(28-08-2012, 12:30 PM)domelton Wrote: [ -> ]taksaka payah gan kemaren tgl 21 agustus saya naik kereta dari gambir ke yk di stasiun prupuk ka taksaka kehabisan stok makanan alhasil banyak anak-anak dan bule yang kelaparan, dan yang ada waktu itu cuman indomie
kemungkinan kru restorasi ka ini berasal dari YK, nah sebelum melayani perjalanan GMR-YK ni kreta kan berangkat terlebih dahulu dari YK menuju GMR dalam kondisi penumpang full seat, bisa saja para penumpang tersebut hampir sebagian besar memesan makanan dan minuman selama perjalanan, sedangkan stok yang disediakan terbatas untuk perjalanan YK-GMR atau sebaliknya
(28-08-2012, 12:43 PM)Didit Achmad Wrote: [ -> ] (28-08-2012, 12:30 PM)domelton Wrote: [ -> ]taksaka payah gan kemaren tgl 21 agustus saya naik kereta dari gambir ke yk di stasiun prupuk ka taksaka kehabisan stok makanan alhasil banyak anak-anak dan bule yang kelaparan, dan yang ada waktu itu cuman indomie
kemungkinan kru restorasi ka ini berasal dari YK, nah sebelum melayani perjalanan GMR-YK ni kreta kan berangkat terlebih dahulu dari YK menuju GMR dalam kondisi penumpang full seat, bisa saja para penumpang tersebut hampir sebagian besar memesan makanan dan minuman selama perjalanan, sedangkan stok yang disediakan terbatas untuk perjalanan YK-GMR atau sebaliknya
Baru tau saya om kalo logistik ternyata buat 2 x perjalanan alias PP?
Harusnya ga bisa gitu dong, yang bener kan logistik harus cukup kalo bisa lebih untuk 1 perjalanan kereta....
(28-08-2012, 12:48 PM)Joe_cn Wrote: [ -> ] (28-08-2012, 12:43 PM)Didit Achmad Wrote: [ -> ] (28-08-2012, 12:30 PM)domelton Wrote: [ -> ]taksaka payah gan kemaren tgl 21 agustus saya naik kereta dari gambir ke yk di stasiun prupuk ka taksaka kehabisan stok makanan alhasil banyak anak-anak dan bule yang kelaparan, dan yang ada waktu itu cuman indomie
kemungkinan kru restorasi ka ini berasal dari YK, nah sebelum melayani perjalanan GMR-YK ni kreta kan berangkat terlebih dahulu dari YK menuju GMR dalam kondisi penumpang full seat, bisa saja para penumpang tersebut hampir sebagian besar memesan makanan dan minuman selama perjalanan, sedangkan stok yang disediakan terbatas untuk perjalanan YK-GMR atau sebaliknya
Baru tau saya om kalo logistik ternyata buat 2 x perjalanan alias PP?
Harusnya ga bisa gitu dong, yang bener kan logistik harus cukup kalo bisa lebih untuk 1 perjalanan kereta....
Kalau itu tergantung CV atau PT yang ngelola restorasi Om, waktu naik BIMA mei kemarin pas mau pesan makanan katanya stoknya habis padahal itu sebelum masuk CKP, dan kata crewnya baru ngisi lagi stoknya di PWT. Berbeda lagi kalau Turangga yang memang bawa stok makanan, minuman full untuk perjalanan SGU-BD PP karena pengelolanya CV Rama dan tidak punya cabang di BD. Ada kemungkinan Taksaka juga begitu, jadi tidak semua Restorasi dikelola oleh PT Reska Multi usaha om
payah nih restorasinya seharusnya bisa di antisipasi. Padahal waktu itu lagi banyak banget bule.
Saya tadi pagi baru saja pulkam (GMR-KTA) naik Taksaka Malam. Saya duduk di K1-1. Sangat mengejutkan ternyata gerbongnya bapuk dan terkesan kurang terawat.
Walaupun saya sudah prepare akan kemungkinan terburuk tapi keadaan gerbong ini jauh lbh buruk dari yg pernah saya bayangkan.
