Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: (ASK) Gradian / Kenaikan Track
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Mohon maaf kawans, kemarin ada teman saya yang tanya kenapa waktu KA menanjak / menuruni sebuah jalur, kita atau barang2 tidak jatuh, berbeda dengan naik kendaraan, jika naik 10 derajat saja sudah terasa, tapi di dalam kereta naik sampai 20 derajat seperti berada di jalur lurus.

Sedikit informasi, saya juga ketika naik Penataran SGU - ML, ketika di petak naik Lawang yang katanya tanjakan tajam, tapi saya tidak terasa KA menaiki tanjakan, seakan KA berjalan di track lurus ... Tanya kenapa ...? Saya tidak bisa menjawab, mohon kawans ada yang bisa bantu ...?

Bingung

Dan berapa kemiringan maksimal jalur KA agar KA tersebut kuat menanjak ...?

Kalau sudah ada threadnya, mohon digabung saja ...
Iya, betul kalau menanjak dan atau menurun tidak terasa kontras banget kalau KA yang kita tumpangi menanjak dan atau menurun
Ini saya ada tanda kelandaian posisi rel
Semboyan apakah ini ?? BingungBingung
[Image: wartegrel.jpg]
Di Petak Rel TG-BB kawasan Sumurpanggang
sekedar ilustrasi, tol cipularang menurut binamarga, memiliki tanjakan tercuram grade 5 % atau 50 permil. tanjakan nagrek yang terkenal memiliki grade 16 % atau 160 permil.

rel kereta tercuram ada di rel gigi disumatra, memiliki grade 7% (70 permil). di ambarawa 6.5% (65 permil). rel tanpa gigi tercuram antara lain petak tagogapu-cipatat 3% (30permil), rel dipegunungan priangan 2.5% (25 permil), rel layang jakarta 2.3% (23 permil), rel lawang-bangil 2.5% (25 permil).

kesimpulan: tanjakan di kereta api lebih landai dibandingkan jalan raya. sehingga seakan2 tidak terasa.


hubungan derajat dengan persen bisa dicari dari rumus trigonometri biasa,

derajat = arc tan (persen/100) atau arc tan (permil/1000), permil= persen x 10

atau bisa dilihat di tabel dibawah ini,

[img]//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/45/Grades_degrees.svg/512px-Grades_degrees.svg.png[/img]
Grades degrees [CC-BY-SA-3.0 (www.creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0) or GFDL (www.gnu.org/copyleft/fdl.html)], by BW95 (Own work), from Wikimedia Commons
(31-05-2012, 11:35 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]sekedar ilustrasi, tol cipularang menurut binamarga, memiliki tanjakan tercuram grade 5 % atau 50 permil. tanjakan nagrek yang terkenal memiliki grade 16 % atau 160 permil.

rel kereta tercuram ada di rel gigi disumatra, memiliki grade 7% (70 permil). di ambarawa 6.5% (65 permil). rel tanpa gigi tercuram antara lain petak tagogapu-cipatat 3% (30permil), rel dipegunungan priangan 2.5% (25 permil), rel layang jakarta 2.3% (23 permil), rel lawang-bangil 2.5% (25 permil).

kesimpulan: tanjakan di kereta api lebih landai dibandingkan jalan raya. sehingga seakan2 tidak terasa.


hubungan derajat dengan persen bisa dicari dari rumus trigonometri biasa,

derajat = arc tan (persen/100) atau arc tan (permil/1000), permil= persen x 10

atau bisa dilihat di tabel dibawah ini,

[img]//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/45/Grades_degrees.svg/512px-Grades_degrees.svg.png[/img]
Grades degrees [CC-BY-SA-3.0 (www.creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0) or GFDL (www.gnu.org/copyleft/fdl.html)], by BW95 (Own work), from Wikimedia Commons

Makasih atas penjelasannya mas Ady ... Soalnya kalau naik Penataran kataknlah dari Bangil ke Lawang, tiba-tiba sampai lawang sudah berada di ketiggian lebih dari 600 m dpl, nah kadang dari dalam hati bertanya, kapan nanjaknya ini KA ...? Ternyata memang tidak begitu terasa karena tanjakannya landai ...
(01-06-2012, 02:43 PM)Ryzky_Widi Wrote: [ -> ]Soalnya kalau naik Penataran kataknlah dari Bangil ke Lawang, tiba-tiba sampai lawang sudah berada di ketiggian lebih dari 600 m dpl, nah kadang dari dalam hati bertanya, kapan nanjaknya ini KA ...? Ternyata memang tidak begitu terasa karena tanjakannya landai ...

Mungkin kalau nanjaknya curan akan terasa sekali ya...
Penumpang yang tidak kuat banyak yang mabuk perjalanan MabokMabok
(01-06-2012, 03:40 PM)Warteg Wrote: [ -> ]Mungkin kalau nanjaknya curan akan terasa sekali ya...
Penumpang yang tidak kuat banyak yang mabuk perjalanan MabokMabok

ini pengalaman pak antonius di thread tgv:

(16-05-2012, 04:19 AM)antonius_123 Wrote: [ -> ]saya kalau naik tgv mual karena jalannya naik turun dng kecepatan segitu kayak naik pesawat disaat ada turbulentie.

belum pernah kejadian tapi kalau tubrukan ato derailment gak kebayang akibatnya.

apalagi lintasan kereta cepat grade nya lebih terjal, bisa sampai 4% (40 permil).
Mungkin ini yang Gradien nya bisa dibilang cukup curam HeranHeran
[Spoiler=Tikungan Cipada Cipularang]
KA 20
[Image: ezmlfo.jpg]

KA Barang Petikemas GDB
[Image: 432223_2922861244588_1652576297_2411870_...0265_n.jpg]
Yang punya foto saja ijin untuk ditempel disini ya [/Spoiler]
kalo di trek BOO-SI antara petak Cigombong-Cicurug lumayan curam gradient tanjakannya juga di petak Cibadak-Karang Tengah tapi saya ga tahu brapa derajat kecuramannya...
Maksud dari angka pada plat perpindahan gradien itu apa ya ?? BingungBingung
[Image: wartegrelsemboyan.jpg]
padangpandjang - kotabaru di lintas padangpandjang - bukittinggi itu tanjakan rel tercuram tetapi tdk aktif . Bisa nanjak 80 meter dlm jarak 1 km. Mudahnya nanjak 8 meter dlm jarak 100 meter. G kebayang gmn nanjaknya Sad
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13