Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Berita Umum Menyangkut Kereta Api
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
(10-12-2010, 01:07 PM)Warteg Wrote: [ -> ]yang saya rasakan capek, lelah dan penat..........
apalagi yang bawa anak, kasihan tuh..........Bethe
kalo begitu caranya untuk apa pembangunan rel ganda...... kalo taspat diturunkan....??Bingung apalagi rumor tentang kenaikan tarif KA semakin marak......Bethe

mungkin nanti taspat nya dinaikan lagi, kalo enggak, parah
Dari Detiknews Bandung:
Quote:Sumber: detikBandung : Tagih Janji Direksi, Ratusan Karyawan PT KA Datangi Kantor Pusat

Selasa, 14/12/2010 11:06 WIB

Tagih Janji Direksi, Ratusan Karyawan PT KA Datangi Kantor Pusat
Baban Gandapurnama - detikBandung

[Image: SPKA.jpg]

Bandung - Sekitar 300 orang dari Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) Se-Jawa dan Sumatera mendatangi kantor PT KA di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Selasa (14/12/2010). Mereka meminta bukti hasil kesepakatan Direksi PT KA yang akan memenuhi tuntutan mereka.

Senin (13/12/2010) kemarin, digelar pertemuan antara direksi PT KA dan 40 perwakilan dari SPKA. Disepakati, jika direksti berjanji akan memenuhi tuntutan SPKA. Hari ini, mereka datang untuk menagih bukti nyata dari direksi PT KA.

"Kita mensyukuri hasil dari tuntutan kami yang disepakati oleh direksi. Kami akan melakukan doa bersama mengenai hasil yang sudah disepakati itu," ujar Ketua Umum SPKA Sri Nurgroho di Kantor PT KA, Jalan Peringtis Kemerdekaan, Selasa (14/12/2010).

Tuntutan tersebut kata Sri, di antaranya meminta direksi PT KA untuk melaksanakan pasa-pasal Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang belum direalisasikan. Perbaiki jaminan pelayanan kesehatan, segera tuntaskan jaminan hari tua atau pensiun, dan berdayakan pegawai internal untuk dipekerjakan di anak perusahaan.

"Semua tuntutan kami itu sudah disepakati. Contohnya dari 33 pasal yang belum terealisasi itu sudah terealisasi, seperti soal kesejahteraan, kesehatan, dan lainnya. Untuk selanjutnya kami akan terus memantaunya," jelas Sri.

Total anggota SPKA se-Jawa dan Sumatera ada sekitar 28 ribu orang.

Pantauan detikbandung, massa terus menerus berteriak 'Buktikan-buktikan'. Aksi ini dijaga puluhan aparat kepolisian. Mereka tampak memakai seragam PT KA yang berwarna biru muda.
(avi/ern)
(10-12-2010, 09:48 PM)shinkanseinz Wrote: [ -> ]
(01-12-2010, 05:01 AM)Illia Wrote: [ -> ]Ngikik inilah kereta api kita...emg bener...makin kedepan makin aneh aja. Penumpang pada lari ke bis ni bisa2.
Apa yang ada di Kereta pelayanannya uda pada pindah ke bis semua Ngakak
Dari kelas super exa (special d kereta), Tuslah, kemanan, Prami, ketepatan waktu. dulu itu ada di kereta semua. skrg...pada pindah ke bis Ngakak

emang bis ad prami nya ya? Tidur dimana?
Jarang bus tepat waktu, biasanya molor mulu (jadwalnya aja gak tentu)
Ada kok ^^
beberapa PO bus jarak jauh uda nerapin itu
mana ada coffie timenya lagi pula
lah praminya itu yang ngurus wkwkwwkw....
salah satunya PO Bus jepara yang depannya "B" Wek

berangkatnya emang molor tp kdang tepat juga...tp nyampenya skrg uda kebukti ga jauh beda kereta ama bis untuk jalur malam Wek

sebenarnya sama kereta sama aja, emang kereta ga molor berangkatnya? dan tepat waktu?

