11-12-2011, 07:48 PM
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61
12-12-2011, 07:17 AM
[spoiler=Manggarai Rawan Pencurian Kabel]
VIVAnews - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan dari sekian banyak stasiun yang ada di Jabodetabek, Stasiun Manggarai merupakan stasiun paling rawan pencurian kabel.
"Manggarai itu paling sering terjadi kejadian pencurian semacam ini," kata Kepala PT. KAI Daops I Jabodetabek, Purnomo Radiq, di Jakarta.
Purnomo mengaku untuk meminimalisir masalah ini, pihaknya telah menurunkan petugas untuk berjaga, dan memeriksa kondisi kabel yang ada agar perjalanan kereta tidak terganggu. Meski begitu, masih saja pihaknya kerap kecolongan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.
"Kami sudah turunkan petugas untuk berjaga. Tapi ya stasiun itu panjang, warga bebas berkeliaran. Jadi ya seperti itu yang akhirnya terjadi," ujarnya.
Purnomo mengingatkan pencurian kabel persinyalan sangat berbahaya dan juga merugikan masyarakat banyak. Dia berharap agar orang-orang yang biasa melakukan hal ini dapat segera menyadari tindakannya.
Rawannya tindak pencurian ini juga dikarenakan sanksi hukum yang terlalu ringan bagi para pencuri. Rata-rata hukuman kurungan yang dijatuhkan hanya tiga bulan saja, sebab yang dinilai hanya materi logam kabel, bukan dari dampak yang ditimbulkan pada perkeretaapian dan masyarakat.
Berdasarkan data PT. Kereta Api Indonesia (Persero), selama periode Januari hingga November 2011 ini, terjadi sebanyak 68 kejadian pencurian kabel dan komponen persinyalan lainnya.
Salah satu akibat pencurian kabel yang mengakibatkan terhentinya lalu lintas kereta adalah kejadian yang terjadi pada Selasa, 6 Desember 2011 lalu. KRL ekonomi tujuan Jakarta-Bogor terhenti di Stasiun Tanjung Barat dan sempat mengeluarkan api lantaran kabelnya putus.
Karena kejadian ini, penumpang berhamburan keluar dan terpaksa mencari alternatif transportasi lain atau mau tidak mau menunggu hingga perbaikan selesai.
[/spoiler]"Manggarai itu paling sering terjadi kejadian pencurian semacam ini," kata Kepala PT. KAI Daops I Jabodetabek, Purnomo Radiq, di Jakarta.
Purnomo mengaku untuk meminimalisir masalah ini, pihaknya telah menurunkan petugas untuk berjaga, dan memeriksa kondisi kabel yang ada agar perjalanan kereta tidak terganggu. Meski begitu, masih saja pihaknya kerap kecolongan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.
"Kami sudah turunkan petugas untuk berjaga. Tapi ya stasiun itu panjang, warga bebas berkeliaran. Jadi ya seperti itu yang akhirnya terjadi," ujarnya.
Purnomo mengingatkan pencurian kabel persinyalan sangat berbahaya dan juga merugikan masyarakat banyak. Dia berharap agar orang-orang yang biasa melakukan hal ini dapat segera menyadari tindakannya.
Rawannya tindak pencurian ini juga dikarenakan sanksi hukum yang terlalu ringan bagi para pencuri. Rata-rata hukuman kurungan yang dijatuhkan hanya tiga bulan saja, sebab yang dinilai hanya materi logam kabel, bukan dari dampak yang ditimbulkan pada perkeretaapian dan masyarakat.
Berdasarkan data PT. Kereta Api Indonesia (Persero), selama periode Januari hingga November 2011 ini, terjadi sebanyak 68 kejadian pencurian kabel dan komponen persinyalan lainnya.
Salah satu akibat pencurian kabel yang mengakibatkan terhentinya lalu lintas kereta adalah kejadian yang terjadi pada Selasa, 6 Desember 2011 lalu. KRL ekonomi tujuan Jakarta-Bogor terhenti di Stasiun Tanjung Barat dan sempat mengeluarkan api lantaran kabelnya putus.
Karena kejadian ini, penumpang berhamburan keluar dan terpaksa mencari alternatif transportasi lain atau mau tidak mau menunggu hingga perbaikan selesai.
