25-11-2011, 06:30 PM
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61
25-11-2011, 06:49 PM
laporan sudah selesai diperbaiki dan sudah normal... di jalur CKp - Pdl semua Gopar rata - rata cuma terlambat 3 - 5 menit alias normal...
25-11-2011, 06:55 PM
berarti KRL udah normal smua dong yaaaa jadwalnya
06-12-2011, 10:02 PM
detikcom Wrote:
Jakarta - Setelah sempat terhenti selama dua jam, jalur KRL yang menuju Bogor mulai kembali normal. Sejumlah kereta mulai diberangkatkan sejak pukul 19.30 WIB.
Berdasarkan pantauan detikcom di stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2011), penumpukan penumpang sudah mulai mencair. Namun, masih terlihat penumpang yang menunggu kereta untuk keberangkatan pada pukul 22.00 WIB.
Pada saat terjadi penundaan keberangkatan sekitar pukul 18.30 WIB, beberapa penumpang yang kecewa sempat mengembalikan tiket commuter line mereka. Menurut mereka, karena situasi ini membuat mereka menunggu dengan jangka waktu yang lama dan tidak pasti.
"Kalau nunggu seperti ini lama mas. Mendingan saya naik bus," ujar salah satu penumpang dengan tujuan Depok yang ikut mengembalikan tiket, Aryoko.
Seperti diketahui, Jalur KRL arah Bogor sempat dihentikan sementara akibat kabel aliran listrik atas di Stasiun Tanjung Barat putus. Belum bisa dipastikan apa penyebab putusnya kabel tersebut.
Berdasarkan pantauan detikcom di stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2011), penumpukan penumpang sudah mulai mencair. Namun, masih terlihat penumpang yang menunggu kereta untuk keberangkatan pada pukul 22.00 WIB.
Pada saat terjadi penundaan keberangkatan sekitar pukul 18.30 WIB, beberapa penumpang yang kecewa sempat mengembalikan tiket commuter line mereka. Menurut mereka, karena situasi ini membuat mereka menunggu dengan jangka waktu yang lama dan tidak pasti.
"Kalau nunggu seperti ini lama mas. Mendingan saya naik bus," ujar salah satu penumpang dengan tujuan Depok yang ikut mengembalikan tiket, Aryoko.
Seperti diketahui, Jalur KRL arah Bogor sempat dihentikan sementara akibat kabel aliran listrik atas di Stasiun Tanjung Barat putus. Belum bisa dipastikan apa penyebab putusnya kabel tersebut.
06-12-2011, 10:30 PM
(06-12-2011, 10:02 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Jakarta, detikcom - Setelah sempat terhenti selama dua jam, jalur KRL yang menuju Bogor mulai kembali normal. Sejumlah kereta mulai diberangkatkan sejak pukul 19.30 WIB
Berdasarkan pantauan detikcom di stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2011), penumpukan penumpang sudah mulai mencair. Namun, masih terlihat penumpang yang menunggu kereta untuk keberangkatan pada pukul 22.00 WIB.
Pada saat terjadi penundaan keberangkatan sekitar pukul 18.30 WIB, beberapa penumpang yang kecewa sempat mengembalikan tiket commuter line mereka. Menurut mereka, karena situasi ini membuat mereka menunggu dengan jangka waktu yang lama dan tidak pasti.
"Kalau nunggu seperti ini lama mas. Mendingan saya naik bus," ujar salah satu penumpang dengan tujuan Depok yang ikut mengembalikan tiket, Aryoko.
Seperti diketahui, Jalur KRL arah Bogor sempat dihentikan sementara akibat kabel aliran listrik atas di Stasiun Tanjung Barat putus. Belum bisa dipastikan apa penyebab putusnya kabel tersebut.
Mbah saya dulu pernah bilang
masalah perkereta-apian kita ini sangat pelik dan bertubi-tubi
seperti Benang ruwet campur Tir
susah untuk di urai
harus mulai dari mana.

