Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Semuanya tentang Prambanan Express
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
(28-10-2012, 01:11 AM)UIZ-SenjutKade Wrote: [ -> ]
biar gag tahan lama, qta perlu bangga bung... buatan INKA = buatan dalam negeri, meski cuma 10 tahun, paling tidak sudah membanggakan....

Kalo buatan dalam negeri itu membanggakan emang sebelumnya pernah dengar produk KRDE itu punya garansi mesinnya brp tahun...? Contoh simple saja kyk mobil, kebanyakan ATPM pasang garansi mesin 3 tahun atau 100.000 km. Kalo blm sampe 100.000 km terjadi masalah pada mesin berarti ada kesalahan pada manufakturnya.
Memang sudah kenyataan karo produk INKA khususnya KRL/KRD ( atau kereta berpenggerak ) masih kurang memuaskan. Hal ini karena INKA mulai start membuat KRL pada tahun 90-an, itu pun masih kerja sama dengan pabrik lain. INKA mulai mandiri membuat KRD/KRL ya sejak tahun 2001 yaitu pembuatan KRL-I ( konsorsium INKA-LEN ) kemudian konversi KRDE dari KRL tahun 2005 dan 2009 serta pembuatan KRDI tahun 2008.
Dilihat dari startingnya aja masih belum ada 15 tahun INKA bikin KRD sendiri. "Bikin" disini adalah MERANCANG SENDIRI namun tetap merakit mesin yg diimpor dari luar. Apakah masih tidak wajar jika INKA produknya masih kacau? melihat pengalamannya yg masih blm lama, dan juga order yang permintaannya berubah-ubah dalam waktu singkat seperti KRDE biasa loncat ke KRDE AC ( 2 batch ) kemudian KRDI Generasi I ke generasi II kemudian melompat ke generasi III hanya dalam waktu kurang dari 4 tahun, padahal untuk setiap generasi KRDI sendiri INKA harusnya mengkaji ulang dan memantapkan desainnya sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi ( ada penambahan fitur ).
INKA memang butuh waktu untuk mengembangkan lagi produk kereta berpenggeraknya, dan sudah tentu dalam proses itu dibutuhkan banyak tenaga kerja muda yang tangguh yang mampu menghasilkan ide ide cemerlang demi masa depan INKA sendiri dan kebanggaan bangsa di masa mendatang. Mungkin lewat forum ini, para RF bisa tertarik bergabung bersama INKA dalam membangun dan mengembangkan teknologi perkereta-apian Indonesia

salam RF Playboy
Saya tertarik tp blum ada lowongan buat engineer ya mas logawa_exp?

:p
(27-10-2012, 03:09 PM)senjaditurgo Wrote: [ -> ]kemarin pas naik prameks gratisan- yg pake gerbong maguwo ekspres-, saya kenalan dengan pak anang, beliau asisten masinis di daops 6 yg sering bawa logawa dan pasundan. kata beliau emang gitu kereta2 buatan inka, gak tahan lama. harap dimaklumi

Mungkin akan jauh lebih baik dan menyenangkan jika kita mengutip pernyataan seseorang secara tidak resmi, untuk tidak menyebutkan nama, cukup menyebut inisial saja.
eh kemarin minggu 28 okteober, tetanggaku sms kalo dia naek prameks terus narak orang, sampai kini kaki orang yg satunya raib ditelan bumi, alias ga ketemu
Prameks ooh prameks tiada hari selalu ada masalah Sedih

Quote: KA Prameks Kembali Berulah
Senin, 29 Oktober 2012 07:58 WIB | Kurniawan/JIBI/SOLOPOS | Dilihat: 527 Kali


JOGJA-Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) kembali berulah, Senin (29/10) pagi. Di saat ratusan penumpangnya diburu waktu masuk kerja setelah masa cuti bersama Hari Raya Idul Adha, Prameks angkatan pertama dari Stasiun Kutoarjo tujuan Solo malah datang terlambat.
[spoiler]

Prameks tiba di Kutoarjo sekitar pukul 06.00 WIB dan bertolak menuju Jogja da Solo pukul 06.15 WIB. Parahnya lagi Prameks berjalan sangat pelan. Pukul 07.10 WIB saja Prameks baru tiba di Stasiun Wates. Bahkan di stasiun ini sebagian penumpang utamanya dengan tujuan Stasiun Lempuyangan Jogja diminta pindah ke KA Progo.

