Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Jalur double-double track manggarai-cikarang
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
(12-01-2015, 08:29 PM)Darfian_R Wrote: [ -> ]
(12-01-2015, 10:31 AM)RF_ADIP1598 Wrote: [ -> ]Menurut Kalian Formatnya yang Mana?  Bingung

[Image: 17bj48.png]

Mau biaya paling murah biar gak bochor bochor? Pakai layout nomor 2, KAJJ bablas sampai JNG, stasiun eksisting tidak perlu dirombak Ngakak

Gw pastiin layout DDT yang dipakai nanti adalah yang nomor 2. Gw bisa tau karena gw sudah tanya petugas PJL 66 Cakung dan diperkuat tak akan ada LAA untuk rel barunya nanti.
(12-01-2015, 10:31 AM)RF_ADIP1598 Wrote: [ -> ]Menurut Kalian Formatnya yang Mana?  Bingung

[Image: 17bj48.png]
Uniknya antara JNG - BKS itu ngikutin yg nomor 2... Tp bgitu dr Bekasi ke Cikarang justru malah berubah ke nomor 4....
Kalo emang gak ada LAA utk rel baru nanti, brarti di Bekasi bakalan 'rawan' persilangan dan penyusulan donk yah..... Kecuali mungkin kl semua KA pd singgah di Bekasi....
kemungkinan yang nomer 2. apalagi ada 2 keuntungan soal letak dipo jng dan calon dipo cipinang yang sama2 berada disisi utara. jadi kalo mau keluar/masuk dipo tidak memotong jalur krl.

kendalanya cuma 1. jalur kajj memotong krl yang kearah senen (jalur kuning boo-jng) disebelah barat-utara depo lok. tapi kalo lihat desain2 stasiun mri centraal yang buat kajj ada dilantai 2, mungkin solusinya adalah dibuat flyover/viaduct disini.
(12-01-2015, 08:29 PM)Darfian_R Wrote: [ -> ]
(12-01-2015, 10:31 AM)RF_ADIP1598 Wrote: [ -> ]Menurut Kalian Formatnya yang Mana?  Bingung

[Image: 17bj48.png]

Mau biaya paling murah biar gak bochor bochor? Pakai layout nomor 2, KAJJ bablas sampai JNG, stasiun eksisting tidak perlu dirombak Ngakak

Kalau utk kondisi sekarang kan jalur yg baru belum terpasang LAA nya..... kalau dioperasikan pasti formasinya seperti gambar 2......tapi pass melintasi Stasiun2 harus hati2...karena banyak penumpang KRL yg menyebrang...................
Mau lebih murah lagi, KRL memakai jalur lama dan KAJJ memakai jalur baru. maka di stasiun JNG jalur tsb berpisah. KRL ke manggarai gambir n kota. semua KRL berakhir di Kota. sedangkan KAJJ lurus ke PSE. kalau semua KA Bisnis Eksekutif di PSE. lalu semua KA Ekonomi berakhir di TJPriok. sekalian menghidupkan kembali stasiun tanjung Priok. jadi Stasiun Jakk menjadi stasiun akhir KRL, lalu stasiun Tj Priok menjadi sta akhir KAJJ.
maaf kalau seperti ini artinya adalah akan semakin banyak Commuterline bekasi-jakarta, dengan menggunakan sinyal Blok otomatis PJL akan semakin sering ditutup dan KAJJ akan sering juga melintas bersama KA Barang..

Mungkin harusnya JNG-BKS ini jalurnya di atas semua, persilangan sebidang dengan jalan raya semua dibuat Underpass... Cocok!!