12-12-2011, 01:04 PM
[spoiler=Rel Di Klender-Cakung Patah, Kecepatan KA Hanya 5 Km/Jam]
[spoiler=KRL Telat karena Alami Gangguan Sinyal]
Jakarta - Pagi ini rel di antara Klender-Cakung patah. Meski demikian rel masih bisa dilewati kereta api (KA). Namun KA yang melintas harus mengurangi kecepatannya, sehingga kecepatan yang dibolehkan hanya 5 km/jam.
"Di antara Klender-Cakung KM 15 plus 3/4 ada rel patah pada 08.10 WIB sehingga dampaknya anda antrean. Masih bisa dilalui dengan kecepatan terbatas, 5 km/jam," ujar Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Senin (12/12/2011).
Menurut dia, sekitar pukul 09.00 WIB, petugas sudah meluncur ke lokasi untuk memperbaiki rel tersebut. Namun keterangan sementara petugas di lapangan, saat ini rel tersebut masih bisa dilintasi.
Umumnya, KA melintas dengan kecepatan 60-80 km/jam. Namun di tempat-tempat tertentu seperti di daerah belokan, tentu harus mengurangi kecepatannya. Ada pemandu yang bertugas memandu manis dalam menjalankan ular besi tersebut.
Mengapa rel bisa patah? "Belum ada laporan, jadi saya tidak mau berandai-andai. Tapi umumnya ada beberapa sebab seperti kondisi tanah yang turun sehingga membuat ada renggangan," jelas Mateta.
Karena peristiwa ini, KA dari Bekasi ke Jakarta mengalami gangguan. Sementara itu di Stasiun Kebayoran sempat mengalami masalah listrik. Pantograph atau semacam alat pengantar listriknya bermasalah sehingga aliran listrik atas terganggu.
"Tapi hanya sesaat, sekarang sudah normal. Belum ada info pasti masalah pantograph-nya seperti apa, yang jelas aliran listriknya tadi sempat terganggu," terang Mateta.
[/spoiler]"Di antara Klender-Cakung KM 15 plus 3/4 ada rel patah pada 08.10 WIB sehingga dampaknya anda antrean. Masih bisa dilalui dengan kecepatan terbatas, 5 km/jam," ujar Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Senin (12/12/2011).
Menurut dia, sekitar pukul 09.00 WIB, petugas sudah meluncur ke lokasi untuk memperbaiki rel tersebut. Namun keterangan sementara petugas di lapangan, saat ini rel tersebut masih bisa dilintasi.
Umumnya, KA melintas dengan kecepatan 60-80 km/jam. Namun di tempat-tempat tertentu seperti di daerah belokan, tentu harus mengurangi kecepatannya. Ada pemandu yang bertugas memandu manis dalam menjalankan ular besi tersebut.
Mengapa rel bisa patah? "Belum ada laporan, jadi saya tidak mau berandai-andai. Tapi umumnya ada beberapa sebab seperti kondisi tanah yang turun sehingga membuat ada renggangan," jelas Mateta.
Karena peristiwa ini, KA dari Bekasi ke Jakarta mengalami gangguan. Sementara itu di Stasiun Kebayoran sempat mengalami masalah listrik. Pantograph atau semacam alat pengantar listriknya bermasalah sehingga aliran listrik atas terganggu.
"Tapi hanya sesaat, sekarang sudah normal. Belum ada info pasti masalah pantograph-nya seperti apa, yang jelas aliran listriknya tadi sempat terganggu," terang Mateta.
[spoiler=KRL Telat karena Alami Gangguan Sinyal]
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Akibat gangguan sinyal KRL pada Senin (12/12) ratusan penumpang KRL Jakarta-Bogor dan arah sebaliknya harus menunggu hingga berjam-jam. Pemumpang KRL commuter line jurusan Bogor dan Jakarta sekitar pukul 09.30 harus menunggu datangnya KRL hingga lebih dari 30 menit.
Gangguan sinyal terjadi di Stasiun Manggarai, akibatnya banyak KRL yang tertahan di stasiun sebelum masuk Manggarai. KRL yang menuju arah Jakarta-Kota Misalnya banyak yang tertahan di Stasiun Cawang, sebaliknya kereta menuju Bogor tertahan di Stasiun Cikini.
Pegawai di Stasiun Depok Baru, Dede, juga mengakui adanya gangguan sinyal masuk KRL hari ini (12/12) di Stasiun Manggarai, "Dari pukul 09.30-12.15," ujarnya.