07-12-2011, 06:38 AM
[spoiler=Penumpang KRL Murka Minta Uang Dikembalikan]
VIVAnews - Ratusan penumpang kereta di Stasiun Pasar Minggu mengamuk dan meminta uang tiket mereka dikembalikan. Kejadian ini dipicu ketidaktahuan mereka dengan ganguan akibat terbakarnya pantograf kereta ekonomi di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Dari pantuan VIVAnews.com, penumpang kereta marah dan mereka memukul-mukul kaca kereta, dan sebagian lagi merangsek menuju loket karcis dan minta uang mereka dikembalikan. Petugas pun akhirnya mengembalikan uang sebesar harga tiket, yakni Rp 6.000,-
"Sudah berkali-kali mogok, banyak penumpang emosi dan minta uang mereka dikembalikan. Banyak penumpang yang terpaksa naik angkutan lain," ujar Desi, Selasa malam, 6 Desember 2011.
Humas Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizallulhaq menjelaskan bahwa kejadian ini disebabkan karena kawat troli bagian atas kereta 7 terputus, dan menimbulkan percikan. Dan ini menyebabkan seluruh perjalanan kereta yang menuju Bogor terhambat.
Terjadi atrean kereta, akan diberlakukan sistem satu jalur. Kereta akan melintas secara bergantian baik dari Jakarta-Bogor atau sebaliknya. Belum dapat dipastikan kapan perbaikan selesai.
"Semua arah Bogor memang terhambat, karena sumbatan di Stasiun Tanjung Barat. Akan diberlakukan sistem satu jalur," kata Mateta.
Sebelumnya, juga terjadi gangguan wesel di Stasiun Tanah Abang. Akibatnya terjadi penumpukan penumpang dari Stasiun Tanah Abang hingga Manggarai.
KRL tujuan Depok yang seharusnya berangkat sekitar pukul 16.49 WIB dari Stasiun Sudirman baru tiba di Stasiun Manggarai sekitar pukul 18.00 WIB lebih. Para penumpang pun terpaksa berdesak-desakan di dalam kereta dan bahkan sejumlah penumpang pria masuk ke dalam gerbong khusus wanita.
[/spoiler]Dari pantuan VIVAnews.com, penumpang kereta marah dan mereka memukul-mukul kaca kereta, dan sebagian lagi merangsek menuju loket karcis dan minta uang mereka dikembalikan. Petugas pun akhirnya mengembalikan uang sebesar harga tiket, yakni Rp 6.000,-
"Sudah berkali-kali mogok, banyak penumpang emosi dan minta uang mereka dikembalikan. Banyak penumpang yang terpaksa naik angkutan lain," ujar Desi, Selasa malam, 6 Desember 2011.
Humas Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizallulhaq menjelaskan bahwa kejadian ini disebabkan karena kawat troli bagian atas kereta 7 terputus, dan menimbulkan percikan. Dan ini menyebabkan seluruh perjalanan kereta yang menuju Bogor terhambat.
Terjadi atrean kereta, akan diberlakukan sistem satu jalur. Kereta akan melintas secara bergantian baik dari Jakarta-Bogor atau sebaliknya. Belum dapat dipastikan kapan perbaikan selesai.
"Semua arah Bogor memang terhambat, karena sumbatan di Stasiun Tanjung Barat. Akan diberlakukan sistem satu jalur," kata Mateta.
Sebelumnya, juga terjadi gangguan wesel di Stasiun Tanah Abang. Akibatnya terjadi penumpukan penumpang dari Stasiun Tanah Abang hingga Manggarai.
KRL tujuan Depok yang seharusnya berangkat sekitar pukul 16.49 WIB dari Stasiun Sudirman baru tiba di Stasiun Manggarai sekitar pukul 18.00 WIB lebih. Para penumpang pun terpaksa berdesak-desakan di dalam kereta dan bahkan sejumlah penumpang pria masuk ke dalam gerbong khusus wanita.
