04-10-2010, 12:14 AM
(03-10-2010, 11:47 PM)Hadi_Bima Wrote: [ -> ]Sory All, saya tidak menyalahkan sapa2 just analisa
Pada saat SU SMT masuk sepur 3,setelah itu ada senja Kediri (KA 101) dari timur langsung sepur 2(by pejabat KA di salah satu TV, crita kronologi) dan tidak lama selang 1-2 menit ABA seruduk SU.
menurut saya, setelah SK langsung, PPKA mungkin sedang siap2 pindah jalur, jadi blm sempat set jalur aman buat ABA, keburu tabrakan dulu.
melihat posisi stasiun, dari barat double track dan timur singgel track, Bukankah setiap KA yg melewati doble track, kemudian singgle track, dia akan BLB terlebih dahulu di stasiun, atau minimal mengurangi kecepatan pas mau masuk stasiun, karna dari double ke singgle pasti belok. kecuali dari singgle ke double, dia lurus
Kalau benar SK lewat dari lawan arah, Apakah setiap Ka di double track yg papasan, saling memberikan kode, atau saling sapa isarat, misal pakai lampu, atau?
Mendengar kesaksian penumpang ABA sebelum tabrakan terjadi, kreta sempat goncang, saya kira goncangan itu diakibatkan masinis ABA berusaha mengurangi kecepatan, tp tidak sampai
Jika komentar saya kurang berkenan, tolong Koreksi ya.
maklum saya newbie dan bukan pengamat transportasi, saya hanya Railfans biasa yg suka dengan Kereta api, tapi tidak ada salahnya jika saya berkomentar ttg PLH ini. mohon di koreksi jika ada yg salah.....
1. Senja Utama semarang masuk Petarukan di jalur 3 dan tunggu bersilang dengan Senja Kediri tujuan jakarta.
2. Senja kediri sudah lewat di jalur 2 dengan lancar dan aman.
3. Setelah Senja kediri lewat, Seharusnya PPKA mengamankan jalur 2 untuk persiapan ABA masuk jalur 2. [biasanya gak sampe 1 menit untuk mengamankan Jalur/geser wessel]
4. mungkin karena masinis ABA yg ketiduran jadi dia gak ngeliat sinyal muka dan sinyal masuk stasiun Petarukan makanya taspat stabil di kecepatan tinggi.
5. PPKA belum mengamankan jalur 2 untuk ABA, tapi karena ABA berjalan kencang dan melanggar sinyal, akibatnya ABA nyelonong masuk di jalur 3 dan nyeruduk Senja utama semarang.
6. Seandainya PPKA sudah mengamankan Jalur 2, dan Jalur 2 siap di lewati ABA berjalan kencang yg di kemudikan oleh masinis yg sedang ketiduran, maka yg terjadi dengan ABA adalah Anjlok karena Dia berjalan kencang [lebih dari 30 Km/J di spoor belok]. dan tentu saja yg jadi korban adalah masinis ABA, Penumpang ABA, Penumpang Senja utama di gerbong sekitar belakang, dan Emplasemen Stasiun, mungkin juga warga sekitar.
CMIIW
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(04-10-2010, 12:12 AM)SepurHolic Wrote: [ -> ](03-10-2010, 11:03 PM)optibus prime Wrote: [ -> ]untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan, cekidoooooooooootttttttttt............
[spoiler=simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan]
[/spoiler]
Seandainya pada saat itu ane yg bertugas sbg PPKA Stasiun Petarukan [khayal mode ON], maka Senja utama bakal ane taro di jalur 1. dan mempersilahkan Argo Bromo anggrek berjalan langsung di jalur 3 [kalo masinis argo bromo dalam keadaan sadar, maka di akan berjalan dengan taspat gak lebih dari 30 Km/J mengingat ada belokan di ujung stasiun petarukan]
Seandainya masinis ABA yg sedang menjalankan keretanya dengan kecepatan tinggi itu Ketiduran, dan PPKA Petarukan mengarahkan ABA berjalan langsung di jalur 2 stasiun Petarukan, maka yg terjadi adalah ABA Akan Anjlok [ada kemungkinan Gerbong belakang Senja utama dan emplasemen stasiun menjadi korban]
sambil menanti keputusan KNKT mengenai PLH Petarukan, ada baiknya kita mendoakan semoga korban di ampuni segala dosanya dan di terima segala bentuk ibadahnya, untuk seluruh keluarga korban di beri ketabahan yg kuat, dan semoga tidak akan terjadi lagi PLH dalam dunia Transportasi di Dunia ini, Amiieeennn...