Meskipun ada gangguan sinyal, menurut Dede tidak ada penumpukan penumpang meskipun memang banyak penumpang yang menunggu kereta ke arah Bogor dan Jakarta, "Stasiun hanya agak penuh," ujarnya.
Sejumlah penumpang di Stasiun Depok Baru juga dikatakannya tetap tertib karena adanya informasi yang diumumkan melalui pengeras suaara. Mereka yang enggan menunggu lama berangsur meninggalkan stasiun untuk mencari moda transportasi lain.
[/spoiler]Gangguan sinyal terjadi di Stasiun Manggarai, akibatnya banyak KRL yang tertahan di stasiun sebelum masuk Manggarai. KRL yang menuju arah Jakarta-Kota Misalnya banyak yang tertahan di Stasiun Cawang, sebaliknya kereta menuju Bogor tertahan di Stasiun Cikini.
Pegawai di Stasiun Depok Baru, Dede, juga mengakui adanya gangguan sinyal masuk KRL hari ini (12/12) di Stasiun Manggarai, "Dari pukul 09.30-12.15," ujarnya.
Meskipun ada gangguan sinyal, menurut Dede tidak ada penumpukan penumpang meskipun memang banyak penumpang yang menunggu kereta ke arah Bogor dan Jakarta, "Stasiun hanya agak penuh," ujarnya.
Sejumlah penumpang di Stasiun Depok Baru juga dikatakannya tetap tertib karena adanya informasi yang diumumkan melalui pengeras suaara. Mereka yang enggan menunggu lama berangsur meninggalkan stasiun untuk mencari moda transportasi lain.
02-01-2012, 06:05 PM
Quote:Naik KRL, Bang Sani Keluhkan Ngaretnya Jadwal Kereta.
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana memantau penerapan rute baru KRL Loop Line Jabodetabek dari Stasiun Kalibata menuju ke Jatinegara. Pria yang akrab dipanggil Bang Sani ini mengeluhkan jadwal pemberangkatan kereta commuter line yang sering terlambat.
“Ini kita jadwalnya pukul 10.22, namun sekarang belum ada juga keretanya," kata Bang Sani di Stasiun Kalibata Jakarta, (2/1/2012). Ketika itu kereta telah terlambat sekira 30 menit .
Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan keterlambatan KRL commuter line harus dibenahi secepatnya. Seharusnya KRL berangkat dengan jadwal yang akurat sehingga memberi kepastian kepada masyarakat.
Selain itu, dia berharap ke depan penumpang diberi tiket elektronik karena selama ini masih banyak penumpang tak bertiket bebas nyelonong masuk KRL. “Dengan tiket elektronik, maka dapat diketahui jumlah penumpangnya. Karena masih banyak penumpang yang tidak beli tiket bisa masuk,†tutupnya.
Sumber : okezone.com
02-01-2012, 07:51 PM
(02-01-2012, 06:05 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Quote:Naik KRL, Bang Sani Keluhkan Ngaretnya Jadwal Kereta.
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana memantau penerapan rute baru KRL Loop Line Jabodetabek dari Stasiun Kalibata menuju ke Jatinegara. Pria yang akrab dipanggil Bang Sani ini mengeluhkan jadwal pemberangkatan kereta commuter line yang sering terlambat.
“Ini kita jadwalnya pukul 10.22, namun sekarang belum ada juga keretanya," kata Bang Sani di Stasiun Kalibata Jakarta, (2/1/2012). Ketika itu kereta telah terlambat sekira 30 menit .
Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan keterlambatan KRL commuter line harus dibenahi secepatnya. Seharusnya KRL berangkat dengan jadwal yang akurat sehingga memberi kepastian kepada masyarakat.
Selain itu, dia berharap ke depan penumpang diberi tiket elektronik karena selama ini masih banyak penumpang tak bertiket bebas nyelonong masuk KRL. “Dengan tiket elektronik, maka dapat diketahui jumlah penumpangnya. Karena masih banyak penumpang yang tidak beli tiket bisa masuk,†tutupnya.
Sumber : okezone.com
wah...ini sih 'kampanye'...


03-01-2012, 04:13 PM
[spoiler=Penumpang Tidak Jera Naik Di Atap Gerbong Kereta]
BEKASI, (PRLM) - Sosialisasi larangan penumpang naik di atas atap kereta belum merambah Stasiun Kota Bekasi. Padahal PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah memasang target per 1 Januari 2012 tidak boleh ada lagi penumpang yang naik di atas atap gerbong kereta.
