Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH 02-10-10 Petarukan - Argo Bromo Anggrek Seruduk Senja Utama
iya si senja telat masuk, makanya dia akan disalip sama ABA
(06-10-2010, 08:32 AM)WOODWARD Wrote: siapa tu yang bilang masinis cabutan
bpk M khalik dan H Djiono itu Instruktur dan pengawas dipo jng
keduanya veteran di jalur GMR-PK
sekarang simak apa yg mereka lakukan malam itu
1. jam 19.00 laporan ke dipo bahwa siap dinas dan periksa lokomotif
2. jam 20.15 lok keluar dipo menuju mri ambil rangkaian
3. jam 21.00 berangkat ke gmr dari mri setelah langsir
4. jam 21.35 berangkat dari gambir (telat 5menit)
5. jam 02.45 menabrak senja di petarukan

saat menabrak, pak Kholik dan H Djiono sudah dinas selama 7 jam 45 menit hampir 8 jam
klo ingin tahu kenapa sampe kelelahan, coba saja main train simulator selama 7 jam. saya sudah coba, dan hasil nya merem sambil pegang keyboard.
berarti benar seperti yang saya ungkapkan diatas bahwa batas kelelahan fisik ada di jawa tengah dan di atas enam jam kerja. tapi kalau seharusnya jakarta pekalongan dapat di tempuh selama 6 jam kenapa sudah lebih dari 6 jam masih belum sampai tujuan.ini menandakan kemungkinan ada masalah di loko / faktor eksternal . soalnya ada info pas saya dengar di radio kereta berjalan dari jakarta hingga pekalongan berjalanya ndut ndutan alias kadang kencang kadang pelan alias tidak stabil. mungkin benar juga karena mass nya ngantuk.
salut juga ama kang woodward tahu hingga (≖᷆︵︣≖) sebelum keberangkatan loko

tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
sekali lagi : Tidak Ada Penyusulan di Petarukan
yg ada hanya persilangan
senja masuk petarukan pelan karena mass tau keretanya akan silang dan masuk ke single track, sementara ABA di belakangnya masuk terus ke emplasemen.
yg harus di selidiki apakah PK menmberi tahu mass ABA mengenai ka 116 di depannya

[Image: overstappen.png]
(06-10-2010, 11:02 AM)dedy vh Wrote: berarti benar seperti yang saya ungkapkan diatas bahwa batas kelelahan fisik ada di jawa tengah dan di atas enam jam kerja. tapi kalau seharusnya jakarta pekalongan dapat di tempuh selama 6 jam kenapa sudah lebih dari 6 jam masih belum sampai tujuan.ini menandakan kemungkinan ada masalah di loko / faktor eksternal . soalnya ada info pas saya dengar di radio kereta berjalan dari jakarta hingga pekalongan berjalanya ndut ndutan alias kadang kencang kadang pelan alias tidak stabil. mungkin benar juga karena mass nya ngantuk.
salut juga ama kang woodward tahu hingga (≖᷆︵︣≖) sebelum keberangkatan loko

kalo soal kegiatan itu memang prosedur standar yg harus dilakukan masinis. jadi jam kerja masinis tidak bisa dilihat dari waktu keberangkatan saja
masinis berada dalam kabin sejak dari dipo sampe akhir dinasnya
nah berjalan ndut2 an itu karena traffic di depannya padat
dalam hal ini ada ka 116 di depannya dan ka ka lainnya
membawa ka kondisi kencang-pelan-kencang-pelan sangat menguras tenanga, apa lagi masinisnya sudah berada dalam kabin selama 7 jam.
bayangkan lelahnya seperti apa
kalau tidak ada penyusulan, tetapi sinyal merah di depan stasiun juga diterobos. Jadi salahnya dimana?
(06-10-2010, 11:52 AM)m_ilhami Wrote: kalau tidak ada penyusulan, tetapi sinyal merah di depan stasiun juga diterobos. Jadi salahnya dimana?

Udah mas jangan mencari kesalahan dulu kita tunggu saja hasilnya jangan buru2 kita harus sabar,OK?Bye Bye

Awas nanti disemprot bravo lho.Ngeledek

kita dukung/support saja para korban(yang selamat) agar terbebas dari trauma yang ada walawpun tidak bertemu ya minimal didoakan agar cepat sembuh.
Sebagai RF kita juga harus mendukung kelangsungan kereta(khususnya Argo Bromo dan Senja) agar mereka selalu eksis dan okupansinya selalu 100%.


SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

(06-10-2010, 11:57 AM)Joe_cn Wrote:
(06-10-2010, 11:52 AM)m_ilhami Wrote: kalau tidak ada penyusulan, tetapi sinyal merah di depan stasiun juga diterobos. Jadi salahnya dimana?

Udah mas jangan mencari kesalahan dulu kita tunggu saja hasilnya jangan buru2 kita harus sabar,OK?Bye Bye

Awas nanti disemprot bravo lho.Ngeledek

bukan cari salah, sama sama diskusii
itu bagus pertanyaannya, kenapa sinyal merah di langgar
karena masinisnya tidur
kenapa masinisnya tidur? karena hampir 8 jam mengemudikan kereta
kok bisa selama itu? itu pertanyaan yg harus di selidiki KNKT
(06-10-2010, 09:41 AM)see_204XX Wrote:
(06-10-2010, 09:33 AM)Agus Riyanto Wrote: Kalo tidak salah lihat, saya ingin bertanya ....

1. Senjut berhenti di jalur lurus (spor 3).
2. Kalo emang ABA mau bablas, kenapa Senjut berhenti di jalur lurus (spor 3) dan ABA harus masuk jalur belok (jalur 1 atau 2)
3. Kalo emang Senjut ngga akan disalip ABA, kenapa harus berhenti di sta ini.
4. Kalo menurut Gapekanya, apakah dalam perjalanan nantiya Senjut akan di Salip ABA, ato emang Senjut tetap ada didepan ABA.

Utk lebih jelasnya, silakan membaca postinga2 di halaman2 awal, Pak. Ada member yg pernah upload laytrack sta. Petarukan koq. Pasti jelas dech.... Xie Xie

layout stasiun petarukan

[Image: PTKedit.jpg]


nah ini layout st Petarukan
dan posisi ABA menabrak senja

itu terlihat ABA masuk sampai emplasemen
menabrak senja yang sudah berhenti di spoor 3

dari pemalang ke petarukan jalannya menurun setelah belok sedikit ke kiri lalu ada perlintasan kecil mulai turun hingga sinyal muka lanjut ke sinyal masuk. setelah itu datar sampai emplasemen
ini sebabnya ABA sudah kencang saat menabrak senja
Ada tulisan di Portal koran xxx hari ini yg agak menyudutkan masinis:
"Dicari masinis yang enggak ngantuk," pake gambar calon masinis yg ndlongop ngantuk sama bawa guling.

Hari gini msh bisa2-nya nyalahin masinis yg ngantuk!
ya bales aja,
dicari wartawan yang tidak pernah salah kutip, tidak melintir ucapan orang.
dicari karikaturis yang tidak sinis dan menyinggung orang.


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)