16-12-2014, 12:57 AM
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238
20-12-2014, 01:54 AM
Jebloskan saja ke penjara...!!!
Bareskrim Polri Tahan Pejabat PT Kereta Api Terkait Tindak Pidana Korupsi http://kom.ps/AFonWz
Bareskrim Polri Tahan Pejabat PT Kereta Api Terkait Tindak Pidana Korupsi http://kom.ps/AFonWz
20-12-2014, 06:06 PM
Penumpang Kebingungan, Kenapa KRD Way Umpu tak Beroperasi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kereta Rel Diesel (KRD) Way Umpu yang melayani rute Tanjungkarang-Kotabumi setop operasional hingga 22 Desember mendatang. KRD Way Umpu tak bisa beroperasi karena perawatan rutin.
Tidak beroperasinya KRD Way Umpu membuat para calon penumpang kecewa. Mereka sangat menyayangkan kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Subdivre III.2 Tanjungkarang yang terkesan minim sosialisasi.
Doni Kurniawan (31) adalah salah satu calon penumpang yang kecele.
Pasalnya, begitu tiba di Stasiun KA Labuhan Ratu, Jumat (19/12), warga Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, ini melihat loket penjualan karcis dalam kondisi tertutup.
Di depan pintu masuk stasiun, Doni juga mendapati secarik kertas berisi pengumuman yang berbunyi "Terhitung tanggal 16-22 Desember KRD Way Umpu batal berangkat." Ia pun mengaku sangat kecewa dan terpaksa mengurungkan niat menumpang kereta. Â
"Gimana ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Masa kereta nggak berangkat tapi nggak ada sosialisasi sebelumnya. Padahal, saya harus pulang ke Kotabumi hari ini," ujar Doni.
Hal sama dialami Suwasti Ana Sari (35), warga Tanjung Senang, Bandar Lampung. Menurut dia, seharusnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat memberitahukan ketiadaan armada kereta sejak jauh hari. Dengan begitu, calon penumpang bisa bersiap untuk menggunakan moda transportasi lainnya, seperti bus atau travel. "Rencana pulang ke (rumah orangtua di) Kotabumi siang ini jadi tertunda," kata Suwasti.
Seorang tukang ojek yang mangkal di kawasan Stasiun KA Labuhan Ratu membenarkan bahwa tidak ada pemberangkatan kereta ke Kotabumi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kereta rusak. "Keretanya rusak, mas. Katanya lagi diperbaiki," ujar pria yang enggan menyebutkan namanya itu.
Sumber :Â
http://lampung.tribunnews.com/2014/12/20...beroperasi
KRD Setop Operasi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Minta Maaf
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Subdivre III.2 Tanjung Karang Muhaimin mengatakan, KRD Way Umpu tak bisa beroperasi karena harus dilakukan perawatan rutin. Sebab, jarak tempuh KRD Way Umpu sudah mencapai 6.000 kilometer.
Muhaimin mengakui perawatan KRD Way Umpu akan berdampak terhadap para pengguna jasa angkutan kereta api. Atas nama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Muhamin pun meminta maaf terkait terganggunya pelayanan kereta.
"Atas nama KAI, kami mohon maaf. Tidak beroperasinya KRD Seminung membuat penumpang tidak bisa menggunakan jasa KAI," ucap Muhaimin.
Saat bersamaan, KRD Seminung, yang melayani rute yang sama, juga tak bisa beroperasi setelah mengalami kerusakan akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Perbaikan hingga kini belum rampung lantaran ada onderdil yang harus diimpor.
Sumber :
http://lampung.tribunnews.com/2014/12/19...minta-maaf
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kereta Rel Diesel (KRD) Way Umpu yang melayani rute Tanjungkarang-Kotabumi setop operasional hingga 22 Desember mendatang. KRD Way Umpu tak bisa beroperasi karena perawatan rutin.
Tidak beroperasinya KRD Way Umpu membuat para calon penumpang kecewa. Mereka sangat menyayangkan kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Subdivre III.2 Tanjungkarang yang terkesan minim sosialisasi.
Doni Kurniawan (31) adalah salah satu calon penumpang yang kecele.