Interiornya bapuk, suspensi kurang nyaman, tdk ada pengharum ruangan, dan AC nya kurang dingin plus saya msh mencium bau2 asap lokomotif gitu. Ya ampun padahal banyak bule loh di kereta ini. Selain hal2 di atas sih pelayanannya cukup ok.
Well, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) msh perlu bnyk improvement.
(05-09-2012, 12:23 PM)Zefiro Wrote: [ -> ]Saya tadi pagi baru saja pulkam (GMR-KTA) naik Taksaka Malam. Saya duduk di K1-1. Sangat mengejutkan ternyata gerbongnya bapuk dan terkesan kurang terawat.
Walaupun saya sudah prepare akan kemungkinan terburuk tapi keadaan gerbong ini jauh lbh buruk dari yg pernah saya bayangkan.
Interiornya bapuk, suspensi kurang nyaman, tdk ada pengharum ruangan, dan AC nya kurang dingin plus saya msh mencium bau2 asap lokomotif gitu. Ya ampun padahal banyak bule loh di kereta ini. Selain hal2 di atas sih pelayanannya cukup ok.
Well, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) msh perlu bnyk improvement.
kenapa ga pindah ke kereta lain aja? apa saat itu seisi rangkaian depan-belakang penuh?
Quote: kenapa ga pindah ke kereta lain aja? apa saat itu
seisi rangkaian depan-belakang penuh?
Kebetulan saya hanya sempat menyusuri kereta 3 sampai 1. Sekilas dari luar kelihatan penuh. Di kereta saya sendiri okupansinya hampir 100%. Jadi ndak sempet punya rencana untuk pindah ke kereta lain.
Seingat saya ketika turun di KTA saya lihat dari ujung depan sampai belakang tidak ada kereta berjendela pesawat sama sekali. Paling variasinya hanya di livery (argo dan satwa) dan jenis kursinya (coklat dan biru).
Quote: Seingat saya ketika turun di KTA saya lihat dari ujung depan sampai belakang tidak ada kereta berjendela pesawat sama sekali. Paling variasinya hanya di livery (argo dan satwa) dan jenis kursinya (coklat dan biru).
saat itu okupansi penuh ga? coba main2 ke K1-7 atau K1-8. Mengapa? kalau membeli karcis KA secara otomatis (tanpa minta/pilih kursi), maka bagian depan dahululah yang akan diisi, baru kemudian bagian belakangnya.
Quote: saat itu okupansi penuh ga? coba main2 ke
K1-7 atau K1-8. Mengapa? kalau membeli
karcis KA secara otomatis (tanpa minta/pilih
kursi), maka bagian depan dahululah yang
akan diisi, baru kemudian bagian
belakangnya.
Pas turun di KTA itu saya ndak sempet notice okupansi kereta2 deretan belakang karena liatnya sambil jalan. Mgkn next trip coba pindah2 kereta atau minta dibookingkan kursi di kereta belakang2 aja ya om. Saya sih pengen ngepasin ke kereta yg sudah retrofit tapi gmn caranya. Kan rangkaiannya berubah2 ya? Terlebih lg saya jg pesen tiketnya jauh2 hari.
(06-09-2012, 05:59 AM)Zefiro Wrote: [ -> ]Quote: saat itu okupansi penuh ga? coba main2 ke
K1-7 atau K1-8. Mengapa? kalau membeli
karcis KA secara otomatis (tanpa minta/pilih
kursi), maka bagian depan dahululah yang
akan diisi, baru kemudian bagian
belakangnya.
Pas turun di KTA itu saya ndak sempet notice okupansi kereta2 deretan belakang karena liatnya sambil jalan. Mgkn next trip coba pindah2 kereta atau minta dibookingkan kursi di kereta belakang2 aja ya om. Saya sih pengen ngepasin ke kereta yg sudah retrofit tapi gmn caranya. Kan rangkaiannya berubah2 ya? Terlebih lg saya jg pesen tiketnya jauh2 hari.
Kalau mau pesennya ngedadak om di sta YK paling tidak 1 jam sebelum keberangkatan, bisa liat tuh gerakan langsiran Sancaka dari Dipo ditarik ke peron jalur 5 buat stabling, syukur2 ada rangkaian retrofit nyangkut disitu, tapi ya dengan catatan beli tiketnya go show di weekdays dan masih tersedia tiket nya