Kepala Stasiun Kota Bekasi Eman Sulaeman mengatakan, rencana sosialisasi baru akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Sebab menurut informasi yang diterimanya dari Manajer Senior Pengamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akhmad Sujadi, sosialisasi baru sampai ke Stasiun Bogor. "Memang kereta dari dan menuju Bogor yang selalu dihiasi ratusan penumpang yang duduk di atap gerbong. Sejak pagi sampai malam, selalu saja ada," kata Eman saat ditemui, Selasa (3/1).
Saat melintas di Stasiun Kota Bekasi, petugas selalu berupaya menurunkan mereka. Sementara dari Stasiun Kota Bekasi, penumpang bandel itu tidak terlalu banyak. Meski demikian, Eman tetap menugaskan personelnya untuk bertindak aktif menindak penumpang yang bergelagat akan memaksakan diri naik di atap gerbong.
Berbagai cara pernah dilakukan. Mulai dari penyemenan pinggiran atap gerbong agar penumpang kesulitan memanjatnya. Pemasangan bando berupa kawat berduri di bagian depan dan belakang gerbong juga sudah pernah, tapi sama-sama tidak efektif.
Pemasangan pintu fiber justru dijadikan mainan oleh para penumpang nakal tersebut. Sementara lempengan yang dipasang di atap kondisinya berakhir menjadi lubang-lubang menganga hingga membuat gerbong bocor karena dipalu penumpang. "Semua gagal. Upaya terakhir berupa penyemprotan cat justru dianggap tidak manusiawi oleh mereka. Alat semprotnya sampai rusak karena mereka lempari dengan batu," ucapnya.
Upaya sidang di tempat pernah pula dilakukan beberapa waktu lalu dengan menghadirkan hakim dan jaksa. Namun cara yang hanya berlangsung satu hari ini tetap dinilai efektif karena sanksi yang diputuskan tidak mendatangkan efek jera.
"Sesuai pasal 207 Undang-Undang Perkeretaapian, sanksinya berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda sebesar Rp 15 juta. Namun saat penyidangan, yang dijatuhkan tetap sanksi tindak pidana ringan sehingga pelanggarnya tak jera," ucap Eman.
Menurut Eman memang sudah saatnya para penumpang bandel itu ditindak tegas supaya kesadaran mereka untuk disiplin muncul. Bersama dengan polisi, penindakan akan dilakukan setelah sosialisasi disampaikan.
Pelibatan polisi dilakukan karena Stasiun Kota Bekasi kekurangan personel pengamanan. "Hanya ada 28 petugas yang bekerja dalam tiga giliran. Jumlah itu minim untuk mengamankan stasiun yang terbuka seperti ini, sehingga idealnya ditambah delapan personel lagi," katanya.
[/spoiler]Kepala Stasiun Kota Bekasi Eman Sulaeman mengatakan, rencana sosialisasi baru akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Sebab menurut informasi yang diterimanya dari Manajer Senior Pengamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akhmad Sujadi, sosialisasi baru sampai ke Stasiun Bogor. "Memang kereta dari dan menuju Bogor yang selalu dihiasi ratusan penumpang yang duduk di atap gerbong. Sejak pagi sampai malam, selalu saja ada," kata Eman saat ditemui, Selasa (3/1).
Saat melintas di Stasiun Kota Bekasi, petugas selalu berupaya menurunkan mereka. Sementara dari Stasiun Kota Bekasi, penumpang bandel itu tidak terlalu banyak. Meski demikian, Eman tetap menugaskan personelnya untuk bertindak aktif menindak penumpang yang bergelagat akan memaksakan diri naik di atap gerbong.
Berbagai cara pernah dilakukan. Mulai dari penyemenan pinggiran atap gerbong agar penumpang kesulitan memanjatnya. Pemasangan bando berupa kawat berduri di bagian depan dan belakang gerbong juga sudah pernah, tapi sama-sama tidak efektif.
Pemasangan pintu fiber justru dijadikan mainan oleh para penumpang nakal tersebut. Sementara lempengan yang dipasang di atap kondisinya berakhir menjadi lubang-lubang menganga hingga membuat gerbong bocor karena dipalu penumpang. "Semua gagal. Upaya terakhir berupa penyemprotan cat justru dianggap tidak manusiawi oleh mereka. Alat semprotnya sampai rusak karena mereka lempari dengan batu," ucapnya.