Sindoro berangkat jam 5sore sampai jam 1 or jam 2 pagi skrg gara2 penuruan taspat
sementara maaf saya kemaren nyoba PO Nusantara brangkat jam 5 sampai depan rumah jam stg 3 pagi?

kalau perjalanan siang baru milih kereta sih kalau saya.
kalau malam kereta skrg lemot malah......jd milih bis ama dari segi harga lebih realistik.
da dapat makan dll harga 115rb jak-smg ac

Makanya...skrg yang dibutuhkan penumpang itu pelayannya ^^
argo sindoro 220rb, brangkat jam 5 sering tlat baru sampai jam 1 or 2 pagi. Ga dapat makan. Pelayanan ala kadarnya.... namun tetep ada ac, RC #saya sering naik sindoro jg soalnya ^^

Dengan Bus Malam 115rb, dapat makan, kopi, minum, ac, selimut, RC, sampai ga jauh beda ama kereta. malah kadang kalau lg beruntung sampai duluan.

soalnya pernah kejadian.....bus saya tumpangin nyampe duluan sementara gumarang yang harusnya masuk jam 2 pagi itu baru nongol jam stg 5 pagi itu ^^a

ya saran si pelayanan si, harga boleh naik tp pelayanan tingkatin wkwkwkw.

[Spoiler]
Dua hari ini Yudi (38) kelabakan berangkat kerja. Kereta rel listrik yang melintas di Stasiun Cilebut selalu sesak, belakangan lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Untuk naik ke kereta saja tidak mungkin. Senin lalu, Yudi memilih tidak masuk kerja lantaran tidak kebagian ruang berdiri di kereta.
Sejak pukul 06.00, saya tunggu kereta, tapi kereta yang lewat sangat penuh. Bisa saja saya naik, tapi ada risiko jatuh. Daripada jatuh, saya pilih pulang saja sekitar pukul 07.00 karena belum dapat kereta,” tutur Yudi yang masuk kerja pukul 07.00.
Kondisi ini terjadi lantaran 43 perjalanan kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek dibatalkan. Pembatalan perjalanan kereta itu diputuskan menyusul rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) menarik kereta api—baik KRL maupun lokomotif—yang sudah tidak laik jalan untuk diperbaiki.
Selasa, Yudi—yang mengantongi upah Rp 41.000 per hari— memilih naik bus setelah mendengar pengumuman, sejumlah KRL tidak diberangkatkan. Namun, karena perjalanan dengan bus tidak secepat KRL, Yudi terlambat 45 menit di tempat kerja.
Berebut kereta juga dialami Susi. Beruntung Susi naik kereta dari Stasiun Bogor atau stasiun paling awal di jalur Bogor-Jakarta. Biasanya, penumpang memang berjejal di dalam kereta. Namun, dua hari terakhir kepadatan penumpang melebihi hari biasanya. ”Untuk bernapas saja susah,” ucap Susi yang bekerja sebagai buruh di kawasan Juanda, Jakarta Pusat.
Tiket KRL yang relatif terjangkau—Rp 1.500-Rp 11.000 sekali jalan—membuat moda transportasi ini banyak diburu orang. Apalagi KRL terhindar dari kemacetan di jalan raya sehingga waktu tempuh relatif cepat. Dari Bogor hingga Gambir, misalnya, dibutuhkan waktu sekitar satu jam saja. Tidak heran apabila banyak warga yang memanfaatkan moda transportasi ini untuk mengantarkan dari sekitar rumah hingga ke lokasi kerja.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo adalah salah satu pelanggan KRL. Ia biasa menumpang kereta dari Stasiun Bojong Gede ke Stasiun Duren Tiga. ”Sebenarnya KRL merupakan transportasi publik yang paling baik dibandingkan transportasi publik lain kendati semua transportasi publik belum memberikan kenyamanan bagi penggunanya,” ucap Sudaryatmo.
