(05-10-2010, 08:09 PM)SepurHolic Wrote: [ -> ] (05-10-2010, 04:36 PM)Agung Wrote: [ -> ]Untuk masinis Argo Anggrek, Sembrani sama Gumarang jadwal dinasannya memang sampai batas kelelahan fisik, yaitu 6 jam
kalo masinis kereta ekonomi barulah berganti hingga 3 kali.......
Kenapa begitu ya mas? Bukannya justru dengan lebih sering diganti, maka tingkat kelelahan berkurang, yang pada akhirnya mencegah kecelakaan karena kelalaian masinis? Dan bukannya kereta2 eksekutif macam Anggrek itu lebih ditekankan lagi aspek keselamatannya? Mohon penjelasan.. 
dinasan masinis itu maksimal 6 jam. mungkin dari GMR-PKL itu menempuh kurang dari 6 jam. dan kerja masinis dimaksimalkan...
CMIIW
(05-10-2010, 09:18 PM)Narendro Anindito Wrote: [ -> ] (05-10-2010, 08:09 PM)SepurHolic Wrote: [ -> ] (05-10-2010, 04:36 PM)Agung Wrote: [ -> ]Untuk masinis Argo Anggrek, Sembrani sama Gumarang jadwal dinasannya memang sampai batas kelelahan fisik, yaitu 6 jam
kalo masinis kereta ekonomi barulah berganti hingga 3 kali.......
Kenapa begitu ya mas? Bukannya justru dengan lebih sering diganti, maka tingkat kelelahan berkurang, yang pada akhirnya mencegah kecelakaan karena kelalaian masinis? Dan bukannya kereta2 eksekutif macam Anggrek itu lebih ditekankan lagi aspek keselamatannya? Mohon penjelasan.. 
dinasan masinis itu maksimal 6 jam. mungkin dari GMR-PKL itu menempuh kurang dari 6 jam. dan kerja masinis dimaksimalkan...
CMIIW
mungkin perlu dirubah shiftnya ya khusus untuk ABA yang jalan malam...dari 2 shift menjadi 3 shift...walopun GMR -PKL gak sampai 6 jam tp kalo jalan malam kan beda sama kalo jalan siang....ya supaya tingkat kelelahan masinis berkurang....
OOT :
contoh KA sama tp 2 macem shift...
-taksaka pagi dari YK-CN, CN-GMR
-taksaka malam dari YK-PWT, PWT-CN, CN-GMR
Sumber:
http://m.kompas.com/news/read/data/2010.10.02.10593928
2 Oktober 2010 | 10.59 WIB
Asisten Masinis: Lampu Sinyal Menyala Merah
PEMALANG, KOMPAS.com  Asisten Masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang menabrak KA Senja Utama, Jiyono, mengaku keretanya tidak masuk ke jalur satu karena lampu pengatur perjalanan kereta di lintasan itu masih menyala merah. Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju di lintasan 3 dan menabrak KA Senja Utama.
Tabrakan terjadi di lintasan 3 jalur kereta api, sekitar 100 meter sebelah barat Stasiun Petarukan, Sabtu (2/10/2010) pukul 03.00 WIB. Gerbong ke-9 KA Senja Utama rusak parah, sedangkan gerbong kedelapan keluar dari rel.
   ÂÂ
Sedikitnya 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dibawa dari lokasi kejadian ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ashari dan RS Santa Maria Pemalang.
Menurut Jiyono, masinis M Kholik sempat terkejut karena di lintasan 3, beberapa ratus meter dari Stasiun Petarukan, terlihat KA Senja Utama berhenti sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.
Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan tujuh gerbong mengangkut 336 penumpang menabrak KA Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang dengan sembilan gerbong mengangkut 663 penumpang.
Saat ini M Kholik dan Jiyono masih diperiksa Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pemalang AKP Suwarto di Pemalang.
   ÂÂ
Sementara petugas hingga sekitar pukul 10.00 WIB masih mengevakuasi korban dari gerbong KA Senja Utama, sedangkan KA Argo Bromo Anggrek telah meninggalkan lokasi itu untuk melanjutkan perjalanan sekitar pukul 07.05 WIB.
   ÂÂ
Sekitar pukul 09.00 WIB petugas berhasil mengeluarkan dengan selamat seorang laki-laki dari gerbong KA Senja Utama yang naas itu untuk selanjutnya membawa ke rumah sakit setempat guna perawatan.
