Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH 02-10-10 Petarukan - Argo Bromo Anggrek Seruduk Senja Utama
(03-10-2010, 11:47 PM)Hadi_Bima Wrote: Sory All, saya tidak menyalahkan sapa2 just analisa
Pada saat SU SMT masuk sepur 3,setelah itu ada senja Kediri (KA 101) dari timur langsung sepur 2(by pejabat KA di salah satu TV, crita kronologi) dan tidak lama selang 1-2 menit ABA seruduk SU.
menurut saya, setelah SK langsung, PPKA mungkin sedang siap2 pindah jalur, jadi blm sempat set jalur aman buat ABA, keburu tabrakan dulu.
melihat posisi stasiun, dari barat double track dan timur singgel track, Bukankah setiap KA yg melewati doble track, kemudian singgle track, dia akan BLB terlebih dahulu di stasiun, atau minimal mengurangi kecepatan pas mau masuk stasiun, karna dari double ke singgle pasti belok. kecuali dari singgle ke double, dia lurus
Kalau benar SK lewat dari lawan arah, Apakah setiap Ka di double track yg papasan, saling memberikan kode, atau saling sapa isarat, misal pakai lampu, atau S35?
Mendengar kesaksian penumpang ABA sebelum tabrakan terjadi, kreta sempat goncang, saya kira goncangan itu diakibatkan masinis ABA berusaha mengurangi kecepatan, tp tidak sampai

Jika komentar saya kurang berkenan, tolong Koreksi ya.
maklum saya newbie dan bukan pengamat transportasi, saya hanya Railfans biasa yg suka dengan Kereta api, tapi tidak ada salahnya jika saya berkomentar ttg PLH ini. mohon di koreksi jika ada yg salah.....

1. Senja Utama semarang masuk Petarukan di jalur 3 dan tunggu bersilang dengan Senja Kediri tujuan jakarta.
2. Senja kediri sudah lewat di jalur 2 dengan lancar dan aman.
3. Setelah Senja kediri lewat, Seharusnya PPKA mengamankan jalur 2 untuk persiapan ABA masuk jalur 2. [biasanya gak sampe 1 menit untuk mengamankan Jalur/geser wessel]
4. mungkin karena masinis ABA yg ketiduran jadi dia gak ngeliat sinyal muka dan sinyal masuk stasiun Petarukan makanya taspat stabil di kecepatan tinggi.
5. PPKA belum mengamankan jalur 2 untuk ABA, tapi karena ABA berjalan kencang dan melanggar sinyal, akibatnya ABA nyelonong masuk di jalur 3 dan nyeruduk Senja utama semarang.
6. Seandainya PPKA sudah mengamankan Jalur 2, dan Jalur 2 siap di lewati ABA berjalan kencang yg di kemudikan oleh masinis yg sedang ketiduran, maka yg terjadi dengan ABA adalah Anjlok karena Dia berjalan kencang [lebih dari 30 Km/J di spoor belok]. dan tentu saja yg jadi korban adalah masinis ABA, Penumpang ABA, Penumpang Senja utama di gerbong sekitar belakang, dan Emplasemen Stasiun, mungkin juga warga sekitar.

CMIIW


[Image: overstappen.png]
(04-10-2010, 12:12 AM)SepurHolic Wrote:
(03-10-2010, 11:03 PM)optibus prime Wrote: untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan, cekidoooooooooootttttttttt............
[spoiler=simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan]

[Image: PTKedit.jpg]
[/spoiler]

Seandainya pada saat itu ane yg bertugas sbg PPKA Stasiun Petarukan [khayal mode ON], maka Senja utama bakal ane taro di jalur 1. dan mempersilahkan Argo Bromo anggrek berjalan langsung di jalur 3 [kalo masinis argo bromo dalam keadaan sadar, maka di akan berjalan dengan taspat gak lebih dari 30 Km/J mengingat ada belokan di ujung stasiun petarukan]

Seandainya masinis ABA yg sedang menjalankan keretanya dengan kecepatan tinggi itu Ketiduran, dan PPKA Petarukan mengarahkan ABA berjalan langsung di jalur 2 stasiun Petarukan, maka yg terjadi adalah ABA Akan Anjlok [ada kemungkinan Gerbong belakang Senja utama dan emplasemen stasiun menjadi korban]

sambil menanti keputusan KNKT mengenai PLH Petarukan, ada baiknya kita mendoakan semoga korban di ampuni segala dosanya dan di terima segala bentuk ibadahnya, untuk seluruh keluarga korban di beri ketabahan yg kuat, dan semoga tidak akan terjadi lagi PLH dalam dunia Transportasi di Dunia ini, Amiieeennn...

