(22-06-2012, 08:44 PM)Mr.tupolev Wrote: [ -> ] (08-06-2012, 11:07 PM)Warteg Wrote: [ -> ]Untung gak dijual 
Tapi kalau disewakan lahannya itu mungkin
Soalnya didekat bekas jalur itu tertanam pipa gas tekanan tinggi milik perusahaan minyak
bener tuh kang warteg itu masih asset kan
Iya masih Asset PT.KAI
Disewakan oleh perusahaan minyak untuk jalur pipa gas bertekanan tinggi yang tertanam di sisi bekas rel sepanjang jalan raya Cirebon - Kadipaten


Kata ayah saya sekitar tahun 70an saat dia di ponpes ciwaringin dulu masih ada kereta tebu ama kereta pengangkut pasir dan ayah saya juga pernah

dari ciwaringin sampai kadipaten
Kata ayah saya sekitar tahun 70an saat dia di ponpes ciwaringin dulu masih ada kereta tebu ama kereta pengangkut pasir dan ayah saya juga pernah

dari ciwaringin sampai kadipaten
Kata ayah saya sekitar tahun 70an saat dia di ponpes ciwaringin dulu masih ada kereta tebu ama kereta pengangkut pasir dan ayah saya juga pernah

dari ciwaringin sampai kadipaten
(06-07-2012, 07:25 PM)rayhan cc 204 Wrote: [ -> ]Kata ayah saya sekitar tahun 70an saat dia di ponpes ciwaringin dulu masih ada kereta tebu ama kereta pengangkut pasir dan ayah saya juga pernah
dari ciwaringin sampai kadipaten
Kalau jalur angkutan pasir sepertinya merupakan rel cabang dari arah timur Pasar Minggu-Palimanan, terus belok ke selatan sejajar jalan ke Beberan sampai ke Sungai Cimanggung (mohon koreksi) ada tempat pemuatan pasir dan batu kricak.
(02-06-2012, 08:25 PM)tomrys Wrote: [ -> ]Apakah kantor cabang Bank BJB Kadipaten adalah eks stasiun Kadipaten?
Soalnya sy melihat gang di sebelah Bank itu..ada salah satu ruang jalan setapak yang melintas di belakang deretan rumah2 di pinggir jalan utama CN-BD..
apalagi model bangunan nya sangat tidak umum untuk dikatakan sebagai Bank..malah kayak stasiun
yup benar, bank BJB adalah bekas bangunan utama setasiun, stasiunnya memanjang dari perempatan lampu merah sampai pertigaan di sebelah timur. Sewaktu sy SMP ni bangunan masih utuh. Dan meskipun diujung, desainnya bukan stasiun ujung (seperti misalnya stasiun Kota di Jakarta) tapi relnya masih memanjang ke barat kira-kira 200 meter dari ujung barat stasiun.
Mengenai rencana pengaktifan kembali, coba lihat peta RTRW Majalengka dibawah ini. Malah ketambahan jalur baru melewati (calon) Bandara Kertajati ke arah Indramayu.
[spoiler]
Uploaded with
ImageShack.us[/spoiler]
(07-07-2012, 02:23 PM)gothrok Wrote: [ -> ] (02-06-2012, 08:25 PM)tomrys Wrote: [ -> ]Apakah kantor cabang Bank BJB Kadipaten adalah eks stasiun Kadipaten?
Soalnya sy melihat gang di sebelah Bank itu..ada salah satu ruang jalan setapak yang melintas di belakang deretan rumah2 di pinggir jalan utama CN-BD..
apalagi model bangunan nya sangat tidak umum untuk dikatakan sebagai Bank..malah kayak stasiun
yup benar, bank BJB adalah bekas bangunan utama setasiun, stasiunnya memanjang dari perempatan lampu merah sampai pertigaan di sebelah timur. Sewaktu sy SMP ni bangunan masih utuh. Dan meskipun diujung, desainnya bukan stasiun ujung (seperti misalnya stasiun Kota di Jakarta) tapi relnya masih memanjang ke barat kira-kira 200 meter dari ujung barat stasiun.