(05-10-2010, 04:42 AM)Agung Wrote: [ -> ]yaps....itu namanya sinyal muka dan sinyal masuk......
sinyal muka hanya memberikan aspek hijau dan kuning sebagai tanda bagi masinis apakah kondisi sinyal masuk sudah aman atau belom
sedangkan sinyal masuk, dapat memberikan 3 aspek yaitu aspek merah, kuning dan hijau.
meskipun ABA merupakan KA kelas premium, sudah seharusnya dia tetap harus menuruti semua aspek sinyal yg berlaku dan tidak ada yg mengistimewakannya......semua KA itu sama...........
ada info katanya masinis nya cabutan, jadi bukan yang biasa membawa ABA. Kalau masinisnya kurang istirahat dan kurang persiapan, apa bisa dibebankan 100% kesalahan masinis? Ngantuk itu manusiawi, karena itu harus dibuat sistem agar stamina masinis terjaga.
siapa tu yang bilang masinis cabutan
bpk M khalik dan H Djiono itu Instruktur dan pengawas dipo jng
keduanya veteran di jalur GMR-PK
sekarang simak apa yg mereka lakukan malam itu
1. jam 19.00 laporan ke dipo bahwa siap dinas dan periksa lokomotif
2. jam 20.15 lok keluar dipo menuju mri ambil rangkaian
3. jam 21.00 berangkat ke gmr dari mri setelah langsir
4. jam 21.35 berangkat dari gambir (telat 5menit)
5. jam 02.45 menabrak senja di petarukan
saat menabrak, pak Kholik dan H Djiono sudah dinas selama 7 jam 45 menit hampir 8 jam
klo ingin tahu kenapa sampe kelelahan, coba saja main train simulator selama 7 jam. saya sudah coba, dan hasil nya merem sambil pegang keyboard.
maaf saya bicara secara pengalaman.. masinis KA2 dan KA4 adalah masinis yang mempunyai pengalaman dan terbang tinggi serta level mereka adalah pengawas KA dan Pengawas Cek atau Instruktur. Keduanya harus lulus ujian untuk mendapatkan "SIM" Lok...
disarankan, pergantian operasional ControlStand dalam cabin Lok dilakukan di sta CN, secara pribadi sebetulnya rasa lelah dapat dikurangi oleh masinis yang berdinas antara sta GMI sampai sta CN. Masalah utamanya adalah apakah para masinis dapat memanfaatkan waktu jeda istirahat mereka baik sebelum dinas dan selama masa dinas berlangsung ?
selain hal tersebut, faktor asupan gizi juga berpengaruh... pengalaman saya untuk jatah makan pada dinasan KA2 atau KA4 dari RestorKA sangatlah memprihatinkan apalagi saat tiba dilokalan..
terakhir... rutinitas pekerjaan yang membosankan, sudah saatnya dipikirkan bagaimana caranya agar selama berdinas tidak selalu membosankan...
maaf saya cuma baca di milis..kalau tidak benar jangan diambil hati.
kalimatnya :
kedua masinis ABA adalah Pengawas Dipo Lok JNG bukan masinis yang fix dinasannya, jadi pagi sampai siang mungkin sudah capek dines di dipo lalu malamnya berangkat dinas KA 4
OOT dikiiiiiiiit ajah ....
Kalo ga salah denger,
Kemaren nonton RDP Menhub - DPR. Saat Dirut PT. KAI menjelaskan kronologis kejadian PLH tsb, salah satu anggota DPR interupsi sambil mengatakan bahwa simulasi perjalanan KA Senjut dan ABA itu arahnya salah. Arah yg ditunjukan simulasi tersebut menurutnya adalah dari Semarang menuju Jakarta, bukan dari Jakarta menuju Semarang.
Mereka (Anggota DPR) tsb tidak tahu kalo arah jalan KA berbeda dengan jalannya mobil.
Parahnya lagi Dirut PT. KAI tidak membantah interupsi anggota dewan yang terhormat tersebut
buat pak dirut gak pentting ngebantah
hasil penyelidikan KNKT lebih penting
satu lagi faktanya adalah jalur rel dari stasiun Pemalang ke stasiun Petarukan itu turunan landai setelah tikukan ke kiri
itu juga bisa jadi sebab kenapa saat benturan, ABA melaju kencang