*Kecepatan maksimal kereta saat melewati Spoor belok/percabangan adalah 30 Km/J

*Jarak yg di butuhkan Kereta yg berjalan 100 Km/J hingga berhenti hingga 0 Km/J adalah 800-an Meter.

_______________________________________________________-
CMIIW


Tengkyu bos atas ilustrasinya. Tadinya saya gak punya gambaran wujud atau bentuk jalur-jalur di stasiun itu gimana, tapi sekarang udah ada bayangan. Kalo berdasarkan logika saya (yang masih awam soal pengoperasian kereta api), penjelasan anda cukup masuk akal. Ada beberapa komentar yang pengen saya tulis, tapi daripada dikira memicu polemik, lebih baik saya tunda saja. Toh kita sudah sepakat untuk menunggu hasil resmi dari KNKT. Yang jelas kita semua berharap hasil investigasi itu nantinya tidak hanya dipakai untuk menjawab mengapa PLH ini terjadi, tetapi juga untuk menjawab bagaimana agar PLH serupa tidak terjadi lagi Indonesia

Btw, tanpa mengurangi rasa berkabung atas peristiwa ini, ada beberapa hal yang saya pengen tau.
1. Nasib si CC 20340 itu kira-kira selanjutnya bagaimana ya? Maksud saya, apakah dia akan diperbaiki lalu kembali dinas, atau harus diperbaiki besar-besaran (macam kereta retrofit itu), atau malah dipensiunkan?
2. Untuk mengurangi tingkat keletihan masinis (supaya terhindar dari kelalaian), mungkin nggak ya kalau waktu shift-nya diperpendek? Misalnya, kalo biasanya ganti shift di PKL (utk jalur utara) dan PWT (utk jalur selatan), maka diubah tempat pergantian shiftnya jadi di CN. Mungkin bagi PT KA, itu tidak efisien karena mereka jadi harus menyiagakan lebih banyak masinis hanya untuk satu trip kereta. Tapi (seharusnya) ini bisa mengurangi keletihan masinis, yang bisa bikin mereka ngantuk atau kurang waspada. CMIIW, ini hanya sekedar saran dari pelanggan sekaligus RF yang ingin PT KA lebih maju di masa depan.

Iya mas, sama - sama........
saya setuju dengan opini anda yg berpendapat untuk pergantian shift masinis kereta api jarak jauh di perpendek.

Contoh : Kereta api Argo Bromo Anggrek Dari Jakarta tujuan Surabaya yg biasa ganti Shift masinisnya di stasiun pekalongan. di ganti menjadi 3 kali pergantian yakni di Cirebon dan di semarang, yakni :
- Masinis A+B nyupir dari GMR sampai CN
- Masinis C+D nyupir dari CN sampai SMT
- Masinis E+F nyupir dari SMT sampai SBI

Sedikit informasi, Waktu tempuh ABA dari Gambir sampai Pekalongan adalah kurang lebih 6 Jam [Di Cirebon Berhenti dan di Tegal BLB, sampai pekalongan ganti masinis]

Untuk sumberdaya dan pelayanan Kereta api saat ini sudah cukup mengalami perkembangan [walopun sebagian orang bilang sebaliknya] yakni :
-Tahun 2008 dan 2009 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan Recruitment pegawai KAI.
-Tahun 2010 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ngadain recruitment Polsuska dan Masinis.
-Commuter dan RESKA juga Mengadakan Recruitment.
-Stasiun KA Di Sekitar Jabodetabek sudah banyak PKD nya [Tahun 2007 ke bawah belom musim PKD-PKD-an]
-KA lokal sudah ada Aparat PKD nya juga.
-KA Jarak jauh pasti ada Polsuska nya.
-Commuter yg mintain karcisnya adalah segerombolan petugas khusus pake baju safari biru, tapi itu bukan kondektur dari KAI nya, kalo jaman dulu mah yg mintain karcis itu pasti kondektur.