Upaya sidang di tempat pernah pula dilakukan beberapa waktu lalu dengan menghadirkan hakim dan jaksa. Namun cara yang hanya berlangsung satu hari ini tetap dinilai efektif karena sanksi yang diputuskan tidak mendatangkan efek jera.
"Sesuai pasal 207 Undang-Undang Perkeretaapian, sanksinya berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda sebesar Rp 15 juta. Namun saat penyidangan, yang dijatuhkan tetap sanksi tindak pidana ringan sehingga pelanggarnya tak jera," ucap Eman.
Menurut Eman memang sudah saatnya para penumpang bandel itu ditindak tegas supaya kesadaran mereka untuk disiplin muncul. Bersama dengan polisi, penindakan akan dilakukan setelah sosialisasi disampaikan.
Pelibatan polisi dilakukan karena Stasiun Kota Bekasi kekurangan personel pengamanan. "Hanya ada 28 petugas yang bekerja dalam tiga giliran. Jumlah itu minim untuk mengamankan stasiun yang terbuka seperti ini, sehingga idealnya ditambah delapan personel lagi," katanya.
05-01-2012, 07:53 AM
Quote:KRL Mogok di Stasiun Pancasila, Penumpang Terlantar.
JAKARTA - Ganguan perjalanan kereta api kini terjadi kembali. Hal tersebut terjadi pada kereta KRL yang mogok di Stasiun Universitas Pancasila. Akibatnya, perjalanan kereta mengalami antrean dan penumpang terlantar.
Salah satu penumpang KRL jurusan Jakarta-Depok, Tuty mengaku kereta yang ditumpanginya tertahan di Stasiun Cikini. "Sekarang katanya antrean kereta di Manggarai, saya sudah tertahan selama 30 menit di Stasiun Cikini," katanya kepada okezone, Rabu (4/1/2012).
Sementara itu Humas DAOP I Mateta Rizalulhaq mengatakan kereta yang mengalami mogok tersebut karena adanya rem darurat yang ditarik oleh penumpang.
"Benar, itu kereta ekonomi 872 jurusan Jakarta-Bogor berhenti di Stasiun Universitas Pancasila karena rem daruratnya ditarik penumpang," katanya saat dihubungi okezone.
Akibatnya lanjut Mateta kereta menjadi macet sehingga menimbulkan antrean. Namun demikian sejauh ini sudah ditarik dan diupayakan agar kembali normal perjalanan kereta dengan digunakannya jalur yang kosong.
"Kejadian sekitar pukul 21.53 WIB. Dan otomatis ini menimbulkan antrean," ungkapnya kembali.
Namun demikian tidak ada korban luka-luka dari penumpang saat kejadian tersebut. "Tidak ada yang luka-luka," ucapnya.
Sumber : okezone.com
05-01-2012, 02:19 PM
[spoiler=Halau Penumpang Kereta Bandel,
KAI Gunakan Marawis]
Nahyudi dan Asep Solihin
05/01/2012 11:58
Liputan6.com, Depok: Berbagi cara dilakukan untuk melarang penumpang di atap kereta. Sekelompok remaja dari Yayasan Faythal Aytam Citayam, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini, memilih memainkan musik marawis agar penumpang mau menjaga keselamatan dirinya dengan tak naik di atap kereta.
Sebelumnya PT Kereta Api Indonesia juga sudah melakukan berbagai sosialisasi. Dari penyemprotan cairan pewarna sampai pemasangan kawat berduri. Namun tetap saja ada penumpang yang bandel dengan naik ke atap kereta.
Kali ini mereka menggandeng remaja di Depok untuk bermain marawis. Lirik yang dibawakan sengaja mengajak penumpang untuk tak lagi naik ke atas kereta. Selain bukan tempatnya, naik di atas kereta juga berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Tak hanya marawis, mereka juga menghadirkan ustaz yang memberi siraman rohani. Ini menjadi tontonan tersendiri bagi para calon penumpang yang menunggu kereta di Stasiun Depok. Selain terhibur, siraman rohani juga bermanfaat bagi penumpang yang lelah menunggu kereta.
Namun ada juga penumpang yang tersinggung. Mereka minta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) segera menambah gerbong dan memperbaiki fasilitas untuk mencegah penumpang naik ke atap kereta. Mereka menganggap sosialisasi dengan marawis dan ceramah juga tidak efektif.
