(13-01-2015, 08:28 AM)yusirwan Wrote: [ -> ] (12-01-2015, 08:29 PM)Darfian_R Wrote: [ -> ] (12-01-2015, 10:31 AM)RF_ADIP1598 Wrote: [ -> ]Menurut Kalian Formatnya yang Mana?Â
![[Image: 17bj48.png]](http://i59.tinypic.com/17bj48.png)
Mau biaya paling murah biar gak bochor bochor? Pakai layout nomor 2, KAJJ bablas sampai JNG, stasiun eksisting tidak perlu dirombak 
Kalau utk kondisi sekarang kan jalur yg baru belum terpasang LAA nya..... kalau dioperasikan pasti formasinya seperti gambar 2......tapi pass melintasi Stasiun2 harus hati2...karena banyak penumpang KRL yg menyebrang...................
Menguatkan kalimat ini.... Berarti emang bener kata mas Adhitya Hatmawan.... Semua bakalan terpasang LAA yah empat2nya....
(13-01-2015, 03:43 PM)alin_masuk sepur 5 Wrote: [ -> ]maaf kalau seperti ini artinya adalah akan semakin banyak Commuterline bekasi-jakarta, dengan menggunakan sinyal Blok otomatis PJL akan semakin sering ditutup dan KAJJ akan sering juga melintas bersama KA Barang..
Mungkin harusnya JNG-BKS ini jalurnya di atas semua, persilangan sebidang dengan jalan raya semua dibuat Underpass... Cocok!!
Semakin Wus
Menurut kabar semua PJL antara JNG - BKS ada sebanyak 6 apa 7 gitu akan ditutuip mas....
HomeMetroLayanan publik
Selasa, 12 Agustus 2014 | 03:25 WIB
Tujuh Perlintasan Kereta Api di Bekasi DitutupÂ
TEMPO.CO,
Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan menutup tujuh perlintasan kereta api sebidang di wilayah setempat untuk mendukung pengoperasian rel empat jalur atau
double-double track Cikarang-Jakarta.
"Kalau KRL (Kereta Rel Listrik) sudah beroperasi, tidak mungkin perlintasan sebidang masih digunakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman, Senin, 11 Agustus 2014. Sebab, kata dia, jika KRL sudah beroperasi, hampir setiap lima menit kereta melintas dari Cikarang ke Jakarta atau sebaliknya.
Ia mencatat tujuh perlintasan sebidang yang ada, di antaranya di Jalan Perjuangan, Jalan Agus Salim, Kampung Mede, belakang Pasar Baru, Ampera, Bulak Kapal, dan perbatasan Kabupaten Bekasi di Sasak Jarang.
Karena itu, ia bakal melakukan rekayasa lalu lintas. Misalnya, di Jalan Perjuangan kendaraan dialihkan ke Fly Over Summarecon, sedangkan di belakang Pasar Baru dan Kampung Mede dialihkan ke Jalan Underpass. "Harus disinergikan, yaitu dibuatkan jalan baru menuju
fly over dan
underpass," kata dia.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan
fly over. Di Bulak Kapal, kata dia, untuk mengalihkan arus dari Jalan Pahlawan dan Ampera serta di Sasak Jarang. Adapun di Jalan Agus Salim bakal dibangun
fly over oleh pengembang perumahan di lahan eks Patal. "Pembangunan
fly over di Bulak Kapal masih tahap pembebasan lahan," kata dia.
Proyek pembangunan dua rel ganda atau
double-double track (DDT) Manggarai-Bekasi-Cikarang sudah mulai dikerjakan. Dari Cipinang sampai menjelang Stasiun Bekasi sedang pengurukan jalur. Adapun dari Stasiun Bekasi hingga Cikarang, pihak satuan kerja (satker) baru merampungkan pemasangan tiang listrik aliran atas (TLAA).
Jika proyek ini selesai, jalur untuk kereta rel listrik dan kereta jarak jauh akan terpisah. Dua jalur khusus KRL dan dua lainnya untuk kereta jarak jauh. Dengan cara ini, kedua jenis kereta tak bersinggungan. Bahkan, KRL bisa beroperasi sampai ke Cikarang, Kabupaten Bekasi.
ADI WARSONO
http://www.tempo.co/read/news/2014/08/12...si-Ditutup