Sedangkan penumpang yang lain bisa melanjutkan perjalanan menggunakan KA Prameks. Salah seorang penumpang Prameks, Dwi Rakhmawati, mengaku sangat kecewa dengan buruknya layanan kereta tersebut. Sebab menurutnya pagi itu dia sedang terburu-buru untuk mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di intansi pemerintahan tempatnya bekerja.

Salah seorang petugas KA Prameks, Jalu, menjelaskan kemampuan laju Prameks memang sangat terbatas pagi itu. Sehingga sebagian penumpang diminta pindah ke KA Progo. Utamanya penumpang dengan tujuan Lempuyangan Jogja.

"Sumber Berita"

http://www.solopos.com/2012/10/29/ka-pra...lah-342841


KA PRAMEKS: Telat Lebih dari 1 Jam, Wildan Tersiksa…

Senin, 29 Oktober 2012 08:50 WIB | Kurniawan/JIBI/SOLOPOS

SOLO–Kejadian pada Senin (29/10/2012) pagi bisa jadi merupakan pengalaman paling tidak mengenakkan bagi Tuti, 28. Ibu satu anak itu dibuat keteteran selama perjalanan menggunakan KA Prameks dari Stasiun Kutoarjo dengan tujuan Stasiun Balapan Solo.

Penyebabnya, tidak lain lambatnya laju Prameks. Selain itu KA Prameks beberapa kali kehilangan tenaga sehingga berhenti tidak pada tempatnya. Kondisi itu ditambah padatnya penumpang membuat buah hati Tuti yakni Wildan yang baru berumur delapan bulan rewel.

Selama perjalanan Wildan selalu menunjukkan gelagat tidak nyaman. Bahkan beberapa kali Wildan menangis sehingga harus ditenangkan ibunya. Penderitaan Tuti dan Wildan berlangsung dari Kutoarjo hingga Stasiun Tugu. Di Tugu seluruh penumpang Prameks termasuk Tuti diminta pindah ke Maguwo Ekspres tujuan Solo.

“Tapi kenyataannya Maguwo Ekspres juga penuh penumpang. Kasihan anak saya,” keluhnya kepada Solopos.com.

"Sumber Berita"

http://www.solopos.com/2012/10/29/ka-pra...ksa-342852

[/spoiler]
(29-10-2012, 10:14 AM)animaX Wrote: [ -> ]Prameks ooh prameks tiada hari selalu ada masalah Sedih

Quote: KA Prameks Kembali Berulah
Senin, 29 Oktober 2012 07:58 WIB | Kurniawan/JIBI/SOLOPOS | Dilihat: 527 Kali


JOGJA-Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) kembali berulah, Senin (29/10) pagi. Di saat ratusan penumpangnya diburu waktu masuk kerja setelah masa cuti bersama Hari Raya Idul Adha, Prameks angkatan pertama dari Stasiun Kutoarjo tujuan Solo malah datang terlambat.
[spoiler]

Prameks tiba di Kutoarjo sekitar pukul 06.00 WIB dan bertolak menuju Jogja da Solo pukul 06.15 WIB. Parahnya lagi Prameks berjalan sangat pelan. Pukul 07.10 WIB saja Prameks baru tiba di Stasiun Wates. Bahkan di stasiun ini sebagian penumpang utamanya dengan tujuan Stasiun Lempuyangan Jogja diminta pindah ke KA Progo.

