Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
kalo soal angkot, itu urusannya dishub. makanya jangan kelewat obral trayek tapi gak memperhitungkan kapasitas jalan yang ada. maunya cuma duitnya doang.
gak cuma bogor, depok juga punya masalah yang sama. lama2 bisa ketularan bogor macetnya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 311
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
3
Gak masuk akal itu ide RY...Yang ada buat ngurangi kepadatan stasiun bogor buat tuh stasiun baru di daerah kedung badak di atas Under Pass...sarana parkir sangat luas di dekat gedung ex Hypermart....
Posts: 40
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
0
Saya sebagai warga Bogor barat, masuk stasiun Kota Bogor hanyalah sebgai titik awal perjalanan KRL menuju beberapa stasiun di Jakarta. Usul pemindahan titik pemberangkatan keluar kota Bogor seperti Cilebut atau Bojongede sesuatu hal positif. Cuma masalahnya misal pusat titik awal di Bojonggde, tentu Pemda Kab Bogor harus mampu membangaun jalan / transportasi dari kota- kota kecamatan se Kab Bogor menuju Bojonggde. Jika tersedia tranportasi Jasinga-Lw Liang- Bojonggede,atau Cisarua - Ciawi - Bojonggede juga Jonggol - Bojonggede, Caringin - Darmaga-Bojonggede, Sentul Bojonggede, Ciampea - Bojonggede dan rute daerah lainnya menuju Bojonggede masyarakat didaearah akan dengan sendirinya naik KRL di Bojonggde, karena dengan masuk kota kota Bogor seperti sekarang ini tidak lepas dari kemacetan disekitar Jembatan Merah, Pasar Anyar dan daerah lainnya.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(03-10-2010, 07:40 PM)jadrians Wrote: Gak masuk akal itu ide RY...Yang ada buat ngurangi kepadatan stasiun bogor buat tuh stasiun baru di daerah kedung badak di atas Under Pass...sarana parkir sangat luas di dekat gedung ex Hypermart....
nah, ini saya setuju.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
05-10-2010, 07:57 PM
(This post was last modified: 05-10-2010, 07:58 PM by Dana Komuter.)
Bogor dan Cilebut kota kecil. Yang ada aja Bogor punya terminal bus, angkot berjuta2 banyaknya dan segala ojek ditambah juga taksi mungkin... yah... gak kebayang gimana sumpeknya nanti kota kecil Cilebut. Apalagi Bojong Gede... Baiknya dipikir2 lagi... Banyak yg mendirikan bangunan permanen gak karuan tata letaknya, sopir2 angkot ngetem sembarangan ditambah juga ojek. Aku rasa sih percuma aja. Kalau status stasiun Cilebut dan Bojong Gede dinaikkan jadi stasiun besar sih boleh2 aja. Jadi KRL AC Bojong Gede Ekspres gak lagi cuma 2 - 3x perjalanan pp tapi bisa seimbang dg KRL AC Pakuan. Tapi dg syarat jgn mengorbankan jadwal KRL Ekonomi AC dan Ekonomi. Kalo udah demikian sih mending dibangun dwiganda / DDT aja sekalian deh...
Makanya di thread sebelah yg bahas KA Bogor - Bandung aku ketik kalau andai stasiun Bogor msh kayak skr gini terus gimana para backpacker bisa betah nikmatin pesona kota Bogor, Sukabumi, Cianjur dan Bandung? Terutama Bogor deh... Mausk emplasemen dekil, becek dan penuh sesak pasar, angkot, becak dan ojek. Pasti bakalan ada taksi yg bikin nambah semrawut deh... Gak cuma 1 merk perusahaan tapi bisa lebih. Trus ditambah Cilebut dan Bj. Gede pula jadi akhir dan awal perjalanan KA non KRL sekalipun? Waw...
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
buat pemkot bogor, mengapa tidak meniru tangerang? itu seberang stasiun batuceper kan ada terminal poris plawad yang berfungsi sebagai terminal induknya tangerang.
tapi pemkot tangerang tidak sertamerta menghentikan krl tangerang hanya sampai batuceper.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"