Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Tiga Gerbong KA Logawa Terguling, Enam Tewas
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
nubie (ane) moo tanya gan.., di tkp koq aga ada rel pemaksa (dwangstaaf) nya ea..?? Bingung Bingung, padahal tu tikungan nikung bget dan tikungannya leter S...BingungHeran
(03-07-2010, 09:03 PM)khang_iruel Wrote: [ -> ]nubie (ane) moo tanya gan.., di tkp koq aga ada rel pemaksa (dwangstaaf) nya ea..?? Bingung Bingung, padahal tu tikungan nikung bget dan tikungannya leter S...BingungHeran

itu karena jari2 tikungannya masi dalam batas minimum, masi sekitar 350 m, rel paksa dipasang kalo jari2 tikungannya kurang dari 300 m, tapi kemungkinan besar setelah terjadi PLH Logawa ini, tikungan situ akan dipasang rel paksa untuk menahan laju kereta yang cepat, dahulu gak dipasang karena memang kondisinya masi blom bagus, jadi kereta berjalan pelan, sekarang begitu relnya udah diganti yang mengakibatkan kereta jadi mulus berkecepatan tinggi, maka mau gak mau ya harus dipasang......
(03-07-2010, 10:23 PM)Agung Wrote: [ -> ]
(03-07-2010, 09:03 PM)khang_iruel Wrote: [ -> ]nubie (ane) moo tanya gan.., di tkp koq aga ada rel pemaksa (dwangstaaf) nya ea..?? Bingung Bingung, padahal tu tikungan nikung bget dan tikungannya leter S...BingungHeran

itu karena jari2 tikungannya masi dalam batas minimum, masi sekitar 350 m, rel paksa dipasang kalo jari2 tikungannya kurang dari 300 m, tapi kemungkinan besar setelah terjadi PLH Logawa ini, tikungan situ akan dipasang rel paksa untuk menahan laju kereta yang cepat, dahulu gak dipasang karena memang kondisinya masi blom bagus, jadi kereta berjalan pelan, sekarang begitu relnya udah diganti yang mengakibatkan kereta jadi mulus berkecepatan tinggi, maka mau gak mau ya harus dipasang......

Yah semoga saja cepat dipasang sehingga laju KA bisa nyaman dan meminimalisir kemungkinan PLH yg sama di masa depan.
(03-07-2010, 10:23 PM)Agung Wrote: [ -> ]
(03-07-2010, 09:03 PM)khang_iruel Wrote: [ -> ]nubie (ane) moo tanya gan.., di tkp koq aga ada rel pemaksa (dwangstaaf) nya ea..?? Bingung Bingung, padahal tu tikungan nikung bget dan tikungannya leter S...BingungHeran

itu karena jari2 tikungannya masi dalam batas minimum, masi sekitar 350 m, rel paksa dipasang kalo jari2 tikungannya kurang dari 300 m, tapi kemungkinan besar setelah terjadi PLH Logawa ini, tikungan situ akan dipasang rel paksa untuk menahan laju kereta yang cepat, dahulu gak dipasang karena memang kondisinya masi blom bagus, jadi kereta berjalan pelan, sekarang begitu relnya udah diganti yang mengakibatkan kereta jadi mulus berkecepatan tinggi, maka mau gak mau ya harus dipasang......

Setuju banget...

(03-07-2010, 08:18 PM)Hares PKST Wrote: [ -> ]Mau comment nih, tp maap sbelumnya kalo OOT.

Mengutip lirik lagunya Bang Iwan Fals - 1910 :

"Bersalahkah tuan yg duduk di belakang meja?
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa aku bosan
Lalu terangkat semua beban di pundak
Semudah itukah luka - luka terobati ?"

Tindakan riil ke depannya gmn para Bpk Direksi/Pejabat PT KA??? Apa perlu ada acara reality show di PT KA, tukar nasib pegawai lintas/lapangan dg pegawai kantor/para pejabat direksi biar sama2 merasakan sehingga ada upaya mengingkatkan safety ???

Kasih kesempatan dolo lha..., sampe beliaunya paham dgn seluk beluk dan liukannya kereta api... Xie Xie
gimana hasil akhir dari penyelidikannya?....... apa yang menjadi penyebab PLH KA Logawa ini?
(10-07-2010, 12:57 PM)CC_20413 Wrote: [ -> ]gimana hasil akhir dari penyelidikannya?....... apa yang menjadi penyebab PLH KA Logawa ini?

kalau nunggu KNKT bisa bisa 2012 baru dirilis laporannya.
ini ada dari Kompas
http://nasional.kompas.com/read/2010/07/...mbat.Buruk


TRANSPORTASI DARAT
Logawa Dicelakakan Penambat Buruk
Jumat, 16 Juli 2010 | 03:55 WIB

Moch S Hendrowijono

Anggota Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi, Whosep Muktamar, mengatakan (Kompas, 1/7), kecelakaan kereta api Logawa di wilayah Kecamatan Saradan, Madiun, Jawa Timur, menjelang masuk Stasiun Wilangan akibat masinis melajukan kereta api melebihi batas kecepatan yang 70 kilometer per jam. Laju kecepatan Logawa saat itu sampai 80 km per jam. Akibatnya, rangkaian KA limbung saat melewati tikungan radius 500 meter.