Pasalnya, begitu tiba di Stasiun KA Labuhan Ratu, Jumat (19/12), warga Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, ini melihat loket penjualan karcis dalam kondisi tertutup.
Di depan pintu masuk stasiun, Doni juga mendapati secarik kertas berisi pengumuman yang berbunyi "Terhitung tanggal 16-22 Desember KRD Way Umpu batal berangkat." Ia pun mengaku sangat kecewa dan terpaksa mengurungkan niat menumpang kereta. Â
"Gimana ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Masa kereta nggak berangkat tapi nggak ada sosialisasi sebelumnya. Padahal, saya harus pulang ke Kotabumi hari ini," ujar Doni.
Hal sama dialami Suwasti Ana Sari (35), warga Tanjung Senang, Bandar Lampung. Menurut dia, seharusnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat memberitahukan ketiadaan armada kereta sejak jauh hari. Dengan begitu, calon penumpang bisa bersiap untuk menggunakan moda transportasi lainnya, seperti bus atau travel. "Rencana pulang ke (rumah orangtua di) Kotabumi siang ini jadi tertunda," kata Suwasti.
Seorang tukang ojek yang mangkal di kawasan Stasiun KA Labuhan Ratu membenarkan bahwa tidak ada pemberangkatan kereta ke Kotabumi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kereta rusak. "Keretanya rusak, mas. Katanya lagi diperbaiki," ujar pria yang enggan menyebutkan namanya itu.
Sumber :Â
http://lampung.tribunnews.com/2014/12/20...beroperasi
KRD Setop Operasi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Minta Maaf
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Subdivre III.2 Tanjung Karang Muhaimin mengatakan, KRD Way Umpu tak bisa beroperasi karena harus dilakukan perawatan rutin. Sebab, jarak tempuh KRD Way Umpu sudah mencapai 6.000 kilometer.
Muhaimin mengakui perawatan KRD Way Umpu akan berdampak terhadap para pengguna jasa angkutan kereta api. Atas nama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Muhamin pun meminta maaf terkait terganggunya pelayanan kereta.
"Atas nama KAI, kami mohon maaf. Tidak beroperasinya KRD Seminung membuat penumpang tidak bisa menggunakan jasa KAI," ucap Muhaimin.
Saat bersamaan, KRD Seminung, yang melayani rute yang sama, juga tak bisa beroperasi setelah mengalami kerusakan akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Perbaikan hingga kini belum rampung lantaran ada onderdil yang harus diimpor.
Sumber :
http://lampung.tribunnews.com/2014/12/19...minta-maaf
20-12-2014, 06:52 PM
(20-12-2014, 01:54 AM)panji084 Wrote: [ -> ]Jebloskan saja ke penjara...!!!
Bareskrim Polri Tahan Pejabat PT Kereta Api Terkait Tindak Pidana Korupsi http://kom.ps/AFonWz
Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menahan Pelaksana Unit Heritake PT Kereta Api Persero, Soedradjad Widitomo. Tersangka ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan kereta api double track shortcut Cibungur-Tanjungrasa tahun anggaran 2011.
Wah, baru terungkap kasusnya ya ?Â
Apakah ini salah satu 'ulah' gebrakan baru dari sang Dirut yang sekarang ?

22-12-2014, 10:57 PM
bagaimana kebenaran berita ini
SURYA Online, MADIUN - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun bakal mengoperasikan satu rangkaian Kereta Api (KA) jurusan Kediri-Jogjakarta karena masih ada slot waktu kosong perjalanan KA dari Kediri menuju Jogjakarta.
"Sekarang kami melaksanakan survei untuk rencana mengoperasikan satu rangkaian perjalanan KA Kediri-Jogjakarta itu. Kami yakin pangsa pasarnya bagus," terang Vice Predident PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun, Sugeng Priyono kepada Surya, Minggu (21/12/2014).
Sugeng menguraikan, satu rangkaian KA Kediri-Jogjakarta, bakal dioperasikan layaknya KA Madiun Jaya jurusan Madiun-Jogjakarta, yakni penumpang KA dari Madiun menuju Jogjakarta pagi hari, bisa kembali ke Madiun sore harinya.
