Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Semuanya tentang Prambanan Express
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Selasa, 07 Juni 2011 , Hal.6
Pra­me­kers an­cam boi­kot Pra­meks

So­lo (Es­pos) Ko­mu­ni­tas Pra­me­kers Jog­lo (KPJ) meng­an­cam akan me­nyu­sun ge­rak­an boi­kot Pra­meks, ji­ka PT Ke­re­ta Api (KA) In­do­ne­sia ngo­tot me­na­ik­kan ta­rif ke­re­ta ini da­ri Rp 9.000 men­ja­di Rp 11.000, per 1 Agus­tus men­da­tang.

De­mi­ki­an di­sam­pai­kan De­wan Pen­dam­ping KPJ, Eko Set­yan­to, ke­pa­da Es­pos, akhir pe­kan la­lu. Ia me­nyam­pai­kan wa­ca­na boi­kot Pra­meks ini ti­dak ma­in-ma­in. “Ka­lau ta­hun la­lu ka­mi to­lak ke­na­ik­an ta­rif Pra­meks de­ngan de­mo, ka­li ini de­ngan boi­kot,” tu­tur Eko.

Ge­rak­an boi­kot Pra­meks di­te­gas­kan Eko ha­nya me­nang­ga­pi so­al ren­ca­na ke­na­ik­an ta­rif Pra­meks sa­ja. “In­ti­nya ka­mi me­no­lak ke­na­ik­an ta­rif. Itu sa­ja. Ka­lau ke­bi­jak­an lain, se­per­ti pe­ngu­rang­an jad­wal ke­re­ta, si­la­kan ka­mi ti­dak ma­sa­lah.”

Se­be­lum sam­pai ke upa­ya ter­se­but, lan­jut Eko, sa­at ini KPJ te­ngah me­ngum­pul­kan da­ta-da­ta yang mem­per­ku­at pe­no­la­kan ke­na­ik­an ta­rif. Se­per­ti, da­ta da­ri Pu­sat Trans­por­ta­si dan Lo­gis­tik Uni­ver­si­tas Gad­jah Ma­da (UGM) Yog­ya­kar­ta, Lem­ba­ga Per­lin­dung­an Kon­su­men, ser­ta DPRD Ko­ta dan Pro­vin­si Yog­ya­kar­ta.

“Da­ta-da­ta da­ri me­re­ka nan­ti akan ka­mi sam­pai­kan ke­pa­da Exe­cu­ti­ve Vi­ce Pre­si­dent (EVP) PT KA In­do­ne­sia Daops VI Jog­ja. Ka­lau PT KA te­tap me­na­ik­kan ta­rif Pra­meks, ka­mi akan boi­kot.” Se­be­lum­nya, KPJ pun su­dah me­nyam­pai­kan ke­pa­da Ko­mi­si VI DPR de­ngan 1.000 tan­da ta­ngan me­no­lak ke­na­ik­an ti­ket Pra­meks.

Ke­bi­jak­an pu­sat

Se­men­ta­ra itu, ji­ka boi­kot ter­pak­sa di­la­ku­kan, ka­ta Eko, KPJ bi­sa sa­ja me­nge­rah­kan se­ki­tar 240 ang­go­ta Pra­me­kers un­tuk me­mu­lus­kan ge­rak­an boi­kot ter­se­but. “Dan pe­lang­gan da­ri ma­na­pun bo­leh ikut ter­li­bat.”

Ter­kait pe­ngu­rang­an per­ja­lan­an Pra­meks, KPJ ti­dak akan mem­per­so­al­kan hal ter­se­but. Ka­re­na, pe­ngu­rang­an jad­wal per­ja­lan­an jus­tru bi­sa me­ning­kat­kan efi­si­en­si ki­ner­ja Pra­meks itu sen­di­ri. “Dan ke­be­tul­an, jad­wal-jad­wal yang di­ku­rangi itu bu­kan pa­da sa­at jam ra­mai.”