Semakin Wus
kalau saya sih lebih cenderung idealnya dengan layout yang nomor satu ! kenapa karena kajj ada di tengah tengah dan cl ada di pinggir selatan dan utara ini sangat aman dan nyaman buat perjalanan ka itu sendiri baik kajj dan cl. kalau yang nomor dua saya rasa akan sangat riskan ketika banyak penumpang yang baru turun dari cl saking terburu burunya tidak melihat kiri kanan lagi bisa kesambar dengan kajj.ingat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sedang meningkatkan kapasitas angkutanya hingga 1.4 juta orang perhari dalam 4 - 5 tahun kedepan.bisa di bayangkan betapa riuhnya suasana setiap stasiun jika pada jam sibuk pagi dan sore hari. ditambah lagi kemampuan quantitas ka barang juga akan di tingkatkan hingga dua kali lipat saat ini.

saya rasa lebih baik membongkar bangunan stasiun disisi utara jalur eksisting namun kedepannya tidak akan ada kendala dalam pengoperasian semua jenis ka. kalau hanya memindahkan tiang laa mah saya rasa tidak menjadi masalah besar.
dan mengenai dt baru yang dari jng - bks ada di sisi utara saat ini karena memang lahan yang memungkinkan ya di sebelah utara karena di sisi selatannya kan jalan raya. dan selepas bekasi ada pengerjaan jembatan ka tambahan dimata saya saat ini lintas bekasi hingga cikarang belum menjadi prioritas. makanya saat ini laa nya dekat jembatan kali bekasi ada yang disisi selatan kalau kita lihat dengan mata namun juga sedang disiapkan laa di jalur eksisting . kenapa ? karena kalau mengharapkan pembebasan lahan dan pembuatan dt baru bisa sangat lama padahal kebutuhan krl hingga cikarang sudah sangat mendesak ini bisa di lihat dari didudukinya stasiun tambun oleh para calon penumpang ka jarakdekat cikampek dan purwakarta yang tidak kebagian tiket menuju jakarta.

saat ini dt baru tersebut sedang di kebut pengerjaanya hingga bisa mengurangi kepadatan arus kajj dan cl dari bekasi hingga jatinegara. baru setelah lintas ini rapi dan bisa di lalui lintas bekasi hingga cikarang bisa kebut karena di beberapa titik masih terkendala dengan pembebasan lahan.

mengenai lintas jng - mri . lintas saat ini nantinya yang empat jalur itu akan di arahkan ke mri semua .hanya tinggal dua saja yang tinggal di sejajarkan dengan rel saat ini yang ke mri.nantinya di ujung dekat belokan ke arah pse akan di buat tanjakan dari mulai titik depan dipo jng hingga ke mri. nah yang dua rel nantinya akan mengambil satu rel arah masuk dipo dan satu rel lagi yang di dalam dipo akan jadi rel yang ke arah pse makanya mau tidak mau kesibukan dipo jng akan di pindahkan ke cipinang.

kedepannya mri akan di jadikan stasiun central menggantikan gambir dan tidak tertutup kemungkinan kesibukan senen pun akan di pusatkan ke mri dan saya rasa senen akan menjadi stasiun cl saja.karena rencana nya sepertinya kajj tidak ada yang masuk hingga ke dalam kota karena nantinya lalu lintas cl akan headway 2 - 3 menit sekali dan ini akan menggangu kajj
(15-01-2015, 12:43 PM)dedy vh Wrote: [ -> ].

kedepannya mri akan di jadikan stasiun central menggantikan gambir dan tidak tertutup kemungkinan kesibukan senen pun akan di pusatkan ke mri dan saya rasa senen akan menjadi stasiun cl saja.karena rencana nya sepertinya kajj tidak ada yang masuk hingga ke dalam kota karena nantinya lalu lintas cl akan headway 2 - 3 menit sekali dan ini akan menggangu kajj

Kalo melihat untuk angkutan BIS....memang cendrung terminal BIS jarak jauh di pindahkan keluar kota.....
apakah tidak sebaiknya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator juga meniru hal yg serupa......

Atau minimal jalur utk KA jarak jauh dipisahkan dgn jalur KA commuter....
(13-01-2015, 08:28 AM)yusirwan Wrote: [ -> ]
(12-01-2015, 08:29 PM)Darfian_R Wrote: [ -> ]
(12-01-2015, 10:31 AM)RF_ADIP1598 Wrote: [ -> ]Menurut Kalian Formatnya yang Mana?  Bingung

[Image: 17bj48.png]

Mau biaya paling murah biar gak bochor bochor? Pakai layout nomor 2, KAJJ bablas sampai JNG, stasiun eksisting tidak perlu dirombak Ngakak

Kalau utk kondisi sekarang kan jalur yg baru belum terpasang LAA nya..... kalau dioperasikan pasti formasinya seperti gambar 2......tapi pass melintasi Stasiun2 harus hati2...karena banyak penumpang KRL yg menyebrang...................
Menguatkan kalimat ini.... Berarti emang bener kata mas Adhitya Hatmawan.... Semua bakalan terpasang LAA yah empat2nya....

