mo nanya ne gan...kemaren dapet ingpo kalo komuter jakarta-bogor rencana bakalan hanya sampai di stasiun cilebut ya?

terus stasiun bogor cm jadi dipo KRL...tengkyu gan semoga jawaban agan2 bisa bikin ane plong soalny kepikiran mulu...

Info dari mana mas...Stasiun Cilebut akan sulit dijadikan Stasiun Utama Bogor....masalahnya transportasi menuju Cilebutnya yang sulit. Jalan Utama Stasiun Cilebut kekota Bogor hanya melalui Jl Baru / Jl LH Sholeh Iskandar. Jalan penghubung tersebut sangat sempit (sekitar 3 mtr ) dan hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Pelebaran jalan sulit dilakukan karena dipinggir sungai. Bayangkan ribuan Kommuter harus melalui Jl Baru / Jl LH Sholeh Iskandar yang saat inipun selalu crowdid ; jangan2 nggak bakalan nyampe ke stasiun Cilebut karena sudah terjebak kemacetan.
(30-09-2010, 04:00 PM)lalakibageur Wrote: [ -> ]Info dari mana mas...Stasiun Cilebut akan sulit dijadikan Stasiun Utama Bogor....masalahnya transportasi menuju Cilebutnya yang sulit. Jalan Utama Stasiun Cilebut kekota Bogor hanya melalui Jl Baru / Jl LH Sholeh Iskandar. Jalan penghubung tersebut sangat sempit (sekitar 3 mtr ) dan hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Pelebaran jalan sulit dilakukan karena dipinggir sungai. Bayangkan ribuan Kommuter harus melalui Jl Baru / Jl LH Sholeh Iskandar yang saat inipun selalu crowdid ; jangan2 nggak bakalan nyampe ke stasiun Cilebut karena sudah terjebak kemacetan.
Ide gila banget itu Stasiun cilebut bakal dijadikan stasiun Utama,Mengingat letaknya di kabupaten bogor,Dan akses kesana yang sulit dari semua kecamatan di kota bogor,bisa berkali-kali naek angkot
katanya si pengembangan wilayah gitu...karena terminalnya pun rencana bakalan dipindah dijalan outer ring road situ...tp ya ga tau saya mah kebenarannya seperti apa...saya juga cuma menanyakan

barangkali ada RF'ers bogor yg tahu kondisi ini bisa menjelaskan...tengkyu atas ingponya tadi...

(01-10-2010, 02:14 AM)mbahjojog Wrote: [ -> ]katanya si pengembangan wilayah gitu...karena terminalnya pun rencana bakalan dipindah dijalan outer ring road situ...tp ya ga tau saya mah kebenarannya seperti apa...saya juga cuma menanyakan
barangkali ada RF'ers bogor yg tahu kondisi ini bisa menjelaskan...tengkyu atas ingponya tadi...
kalo saya tahunya terminal baru,,, deket kampus sama kosan saya,,, tanahnya udah kosong tinggal di bangun,,, kalo masalah stasiun saya baru

