(04-02-2011, 09:37 PM)Martu Hares P Wrote: [ -> ] (31-01-2011, 06:37 PM)anodarno Wrote: [ -> ]ada yg tau kisah mass & ass mass KA 174 saat kejadian gak??
apa sedang berada di lok terus melompat begitu melihat KA 103 masuk ke jalurnya??
atau emang sedang ada di luar lok??
soalnya kan katanya keduanya selamat...
mass dan ass.nya Pak Kuswanto dan mas Muchlik, dr KTA, mrka senior sya, melompat bgtu tahu KA 103 msuk ke jalurnya. Agak shock saat dimintai keterangan polisi. Mass KA 103, nmanya Pak Sugeng kalo ga slah, mass YK, pdahal 3 bln lg purna tgz/pensiun. Tp siapa yg mnyangka akan trjadi musibah ini.
kabar terbaru dari mereka gimana neh, kasihan jg kalo mereka langsung di proses polisi tanpa menunggu laporan KNKT
(05-02-2011, 06:11 AM)nikmuracell Wrote: [ -> ]Mengenang sebeloom ancur CC 201 62
![[Image: cc%2B201%2B62.jpg]](http://1.bp.blogspot.com/_x3Aewcts7qQ/TUyHDJo6B8I/AAAAAAAAAlk/LquDjOYhuBo/s1600/cc%2B201%2B62.jpg)
Maaf OOT...
Mau nanya Mas, CC 201 62 dalam foto ini kapan dipotretnya? Trus itu yang ada kotak di hidung kotaknya C1 62 apa ya, koq di C1-nya BD yang batch 92 (CMIIW) kayak si Cepe ga ada ya?
Polisi juga sudah menyalahi aturan karena memproses mereka, mendahului KNKT. Lancang betul polisi itu!
(05-02-2011, 10:10 AM)dtRAiNeR Wrote: [ -> ]Mau nanya Mas, CC 201 62 dalam foto ini kapan dipotretnya? Trus itu yang ada kotak di hidungnya C1 62 apa ya, koq di C1-nya BD yang batch 92 (CMIIW) kayak si Cepe ga ada ya?
coba jawab friend ...
kotak ntu buat naro kabel MU ... Multiple Unit ... buat doble traksi ... mengatur/mengendalikan loko bila traksi ganda/ lebih ...
btt yuk
iya ane juga penasaran ... gimana ya nasib masinis KA Mutsel dan Kutsel ... ???
(04-02-2011, 09:37 PM)Martu Hares P Wrote: [ -> ] (31-01-2011, 06:37 PM)anodarno Wrote: [ -> ]ada yg tau kisah mass & ass mass KA 174 saat kejadian gak??
apa sedang berada di lok terus melompat begitu melihat KA 103 masuk ke jalurnya??
atau emang sedang ada di luar lok??
soalnya kan katanya keduanya selamat...
mass dan ass.nya Pak Kuswanto dan mas Muchlik, dr KTA, mrka senior sya, melompat bgtu tahu KA 103 msuk ke jalurnya. Agak shock saat dimintai keterangan polisi. Mass KA 103, nmanya Pak Sugeng kalo ga slah, mass YK, pdahal 3 bln lg purna tgz/pensiun. Tp siapa yg mnyangka akan trjadi musibah ini.
oh, ternyata mass KA 103 mass YK toh??
kirain saya mass BJR
My Lovely Locomotive CC 201 - 62 .....Dipo Induk PWT
(05-02-2011, 12:22 PM)bagus70 Wrote: [ -> ]Polisi juga sudah menyalahi aturan karena memproses mereka, mendahului KNKT. Lancang betul polisi itu!
mungkin polisi berhak menginterogasi mereka untuk mencari informasi mengenai PLH ini, tapi yang disayangkan justru kenapa polisi menjatuhkan vonis kepada MASSINIS sebagai tersangka, disini kan semestinya polisi mencari apa yang salah, bukan sapa yang salah..
(06-02-2011, 12:34 PM)kemal reza Wrote: [ -> ]mungkin polisi berhak menginterogasi mereka untuk mencari informasi mengenai PLH ini, tapi yang disayangkan justru kenapa polisi menjatuhkan vonis kepada MASSINIS sebagai tersangka, disini kan semestinya polisi mencari apa yang salah, bukan sapa yang salah..
Sangat jarang ya, polisi memvonis & menyalahkan OC / PK. Tanya kenapa...?
(06-02-2011, 03:42 PM)see_204XX Wrote: [ -> ] (06-02-2011, 12:34 PM)kemal reza Wrote: [ -> ]mungkin polisi berhak menginterogasi mereka untuk mencari informasi mengenai PLH ini, tapi yang disayangkan justru kenapa polisi menjatuhkan vonis kepada MASSINIS sebagai tersangka, disini kan semestinya polisi mencari apa yang salah, bukan sapa yang salah..
Sangat jarang ya, polisi memvonis & menyalahkan OC / PK. Tanya kenapa...? 
bener tuh mas,
kenapa cuma MASS yg di interogasi?
kenapa PK/OC gak kesentuh sama sekali sama polisi?
brarti ruang lingkup POLISI dalam menangani masalah PLH hanya sebatas interogasi ke MASS aja,
apa karna emng POLISI nya yg kurang memahami dan mendalami bagaimana kereta itu bisa berjalan dan PLH..
kalo begini jadinya, saya yakin SDM MASS akan mengalami penurunan
Sebaiknya polisi mendakwa (asas praduga bersalah) sesudah penyelidikan dari KNKT selesai dan sudah keluar hasilnya
Lebih tepatnya jangan terburu buru memvonis tanpa ada kejelasan yang pasti