07-12-2011, 08:52 AM
[spoiler=Buntut Kepanikan Di Stasiun Tanjung Barat, 3 Penumpang KRL Luka]
Jakarta - Kabel listrik aliran atas KRL Ekonomi tujuan Bogor terbakar dan putus di Stasiun Tanjung Barat. Rupanya, insiden itu menimbulkan kepanikan bagi penumpang. Tiga orang luka-luka karena berdesak-desakan keluar kereta.
"Iya ada tiga luka, karena kepanikan kemarin. Mereka berdesak-desakan ingin keluar karena melihat ada percikan api," kata Kahumas Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizalulhaq, kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).
Menurut Mateta, kondisi para korban kini sudah berangsur pulih. Mereka mendapat perawatan dari rumah sakit terdekat setelah kejadian.
Nah, bagaimana dengan penyebab putusnya kabel listrik tersebut? PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah melakukan investigasi. Hasilnya, diduga ada oknum penumpang yang mengotak-ngatik panel listrik di ruang masinis bagian tengah.
"Diduga ada penumpang iseng yang masuk di kabin. Ada kabin masinis, itu yang di tengah. Ini terjadi untuk kesekian kalinya," terangnya.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah meminta kepolisian untuk menyelidiki masalah ini. Dia berharap, ke depan, kejadian tidak terulang.
"Ini kan merugikan ribuan penumpang," tegasnya.
[/spoiler]"Iya ada tiga luka, karena kepanikan kemarin. Mereka berdesak-desakan ingin keluar karena melihat ada percikan api," kata Kahumas Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizalulhaq, kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).
Menurut Mateta, kondisi para korban kini sudah berangsur pulih. Mereka mendapat perawatan dari rumah sakit terdekat setelah kejadian.
Nah, bagaimana dengan penyebab putusnya kabel listrik tersebut? PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah melakukan investigasi. Hasilnya, diduga ada oknum penumpang yang mengotak-ngatik panel listrik di ruang masinis bagian tengah.
"Diduga ada penumpang iseng yang masuk di kabin. Ada kabin masinis, itu yang di tengah. Ini terjadi untuk kesekian kalinya," terangnya.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah meminta kepolisian untuk menyelidiki masalah ini. Dia berharap, ke depan, kejadian tidak terulang.
"Ini kan merugikan ribuan penumpang," tegasnya.
07-12-2011, 10:41 AM
[spoiler=Gangguan KRL Semalam, Enam Penumpang Dirawat]
VIVAnews - Enam penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) menderita luka-luka akibat saling dorong saat terbakarnya pantograf kereta ekonomi di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa petang. Kecelakaan itu berlanjut pada gangguan layanan KRL sepanjang malam. Penumpang yang panik kemudian berhamburan keluar dan saling dorong hingga lima orang terjatuh mengalami luka patah kaki dan tangan.
Seperti disampaikan Senior Manajer Security Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ahmad Sujadi, Rabu 7 Desember 2011, korban luka yakni Amir Kuat Santoso, Nurohim, Nina Wulansari, 36, Hendrik Januar, 10, Sumiati dan Mastur. Mereka dirawat di tiga rumah sakit berbeda.
Sujadi menjelaskan kejadian itu bermula saat KRL ekonomi tujuan Bogor memasuki Stasiun Tanjung Barat. Pada saat pengereman tiba-tiba terjadi percikan bungan api listrik pada pantograf. Penumpang yang berada di dalam gerbong panik berhamburan keluar. Akibatnya, penumpang terjatuh dan terinjak-injak tiga di antaranya mengalami luka di bagian kaki, satu orang mengalami patah kaki kanan dan satu orang lagi mengalami patah tangan kanan. Korban dirawat di RSUD Pasar Rebo lima orang, satu orang dirawat di RS. Zahira.
Menurutnya korban paling parah adalah penumpang yang naik di atap. "Mereka panik karena melihat percikan api dan langsung lompat," kata Sujadi kepada VIVAnews.com. Dia menjelaskan percikan api disebabkan karena kawat troli bagian atas kereta terputus.