"Kan selama ini belum ada perjalanan Kediri-Jogjakarta. Pangsa pasarnya selain calon penumpang dari wilayah Karesidenan Kediri, juga dari Jombang dan Kabupaten Nganjuk," imbuhnya.
Bahkan, kata Sugeng, jika rencana itu berhasil selama sebulan awal pemberangkatan, rencananya bakal diberangkatkan menjadi KA reguler jurusan Kediri-Jogjakarta.
"Kan selama ini, sebelum saya menjabat Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun belum ada yang merencanakan itu. Apalagi di wilayah operasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun masih ada 32 stasiun dibawa naungan kami yang digunakan menyiapkan calon penumpang masuk jurusan Kediri-Jogjakarta," tegasnya.
Saat ditanya proyek fisik jalur doubel track Madiun-Paron, Sugeng mengaku bukan menjadi domainnya untuk menjelaskan. Kendati demikian, selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2015, mulai 20 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015, pihaknya memberhentikan proyek fisik double track itu untuk mengurangi resiko selama perjalanan liburan panjang Natal dan Tahun Baru.
"Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, proyek double track diberhentikan. Akan mulai dikerjakan lagi Tahun 2015 mendatang. Kalau selama liburan itu kami membiarkan pekerjaan fisik pasti akan ada resikonya. Makanya sekarang diberhentikan paska 5 Januari 2015 dikerjakan lagi," pungkasnya.
SURYA Online, MADIUN - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun bakal mengoperasikan satu rangkaian Kereta Api (KA) jurusan Kediri-Jogjakarta karena masih ada slot waktu kosong perjalanan KA dari Kediri menuju Jogjakarta.
"Sekarang kami melaksanakan survei untuk rencana mengoperasikan satu rangkaian perjalanan KA Kediri-Jogjakarta itu. Kami yakin pangsa pasarnya bagus," terang Vice Predident PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun, Sugeng Priyono kepada Surya, Minggu (21/12/2014).
Sugeng menguraikan, satu rangkaian KA Kediri-Jogjakarta, bakal dioperasikan layaknya KA Madiun Jaya jurusan Madiun-Jogjakarta, yakni penumpang KA dari Madiun menuju Jogjakarta pagi hari, bisa kembali ke Madiun sore harinya.
"Kan selama ini belum ada perjalanan Kediri-Jogjakarta. Pangsa pasarnya selain calon penumpang dari wilayah Karesidenan Kediri, juga dari Jombang dan Kabupaten Nganjuk," imbuhnya.
Bahkan, kata Sugeng, jika rencana itu berhasil selama sebulan awal pemberangkatan, rencananya bakal diberangkatkan menjadi KA reguler jurusan Kediri-Jogjakarta.
"Kan selama ini, sebelum saya menjabat Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun belum ada yang merencanakan itu. Apalagi di wilayah operasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun masih ada 32 stasiun dibawa naungan kami yang digunakan menyiapkan calon penumpang masuk jurusan Kediri-Jogjakarta," tegasnya.
Saat ditanya proyek fisik jalur doubel track Madiun-Paron, Sugeng mengaku bukan menjadi domainnya untuk menjelaskan. Kendati demikian, selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2015, mulai 20 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015, pihaknya memberhentikan proyek fisik double track itu untuk mengurangi resiko selama perjalanan liburan panjang Natal dan Tahun Baru.
"Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, proyek double track diberhentikan. Akan mulai dikerjakan lagi Tahun 2015 mendatang. Kalau selama liburan itu kami membiarkan pekerjaan fisik pasti akan ada resikonya. Makanya sekarang diberhentikan paska 5 Januari 2015 dikerjakan lagi," pungkasnya.
24-12-2014, 08:48 AM
Pentingnya Penumpang Memeriksa Kelengkapan Tiket & Peran Petugas Boarding Menmemeriksa Barcode
Kebangetan oknum petugas loketnya
Quote:Beli Tiket KA Palsu di Loket Resmi, Syafik Bingung Saat Ditahan Polisi Kereta
SEMARANG, KOMPAS.com - Keinginan Musyafi untuk pulang ke rumahnya tertunda satu jam karena petugas kereta api menahannya di stasiun Pasar Turi Surabaya. Syafik, sapaan akrabnya, ditahan begitu turun dari KA Sembrani jurusan Semarang-Surabaya, Selasa (23/12/2014) pagi.