tau
ini bener2 ide ngawur. stasiun bogor kan dekat sama pusat kota.. lagipula kalo krl cuma sampai cilebut, orang2 yang pada mau ke bogor nyambung pakai apakah? angkot? bus? malah bikin tidak efisien saja.
saya bener2 gak ngerti sama wacana ini. disangkanya stasiun ka sama dengan terminal bus/angkot, yang harus dipindah ke luar kota karena bikin macet dan semerawut. justru letak keunggulan stasiun ka itu mampu menembus pusat kota tanpa menimbulkan kemacetan di jalan2 dalam kota ybs.
Yang saya Stasiun BOO itu kan salah satu cagar budaya d Bogor, masa iya d non-aktifkan??
(30-09-2010, 06:46 PM)titotea Wrote: [ -> ] (30-09-2010, 04:00 PM)lalakibageur Wrote: [ -> ]Info dari mana mas...Stasiun Cilebut akan sulit dijadikan Stasiun Utama Bogor....masalahnya transportasi menuju Cilebutnya yang sulit. Jalan Utama Stasiun Cilebut kekota Bogor hanya melalui Jl Baru / Jl LH Sholeh Iskandar. Jalan penghubung tersebut sangat sempit (sekitar 3 mtr ) dan hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Pelebaran jalan sulit dilakukan karena dipinggir sungai. Bayangkan ribuan Kommuter harus melalui Jl Baru / Jl LH Sholeh Iskandar yang saat inipun selalu crowdid ; jangan2 nggak bakalan nyampe ke stasiun Cilebut karena sudah terjebak kemacetan.
Ide gila banget itu Stasiun cilebut bakal dijadikan stasiun Utama,Mengingat letaknya di kabupaten bogor,Dan akses kesana yang sulit dari semua kecamatan di kota bogor,bisa berkali-kali naek angkot
CLT Letaknya masih di Kota Bogor.
(29-09-2010, 03:44 PM)mbahjojog Wrote: [ -> ]mo nanya ne gan...kemaren dapet ingpo kalo komuter jakarta-bogor rencana bakalan hanya sampai di stasiun cilebut ya?
terus stasiun bogor cm jadi dipo KRL...tengkyu gan semoga jawaban agan2 bisa bikin ane plong soalny kepikiran mulu... 
Kalau tidak salah BJD yang dimaksud. Pernah dengar rencana tersebut, rencana bersama bupati dan walikota Bogor. Alasannya karena sekitar Sta. BOO tidak ada dampak positif khususnya bagi PAD. Yang ada sekitar sta.BOO hanya macet,PKL,kumuh,semerawut, dll.
Sebenarnya tinggal ditata saja lingkungan sekitar Sta.BOO.
edun, kalo BOO cuma jadi dipo, trus Bumi Geulis gimana dunk???
kalo info yg saya denger dari pemda kabupaten Bogor sih, Cilebut yg bakat dibuat Stasiun Besar menggantikan stasiun Bogor. Tanah untuk perluasan stasiun udah siap, tinggal tunggu kesiapan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) aja.
Untuk stasiun Bogor masih berfungsi sebagai stasiun, hanya frekuensi kedatangan-keberangkatan KA dikurangi
kalo info di media cetak mungkin dibawah ini
Quote:
Jum'at, 16 Juli 2010 , 13:32:00
RY Minta Stasiun Bogor Pindah ke Cilebut
SUKARAJA - Kemacetan di wilayah Bogor sudah menjadi persoalan klasik. Salah satu penyebab menumpuknya jumlah kendaraan di Kota Bogor, karena terfokusnya pemberangkatan kereta api dari Stasiun Bogor.
Untuk itu, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor kini berupaya memecahkan masalah kemacetan di Bogor, dengan cara membatasi jumlah kereta api yang masuk ke Stasiun Bogor.
Hal itu akan diusulkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator perkeretaapian di Indonesia.
Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) mengatakan, solusi ini menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan di Bogor. Karena dari hasil pengamatan sementara, hampir 80 persen pengguna kereta api adalah warga Kabupaten Bogor, bukan Kota Bogor.
Namun, karena keberangkatan kereta berpusat di Kota Bogor, membuat warga Kabupaten Bogor setiap harinya berduyun-duyun masuk ke wilayah Kota Bogor.
“Bagaimana Pak Wali (Diani Budiarto, red) kalau distop saja stasiun kereta di Bogor, karena 80 persen pengguna kereta adalah warga kabupaten. Dengan adanya penumpang yang berpindah dari kereta ke angkot, maka angkot berebut masuk ke wilayah jantung Kota Bogor. Ini termasuk salah satu rekayasa lalulintas yang harus kita kembangkan,†kata RY, dalam acara Bogor Economic Summit (BES), di Hotel Novotel Bogor, kemarin.
Adapun kepindahannya, lanjut dia, bisa ditunjuk stasiun utama di Cilebut. Kemudian dibuka juga akses ke Parung, Bojong dan pusat kota.
Menanggapai usulan itu, Walikota Bogor Diani Budiarto menjelaskan, saat ini banyak warga kabupaten yang ke kota terus ke kabupaten lagi. Dan rencana ini bukan pengambilalihan tetapi hanya memindahkan. Seperti halnya antara Stasiun Gambir dan Stasiun Kota, dan ini bukan hal baru di dunia perkeretaapian.
Harapannya, Stasiun Bogor tetap beroperasi namun pemberangkatan kereta tidak lagi dipusatkan di Kota Bogor, tetapi di Cilebut. “Stasiun Bogor masih beroperasi, seperti Stasiun Kota dan Gambir.
Sekarang tidak semua kereta masuk ke Stasiun Kota, tapi ke Gambir. Jadi hanya yang masuk ke kota yang turun di situ, sisanya turun di sana (Stasiun Gambir),†jelasnya.
Diani menegaskan, pilihan tersebut akan diputuskan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bukan oleh Pemkot maupun Pemkab Bogor. “Itu semua tergantung PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Mereka yang menentukan, kita hanya memberikan masukan,†kata Diani.(and)
dapet dari
sini