Tanggal 25 Oktober sebenarnya ingin naik sritanjung untuk menghadiri seminar di jogja, tapi karena tiba2 ada kuliah pengganti pas jam keberangkatan sritanjung, jaddinya saya naik KA 75 sancaka sore kelas bisnis, meskipun sudah diskon harganya (dari 150 rb jadi 108 rb) rasanya memang cukup berat untuk kelas mahasiswa, teman2 saya saja pada naik argo ban karet, tapi saya memutuskan naik 75 saja karena saya malas capek2 ke bungur dan sampai di jogja bisa tengah malam jika naik bus. Formasi KA 75 yang saya naiki adalah: CC2017804-K2 Aling2-4K2-Kereta Makan (tidak tercatat jenisnya)-4K1-BP. Saya dapat K2-1, ketika berangkat dari SGU terisi 70 %, interiornya rasanya lebih nyaman daripada mutsel, dan ada semacam pelindung AC jadi kesannya tidak seperti K3 AC split. Berikut TR singkatnya:
Surabaya Gubeng: - 16.05 (telat 20 menit berangkat karena ternyata banyak penumpang yang telat datang ke stasiun, masinisnya sampai marah-marah ke PAPnya)
Mojokerto 16.42 16.45 X Dhoho (Banyak yang naik dari sini, K2-1 yang saya naiki jadi terisi 90%, sayangnya ada asongan yang berhasil masuk kereta)
Jombang 17.06 17.08 (Banyak yang naik dari sini K2-1 yang saya naiki jadi terisi 100%)
Kertosono ls. 17.23 X KA BBM
Sukomoro ls 17.37 X KA Pasundan
Nganjuk 17.42 17.44
Bagor 17.54 18.04 X ls. 18.01 KA Argowilis
Wilangan 18.14 18.15
Babadan 18.37 18.46 X ls 18.44 KA 76 Sancaka Sore
Madiun 18.58 (30% penumpang K2-1 turun disini, tetapi yang naik juga 30% jadinya keretanya penuh lagi, Keberangkatan tidak tercatat karena saya sedang menikmati nasi pecel khas stasiun Madiun)
Solobalapan 20.16 20.19 (40% penumpang K2-1 turun disini, sebelah saya pindah ke kursi kosong sehingga saya bisa selonjoran)
Purwosari ls 20.25 X Prameks
Yogyakarta 21.06 (Stasiun menjadi sangat penuh ketika para penumpang kereta keluar, apalagi para penumpang sebagian besar keluar lewat pintu keluar Jl. P. Mangkubumi daripada yang Jl. Pasar Kembang, terpaksa harus antri kalau keluar lewat pintu keluar Jl. P. Mangkubumi)
Beberapa foto2nya:
Sudah hampir jam 15.45 tidak diberangkatkan karena menunggu penumpang yang telat:
Interior yang lebih nyaman daripada mutsel, tetapi sayang tidak ada gordennya
Tiba di YK, membuat YK menjadi lautan manusia
Selanjutnya: Perjalanan pulang dengan KA 76 YK-SGU