Ia harus menghadapi dua polsuska (polisi khusus kereta api) dan costumer service on the train yang menyangsikan keabsahan tiket miliknya. Padahal Syafik beli tiket di loket resmi di Stasiun Tawang Semarang, Selasa (23/12) dinihari.
Ia bercerita, sekitar pukul 00.00, datang ke stasiun Tawang Semarang untuk berangkat menuju Surabaya. Dini hari itu, ia memang belum membeli tiket kereta. Karena itu ia pun menghampiri loket resmi penjualan tiket di stasiun itu.
"Petugas tiket bilang, masih ada tiketnya tapi harganya Rp 480 Ribu untuk KA Sembrani. Tapi, kalau mau beli go show, harganya Rp 270 ribu, tapi ticketing baru buka pukul 01.00," katanya, Selasa (23/12/2014).
Syafik, memilih menunggu hingga pukul 01.00. Ia memperhatikan beberapa orang juga mendapatkan tiket go show tersebut. Ia pun merasa tenang.
Pagi itu, KA Sembrani terlambat dari jadwal. Seharusnya kereta datang pukul 01.26 tapi baru sampai pukul 02.10. Ia dengan santai menunggu. Namun, tiba-tiba petugas loket menghampiri.
"Katanya jam tiba di Surabaya tidak tercetak. Makanya, tiketnya diganti. Saya pun mau dan kemudian diganti dengan nomor kursi 12 B," ucapnya.
Beberapa saat, kereta berjalan, ia berujar ada pemeriksaan karcis. Tiketnya pun dilubangi, kemudian ia memilih untuk beristirahat. Saat tidur, Syafik dibangunkan customer service on the train yang meminta tiketnya.
Lalu, ia pun kembali tidur dan sekitar pukul 06.00 sampai di stasiun Pasar Turi. Ketika hendak keluar pintu kereta, Polsuska memintanya mengikuti mereka dan seorang penumpang lainnya yang juga beli tiket di Tawang.
Ia dikawal dua polsuska. Lalu, tak lama berselang. Petugas customer service yang meminta tiketnya di perjalanan muncul dan menanyakan di mana Syafik beli tiket tersebut.
"Saat saya jawab di loket, petugasnya seolah-olah tidak percaya. Beberapa saat kemudian, kepala stasiun Pasar Turi datang dan memeriksa tiket. Kemudian dia pergi," ucapnya.
Ketika diperiksa, ia hanya diberi penjelasan tiket yang dibelinya tidak ada di manifes atau daftar penumpang. Saat bertanya apakah tiketnya palsu, petugas customer servive on the train kembali menjawab hal yang sama, hanya menjelaskan nama Syafik tidak ada di manifes. (Bakti Buwono)
Quote:Waspada! Tiket KA Palsu Dijual di Loket Stasiun Tawang Semarang
SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional IV Wawan Ariyanto mengatakan, ada sejumlah tiket palsu yang dibeli penumpang di loket resmi. Wawan mengakui hal itu merupakan tindakan oknum petugas loket yang melayani penumpang pada dini hari. Begitu mengetahui hal itu, ia langsung memecat oknum tersebut.
Ia memperkirakan modus yang dipakai oknum tersebut adalah memanfaatkan kode tiket kereta api Kalijaga yang harganya Rp 10 ribuan. Oknum tersebut lalu mem-print tiket kereta api Kalijaga 'kosongan' sesuai kode yang ada sebagai pengganti tiket asli.
"Jadi identitas penumpang di-print secara manual," kata pria berkumis itu ditemui di stasiun Tawang, Selasa (23/12) sore.
Wawan melanjutkan, oknum petugas kereta memberikan tiket palsu itu pada penumpang yang tidak tahu. Jadi, oknum tersebut tidak menyetorkan uang tiket ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero), melainkan masuk kantong sendiri. Modal yang dikeluarkan hanya tiket seharga Rp 10 ribuan.