Kecelakaan KA memang paling mudah dicari penyebabnya, berbeda dengan kecelakaan moda angkutan udara, laut, atau angkutan darat lainnya karena bidang operasi KA sangat terbatas pada dua rel sejajar yang dijalaninya. Penyebab semua peristiwa pasti sebatas rel itu. Kalaupun sampai ke obyek lain, tak akan melebar jauh.

Meski mungkin tidak salah karena dasar keterangan adalah data global positioning system (GPS) di lokomotif, pernyataan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dinilai masih terlalu dini. Apalagi ada penemuan lain, lokasi kejadian bukanlah tikungan yang mulus, ada kelok-kelok kecil yang terbentuk akibat berpindahnya rel karena gaya sentrifugal yang lama dibiarkan. Teori menyebutkan, benda bergerak yang melewati tikungan akan mendapat gaya sentrifugal, gaya dorong ke luar, yang besarnya tergantung kecepatan pergerakan itu.

Data yang diambil dari keterangan sumber, foto di media cetak dan elektronik, serta foto-foto dokumentasi yang terekam justru memunculkan faktor penyebab yang lebih besar dari sekadar kesalahan masinis. Pemicu kecelakaan adalah kondisi prasarana rel yang buruk dan tidak terawat baik.

Jalur KA antara Stasiun Madiun dan Wilangan dan sekitarnya, meski sudah menggunakan rel UIC 54 yang merupakan rel terbesar di Indonesia, masih menggunakan penambat rel KAClip, penambat yang sejak awal abad ini dilarang digunakan. Konon masalahnya, penambat yang didesain PT PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu dari pelat tipis dan terlalu lentur, minim dalam daya puntir, dan tidak mengikat kuat rel ke bantalan.

Tanpa terikat kuat, rel mudah bergeser yang kalau bergeser satu sentimeter atau beberapa milimeter saja bisa membuat roda kereta tidak memijak rel dan anljok. Gaya sentrifugal memperbesar kemungkinan pergeseran rel, dan ini yang diperkirakan terjadi.

Kondisi rel di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak sebaik yang diharapkan. Direktur Komersial PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sulistyo Wimbo Hardjito mengungkapkan, antara Pasuruan dan Banyuwangi terjadi rel patah 25 kali sebulan karena relnya R33 yang dipasang sejak zaman Belanda.

Rel patah di beberapa tempat karena terlindas roda kereta yang bergerak liar setelah anjlok. Ini akibat penyambungan rel dengan las thermit tidak dilakukan dengan sempurna, tidak homogen.

Selain penambat dan rel, beberapa bantalan beton hancur lebur, tidak hanya patah, sangat mungkin karena tidak cukup kuat menahan beban kereta. Padahal, berat kereta kelas tiga penuh penumpang tak sampai 30 ton, jauh lebih ringan dibandingkan dengan gerbong batu bara di Sumatera Selatan yang berat muatannya saja sampai 50 ton, tetapi saat KA anjlok bantalannya hanya tergores dalam, tidak sampai patah, apalagi hancur.

Alat pendukung

Penambat rel merupakan alat pendukung operasional KA yang masuk kategori no go item (tanpa itu KA tak boleh dioperasikan) karena sangat membahayakan perjalanan KA. Padahal, sejak beberapa tahun lalu pencurian penambat rel makin tinggi akibat mudah dijual karena baik KA-Clip, DE-Clip,E-Clip, atau Pandrol kebanyakan mudah dicongkel. Di lokasi kejadian bisa dilihat beberapa bantalan beton tidak lagi memiliki penambat karena dicuri orang.

Dari semua jenis penambat, pandrol dianggap yang terbaik dan digunakan oleh 411 perusahaan KA di 101 negara. Di Indonesia, kebanyakan penambat memang pandrol, tetapi mutunya berbeda, tergantung apakah itu produk lokal, produk impor dari China, atau pandrol asli yang sudah diproduksi di Indonesia dengan lisensi.

Sayangnya, produk lokal dan produk China selain daya puntirnya kurang, juga mudah dicongkel orang. Akan tetapi, sejak lama, karena harganya lebih murah dan lebih baik dibanding KA-Clip atau merek lain, pandrol produk lokal dan China banyak digunakan di jalur PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Dari hasil penelitian lapangan ditemukan, selain kecepatan tinggi, KA Logawa terguling karena kondisi rel yang buruk cara pengelasannya, juga pemakaian penambat yang seharusnya tidak digunakan lagi. Penambat yang jelek diperparah oleh bantalan yang rapuh yang mudah hancur.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama nanti pada masa angkutan Lebaran, ketika PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus mengangkut lebih dari 3 juta penumpang dalam waktu dua minggu. Ancaman dapat terwujud sewaktu-waktu sebab dari 4.000 km rel di Indonesia, 421 km masih menggunakan penambat KA-Clip. Juga masih digunakannya bantalan yang murah tetapi rapuh yang memenangi tender Kementerian Perhubungan sebagaimana amanat Keputusan Presiden Nomor 80.