Pe­ja­bat Hu­mas PT KA Daops VI Jog­ja, Eko Bu­di­yan­to, me­nyam­pai­kan ma­na­je­men ti­dak bi­sa meng­am­bil ke­bi­jak­an sen­di­ri ter­kait ke­na­ik­an ta­rif Pra­meks. “Ke­bi­jak­an ter­se­but ada­lah ke­bi­jak­an pu­sat. Ka­mi ting­gal me­lak­sa­na­kan­nya sa­ja.” PT KA Daops VI Jog­ja, lan­jut­nya, akan ber­usa­ha se­mak­si­mal mung­kin un­tuk mem­be­ri pe­la­yan­an ter­ba­ik ke­pa­da peng­gu­na ja­sa. “Ter­ma­suk ter­kait ke­te­pat­an wak­tu per­ja­lan­an,” im­buh Eko. -

"Sumber Berita"

http://edisicetak.solopos.com/berita.asp...&id=114629


kasihan penumpang Prameks tujuan Klaten-Solo PP, Klaten-Jogja PP ditarik sama dengan jarak Solo-Jogja Sedih
emang kalo naek dari klaten ke solo diitung sama dengan yg dri jogja ke solo tarifnya?
(07-06-2011, 07:39 PM)wedhoez Wrote: [ -> ]emang kalo naek dari klaten ke solo diitung sama dengan yg dri jogja ke solo tarifnya?

Yups...makanya sebagai orang yang domisili di KT kadang mikir 3-4 kali kalo mau mrameks entah itu ke solo ataupun ke YK...
9rb aja mikir2 gimana besok 11rb...
mending naek motor (10rb bisa buat PP ke YK maupun SLO)
atau Naek Wahana SK yang cuma 5rb nyampe SLO maupun YK + latihan memperkuat jantung...Ngakak
Maguwo-Tugu PP dihitung berapa ya? Apa juga dihitung tarif Solo-Jogja (karena dekat bandara?).
(07-06-2011, 10:23 PM)animaX Wrote: [ -> ]Maguwo-Tugu PP dihitung berapa ya? Apa juga dihitung tarif Solo-Jogja (karena dekat bandara?).

semua tiket dari Jogja dijual Rp9000 Ngakak[Image: overstappen.png]
Quote:Pengguna kartu abonemen Prameks turun drastis
By on 7 Juni 2011

Solo (Solopos.com) – Jumlah pelanggan kartu trayek bulanan (KTB) KA Prameks pada Juni ini turun drastis. Penurunan jumlah pelanggan KTB ditengarai terjadi karena adanya pembatalan sementara jadwal perjalanan Prameks dari Solo menuju Jogja pada pukul 05.42 WIB.

KA Prambanan Ekspres (Prameks) (JIBI/SOLOPOS/dok)
Seperti disampaikan staf Kepala Stasiun Purwosari Solo, Jaka Mulyana, jika pada Mei pelanggan KTB mencapai 158 orang, pada Juni ini turun cukup banyak menjadi 117 orang. “Setiap bulan, pelanggan yang membeli KTB selalu fluktuatif. Tetapi, fluktuasinya hanya sedikit. Juni ini, terutama terkait pengurangan jadwal pemberangkatan Prameks pagi, menyebabkan pelanggan mundur dari KTB,” tutur Jaka, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Selasa (7/6/2011).

Ia mengatakan, pelanggan KTB identik dengan para penglajo Solo-Jogja yang kebanyakan para karyawan tetap yang bekerja di Jogja. Pelanggan KTB ini memanfaatkan KTB untuk berangkat bekerja bertepatan dengan jadwal pemberangkatan Prameks pukul 05.42 WIB itu, dan pulang pada jadwal perjalanan sore. “Mereka tidak mau dirugikan karena jika dalam satu hari hanya memanfaatkan KTB itu sekali.”

