Per 4 des 2011 kemarin ABA GG dr SMT 12.00, masuk JNG 17.30. Itupun dg penguranagn kecepatan dari Kerawang sampai tambun yg hanya jalan 60 km/jam. Bila kemarin bisa normal 90-95 Km/jam pasti lebih awal lagi. Di CN berhenti 12 menit.
(05-12-2011, 06:19 AM)Illia Wrote: [ -> ] (03-12-2011, 04:18 PM)ardial Wrote: [ -> ] (03-12-2011, 04:01 PM)slamtrack Wrote: [ -> ]kalo double track cn-smt-sbi udah digunakan maka bisa jadi:
petak gmr -smt ( medan datar/bukan pegunungan ) ka argo bisakah ditempuh sekitar 5 jam,30 menit ya ???
Bisa Kurang malah, kalau Kualitas Rel sudah R 54+Kondisi Tracknya juga bisa digeber yakinlah bisa 280 menit atau 4 Jam 40 menit dengan asumsi:
JKT-CN:125 menit atau 2 Jam 10 Menit, CN-TG: 45 Menit, TG-PK: 30 Menit, PK-SMT: 75 menit.
cuma kalau mau bermimpi seperti itu bisa2 terlalu dipaksakan kalau sekarang, mungkin 2016 awal kalau PT KA Bisa bangkit seperti TOP 21 untuk lamanya perjalanan.
asumsi ini saya dapatkan Dari Cepatnya Perjalanan KA Argo Anggrek yang sampai di semarang jam 23:50 kalau tidak terlambat dan sampai di Cirebon Jam 02:50 ini sudah saya hitung dari Jadwal kedatangan bila tidak Terlambat
sementara masalah JKT-CN yang 2 Jam 5 menit baca Postingan Argo Jati Nomor 268
jaman dulu malah SmT-GMR argo single track bisa 5,5jam 
sekarang uda dikasih beberapa doubletrack malah makin melorot?
jgn2 kalau uda ada double track malah jd lebih lama perjalanan 
mungkin karena kepadatan arus KA beda, terus ada petak2 yang lagi perbaikan, jadinya lebih lambat, logikanya, kalo udah dobel trek aja masih terlambat, gimana kalo masih single trek???
(05-12-2011, 07:02 PM)Adolph Wrote: [ -> ] (02-12-2011, 11:15 PM)bayucool Wrote: [ -> ] (29-11-2011, 07:56 AM)Adolph Wrote: [ -> ]maaf sbelumnya,,ane mau tanya nih...kira2 apa sih urgensinya kok dibuat DT sampai sby? bukannya jalur sbi-smt itu benar2 jalur yg sepi? apa gk mubazir ya..apa tidak cukup dari cn smpai smt aja? CMIIW
sekarang sih sepi...tp setelah dobel trek kelar bukan tidak mungkin jalurnya bakalan jadi padet hlo mas 
belum tentu juga

,,lihat dulu mengapa dilakukan pembangunan DT di jalur itu? apa karena memang jalurnya ramai atau karena untuk yg lainnya...
contohnya jalur THB-serpong,,dulu THB-serpong single track, lalu dibuat DT karena memang jalur ini sudah ramai sejak ketika masih single track,, karena itu dibuat DT n setelah dibuat DT jalur ini tambah ramai
ini tentu sangat berbeda dngan jalur SBI-SMT

setau saya ya om,,,program DT jalur utara untuk mengoptimalkan angkutan barang n mengurangi beban jalan raya pantura...so bukan tidak mungkin jalur utara bakalan rame dengan kereta barang apalagi udah dapat subsidi BBM gt to KA barang....CMIIW
(05-12-2011, 07:20 PM)dany cristian Wrote: [ -> ] (05-12-2011, 07:02 PM)Adolph Wrote: [ -> ] (02-12-2011, 11:15 PM)bayucool Wrote: [ -> ] (29-11-2011, 07:56 AM)Adolph Wrote: [ -> ]maaf sbelumnya,,ane mau tanya nih...kira2 apa sih urgensinya kok dibuat DT sampai sby? bukannya jalur sbi-smt itu benar2 jalur yg sepi? apa gk mubazir ya..apa tidak cukup dari cn smpai smt aja? CMIIW
sekarang sih sepi...tp setelah dobel trek kelar bukan tidak mungkin jalurnya bakalan jadi padet hlo mas 
belum tentu juga

,,lihat dulu mengapa dilakukan pembangunan DT di jalur itu? apa karena memang jalurnya ramai atau karena untuk yg lainnya...
contohnya jalur THB-serpong,,dulu THB-serpong single track, lalu dibuat DT karena memang jalur ini sudah ramai sejak ketika masih single track,, karena itu dibuat DT n setelah dibuat DT jalur ini tambah ramai
ini tentu sangat berbeda dngan jalur SBI-SMT

setau saya ya om,,,program DT jalur utara untuk mengoptimalkan angkutan barang n mengurangi beban jalan raya pantura...so bukan tidak mungkin jalur utara bakalan rame dengan kereta barang apalagi udah dapat subsidi BBM gt to KA barang....CMIIW
saya rasa DT Smt-Sbi dan Smt-Pk-Tg-Cn sangat layak untuk cepat diselesaikan dengan pertimbangan nantinya akan menambah frekuensi perjalanan ka baik ka penumpang maupun ka barang mungkin nantinya setelah short cut Sbi-Sgu diresmikan bisa sangat berpotensi di buka rute-rute baru misal Bw-Jr-bg-sda-sbi-smt-jakk //ml-sbi-smt-jakk// ml-sbi-smt-cn -bd (setelah short cut Tjs-Cbr rampung)...tentunya juga akan menambah angkutan ka-ka barang dan didukung pula medan track ini datar ( bukan pegunungan dan dataran tinggi ) sehingga bisa diandalkan nilai jual kecepatan dan waktu tempuhnya