Membagi pengalaman Logawa, semestinya Kementerian Perhubungan, sesuai tanggung jawabnya, segera mengganti KA-Clip dengan penambat yang lebih aman yang pastinya akan menelan biaya sangat besar. Untuk 421 km rel dibutuhkan 2,8 juta lebih penambat dan 700.000 bantalan karena otomatis bantalan lama tidak bisa digunakan karena ”tatakan”-nya berbeda, shoulder, insulator, dan pad-nya lain dari yang digunakan untuk KA-Clip.

Penggantian tak akan selesai dalam waktu enam bulan. Lebaran tinggal dua bulan lagi sehingga jangan heran ”jika jatuh korban berikutnya”.

Moch S Hendrowijono Wartawan, Tinggal di Cisarua, Bandung
NICE INFO..GAN !!! Top Banget
CMIIW...

kemaren sempet ngobrol ma tmn yg jadi mass,dia bilang sedikit banyak ada kesalahan mass-nya juga (selain dari kemungkinan ada jalur yg kurang memadai)..
Katanya taspat dsana cuma 70,tapi mass ngejalanin sekitar 80..nah yang djadiin -pegangan- adalah rekan" mass yg mengatakan "biasanya disana kecepatan segitu juga gak papa"..
jadi menurut analisa tmn w yg juga mass itu,dia bilang,mass-nya ga salah karena biasanya ngejalanin diatas taspat juga ga ada apa",hanya lagi kurang beruntung aja..gitu..

>>katanya mass nya jg masih muda (yg menurut tmn w itu masih suka adu kecepatan,jiwa mudanya masih bgejolak)..CMIIW
(27-07-2010, 02:08 PM)gerbongpupuk Wrote: [ -> ]CMIIW...

kemaren sempet ngobrol ma tmn yg jadi mass,dia bilang sedikit banyak ada kesalahan mass-nya juga (selain dari kemungkinan ada jalur yg kurang memadai)..
Katanya taspat dsana cuma 70,tapi mass ngejalanin sekitar 80..nah yang djadiin -pegangan- adalah rekan" mass yg mengatakan "biasanya disana kecepatan segitu juga gak papa"..
jadi menurut analisa tmn w yg juga mass itu,dia bilang,mass-nya ga salah karena biasanya ngejalanin diatas taspat juga ga ada apa",hanya lagi kurang beruntung aja..gitu..

>>katanya mass nya jg masih muda (yg menurut tmn w itu masih suka adu kecepatan,jiwa mudanya masih bgejolak)..CMIIW

ya mungkin saja, coz relnya enak, jadi over speed ngga terasa,,
tapi emang di daerah PLH ngga ada rel gongsol / paksa, dan pas nikung juga miring banget..jadi gaya sentrifugal ( gaya ke samping ) KA hanya ditahan oleh rel di radius luar aja...
nih foto2 di lokasi exs PLH, 2 minggu setelah kejadian..

tikungan yang miring...

kapanlagi

20100727172756_IMG_1624_4c4eb4ac11b3f.JPG
foto saat ada KA lewat

kapanlagi

20100727172857_IMG_1628_4c4eb4e9d5834.JPG
(27-07-2010, 02:08 PM)gerbongpupuk Wrote: [ -> ]CMIIW...

kemaren sempet ngobrol ma tmn yg jadi mass,dia bilang sedikit banyak ada kesalahan mass-nya juga (selain dari kemungkinan ada jalur yg kurang memadai)..
Katanya taspat dsana cuma 70,tapi mass ngejalanin sekitar 80..nah yang djadiin -pegangan- adalah rekan" mass yg mengatakan "biasanya disana kecepatan segitu juga gak papa"..
jadi menurut analisa tmn w yg juga mass itu,dia bilang,mass-nya ga salah karena biasanya ngejalanin diatas taspat juga ga ada apa",hanya lagi kurang beruntung aja..gitu..

>>katanya mass nya jg masih muda (yg menurut tmn w itu masih suka adu kecepatan,jiwa mudanya masih bgejolak)..CMIIW


Lha ini nih yg harus jd perhatian PT KA, pemikiran/mental SDMnya terutama yg muda2 walaupun ga smuanya sih. Bgaimana proses rekrutmennya??? Knp yg ini bisa diterima yg itu tdk??? Knp di persyaratan trcantum demikian tp nyatanya bisa diterima??? dsb. Lha emgnya GP Kereta buat kebut2an??? Taruhannya nyawa mas, jgn main2.
Maaf kalo statement sya kurg berkenan, n bisa jg kalo mau menilai sya sbgai bntuk "protes" tdk lgsung krna susah sekali bgi sya utk jd pgawai PT KA coz mkin memg sya yg tdk mampu. Xie Xie
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25