kalo urusan CC20340 kita serahkan saja ke KAI, terserah mau di apakan tuh lokomotip, mengingat loko ini yg pernah bawa ABA yg Anjlok di Manggarai bbrp waktu yg lalu. tapi kalo menurut ane sih, mendingan nih loko di PA trus di selametin gitu dehhh, kalo perlu kasih tapal kuda, heheee..... Lok Merah Biru

CMIIW Lok Merah Biru
mo nanya dong, ada info dari sodara yg pernah jadi ppka, dulu di setiap lok ada semacam pedal yang harus ditekan setiap 3menit sekali, gunanya untuk menghindari masinis dari ngantuk/tidur, dan kalau tidak ditekan pada waktu lebih daru 3menit maka kereta otomatis berhenti.
apakah masih ada ketentuan yang seperti ini sekarang? dan apabila masih ada, mungkinkah pedal tersebut "diakali"?
wuih.....baru buka forum lagi.....ternyata sudah jadi hot thread......
kemaren pas saya dapat kabar sekitar jam 04.30 subuh, saya langsung berangkat ke tkp.......dan memang benturannya sangat dashyat sehingga mengakibatkan gerbong 9 hancur lebur tak terbentuk lagi......gerbong 8 terguling ke kanan dan menimpa rumah penduduk, gerbong 7 masi di atas rel dengan sedikit ringsek dan gerbong 6nya ringsek berat tapi kondisi masi di atas rel dan KMP yg peyot di salah satu sisinya.

(03-10-2010, 11:03 PM)optibus prime Wrote: Sebelumnya ane mohon maaf jika postingan ane terlalu panjang dan mengandung kata-kata yg kurang berkenan di hati pembaca sekalian, ane memang newbie banget soalan Kereta api, dan ane pun gak berhak mengambil keputusan secara sepihak, tapi postingan ane ini bukan untuk menuduh seseorang menjadi bersalah atau tidak. tapi postingan ane ini hanya sekedar analisis sederhana yg tentunya membutuhkan koreksi dari berbagai pihak, karena ane railfans maka gak ada salahnya jika ane sedikit berkomentas ttg PLH di petarukan.

Analisis ane kenapa Argo bromo tidak anjlok saat menabrak Senja utama Semarang dengan kecepatan tinggi di Jalur 3 stasiun Petarukan.

Untuk Saat ini, stasiun Petarukan merupakan stasiun kecil yg mempunyai 3 jalur. dengan spesifikasi jalur sebagai berikut :

Dari arah Tegal Jalur sudah Double Track, sedangkan dari arah pekalongan jalur masih single track sehingga untuk antara stasiun pekalongan - petarukan kereta dari 2 arah.

Stasiun Petarukan merupakan Penghabisan/Akhir dari jalur Double Track menuju Singgle Track. sedangkan dari Petarukan menuju Pekalongan sedang dalam proses pembangun jalur Double Track.

Semua jalur di stasiun Petarukan bisa di isi oleh kereta api dari tegal maupun dari pekalongan.

Jalur KA di stasiun petarukan jika di pantau dari arah pekalongan :
1. Jalur 2 merupakan spoor lurus [jalur utama]
2. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya.
3. Jalur 3 merupakan spoor belok/percabangan dari jalur 2 [jalur ini nantinya akan menjadi spoor lurus dari arah Tegal [pembangunan masih dalam proses]

Jalur KA di stasiun Petarukan jika di pantau dari arah Tegal:
1. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya. Jalur 1 ini juga bisa di isi Kereta dari arah tegal karena ada wesel yg dari spoor lurus [jalur 3 yg mengarah ke jalur 2 lalu ke jalur 1].
2. Jalur 2 Merupakan Spoor lurus dari arah pekalongan, dan spoor belok dari arah Tegal.
3. Jalur 3 Merupakan Spoor lurus dari arah Tegal dan di ujung jalur ini [pada stasiun petarukan] akan membelok dan bersatu dengan jalur 2.

untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan, cekidoooooooooootttttttttt............
[spoiler=simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan]

[Image: PTKedit.jpg]
[/spoiler]