Sama seperti Yudi dan Susi, dua hari terakhir Sudaryatmo juga merasakan sulitnya naik KRL lantaran padatnya penumpang. Sebelum perbaikan ini, tidak semua KRL yang ada beroperasi. Dari 386 KRL yang tersedia, hanya sekitar 340 unit yang beroperasi. Puluhan kereta lain sudah tua dan kerap rusak.
Penambahan kereta tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang. Dalam rencana bisnis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek (KCJ)—anak perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)—2009-2013, ada rencana membeli 88 KRL bekas. Sementara tahun 2013 diperkirakan jumlah penumpang yang kini sekitar 500.000 orang per hari bakal mencapai 1,49 juta orang per hari.
Perbaikan bertahap
Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I Jabodetabek Mateta Rijalulhaq mengatakan, perbaikan KRL dilakukan bertahap. ”Kalau kerusakan tidak parah, kereta bisa beroperasi lagi. Akan tetapi, kalau kereta rusak parah, waktu perawatan bisa lama, bahkan kereta itu tidak bisa lagi beroperasi,” papar Mateta.
Ia belum bisa memastikan waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan semua kereta.
Sekretaris Perusahaan PT KCJ Makmur Syaheran mengatakan, pihaknya meminta petugas di stasiun agar terus mengumumkan perjalanan kereta yang dibatalkan. Dengan begitu, calon penumpang bisa memilih moda transportasi lain apabila merasa terganggu dengan pembatalan perjalanan kereta api ini.
Dokter Sofyan, pengguna jasa KRL, menyayangkan pembatalan keberangkatan karena mengganggu aktivitas warga. Menurut dia, jika sarana KRL diperbaiki, hal itu bisa dapat mengurangi kemacetan di jalan.
”Persoalan KRL sering saya dengar. Tidak hanya pembatalan keberangkatan, tetapi juga sinyal yang hilang, mogok, atau persoalan lain,” katanya.
Sudaryatmo pun menyesalkan pembatalan perjalanan KRL. Mestinya jadwal KRL disusun memperhitungkan masa perawatan dan perbaikan kereta. Apalagi jadwal itu dibuat PT. Kereta Api Indonesia (Persero), bukan konsumen. ”Pembatalan sepihak melanggar hak konsumen,” katanya.
Kekacauan perjalanan KRL ini menunjukkan masalah di level operator dan regulator perkeretaapian Indonesia. Di tingkat regulator, tidak ada dukungan terhadap perkeretaapian sebagai transportasi massal publik.
Peneliti transportasi dari Universitas Indonesia, Jachrizal, memahami keputusan direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 43 perjalanan demi keamanan penumpang. Namun, katanya, keputusan itu membuat kepentingan masyarakat kalah.
Persoalan ini merupakan bagian dari sederet persoalan. Adapun persoalan mendasar perkeretaapian adalah perbaikan manajemen, seperti pengelolaan rel dan kereta. Dua hal ini dikelola manajemen berbeda.
Hal ini memprihatinkan, apalagi menjelang pemerintah membatasi penjualan bahan bakar minyak bersubsidi di Pulau Jawa mulai Maret 2011. Perbaikan transportasi publik merupakan salah satu agenda besar yang harus segera diperbaiki. Transportasi yang baik akan mendorong pengguna kendaraan pribadi memilih moda transportasi publik karena alasan kepraktisan, yakni mudah, lebih irit, dan tepat waktu.
Namun, jika pembangunan transportasi publik tak juga terwujud, bukan tak mungkin pemerintah menuai persoalan yang jauh lebih pelik.
[/spoiler]
sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2010/...ngkat...-8
tanggapannya teman2 semua??
yang rada ngeselin berita di TIPI SETUNGGAL

