(19-04-2009, 10:13 AM)Rezza Habibie Wrote: [ -> ]big bro Wrote:SAP apa juga tuh..
kalo KBD kan Kartu Bukti Diri :mikir:
Surat Angkutan Percuma biasa dipakai untuk pegawai yang menjalankan tugas keluar kota naek seporr
wah baru tahu apa itu SAP

dulu bareng sama temen pas ada kondektur dia cuman bilang SAP kondekturnya diem aja, tapi dia juga punya semacam tiket tapi beda (kartu sakti ? ) tapi yg pegawai pt ka itu bapaknya, bukan dia sendiri.... kabur

(14-11-2011, 10:15 PM)Adi Sutjipto Wrote: [ -> ]![[Image: Rel-1.jpg]](http://i807.photobucket.com/albums/yy358/argoloyo_gandargolong/Rel-1.jpg)
Pak Adi, berarti kalau ganti jenis rel, apa ganti roda semua KA ...? Kan lebar kepala rel-nya juga berbeda2 ...?

(12-01-2012, 04:53 PM)Ryzky_Widi Wrote: [ -> ] (14-11-2011, 10:15 PM)Adi Sutjipto Wrote: [ -> ][spoiler]
[/spoiler]
Pak Adi, berarti kalau ganti jenis rel, apa ganti roda semua KA ...? Kan lebar kepala rel-nya juga berbeda2 ...? 
Sambil menunggu balasan Pak Adi, saya coba jawab.
Saya pikir tidak, karena tapak roda KA dibuat selalu lebih lebar dari lebar kepala rel terlebar dan
walaupun ganti rel, rail gaugenya dijaga agar tetap tidak berubah.
(12-01-2012, 09:33 PM)Adi Sutjipto Wrote: [ -> ] (12-01-2012, 05:19 PM)pardjono Wrote: [ -> ][spoiler]
[quote='Ryzky_Widi' pid='292548' dateline='1326362039']
[quote='Adi Sutjipto' pid='280700' dateline='1321283717']
[spoiler]
[/spoiler]
Pak Adi, berarti kalau ganti jenis rel, apa ganti roda semua KA ...? Kan lebar kepala rel-nya juga berbeda2 ...?
[/spoiler]
Sambil menunggu balasan Pak Adi, saya coba jawab.
Saya pikir tidak, karena tapak roda KA dibuat selalu lebih lebar dari lebar kepala rel terlebar dan
walaupun ganti rel, rail gaugenya dijaga agar tetap tidak berubah.
Betul Pak,
yang penting lebar sepurnya [istilah yang sering dipakai], harus sama.
Hanya, untuk tingkat kestabilan,
ya makin lebar makin enak, nyaman dan
aman,
ini yang terpenting !
Matur nuwun Pak Adi. Padahal saya mikirnya cuma pakai logika, bukan karena banyak tahu soal tehnik sepur.

kalo jaman ane kecil dulu, ane inget, kita yg duduk di kereta penumpang juga bisa merasakan efek suara dari semboyan 8 ini,,,
memang suaranya menurut ane cukup eksotis :p
makanya sekarang rasanya kok udah lebih jarang ya mendengar suara pas melewati semboyan 8 ini

berarti semboyan 8 yg model baru ini cuma bisa ngasih efek secara visual saja ya
Sumber suara pada lokomotif secara umum kan ada 2, yaitu gesekan roda dengan rel dan suara mesin lokomotifnya itu sendiri. Mungkin Semboyan 8 yang sekarang hanya untuk memantulkan suara mesin diesel lokomotif dan tidak terlalu berharap pada suara pantulan roda dan rel..?

Kalau boleh tahu bahannya apa ya Semboyan 8 ini Pakde Adi? apakah multipleks atau dilapis lagi dengan bahan lainnya pd permukaannya?