Mengenai rencana pengaktifan kembali, coba lihat peta RTRW Majalengka dibawah ini. Malah ketambahan jalur baru melewati (calon) Bandara Kertajati ke arah Indramayu. 
[spoiler]![[Image: ld31.png]](http://img600.imageshack.us/img600/3807/ld31.png)
Uploaded with ImageShack.us[/spoiler]
oh, berarti stasiunnya memanjang dari lampu merah sampai pertigaan jl.brawijaya? terus emplasemen dan peron nya di sbelah mana?
(09-07-2012, 05:12 PM)paulus Wrote: [ -> ] (07-07-2012, 02:23 PM)gothrok Wrote: [ -> ] (02-06-2012, 08:25 PM)tomrys Wrote: [ -> ]Apakah kantor cabang Bank BJB Kadipaten adalah eks stasiun Kadipaten?
Soalnya sy melihat gang di sebelah Bank itu..ada salah satu ruang jalan setapak yang melintas di belakang deretan rumah2 di pinggir jalan utama CN-BD..
apalagi model bangunan nya sangat tidak umum untuk dikatakan sebagai Bank..malah kayak stasiun
yup benar, bank BJB adalah bekas bangunan utama setasiun, stasiunnya memanjang dari perempatan lampu merah sampai pertigaan di sebelah timur. Sewaktu sy SMP ni bangunan masih utuh. Dan meskipun diujung, desainnya bukan stasiun ujung (seperti misalnya stasiun Kota di Jakarta) tapi relnya masih memanjang ke barat kira-kira 200 meter dari ujung barat stasiun.
Mengenai rencana pengaktifan kembali, coba lihat peta RTRW Majalengka dibawah ini. Malah ketambahan jalur baru melewati (calon) Bandara Kertajati ke arah Indramayu. 
[spoiler]![[Image: ld31.png]](http://img600.imageshack.us/img600/3807/ld31.png)
Uploaded with ImageShack.us[/spoiler]
oh, berarti stasiunnya memanjang dari lampu merah sampai pertigaan jl.brawijaya? terus emplasemen dan peron nya di sbelah mana?
iya. Sayangnya emplasemen dan peron sdh tak bersisa dimakan bangunan semua. Lokasinya ya di blkg bank bjb, sdh tertutup gk bs masuk, dulu sih jd lokalisasi. Oya diujung timur stasiun ada turtablenya.
Coba masuk gang sblh rumah makan mina nanti ada turunan, nah itu batas relnya, trus belok kiri ada pertigaan disitu ada patok besi bertulis PJKA (klo msh ada hehe2)
turntablenya masih berbentuk gak? trus di kdp kan dulu ada pabrik gula, pasti ada dong, percabangan dari stasiun ke pabrik gula? kalau ada yg tau letak percabangannya dimana dan jalurnya lewat mana? 1 lagi, pernahkah lok diesel liwat kadipaten? sorry banyak tanya, tks bwt mas 'penghuni' gotrok.

(09-07-2012, 08:45 PM)paulus Wrote: [ -> ]turntablenya masih berbentuk gak? trus di kdp kan dulu ada pabrik gula, pasti ada dong, percabangan dari stasiun ke pabrik gula? kalau ada yg tau letak percabangannya dimana dan jalurnya lewat mana? 1 lagi, pernahkah lok diesel liwat kadipaten? sorry banyak tanya, tks bwt mas 'penghuni' gotrok. 
nah itu saya jg gak tau, karena semua bagian stasiun sdh diokupasi bangunan, turntablenya itu dibagian yg saya bilang tadi lokalisasi

. Dan masalahnya saya lahir stlh jalur itu ditutup jadi gak tau apa sempat ada kereta diesel atau tidak, namun sampe dengan saya SMP peninggalannya masih relatif utuh. Tapi di foto pernikahan nyokap tahun 1973, di latarnya ada kepoto gerbong dari kayu.
Kalau percabangan ke PG seingat saya ada, yaitu tepat sebelum lampu merah ada percabangan ke kiri mengarah ke PG. Jadi di jalan raya yg ke arah majalengka, sebelah kiri adalah rel kereta api dan sebelah kanan adalah rel lori pengangkut tebu. Sekarang dua-duanya sudah musnah