Seandainya pada saat itu ane yg bertugas sbg PPKA Stasiun Petarukan [khayal mode ON], maka Senja utama bakal ane taro di jalur 1. dan mempersilahkan Argo Bromo anggrek berjalan langsung di jalur 3 [kalo masinis argo bromo dalam keadaan sadar, maka di akan berjalan dengan taspat gak lebih dari 30 Km/J mengingat ada belokan di ujung stasiun petarukan]

Seandainya masinis ABA yg sedang menjalankan keretanya dengan kecepatan tinggi itu Ketiduran, dan PPKA Petarukan mengarahkan ABA berjalan langsung di jalur 2 stasiun Petarukan, maka yg terjadi adalah ABA Akan Anjlok [ada kemungkinan Gerbong belakang Senja utama dan emplasemen stasiun menjadi korban]

sambil menanti keputusan KNKT mengenai PLH Petarukan, ada baiknya kita mendoakan semoga korban di ampuni segala dosanya dan di terima segala bentuk ibadahnya, untuk seluruh keluarga korban di beri ketabahan yg kuat, dan semoga tidak akan terjadi lagi PLH dalam dunia Transportasi di Dunia ini, Amiieeennn...

*Kecepatan maksimal kereta saat melewati Spoor belok/percabangan adalah 30 Km/J

*Jarak yg di butuhkan Kereta yg berjalan 100 Km/J hingga berhenti hingga 0 Km/J adalah 800-an Meter.

_______________________________________________________-
CMIIW

penjelasannya sangat bagus......dan memang seperti itulah kejadian di lapangan.......
sinyal keluar arah pekalongan itu hanya ada di jalur 1 dan 3 sehingga kalo mau menyusul harus di jalur 1 atau di jalur 3......
nah....mungkin pada waktu itu, KA 4 ABA harus melakukan penyusulan melewati sepur 1, menurut reglemen kalo melakukan penyusulan menyeberang jalur gitu harus berhenti di sinyal merah, setelah PPKA yakin posisi KA sudah berhenti, barulah dia bisa mengubah wesel dan mengubah posisi sinyal jadi kuning.....namun ternyata ABA malah nerobos sinyal hingga akhirnya menabrak
perlu diketaui aja, jarak dari sinyal sampe posisi gerbong terakhir SU hanya sekitar 400 meter saja.......mau di rem se emergency apapun tidak akan bisa menghindari tabrakan.......

yah.....lebih baik menunggu hasil olah TKP dari KNKT........
biar semuanya jelas.......

[Image: overstappen.png]
untuk CC20340 kemungkinan dibawa ke BY Pengok, lalu dicuci bersih dan diperbaiki bagian mukanya sama kaca kabin yg pecah.......

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
(04-10-2010, 02:34 AM)sochdi Wrote: mo nanya dong, ada info dari sodara yg pernah jadi ppka, dulu di setiap lok ada semacam pedal yang harus ditekan setiap 3menit sekali, gunanya untuk menghindari masinis dari ngantuk/tidur, dan kalau tidak ditekan pada waktu lebih daru 3menit maka kereta otomatis berhenti.
apakah masih ada ketentuan yang seperti ini sekarang? dan apabila masih ada, mungkinkah pedal tersebut "diakali"?

He'eh, namanya Dead Man Pedal. Fungsinya y spt itu, sbg rem otomatis kalo masinis mengantuk, sakit mendadak, atau bahkan meninggal saat dinas. Pd kasus ABA ini DMP-nya diduga diganjel shg ketika mass ngantuk DMP tdk berfungsi saat diinjak
walah-walah pada bikin analisa , hehehe...
ikut analisa ah..tapi ini hanya pendapat pribadi aja, heheh :
kalo prosedurnya emang buat utamakan ABA, 116 bisa ditaruh di jalur 2 atau 3...karena sama2 tetep lewat spoor belok. Mungkin PPKA akan membuat ABA masuk pelan, tapi ngebut saat lewat stasiun ( seperti di KYA, untuk KA LS ke PWT dari timur )
saat 116 masuk jalur 3, wesel butuh waktu untuk bergerak menuju sepur 2, dan saat ini lah sinyal masuk menunjukkan aspek merah. kalo ABA nerobos sinyal, ya wajar dia masuk jalur 3.. dan jika ABA akan masuk jalus 2 dari TG maka sinyak muka dan masuk berwarna kuning dan ABA akan masuk sepur belok dengan kecepatan max 10 Km/Jam...
yang menjadi bahan KNKT adalah :
1. Kenapa ABA bisa ngebut saat masuk sinyal muka dan masuk
2. Apakah sinyal muka benar berwarna kuning
3. Apakah KA 116 sudah berhenti lebih dari 5 menit tapi wesel tetep mengarah ke jalur 3..