Sedangkan penumpang yang lain bisa melanjutkan perjalanan menggunakan KA Prameks. Salah seorang penumpang Prameks, Dwi Rakhmawati, mengaku sangat kecewa dengan buruknya layanan kereta tersebut. Sebab menurutnya pagi itu dia sedang terburu-buru untuk mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di intansi pemerintahan tempatnya bekerja.

Salah seorang petugas KA Prameks, Jalu, menjelaskan kemampuan laju Prameks memang sangat terbatas pagi itu. Sehingga sebagian penumpang diminta pindah ke KA Progo. Utamanya penumpang dengan tujuan Lempuyangan Jogja.


KA PRAMEKS: Telat Lebih dari 1 Jam, Wildan Tersiksa…

Senin, 29 Oktober 2012 08:50 WIB | Kurniawan/JIBI/SOLOPOS

SOLO–Kejadian pada Senin (29/10/2012) pagi bisa jadi merupakan pengalaman paling tidak mengenakkan bagi Tuti, 28. Ibu satu anak itu dibuat keteteran selama perjalanan menggunakan KA Prameks dari Stasiun Kutoarjo dengan tujuan Stasiun Balapan Solo.

Penyebabnya, tidak lain lambatnya laju Prameks. Selain itu KA Prameks beberapa kali kehilangan tenaga sehingga berhenti tidak pada tempatnya. Kondisi itu ditambah padatnya penumpang membuat buah hati Tuti yakni Wildan yang baru berumur delapan bulan rewel.

Selama perjalanan Wildan selalu menunjukkan gelagat tidak nyaman. Bahkan beberapa kali Wildan menangis sehingga harus ditenangkan ibunya. Penderitaan Tuti dan Wildan berlangsung dari Kutoarjo hingga Stasiun Tugu. Di Tugu seluruh penumpang Prameks termasuk Tuti diminta pindah ke Maguwo Ekspres tujuan Solo.

“Tapi kenyataannya Maguwo Ekspres juga penuh penumpang. Kasihan anak saya,” keluhnya kepada Solopos.com.

[/spoiler]


Yah, memang armada Prameks sudah pada loyo, layu dan uwir semua. Armada tua yang satu dipaksain yang satu dimodif tapi dipaksain juga. Sperti kita ketahui rangkaian holec itu kan aslina sudah bermasalah di lintasan Jabotabek, jawara mogok. Tapi kok masih dipaksa terus untuk dimodif dan sebagainya, malah dijadiin KRDE. Bukan menyelesaikan masalah tetapi menambah masalah. Sekarang rangkaian sisa Holec sudah ngga pernah dinas lagi di Jabotabek, tentu rajanya ya Rheos, malah lebih garang dari CL, semenjak kenaikan tiket ni KRL Eko lebih banyak yang naek, sampe petugas tiket yang njga tiket KRL Eko lebih repot dari CL. Coba kalo Rheos ini dijadiin KRDE buat jalur Joglo, mumpung sistem kelistrikannya masih bagus. Tapi dulu kenapa ngga kepikiran kalo KRL Eks- Holec itu sistem kelistrikannya dicopot semua dan dijadiin KRDH aja ya. Kalo memang ingin pelayanan prameks baek tinggal menunggu untuk spor Joglo dielektrifikasi saja.
kalo menurut saya udah saatnya jogja-solo di eletrifikasi. diberi rangkaian eks-jepang dgn 8 rangkaian plus penyesuaian stasiun seperti di jabodetabek. pasti mobilitas kedua kota tersebut makin tinggi.
(29-10-2012, 11:56 AM)enrico Wrote: [ -> ]kalo menurut saya udah saatnya jogja-solo di eletrifikasi. diberi rangkaian eks-jepang dgn 8 rangkaian plus penyesuaian stasiun seperti di jabodetabek. pasti mobilitas kedua kota tersebut makin tinggi.

Betul Bung Enrico...Mungkin perlu dipikirkan juga tuch elektrifikasi Yk-Slo..Nanti ada komuter Yk - Slo Ngiler(ngarep mode)..
Kenapa ya semenjak PLH, kok Prameks jadi sering bermasalahBingung