(05-12-2011, 01:43 PM)nino Wrote: [ -> ]mungkin karena kepadatan arus KA beda, terus ada petak2 yang lagi perbaikan, jadinya lebih lambat, logikanya, kalo udah dobel trek aja masih terlambat, gimana kalo masih single trek???
jaman dulu perasaan kepadatannya lebih padat. Jumlah KAnya juga lbih banyak

. dulu itung aja k3nya ada berapa? k2nya berapa? dan k1nya berapa

dan itu msh single track
KA Argo aja tetep bisa 5,5 jam. malah anggrek dulu awalnya SMT-GMR kalau ga salah 4,5 jam (LS TG dan CN dia)
justru skrg kereta kian berkurang dan dikasih double track? malah makin loyo jalane ?

Taspatnya dikurangi ? .....
Kembali ke Double Track lagi yuks
(06-12-2011, 01:27 AM)slamtrack Wrote: [ -> ] (05-12-2011, 07:20 PM)dany cristian Wrote: [ -> ] (05-12-2011, 07:02 PM)Adolph Wrote: [ -> ] (02-12-2011, 11:15 PM)bayucool Wrote: [ -> ] (29-11-2011, 07:56 AM)Adolph Wrote: [ -> ]maaf sbelumnya,,ane mau tanya nih...kira2 apa sih urgensinya kok dibuat DT sampai sby? bukannya jalur sbi-smt itu benar2 jalur yg sepi? apa gk mubazir ya..apa tidak cukup dari cn smpai smt aja? CMIIW
sekarang sih sepi...tp setelah dobel trek kelar bukan tidak mungkin jalurnya bakalan jadi padet hlo mas 
belum tentu juga

,,lihat dulu mengapa dilakukan pembangunan DT di jalur itu? apa karena memang jalurnya ramai atau karena untuk yg lainnya...
contohnya jalur THB-serpong,,dulu THB-serpong single track, lalu dibuat DT karena memang jalur ini sudah ramai sejak ketika masih single track,, karena itu dibuat DT n setelah dibuat DT jalur ini tambah ramai
ini tentu sangat berbeda dngan jalur SBI-SMT

setau saya ya om,,,program DT jalur utara untuk mengoptimalkan angkutan barang n mengurangi beban jalan raya pantura...so bukan tidak mungkin jalur utara bakalan rame dengan kereta barang apalagi udah dapat subsidi BBM gt to KA barang....CMIIW
saya rasa DT Smt-Sbi dan Smt-Pk-Tg-Cn sangat layak untuk cepat diselesaikan dengan pertimbangan nantinya akan menambah frekuensi perjalanan ka baik ka penumpang maupun ka barang mungkin nantinya setelah short cut Sbi-Sgu diresmikan bisa sangat berpotensi di buka rute-rute baru misal Bw-Jr-bg-sda-sbi-smt-jakk //ml-sbi-smt-jakk// ml-sbi-smt-cn -bd (setelah short cut Tjs-Cbr rampung)...tentunya juga akan menambah angkutan ka-ka barang dan didukung pula medan track ini datar ( bukan pegunungan dan dataran tinggi ) sehingga bisa diandalkan nilai jual kecepatan dan waktu tempuhnya 

mm...

saya masih merasa klo jalur SBI-SMT ini tidak worth utk DT,,
coba kita perhatikan, persilangan antar KA2 akap rata2 terjadi di petak SMT- CN,,
SMT-SBI? KA2 akap dapat melintas dngan lancar jaya di petak ini,,hampir tidak pernah ada persilangan antar KA2 akap, paling2 persilangan dngan KA2 lokal yg di petak BJ-SBI jumlahnya sangat sedikit, itupun rata2 di siang hari dn KA akap yg melintasi petak SMT-SBI di siang hari cuma sedikit dn tentu saja KA akap dimenangkan atas KA lokal klo sampai bersilangan,
klopun mau menambah KA barang pun menurut ane tidak perlu sampai membangun DT di petak SMT-SBI ini, apalagi klo KA barangnya dijalankan di siang hari, okelah klo biasanya terjadi persilangan dngan KA barang di petak Brumbung-Gambringan-Cepu, IMO yg perlu DT cuma dari CN smpai BJ saja
maaf klo ane terkesan ngeyel

..ane cuma mengutarakan pendapat saja,,it's just an opinion...
Sebenarnya persilangn di jalur pantura hampir merata dan juga di petak daop 8, untuk double track tetap selesai secepatnya di lintasan utara di karenakan untuk angkutan barang yang akan di tingkatkan untuk program jangka panjang.
(11-12-2011, 03:18 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]Sebenarnya persilangn di jalur pantura hampir merata dan juga di petak daop 8, untuk double track tetap selesai secepatnya di lintasan utara di karenakan untuk angkutan barang yang akan di tingkatkan untuk program jangka panjang.
perasaan klo saya naik KA sbi-jkt gk pernah atau jarang bersilangan di wilayah daop 8 deh..biasanya stelah semarang baru sering ada persilangan,,karena memang KA di jalur smt-sbi (lebih2 yg wilayah daop 8) sangat sedikit sekali, apalagi klo malam....bahkan jika angkutan barang ditingkatkan IMO Sbi-smt ini masih cukup tanpa DT,,jangankan jalur sbi-smt, jalur sby-mn yg jauh lebih ramai aja masih muat kok tanpa DT
klopun DT, yg lebih worth IMO mulai dari SMT sampai BJ, itu masih sedikit lebih ramai, tapi yg BJ-SBI itu bener2 sepi dn IMO gk worth buat DT