(13-01-2015, 03:43 PM)alin_masuk sepur 5 Wrote: [ -> ]maaf kalau seperti ini artinya adalah akan semakin banyak Commuterline bekasi-jakarta, dengan menggunakan sinyal Blok otomatis PJL akan semakin sering ditutup dan KAJJ akan sering juga melintas bersama KA Barang..

Mungkin harusnya JNG-BKS ini jalurnya di atas semua, persilangan sebidang dengan jalan raya semua dibuat Underpass... Cocok!!

Semakin Wus
Menurut kabar semua PJL antara JNG - BKS ada sebanyak 6 apa 7 gitu akan ditutuip mas....

HomeMetroLayanan publik

Selasa, 12 Agustus 2014 | 03:25 WIB

Tujuh Perlintasan Kereta Api di Bekasi Ditutup 
TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan menutup tujuh perlintasan kereta api sebidang di wilayah setempat untuk mendukung pengoperasian rel empat jalur atau double-double track Cikarang-Jakarta.


"Kalau KRL (Kereta Rel Listrik) sudah beroperasi, tidak mungkin perlintasan sebidang masih digunakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman, Senin, 11 Agustus 2014. Sebab, kata dia, jika KRL sudah beroperasi, hampir setiap lima menit kereta melintas dari Cikarang ke Jakarta atau sebaliknya.

Ia mencatat tujuh perlintasan sebidang yang ada, di antaranya di Jalan Perjuangan, Jalan Agus Salim, Kampung Mede, belakang Pasar Baru, Ampera, Bulak Kapal, dan perbatasan Kabupaten Bekasi di Sasak Jarang.

Karena itu, ia bakal melakukan rekayasa lalu lintas. Misalnya, di Jalan Perjuangan kendaraan dialihkan ke Fly Over Summarecon, sedangkan di belakang Pasar Baru dan Kampung Mede dialihkan ke Jalan Underpass. "Harus disinergikan, yaitu dibuatkan jalan baru menuju fly over dan underpass," kata dia.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan fly over. Di Bulak Kapal, kata dia, untuk mengalihkan arus dari Jalan Pahlawan dan Ampera serta di Sasak Jarang. Adapun di Jalan Agus Salim bakal dibangun fly over oleh pengembang perumahan di lahan eks Patal. "Pembangunan fly over di Bulak Kapal masih tahap pembebasan lahan," kata dia.

Proyek pembangunan dua rel ganda atau double-double track (DDT) Manggarai-Bekasi-Cikarang sudah mulai dikerjakan. Dari Cipinang sampai menjelang Stasiun Bekasi sedang pengurukan jalur. Adapun dari Stasiun Bekasi hingga Cikarang, pihak satuan kerja (satker) baru merampungkan pemasangan tiang listrik aliran atas (TLAA).

Jika proyek ini selesai, jalur untuk kereta rel listrik dan kereta jarak jauh akan terpisah. Dua jalur khusus KRL dan dua lainnya untuk kereta jarak jauh. Dengan cara ini, kedua jenis kereta tak bersinggungan. Bahkan, KRL bisa beroperasi sampai ke Cikarang, Kabupaten Bekasi.

ADI WARSONO

http://www.tempo.co/read/news/2014/08/12...si-Ditutup
Kalo dari St Jatinegara ke St Bekasi banyak juga perlintasan yg besar dan yg kecil......

Utk PJL yg besar yaitu:
- Perlintasan ke arah rawamangun
- Perlintasan di Cakung
Perlintasan ini belum ada jalan layangnya atau underpass nya...

utk PJL yg kecil2 sebaiknya di tutup aja......