Mentang2 ditarik ke Depo,main dibilang aj KRL pada RUSAK di running text ny

Belom pernah mendengar istilah 'perawatan' ya??
Jadi gak bisa ngebayangin seandainya..amit2..KRL pada mangkrak,
jangan2 besok diberitakan KCJ bubar....
(18-12-2010, 10:59 PM)tomrys Wrote: [ -> ]yang rada ngeselin berita di TIPI SETUNGGAL

Mentang2 ditarik ke Depo,main dibilang aj KRL pada RUSAK di running text ny

Belom pernah mendengar istilah 'perawatan' ya??
Jadi gak bisa ngebayangin seandainya..amit2..KRL pada mangkrak,
jangan2 besok diberitakan KCJ bubar....

Kalau begini terus bisa jadi dibubarkan,,
(19-12-2010, 09:43 AM)ahmadi Wrote: [ -> ]
(18-12-2010, 10:59 PM)tomrys Wrote: [ -> ]yang rada ngeselin berita di TIPI SETUNGGAL

Mentang2 ditarik ke Depo,main dibilang aj KRL pada RUSAK di running text ny

Belom pernah mendengar istilah 'perawatan' ya??
Jadi gak bisa ngebayangin seandainya..amit2..KRL pada mangkrak,
jangan2 besok diberitakan KCJ bubar....

Kalau begini terus bisa jadi dibubarkan,,

Dasar Warta**n ALAY............BetheBethe
harusnya kalo mau cari berita, cari sumbernya dong yang bener jangan asal ngejar berita tuh,,,,
Quote:Bali Akan Punya KA Wisata

JAKARTA, KOMPAS.com - Bali akan memiliki kereta api sebagai transportasi massal jalur darat. Kereta api tersebut akan mendukung sektor pariwisata Bali. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Bali, dan PT Kereta Api Indonesia di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (27/12/2010).

"Transportasi udara kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan pariwisata Bali," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Kereta api bisa membantu mengurangi tekanan pada jalan darat di Pulau Bali.

Hal senada juga diungkapkan Menbudpar Jero Wacik. Menurut Jero, jalanan Bali Selatan saat ini sangat macet. Kemacetan menjadi makanan sehari-hari untuk kawasan yang padat tempat wisata dan hotel tersebut. Karena itu, kereta api menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Bali. Kereta api juga menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun asing.

"Kereta api yang dikembangkan untuk pariwisata di Bali adalah yang pertama," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

Di Kalimantan, juga dikembangkan jalur kereta api namun tujuannya adalah untuk batu bara. Ia berharap jangka panjang proyek ini bisa ditiru daerah-daerah lain untuk mengembangkan pariwisata.

Selain itu, keadaan Bali Selatan yang menjadi pusat wisata dan tambang dollar sangat berbeda dengan Bali Utara yang masih banyak pengangguran. Dengan adanya kereta api yang akan menghubungkan Bali bagian selatan dengan bagian utara, maka terjadi pemerataan persebaran wisatawan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Firmansyah Rahim, Dirjen Perkeretaapian Tunjung Henderawan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan.

Setelah MoU ditandatangani, akan dibentuk tim kerja untuk membahas tindak lanjut dan rencana aksi penyelenggaraan kereta api mulai Januari 2011. Jalur kereta api tersebut rencananya akan sepanjang 565 km mengelilingi Pulau Bali. Proyek ini diharapkan rampung di tahun 2015.

SUMBER

Depok Express
(27-12-2010, 06:24 PM)nino Wrote: [ -> ]
Quote:Bali Akan Punya KA Wisata

JAKARTA, KOMPAS.com - Bali akan memiliki kereta api sebagai transportasi massal jalur darat. Kereta api tersebut akan mendukung sektor pariwisata Bali. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Bali, dan PT Kereta Api Indonesia di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (27/12/2010).

"Transportasi udara kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan pariwisata Bali," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Kereta api bisa membantu mengurangi tekanan pada jalan darat di Pulau Bali.