Terkait pembatalan perjalanan Prameks, Jaka kembali menyampaikan bahwa kebijakan tersebut untuk sementara berlaku selama satu bulan. “Tapi, kami belum bisa memastikan apakah hanya sebulan, atau bisa lebih dari itu. Ada kemungkinan, jika pembatalan perjalanan hanya sebulan, pelanggan-pelanggan KTB yang mundur akan kembali berlangganan.”

Berkurangnya pelanggan KTB, lanjut Jaka, otomatis mengurangi pendapatan Stasiun Purwosari. “Ya, berkurang sekitar 30%.” Saat ini, pelanggan KTB masih menggunakan tarif Rp 317.000 per bulan. Tetapi, dengan rencana kenaikan tarif per 1 Agustus nanti, tarif pelanggan KTB akan naik menjadi Rp 388.000 per bulan. “Kenaikan tarif ini tidak akan mengurangi pelanggan jika jadwal pagi tetap jalan.”

Terkait kenaikan tarif pelanggan KTB, Pejabat Humas PT KA Daops VI Jogja, Eko Budiyanto, mengatakan tarif baru KTB ini otomatis terjadi karena rumus tarif pun berubah, jadi 22 x 2 x Rp 11.000 x 80%, menjadi Rp 387.200. “Angka ini dibulatkan menjadi Rp 388.000,” tutur Eko. PT KA Daops VI Jogja, lanjut Eko, memiliki kebijakan bahwa bagi pemegang KTB tidak mendapat ganti rugi karena halangan terlambat akibat perubahan jadwal perjalanan kereta api atau karena kekurangan tempat. “Sebelumnya, banyak pelanggan KTB yang komplain jika kereta terlambat.”

haw

semoga benar hanya sebulan Big Grin
Quote:Edisi : Rabu, 08 Juni 2011 , Hal.I
Meski kerap telat, kereta tetap ditunggu

Pada Selasa (7/6) siang suasana di Stasiun Purwosari sedikit terasa sejuk. Panasnya terik Matahari yang tertutup awan keabu-abuan, tidak mampu menembus atap besi stasiun.

Mungkin, suasana ini membuat Yulianti, 28, merasa betah berlama-lama duduk di ruang tunggu, sembari menunggu kereta Prameks, kereta lokal yang siap mengantarnya ke Kota Gudeg, Jogja.

Earphone yang terselip di telinganya dilepas dan ia menyempatkan berbincang dengan Espos. “Saya sering ke Jogja karena saya punya bisnis kecil-kecilan di sana. Minimal, saya ke Jogja tiga kali dalam sepekan. Kalau bukan naik Prameks, mau naik apalagi?” Tapi, lanjut Yulianti, ia sering dibuat kecewa dengan pelayanan kereta Prameks. “Kereta sering terlambat. Sekarang saja, seharusnya pukul 10.40 WIB datang, tetapi hingga pukul 10.45 WIB, (kereta) belum datang juga. Yang membuat saya sering kecewa adalah tidak tepat waktu. Bagi pebisnis seperti saya, waktu adalah uang,” ujarnya, sambil tertawa kecil.

Baru sejenak kami berbincang, pukul 10.51 WIB Prameks tujuan Jogja itu datang. Sontak, ia bersama ratusan calon penumpang lain pun berlari ke arah yang sama mendekati jalur rel. “Wah, kok banyak sekali ya?” ujarnya sembari mengerutkan kedua ujung alis. Bagaimana tidak, rupanya di dalam kereta yang baru datang itu sudah terlihat banyak penumpang yang berdiri. Walhasil, Yulianti pun masuk kereta dengan berdesak-desakan. Kondisi ini, sebenarnya kurang relevan jika PT Kereta Api (KA) Indonesia mengurangi jadwal perjalanan kereta api. Sebelumnya, Yulianti sempat meminta agar perjalanan Prameks ditambah.