[/spoiler]Seperti disampaikan Senior Manajer Security Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ahmad Sujadi, Rabu 7 Desember 2011, korban luka yakni Amir Kuat Santoso, Nurohim, Nina Wulansari, 36, Hendrik Januar, 10, Sumiati dan Mastur. Mereka dirawat di tiga rumah sakit berbeda.
Sujadi menjelaskan kejadian itu bermula saat KRL ekonomi tujuan Bogor memasuki Stasiun Tanjung Barat. Pada saat pengereman tiba-tiba terjadi percikan bungan api listrik pada pantograf. Penumpang yang berada di dalam gerbong panik berhamburan keluar. Akibatnya, penumpang terjatuh dan terinjak-injak tiga di antaranya mengalami luka di bagian kaki, satu orang mengalami patah kaki kanan dan satu orang lagi mengalami patah tangan kanan. Korban dirawat di RSUD Pasar Rebo lima orang, satu orang dirawat di RS. Zahira.
Menurutnya korban paling parah adalah penumpang yang naik di atap. "Mereka panik karena melihat percikan api dan langsung lompat," kata Sujadi kepada VIVAnews.com. Dia menjelaskan percikan api disebabkan karena kawat troli bagian atas kereta terputus.
07-12-2011, 03:40 PM
Mau lihat videonya? Silahkan klik disini.
11-12-2011, 04:05 PM
[spoiler=Ruas Rel Patah Sudah Normal]
![[Image: 1752203620X310.jpg]](http://assets.kompas.com/data/photo/2011/07/04/1752203620X310.jpg)
DEPOK, KOMPAS.com - Ruas rel yang patah di kilometer 31, antara Stasiun Depok Baru dan Stasiun Depok Lama sudah kembali normal. Rel patah di ruas ini diketahui pukul 08.00 tadi dan baru selesai diperbaiki pukul 10.45.
Selama proses perbaikan, perjalanan kereta terganggu karena harus menggunakan sistem petak jalan. Perjalanan kereta hanya bisa dilakukan satu lajur rel saja.
"Rel yang patah di lajur yang biasa dipakai kereta ke arah Jakarta, tepatnya lima meter selatan perlintasan Jalan Kartini," tutur Wakil Kepala Stasiun Depok, Muliman, Minggu (11/12/2011).
Tim dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memperbaiki patahan rel dengan cara mengelas. Perjalanan kereta baru dapat kembali normal pada pukul 11.00. "Semoga besok tidak ada lagi gangguan perjalanan kereta," tutur Muliman.
Sebelumnya, pada awal Juli lalu rel patah terjadi di ruas ini. Kerusakan ketika itu juga terjadi di lajur rel yang biasa dipakai kereta tujuan Jakarta. Kepala Stasiun Depok Baru Gatot Nur Setiadi berharap tidak ada gangguan lagi menjelang hari kerja di awal pekan.
[/spoiler]Selama proses perbaikan, perjalanan kereta terganggu karena harus menggunakan sistem petak jalan. Perjalanan kereta hanya bisa dilakukan satu lajur rel saja.
"Rel yang patah di lajur yang biasa dipakai kereta ke arah Jakarta, tepatnya lima meter selatan perlintasan Jalan Kartini," tutur Wakil Kepala Stasiun Depok, Muliman, Minggu (11/12/2011).
Tim dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memperbaiki patahan rel dengan cara mengelas. Perjalanan kereta baru dapat kembali normal pada pukul 11.00. "Semoga besok tidak ada lagi gangguan perjalanan kereta," tutur Muliman.
Sebelumnya, pada awal Juli lalu rel patah terjadi di ruas ini. Kerusakan ketika itu juga terjadi di lajur rel yang biasa dipakai kereta tujuan Jakarta. Kepala Stasiun Depok Baru Gatot Nur Setiadi berharap tidak ada gangguan lagi menjelang hari kerja di awal pekan.