Manajer Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ahmad Sujadi mengatakan, sosialisasi dengan marawis coba dilakukan karena lagu marawis berisi doa dan mmeberi kesejukan. Dengan sosialisasi persuasif diharapkan penumpang kereta api tak lagi naik di atap. Sanksi tegas berupa kurungan terhadap penumpang di atap baru akan dilakukan 11 Januari mendatang.
Di Stasiun Bogor, sejumlah penumpang tetap naik di atap kereta. Umumnya mereka adalah penumpang yang enggan masuk ke dalam gerbong karena sudah penuh. Meski sudah diperingkatkan, para penumpang tetap membandel.(ULF)[/spoiler]
KAI Gunakan Marawis]
Nahyudi dan Asep Solihin
05/01/2012 11:58
Liputan6.com, Depok: Berbagi cara dilakukan untuk melarang penumpang di atap kereta. Sekelompok remaja dari Yayasan Faythal Aytam Citayam, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini, memilih memainkan musik marawis agar penumpang mau menjaga keselamatan dirinya dengan tak naik di atap kereta.
Sebelumnya PT Kereta Api Indonesia juga sudah melakukan berbagai sosialisasi. Dari penyemprotan cairan pewarna sampai pemasangan kawat berduri. Namun tetap saja ada penumpang yang bandel dengan naik ke atap kereta.
Kali ini mereka menggandeng remaja di Depok untuk bermain marawis. Lirik yang dibawakan sengaja mengajak penumpang untuk tak lagi naik ke atas kereta. Selain bukan tempatnya, naik di atas kereta juga berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Tak hanya marawis, mereka juga menghadirkan ustaz yang memberi siraman rohani. Ini menjadi tontonan tersendiri bagi para calon penumpang yang menunggu kereta di Stasiun Depok. Selain terhibur, siraman rohani juga bermanfaat bagi penumpang yang lelah menunggu kereta.
Namun ada juga penumpang yang tersinggung. Mereka minta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) segera menambah gerbong dan memperbaiki fasilitas untuk mencegah penumpang naik ke atap kereta. Mereka menganggap sosialisasi dengan marawis dan ceramah juga tidak efektif.
Manajer Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ahmad Sujadi mengatakan, sosialisasi dengan marawis coba dilakukan karena lagu marawis berisi doa dan mmeberi kesejukan. Dengan sosialisasi persuasif diharapkan penumpang kereta api tak lagi naik di atap. Sanksi tegas berupa kurungan terhadap penumpang di atap baru akan dilakukan 11 Januari mendatang.
Di Stasiun Bogor, sejumlah penumpang tetap naik di atap kereta. Umumnya mereka adalah penumpang yang enggan masuk ke dalam gerbong karena sudah penuh. Meski sudah diperingkatkan, para penumpang tetap membandel.(ULF)[/spoiler]
05-01-2012, 02:51 PM
@MickoTheMachine Wrote:@CommuterLine Masih tertahan sinyal keluar di THB,petakTHB - KRT ada pohon tumbang dan mengenai LAA
Disaster hari kamis sore

05-01-2012, 03:52 PM
(05-01-2012, 02:51 PM)hedwigus Wrote: [ -> ]@MickoTheMachine Wrote:@CommuterLine Masih tertahan sinyal keluar di THB,petakTHB - KRT ada pohon tumbang dan mengenai LAA
Disaster hari kamis sore
[spoiler=Pohon Tumbang Timpa Kabel, Perjalanan KRL Terganggu]
Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 05/01/2012 15:25 WIB
Jakarta - Hujan deras dan angin kencang di Jakarta dan sekitarnya membuat pohon bertumbangan, salah satunya di Tanah Abang-Karet. Bahkan ada kabel KRL putus di kawasan Pasar Senen.
"Ada pohon tumbang antara Tanah Abang-Karet, dan kabel putus terkena pohon tumbang di Pasar Senen pukul 14.05 WIB," ujar Kepala Penertiban PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I, Akhmad Sujadi, kepada wartawan, Kamis (5/1/2012).
Menurut Sujadi, pohon tumbang juga menyebabkan rute KRL terhambat akibat tidak bisa dilewati. Rute KRL itu yakni antara Pasar Minggu-Pasar Minggu Baru bisa dilewati 5 km/jam. Karet-Tanah Abang belum bisa dilewati. Tanah Abang-Duri belum bisa dilewati.
Sedangkan kabel KRL yang putus di Pasar Senen merupakan kawat listrik aliran atas (LAA), yang tepatnya berada di jalur I.
[/spoiler]