*Kecepatan maksimal kereta saat melewati Spoor belok/percabangan adalah 30 Km/J
*Jarak yg di butuhkan Kereta yg berjalan 100 Km/J hingga berhenti hingga 0 Km/J adalah 800-an Meter.
_______________________________________________________-CMIIW
Tengkyu bos atas ilustrasinya. Tadinya saya gak punya gambaran wujud atau bentuk jalur-jalur di stasiun itu gimana, tapi sekarang udah ada bayangan. Kalo berdasarkan logika saya (yang masih awam soal pengoperasian kereta api), penjelasan anda cukup masuk akal. Ada beberapa komentar yang pengen saya tulis, tapi daripada dikira memicu polemik, lebih baik saya tunda saja. Toh kita sudah sepakat untuk menunggu hasil resmi dari KNKT. Yang jelas kita semua berharap hasil investigasi itu nantinya tidak hanya dipakai untuk menjawab mengapa PLH ini terjadi, tetapi juga untuk menjawab bagaimana agar PLH serupa tidak terjadi lagi
Btw, tanpa mengurangi rasa berkabung atas peristiwa ini, ada beberapa hal yang saya pengen tau.
1. Nasib si CC 20340 itu kira-kira selanjutnya bagaimana ya? Maksud saya, apakah dia akan diperbaiki lalu kembali dinas, atau harus diperbaiki besar-besaran (macam kereta retrofit itu), atau malah dipensiunkan?
2. Untuk mengurangi tingkat keletihan masinis (supaya terhindar dari kelalaian), mungkin nggak ya kalau waktu shift-nya diperpendek? Misalnya, kalo biasanya ganti shift di PKL (utk jalur utara) dan PWT (utk jalur selatan), maka diubah tempat pergantian shiftnya jadi di CN. Mungkin bagi PT KA, itu tidak efisien karena mereka jadi harus menyiagakan lebih banyak masinis hanya untuk satu trip kereta. Tapi (seharusnya) ini bisa mengurangi keletihan masinis, yang bisa bikin mereka ngantuk atau kurang waspada. CMIIW, ini hanya sekedar saran dari pelanggan sekaligus RF yang ingin PT KA lebih maju di masa depan.
Iya mas, sama - sama........
saya setuju dengan opini anda yg berpendapat untuk pergantian shift masinis kereta api jarak jauh di perpendek.
Contoh : Kereta api Argo Bromo Anggrek Dari Jakarta tujuan Surabaya yg biasa ganti Shift masinisnya di stasiun pekalongan. di ganti menjadi 3 kali pergantian yakni di Cirebon dan di semarang, yakni :
- Masinis A+B nyupir dari GMR sampai CN
- Masinis C+D nyupir dari CN sampai SMT
- Masinis E+F nyupir dari SMT sampai SBI
Sedikit informasi, Waktu tempuh ABA dari Gambir sampai Pekalongan adalah kurang lebih 6 Jam [Di Cirebon Berhenti dan di Tegal BLB, sampai pekalongan ganti masinis]
Untuk sumberdaya dan pelayanan Kereta api saat ini sudah cukup mengalami perkembangan [walopun sebagian orang bilang sebaliknya] yakni :
-Tahun 2008 dan 2009 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan Recruitment pegawai KAI.
-Tahun 2010 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ngadain recruitment Polsuska dan Masinis.
-Commuter dan RESKA juga Mengadakan Recruitment.
-Stasiun KA Di Sekitar Jabodetabek sudah banyak PKD nya [Tahun 2007 ke bawah belom musim PKD-PKD-an]
-KA lokal sudah ada Aparat PKD nya juga.
-KA Jarak jauh pasti ada Polsuska nya.
-Commuter yg mintain karcisnya adalah segerombolan petugas khusus pake baju safari biru, tapi itu bukan kondektur dari KAI nya, kalo jaman dulu mah yg mintain karcis itu pasti kondektur.
kalo urusan CC20340 kita serahkan saja ke KAI, terserah mau di apakan tuh lokomotip, mengingat loko ini yg pernah bawa ABA yg Anjlok di Manggarai bbrp waktu yg lalu. tapi kalo menurut ane sih, mendingan nih loko di PA trus di selametin gitu dehhh, kalo perlu kasih tapal kuda, heheee.....

CMIIW

?![[Image: PTKedit.jpg]](http://i589.photobucket.com/albums/ss338/RaiderFU150/PTKedit.jpg)

turut berduka, semoga tidak terulang kesia-sian nyawa manusia karena kesalahan manusia