Pihaknya mengetahui itu setelah menelusuri tiket penumpang yang diduga bermasalah. Customer service on the train curiga karena tidak ada nama Musyafi di database penumpang PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Hal itu diketahuinya setelah mengecek secara online. Tidak ada penumpang KA Sembrani yang tercatat berangkat dari stasiun Tawang.
Tidak sampai di situ, kode tiket yang tertera OVM_8890 merupakan kode kereta api Kalijaga (Semarang-Solo), bukan KA Sembrani. Yang tambah mencurigakan adalah tidak adanya barcode. Seharusnya di tiket KA Sembrani ada barcode.
"Saya sudah duga itu pasti orang dalam yang tahu sistemnya, enggak jauh-jauhlah. Sudah saya pecat langsung orangnya," jelas Wawan. (Bakti Buwono)
Kebangetan oknum petugas loketnya

25-12-2014, 06:30 AM
(24-12-2014, 08:48 AM)Ardhani Muhad Wrote: [ -> ]Pentingnya Penumpang Memeriksa Kelengkapan Tiket & Peran Petugas Boarding Menmemeriksa Barcode
Quote:Beli Tiket KA Palsu di Loket Resmi, Syafik Bingung Saat Ditahan Polisi Kereta
SEMARANG, KOMPAS.com - Keinginan Musyafi untuk pulang ke rumahnya  tertunda satu jam karena petugas kereta api menahannya di stasiun Pasar Turi Surabaya. Syafik, sapaan akrabnya, ditahan begitu turun dari KA Sembrani jurusan Semarang-Surabaya, Selasa (23/12/2014) pagi.
Ia harus menghadapi dua polsuska (polisi khusus kereta api) dan costumer service on the train yang menyangsikan keabsahan tiket miliknya. Padahal Syafik beli tiket di loket resmi di Stasiun Tawang Semarang, Selasa (23/12) dinihari.
Ia bercerita, sekitar pukul 00.00, datang ke stasiun Tawang Semarang untuk berangkat menuju Surabaya. Dini hari itu, ia memang belum membeli tiket kereta. Karena itu ia pun menghampiri loket resmi penjualan tiket di stasiun itu.
"Petugas tiket bilang, masih ada tiketnya tapi harganya Rp 480 Ribu untuk KA Sembrani. Tapi, kalau mau beli go show, harganya Rp 270 ribu, tapi ticketing baru buka pukul 01.00," katanya, Selasa (23/12/2014).
Syafik, memilih menunggu hingga pukul 01.00. Ia memperhatikan beberapa orang juga mendapatkan tiket go show tersebut. Ia pun merasa tenang.
Pagi itu, KA Sembrani terlambat dari jadwal. Seharusnya kereta datang pukul 01.26 tapi baru sampai pukul 02.10. Ia dengan santai menunggu. Namun, tiba-tiba petugas loket menghampiri.
"Katanya jam tiba di Surabaya tidak tercetak. Makanya, tiketnya diganti. Saya pun mau dan kemudian diganti dengan nomor kursi 12 B," ucapnya.
Beberapa saat, kereta berjalan, ia berujar ada pemeriksaan karcis. Tiketnya pun dilubangi, kemudian ia memilih untuk beristirahat. Saat tidur, Syafik dibangunkan customer service on the train  yang meminta tiketnya.
Lalu, ia pun kembali tidur dan sekitar pukul 06.00 sampai di stasiun Pasar Turi. Ketika hendak keluar pintu kereta, Polsuska memintanya mengikuti mereka dan seorang penumpang lainnya yang juga beli tiket di Tawang.
Ia dikawal dua polsuska. Lalu, tak lama berselang. Petugas customer service  yang meminta tiketnya di perjalanan muncul dan menanyakan di mana Syafik beli tiket tersebut.
"Saat saya jawab di loket,  petugasnya seolah-olah  tidak percaya. Beberapa saat kemudian, kepala stasiun Pasar Turi datang dan memeriksa tiket. Kemudian dia pergi," ucapnya.
