(09-03-2010, 06:57 PM)Agung Wrote: [ -> ]ya nunggu lok lain......trus ntar di double traksi sampe berakhirnya tanjakan.........
makanya skarang di daop 2 BD kalo kereta bawa rangkaian panjang pasti selalu di DT untuk mencegah selip
sebenarnya hal ini sudah di antisipasi oleh pabrika loko dengan di pasangnya bak pasir yang akan mencurah kan pasir di depan roda loko namun sayang di indonesia nggak pernah dipakai
Quote: Kenapa harus musim kemarau kang? apa hubungannya?
ya kalau hujan jalannya licin sehingga memperbesar potensi roda slip
....ada lagi tanjakan dari JR-BW (Jember - Banyuwangi). sampai2 KA Mutiara Timur harus Double Traksi biar kuat nanjak di Mrawan...
...CMIIW....
(10-03-2010, 01:48 PM)nugroho adi Wrote: [ -> ]....ada lagi tanjakan dari JR-BW (Jember - Banyuwangi). sampai2 KA Mutiara Timur harus Double Traksi biar kuat nanjak di Mrawan...
...CMIIW....
DT nya mungkin pas lagi peak season ya friend ?
klo jalur tanjakan wilayah selatan keinget stasiun Banjar mesti ada LOK yang ngetem buat bantu doble traksi jika KA arah dari timur maw ke arah bandung
LOK CC203/204 mesti standby di jalur 4
(10-03-2010, 12:22 PM)dedy vh Wrote: [ -> ] (09-03-2010, 06:57 PM)Agung Wrote: [ -> ]ya nunggu lok lain......trus ntar di double traksi sampe berakhirnya tanjakan.........
makanya skarang di daop 2 BD kalo kereta bawa rangkaian panjang pasti selalu di DT untuk mencegah selip
sebenarnya hal ini sudah di antisipasi oleh pabrika loko dengan di pasangnya bak pasir yang akan mencurah kan pasir di depan roda loko namun sayang di indonesia nggak pernah dipakai
Quote: Kenapa harus musim kemarau kang? apa hubungannya?
ya kalau hujan jalannya licin sehingga memperbesar potensi roda slip
Biar ga slip kan bisa pake pasir. Tapi kebanyakan lok CC201 pemasirnya udah ga berfungsi
(10-03-2010, 01:55 PM)Eko Budy Santoso Wrote: [ -> ] (10-03-2010, 01:48 PM)nugroho adi Wrote: [ -> ]....ada lagi tanjakan dari JR-BW (Jember - Banyuwangi). sampai2 KA Mutiara Timur harus Double Traksi biar kuat nanjak di Mrawan...
...CMIIW....
DT nya mungkin pas lagi peak season ya friend ?
kayaknya gak pas peak season kok...seingatku dulu Mutiara Timur bawa 6 gerbong langsung DT di sta. Kalisat....
Ayo donk fotonya mana tanjakannya nih dr BDG sampe SLO donk klo bisa trus Malang - SGU
Ngomongin soal pemasir, sebelum di PA beberapa waktu yang lalu, pipa pemasir di CC20408 sudah terpasang penuh. Sekembalinya dari Pengok, pipa pemasirnya kok pada hilang semua? Gimana sih ini? Barang vital kok dicabuti?
(10-03-2010, 05:36 PM)bordes Wrote: [ -> ]klo jalur tanjakan wilayah selatan keinget stasiun Banjar mesti ada LOK yang ngetem buat bantu doble traksi jika KA arah dari timur maw ke arah bandung
LOK CC203/204 mesti standby di jalur 4
betul sekali, di sta Banjar wajib ada LokPen cc 201/3/4 milik BD yang fit... karena selepas stasiun banjar di petak KarangPucung - Bojong menghadang tanjakan curam dan tanjakan seterusnya selepas ciamis - tasik - ciawi - cirahayu - cipeudeuy - leles - LBJ... hanya lok yang sehat sajalah yang mampu melibas tanjakan tersebut, CC 201 maksimal membawa 8 gerbong, Lok dari arah timur yang akan menuju ke arah bandung yang tidak fit sudah pasti harus DT dengan LokPen atau cukup sampai di banjar saja untuk selanjutnya digantikan oleh LokPen... seperti beberapa waktu lalu 'Donal (â—£_â—¢)┌∩â”' CC 201 56 dinas KA 173 (sepertinya memang sudah harus di Re-powering) harus cukup berdinas sampai Banjar saja, untuk selanjutnya KA 173 dibawa oleh CC 204 11 (LokPen saat itu)
Lok cc 201 56 membawa KA 173 dari KTA menuju KAC , tampak di jalur 4 LokPen CC 204 11 bersiap menggantikan 'donal (â—£_â—¢)┌∩â”'
![[Image: fygvsw.jpg]](http://i42.tinypic.com/fygvsw.jpg)
sorry for low quality image coz use mobilephone camera
demikian informasi yang dapat saya laporkan....
regards,
