabrakan dulu.
melihat posisi stasiun, dari barat double track dan timur singgel track, Bukankah setiap KA yg melewati doble track, kemudian singgle track, dia akan BLB terlebih dahulu di stasiun, atau minimal mengurangi kecepatan pas mau masuk stasiun, karna dari double ke singgle pasti belok. kecuali dari singgle ke double, dia lurus
Kalau benar SK lewat dari lawan arah, Apakah setiap Ka di double track yg papasan, saling memberikan kode, atau saling sapa isarat, misal pakai lampu, atau
?
Mendengar kesaksian penumpang ABA sebelum tabrakan terjadi, kreta sempat goncang, saya kira goncangan itu diakibatkan masinis ABA berusaha mengurangi kecepatan, tp tidak sampai
Pada saat SU SMT masuk sepur 3,setelah itu ada senja Kediri (KA 101) dari timur langsung sepur 2(by pejabat KA di salah satu TV, crita kronologi) dan tidak lama selang 1-2 menit ABA seruduk SU.
menurut saya, setelah SK langsung, PPKA mungkin sedang siap2 pindah jalur, jadi blm sempat set jalur aman buat ABA, keburu tabrakan dulu.
melihat posisi stasiun, dari barat double track dan timur singgel track, Bukankah setiap KA yg melewati doble track, kemudian singgle track, dia akan BLB terlebih dahulu di stasiun, atau minimal mengurangi kecepatan pas mau masuk stasiun, karna dari double ke singgle pasti belok. kecuali dari singgle ke double, dia lurus
Kalau benar SK lewat dari lawan arah, Apakah setiap Ka di double track yg papasan, saling memberikan kode, atau saling sapa isarat, misal pakai lampu, atau
?Mendengar kesaksian penumpang ABA sebelum tabrakan terjadi, kreta sempat goncang, saya kira goncangan itu diakibatkan masinis ABA berusaha mengurangi kecepatan, tp tidak sampai
04-10-2010, 12:12 AM
(03-10-2010, 11:03 PM)optibus prime Wrote: [ -> ]untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan, cekidoooooooooootttttttttt............
[spoiler=simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan]
[/spoiler]
Seandainya pada saat itu ane yg bertugas sbg PPKA Stasiun Petarukan [khayal mode ON], maka Senja utama bakal ane taro di jalur 1. dan mempersilahkan Argo Bromo anggrek berjalan langsung di jalur 3 [kalo masinis argo bromo dalam keadaan sadar, maka di akan berjalan dengan taspat gak lebih dari 30 Km/J mengingat ada belokan di ujung stasiun petarukan]
Seandainya masinis ABA yg sedang menjalankan keretanya dengan kecepatan tinggi itu Ketiduran, dan PPKA Petarukan mengarahkan ABA berjalan langsung di jalur 2 stasiun Petarukan, maka yg terjadi adalah ABA Akan Anjlok [ada kemungkinan Gerbong belakang Senja utama dan emplasemen stasiun menjadi korban]
sambil menanti keputusan KNKT mengenai PLH Petarukan, ada baiknya kita mendoakan semoga korban di ampuni segala dosanya dan di terima segala bentuk ibadahnya, untuk seluruh keluarga korban di beri ketabahan yg kuat, dan semoga tidak akan terjadi lagi PLH dalam dunia Transportasi di Dunia ini, Amiieeennn...
*Kecepatan maksimal kereta saat melewati Spoor belok/percabangan adalah 30 Km/J
*Jarak yg di butuhkan Kereta yg berjalan 100 Km/J hingga berhenti hingga 0 Km/J adalah 800-an Meter.
_______________________________________________________-CMIIW
Tengkyu bos atas ilustrasinya. Tadinya saya gak punya gambaran wujud atau bentuk jalur-jalur di stasiun itu gimana, tapi sekarang udah ada bayangan. Kalo berdasarkan logika saya (yang masih awam soal pengoperasian kereta api), penjelasan anda cukup masuk akal. Ada beberapa komentar yang pengen saya tulis, tapi daripada dikira memicu polemik, lebih baik saya tunda saja. Toh kita sudah sepakat untuk menunggu hasil resmi dari KNKT. Yang jelas kita semua berharap hasil investigasi itu nantinya tidak hanya dipakai untuk menjawab mengapa PLH ini terjadi, tetapi juga untuk menjawab bagaimana agar PLH serupa tidak terjadi lagi

Btw, tanpa mengurangi rasa berkabung atas peristiwa ini, ada beberapa hal yang saya pengen tau.
1. Nasib si CC 20340 itu kira-kira selanjutnya bagaimana ya? Maksud saya, apakah dia akan diperbaiki lalu kembali dinas, atau harus diperbaiki besar-besaran (macam kereta retrofit itu), atau malah dipensiunkan?
2. Untuk mengurangi tingkat keletihan masinis (supaya terhindar dari kelalaian), mungkin nggak ya kalau waktu shift-nya diperpendek? Misalnya, kalo biasanya ganti shift di PKL (utk jalur utara) dan PWT (utk jalur selatan), maka diubah tempat pergantian shiftnya jadi di CN. Mungkin bagi PT KA, itu tidak efisien karena mereka jadi harus menyiagakan lebih banyak masinis hanya untuk satu trip kereta. Tapi (seharusnya) ini bisa mengurangi keletihan masinis, yang bisa bikin mereka ngantuk atau kurang waspada. CMIIW, ini hanya sekedar saran dari pelanggan sekaligus RF yang ingin PT KA lebih maju di masa depan.
thanks 