12-08-2011, 06:18 PM
Quote:Integrasi Moda Solo-Yogyakarta Segera Terwujud
Solo, CyberNews. Rencana pemerintah pusat mengintegrasikan tiga moda transportasi, yakni Batik Solo Trans (BST), Kereta Api (KA) Prameks dan Trans Jogja segera terwujud. Kini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dibantu Pemkot Surakarta tengah membangun koridor yang menghubungkan antara Stasiun Purwosari hingga halte BST.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Yosca Herman Soedradjad mengatakan, pembangunan koridor tersebut memakan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar yang diambilkan dari APBN dan APBD kota. Proyek itu ditarget bisa selesai tiga bulan ke depan. "Setelah jadi, nanti akan diresmikan Menteri Perhubungan. Ini proyek percontohan di Indonesia, satu-satunya integrasi tida moda transportasi," kata Herman, Jumat (12/8).
Dia menjelaskan, desain yang akan terpampang pada koridor itu, yakni membangun selasar mulai pintu keluar Stasiun Purwosari menuju halte BST yang terletak tak jauh dari situ. Jumlah halte yang dilengkapi selasar berjumlah dua unit, yaitu di Jalan Slamet Riyadi sisi utara dan selatan jalan. Pada selasar tersebut akan dilengkapi kanopi, agar pejalan kaki yang hendak menuju stasiun ataupun halte merasa nyaman.
"Di atas kanopi depan stasiun juga akan dilengkapi LCD yang menampilkan jadwal perjalanan kereta api (KA). Harapannya, penumpang yang baru turun dari halte, dapat langsung melihat jadwal," ungkap Herman.
Orang nomor satu di lingkungan Dishub ini mengutarakan, untuk mewujudkan integrasi moda, perlu memperhatikan tigal hal, yakni lokasi, sarana dan ticketing . Yang dimaksud lokasi, menurut Herman, warga yang hendak bepergian ke Yogyakarta dapat naik BST via Stasiun Purwosari.
Sedangkan, yang dimaksud sarana adalah pembangun seperti kelengkapan infrastruktur yang menghubungkan antara Stasiun Purwosari hingga halte BST. "Yang saat ini dikerjakan, ya sarana penunjang itu. Fungsinya sarana, untuk memudahkan penumpang," jelasnya.
Sementara, ticketing adalah sistem pembayaran pada BST dengan smart card (Kartu pintar yang berbentuk seperti ATM). "Kami sudah menjual smart card melalui BNI dan BRI. Jenisnya ada dua, single trip (untuk sekali perjalanan) dan regular trip yang dapat dipakai beberapa kali perjalanan. Kalau ketiga unsur (lokasi, sarana dan ticketing) ini sudah siap semuanya, maka integrasi tiga moda akan berjalan lancar," ungkapnya.
( Arif M Iqbal / CN31 / JBSM )



]![[Image: 282433_1934233795033_1217944472_31755120_4314862_n.jpg]](http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/282433_1934233795033_1217944472_31755120_4314862_n.jpg)