tapi sebagai seorang pencinta KA sekaligus orang yang tau sistem kerja KA, ane ga berani buat analisa yang terlalu dalam dan menyimpulkan siapa yang salah. Coz beliau-beliau yang tergabung dalam tim Investigasi pasti jauh lebih handal dari ane..
sebenarnya ane sangat ingin bergabung menjadi anggota tim investigasi dan bisa membantu hasil penyelidikan, sekaligus memberikan solusi agar peristiwa ini tidak terulang kembali..
Sekarang, ane hanya bisa berusaha, bagaimana caranya merancang KA dengan tingkat safety yang tinggi atau membuat integrasi sistem pengaman yang handal sehingga peristiwa pilu ini tidak terulang kembali..

[Image: banner.jpg]
Sedih turut berduka, semoga tidak terulang kesia-sian nyawa manusia karena kesalahan manusia
RF herman_h88, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
(03-10-2010, 04:01 PM)Logawa_exp Wrote: Justru kita para rakyat yang kecewa sama DPR!!..
mereka tak pernah tahu rasanya orang2 yang bekerja di bidang KA..saat para anggota DPR tertidur lelap, para masinis, PPKA, Los rela tidak tidur demi berjalannya kereta api..
kalo tahu prasarana KA udah jelek, kenapa malah mereka minta dana buat ke luar negeri, Beli Laptop mahal, bangun gedung kantor mereka...
jangankan 1 triliun, 500 Milyar saja sangatlah berarti buat perkereta-apian..dengan 500M, bisa didapat 100 lebih kereta K3-AC!!! yang masih baru dan bukan Impor!!!
Birokrasi pusat juga sama bejatnya..kalo mencairkan dana buat KA susahnya minta ampun...harus ini lah, harus itu lah...kami tau prosedur harus ketat karna itu uang negara, tapi itu semua demi rakyat!!!....

Setuju,,! Mereka gak seharusnya langsung mengkambinghitamkan seseorang dalam peristiwa ini. Seharusnya mereka mencari tahu akar permasalahan yg menjadi pemicu kecelakaan ini, bukan langsung menyalahkan operator di lapangan yg bekerja dalam kondisi jauh dari kata layak.
Kalo mereka memang punya hati, mereka gak akan merengek-rengek minta dana tambahan yg super edan utk kepentingan mereka sendiri, tetapi mereka akan mengusulkan utk menambah anggaran di pos-pos yg berkaitan langsung dg kesejahteraan rakyat, salah satunya di bidang transportasi kereta api ini yg sangat membutuhkan perhatian pemerintah.
Kereta mu, Kereta ku, Kereta kita semua..

[Image: iokl8h.jpg]
Biasanya hasil dari KNKT itu butuh waktu berapa lama ya untuk suatu PLH?
Maaf OOT

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

masinisnya jadi tersangka kalo gitu MENHUB nya harus mundur......!!!!!!!
wuih, ternyata jd HT juga y.... pertama saya mengucapkan ikut berbela sungkawa terhadap para korban dan keluarganya selalu diberikan ketabahan. kepada pemerintah tolong jgn hanya menyalahkan dan mencari kambing hitam. untuk PT. KA berbuatlah lebih baik lg dan iklas dalam melayani konsumen. semoga kejadian ini g akan terulang kembali dilain waktu. ada yang aneh dlm kejadian ini. dua kali saya ke bALI pertama tahun 2008 dan skr 2010. dan setiap ke bali itu saya mendapatkan 2X PLH KA. dan sama2 di hari ke 3 sy tinggal di bali. di 2008 di DIVRE 3 plh Limex, dan Skr PLH ABA VS Senjut dan Bima VS GBMS. sangatlah kebetulan sekali tp tetep saya aneh aja.maaf OOT
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)