Hal senada juga diungkapkan Menbudpar Jero Wacik. Menurut Jero, jalanan Bali Selatan saat ini sangat macet. Kemacetan menjadi makanan sehari-hari untuk kawasan yang padat tempat wisata dan hotel tersebut. Karena itu, kereta api menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Bali. Kereta api juga menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun asing.

"Kereta api yang dikembangkan untuk pariwisata di Bali adalah yang pertama," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

Di Kalimantan, juga dikembangkan jalur kereta api namun tujuannya adalah untuk batu bara. Ia berharap jangka panjang proyek ini bisa ditiru daerah-daerah lain untuk mengembangkan pariwisata.

Selain itu, keadaan Bali Selatan yang menjadi pusat wisata dan tambang dollar sangat berbeda dengan Bali Utara yang masih banyak pengangguran. Dengan adanya kereta api yang akan menghubungkan Bali bagian selatan dengan bagian utara, maka terjadi pemerataan persebaran wisatawan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Firmansyah Rahim, Dirjen Perkeretaapian Tunjung Henderawan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Dirut PT. Kereta Api (Persero) Ignasius Jonan.

Setelah MoU ditandatangani, akan dibentuk tim kerja untuk membahas tindak lanjut dan rencana aksi penyelenggaraan kereta api mulai Januari 2011. Jalur kereta api tersebut rencananya akan sepanjang 565 km mengelilingi Pulau Bali. Proyek ini diharapkan rampung di tahun 2015.

SUMBER

Depok Express
Ceria
Tepuk Tangan
ini baru namanya berita bagus...
Top Banget
tapi...
Mikir Dulu
semoga cuma bukan wacana doank...
Ngamuk
(27-12-2010, 06:24 PM)nino Wrote: [ -> ]
Quote:Bali Akan Punya KA Wisata

JAKARTA, KOMPAS.com - Bali akan memiliki kereta api sebagai transportasi massal jalur darat. Kereta api tersebut akan mendukung sektor pariwisata Bali. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Bali, dan PT Kereta Api Indonesia di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (27/12/2010).

"Transportasi udara kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan pariwisata Bali," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Kereta api bisa membantu mengurangi tekanan pada jalan darat di Pulau Bali.

Hal senada juga diungkapkan Menbudpar Jero Wacik. Menurut Jero, jalanan Bali Selatan saat ini sangat macet. Kemacetan menjadi makanan sehari-hari untuk kawasan yang padat tempat wisata dan hotel tersebut. Karena itu, kereta api menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Bali. Kereta api juga menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun asing.

"Kereta api yang dikembangkan untuk pariwisata di Bali adalah yang pertama," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

Di Kalimantan, juga dikembangkan jalur kereta api namun tujuannya adalah untuk batu bara. Ia berharap jangka panjang proyek ini bisa ditiru daerah-daerah lain untuk mengembangkan pariwisata.

Selain itu, keadaan Bali Selatan yang menjadi pusat wisata dan tambang dollar sangat berbeda dengan Bali Utara yang masih banyak pengangguran. Dengan adanya kereta api yang akan menghubungkan Bali bagian selatan dengan bagian utara, maka terjadi pemerataan persebaran wisatawan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Firmansyah Rahim, Dirjen Perkeretaapian Tunjung Henderawan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Dirut PT. Kereta Api (Persero) Ignasius Jonan.

Setelah MoU ditandatangani, akan dibentuk tim kerja untuk membahas tindak lanjut dan rencana aksi penyelenggaraan kereta api mulai Januari 2011. Jalur kereta api tersebut rencananya akan sepanjang 565 km mengelilingi Pulau Bali. Proyek ini diharapkan rampung di tahun 2015.

SUMBER

Depok Express

wah 5 tahun lagi,,Heran
mudah-mudahan tracknya banyak dipinggir pantai.