19-04-2010, 09:55 AM
(14-04-2010, 05:12 PM)JaY Wrote: Parahyangan MUNGKIN SAJA rangkaiannya diganti KRD Multiple Unit dari INKA (Insya Allah seperti itu) tapi nggak tahu lagi.
Jujur ya, sebenarnya jalur kereta Jakarta-Bandung yang ada sekarang sudah tak efisien lagi, jelas dengan turunnya harga tiket jalur ini justru akan menambah beban perusahaan, tak ayal perusahaan bisa rugi. Kita sadar sebagai railfans, kita merasa kehilangan tapi bagaimana jika kita menjadi Direksi ?, jelas sudah merupakan keputusan yang berat tapi mau bagaimana lagi.
Sekarang saya ingin bertanya pada teman2, jika kalian menjadi direksi, apa yang akan kalian lakukan untuk kereta Parahyangan ini. Akan meneruskan atau membatalkan jika melihat kondisi sekarang ini. Dan kalau untuk meningkatkan pelayanan, itu sudah pasti karena merupakan misi perusahaan, tapi pelayanan seperti apa ?
Kecepatan, Ketepatan. Kalau dua masalah ini jelas masih jauh dari harapan sejak 40 tahun yang lalu.
Kalo saya jadi Direksi, saya masih akan tetap menjalankan Parahyangan pada jam2 tertentu dan pada hari2 tertentu seperti weekend.
Okupansi Parahyangan pada weekday memang rendah, dipertahankan pun tetap merugi, so saya memang akan menghapus jadwal Parahyangan yang memang merugikan. Tapi saya akan tetap menjalankan kereta Parahyangan pada jam pulang kantor dan weekend yang okupansinya tinggi.
Karena transportasi merupakan salah satu kebutuhan utama rakyat
. Kereta Api Parahyangan merupakan satu2nya transportasi rakyat murah meriah Bandung-Jakarta menuju pusat kota Jakarta tanpa terkena macet.
NB: Bandingkan dengan ArgoGede (K1) yang merupakan transportasi Mahal Meriah, dan Serayu yang merupakan transportasi Sangat Murah Tidak Meriah.
Segmen Pasar Parahyangan adalah pelanggan yang berangkat dari Pusat Kota Jakarta (daerah macet,jadi bukan di pinggiran Jakarta yang dekat dengan pintu tol yang tentu saja merupakan segmen pasar Travel) yang biasanya adalah pelaku bisnis ataupun pegawai kantoran yang sering pulang-pergi Jakarta-Bandung. Jadi, wajar kalo okupansi penuh dicapai saat weekend. Dan itulah ladang emas bagi PT. KAI.
Jalur Ciganea yang amblas memang menjadi masalah bagi PT. KAI saat ini karena jalur Bandung-Jakarta memang ramai, tapi itu bukan alasan untuk tidak memberikan pelayanan transportasi pada masyarakat.
Tetap mengadakan jalur Parahyangan merupakan pelayanan pada masyarakat. Pelayanan yang dimaksud adalah Pelayanan untuk mengadakan transportasi murah meriah pada masyarakat yang tentunya hak setiap masyarakat.
Ups, saya lupa, PT. KAI sekarang merupakan Perseroan yang profit-oriented, bukan customer-oriented. Berarti efisiensi musti dilakukan. Efisiensi pelayanan yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengurangi pelanggan Parahyangan yang tidak membayar tiket. Itu dulu deh saat ini.
Lagi-lagi kesalahan kok jadinya pindah ke pemerintah yup. Padahal saya tidak bermaksud menyalahkan pemerintah. Pemerintah memberikan bisnis transportasi yang seyogyanya melayani masyarakat pada sebuah Perseroan. Oke ngga masalah diberikan ke Perseroan, namun seyogyanya pengambilan keputusan didasarkan atas kepentingan masyarakat banyak. Atau seandainya PT.KAI masih perusahaan negara, Jadilah perusahaan negara yang efisiensi nya tinggi.
Tapi saya bukan direksi PT. KAI, bukan pula pegawai PT. KAI. Saya hanya pelanggan setia Parahyangan yang sedih karena dihapuskannya Parahyangan
(

)
![[Image: 102k1lx.jpg]](http://i42.tinypic.com/102k1lx.jpg)
![[Image: bannersaveourearth.png]](http://img188.imageshack.us/img188/5319/bannersaveourearth.png)