“Lha ini kok malah dikurangi. Dan katanya, tarifnya juga akan naik jadi Rp 11.000 per penumpang. Harusnya diimbangi dengan pelayanan yang lebih bagus.”

Kekecewaan dirasakan Jumanto dan istrinya, calon penumpang yang tidak terangkut Prameks berwarna ungu itu. “Saya sudah jauh-jauh dari Salatiga sengaja lewat Solo agar bisa naik Prameks ke Jogja. Prediksinya bisa lebih cepat sampai ke Jogja, tetapi ternyata penumpangnya sampai berjubel, dan kami berdua tidak terangkut.” - Oleh : Hijriyah Al Wakhidah


sudah terlanjur cinta dengan Prameks Xie Xie
nah kan pembatalan ini blunder, soale banyak yg udah percaya dng prameks dan jogja slo yha identiknya dng prameks, bukan yg lain. semoga banyak kekecewaan yg laen diupload oleh media biar terdengar sampe jakarta Wek
prameks klo dipake jarak pendek rugi karena hitungan-e pukul rata, kenapa gak dibikin per jarak, misal jogja-klaten beda ma jogja-slo, klo ke maguwo saya pernah 1x ngambing Big Grin trus sekali bayar 9.000, soale pemeriksaan karcis setelah lepas dari maguwo

ini ada oleh2 penampakan spongebob tadi siang

[spoiler][Image: cimg0303q.jpg]
By wedhoezz at 2011-06-07[/spoiler]
mungkin hitung2an operatornya begini barangkali. kalo ada pembagian harga sesuai jarak, misal yogya/solo - klaten 4-5 ribu, lha misalnya seandainya umpamanya semua satu kereta turun ke klaten semua, dan di klaten gak ada yang naik lagi sampai solo/yogya. lha rugi dunk?

makanya tarifnya dipatok flat 9rb buat jaga2 kalo ada kejadian di atas, pemasukan tidak terpengaruh.

(08-06-2011, 10:04 PM)ady_mcady Wrote: [ -> ]mungkin hitung2an operatornya begini barangkali. kalo ada pembagian harga sesuai jarak, misal yogya/solo - klaten 4-5 ribu, lha misalnya seandainya umpamanya semua satu kereta turun ke klaten semua, dan di klaten gak ada yang naik lagi sampai solo/yogya. lha rugi dunk?

makanya tarifnya dipatok flat 9rb buat jaga2 kalo ada kejadian di atas, pemasukan tidak terpengaruh.

lebih repot lagi kalo ada penumpang dari SLO ke YK atau sebaliknya,tapi beli tiket nya jurusan KT..cuma bayar setengah harga...ckck

tapi sepertinya..SDM asli disana perilaku dan cara berpikirnya tidak 'serendah' itu,
laen kalo kaum pendatangnya...
(08-06-2011, 03:53 PM)wedhoez Wrote: [ -> ]nah kan pembatalan ini blunder, soale banyak yg udah percaya dng prameks dan jogja slo yha identiknya dng prameks, bukan yg lain. semoga banyak kekecewaan yg laen diupload oleh media biar terdengar sampe jakarta Wek
prameks klo dipake jarak pendek rugi karena hitungan-e pukul rata, kenapa gak dibikin per jarak, misal jogja-klaten beda ma jogja-slo, klo ke maguwo saya pernah 1x ngambing Big Grin trus sekali bayar 9.000, soale pemeriksaan karcis setelah lepas dari maguwo

ini ada oleh2 penampakan spongebob tadi siang

[spoiler][Image: cimg0303q.jpg]
By wedhoezz at 2011-06-07[/spoiler]

wah saya ada fotonya lepas PJL malioboro di hari yang sama, jam berangkat sama

[Image: 5816576713_95b5438983_b.jpg]

dan ini foto pas langsirannya..

[Image: 5816575983_2ecd44bf7f_b.jpg]
DSC02582 by omensaja@rocketmail.com, on Flickr