Ketika diperiksa, ia hanya diberi penjelasan tiket yang dibelinya tidak ada di manifes atau daftar penumpang. Saat bertanya apakah tiketnya palsu, petugas customer servive on the train kembali menjawab hal yang sama, hanya menjelaskan nama Syafik tidak ada di manifes. (Bakti Buwono)
Quote:Waspada! Tiket KA Palsu Dijual di Loket Stasiun Tawang Semarang
SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional IV Wawan Ariyanto mengatakan, ada sejumlah tiket palsu yang dibeli penumpang di loket resmi. Wawan mengakui hal itu merupakan tindakan oknum petugas loket yang melayani penumpang pada dini hari. Begitu mengetahui hal itu, ia langsung memecat oknum tersebut.
Ia memperkirakan modus yang dipakai oknum tersebut adalah memanfaatkan kode tiket kereta api Kalijaga yang harganya Rp 10 ribuan. Â Oknum tersebut lalu mem-print tiket kereta api Kalijaga 'kosongan' sesuai kode yang ada sebagai pengganti tiket asli.
"Jadi identitas penumpang di-print secara manual," kata pria berkumis itu ditemui di stasiun Tawang, Selasa (23/12) sore.
Wawan melanjutkan, oknum petugas kereta memberikan tiket palsu itu pada penumpang yang tidak tahu. Jadi, oknum tersebut tidak menyetorkan uang tiket ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero), melainkan masuk kantong sendiri. Modal yang dikeluarkan hanya tiket seharga Rp 10 ribuan.
Pihaknya mengetahui itu setelah menelusuri tiket penumpang yang diduga bermasalah. Customer service on the train curiga karena tidak ada nama Musyafi di database penumpang PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Hal itu diketahuinya setelah mengecek secara online. Tidak ada penumpang KA Sembrani yang tercatat berangkat dari stasiun Tawang.
Tidak sampai di situ, kode tiket yang tertera OVM_8890 merupakan kode kereta api Kalijaga (Semarang-Solo), bukan KA Sembrani. Yang tambah mencurigakan adalah tidak adanya barcode. Seharusnya di tiket KA Sembrani ada barcode.
"Saya sudah duga itu pasti orang dalam yang tahu sistemnya, enggak jauh-jauhlah. Sudah saya pecat langsung orangnya," jelas Wawan. (Bakti Buwono)
Kebangetan oknum petugas loketnya
Trik lama dipake lagi... ckckckckckck....Â
Yg dicetak kalijaga (tapi ditumpuki kertas biasa, jd tiket gak ada tulisannya), kemudian dicetak lagi manual pake word (mungkin)..
Pecat dan penjara aja beserta antek2nya..!!!!
25-12-2014, 09:03 AM
Infonya bakal ditindak polisi soalnya ada unsur pidana
Lebih amannya pesen online terus nyetak sendiri di CTM, tapi apa daya #TarifKhusus go show memang sangat menggiurkan. Herannya apa petugas boarding-nya ga teliti? ga nyocokin informasi kereta pas scan barcode
Lebih amannya pesen online terus nyetak sendiri di CTM, tapi apa daya #TarifKhusus go show memang sangat menggiurkan. Herannya apa petugas boarding-nya ga teliti? ga nyocokin informasi kereta pas scan barcode
25-12-2014, 01:25 PM
(25-12-2014, 09:03 AM)Ardhani Muhad Wrote: [ -> ]Infonya bakal ditindak polisi soalnya ada unsur pidana
Lebih amannya pesen online terus nyetak sendiri di CTM, tapi apa daya #TarifKhusus go show memang sangat menggiurkan. Herannya apa petugas boarding-nya ga teliti? ga nyocokin informasi kereta pas scan barcode
Emang Xjaga ada kode QR-nya?
25-12-2014, 01:31 PM
(25-12-2014, 01:25 PM)CC-201-23 Wrote: [ -> ](25-12-2014, 09:03 AM)Ardhani Muhad Wrote: [ -> ]Infonya bakal ditindak polisi soalnya ada unsur pidana
Lebih amannya pesen online terus nyetak sendiri di CTM, tapi apa daya #TarifKhusus go show memang sangat menggiurkan. Herannya apa petugas boarding-nya ga teliti? ga nyocokin informasi kereta pas scan barcode
Emang Xjaga ada kode QR-nya?
Info tdk ada barcode dan jam kedatangan. kode booking apabila di check muncul punya kalijaga.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238