18-05-2009, 10:43 AM
18-05-2009, 12:04 PM
(18-05-2009, 07:26 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]brur, kalo berat adhesinya lebih berat di lh, berarti lok2 model ini gak merata dunk distribusi beratnya.
mendingan diberikan gambar potongan depan nya lok cc aja, nanti bisa dibahas lebih lanjut.
jika distribusi berat tidak merata berarti tekanan gandar pun akan berbeda, apakah memang demikian??
18-05-2009, 01:36 PM
beratnya merata karena pusat berat berada di bagian tengah di tempat motor diesel dan generator berada dan disalurkan dengan baik oleh sasisnya, cuma kalo posisi lok SH biasanya agak kurang mantap buat nanjak meskipun masi kuat2 saja untuk menarik.
19-05-2009, 08:28 AM
(18-05-2009, 01:36 PM)Agung Wrote: [ -> ]beratnya merata karena pusat berat berada di bagian tengah di tempat motor diesel dan generator berada dan disalurkan dengan baik oleh sasisnya, cuma kalo posisi lok SH biasanya agak kurang mantap buat nanjak meskipun masi kuat2 saja untuk menarik.
brur, kalo begitu, berarti ketika posisi nanjak titik berat lok ini berubah. dan antara sh dan lh masing2 beda posisi titik beratnya.
barangkali

19-05-2009, 11:38 AM
Yap... ini soal masalah titik pusat berat (inget pelajaran fisika SMA doeloe).
Setiap loko punya titik pusat berat yang berbeda-beda bergantung kepada massa total loko, gaya gravitasi di tempat, ketinggian dan struktur suspensi masing-masing, dengan bentuk loko 3 dimensi XYZ maka:
∑ ƒ = 0
∑ Ä = 0
Rumus menghitung koordinat titik berat loko:
XG = ∑miXi / ∑mi
YG = ∑miYi / ∑mi
ZG = ∑miZi / ∑mi
Coba cari contoh lokonya supaya bisa diketahui titik koordinat pusat beratnya...
Menurut pengamatan saia, posisi titik berat loko pada keadaan ideal tepat berada di tengah... jika keadaan medan menanjak maka titik berat loko akan berpindah ke tempat yang lebih rendah, jadi pada posisi SH gaya dorong yang dibutuhkan lebih besar untuk memindahkan titik berat pada posisi ideal sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih berat, sedangkan pada LH tidak begitu berpengaruh sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih ringan...
Demikian penjelasannya... semoga menambah ilmu persepuran. CMIIW
Setiap loko punya titik pusat berat yang berbeda-beda bergantung kepada massa total loko, gaya gravitasi di tempat, ketinggian dan struktur suspensi masing-masing, dengan bentuk loko 3 dimensi XYZ maka:
∑ ƒ = 0
∑ Ä = 0
Rumus menghitung koordinat titik berat loko:
XG = ∑miXi / ∑mi
YG = ∑miYi / ∑mi
ZG = ∑miZi / ∑mi
Coba cari contoh lokonya supaya bisa diketahui titik koordinat pusat beratnya...
Menurut pengamatan saia, posisi titik berat loko pada keadaan ideal tepat berada di tengah... jika keadaan medan menanjak maka titik berat loko akan berpindah ke tempat yang lebih rendah, jadi pada posisi SH gaya dorong yang dibutuhkan lebih besar untuk memindahkan titik berat pada posisi ideal sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih berat, sedangkan pada LH tidak begitu berpengaruh sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih ringan...
Demikian penjelasannya... semoga menambah ilmu persepuran. CMIIW
19-05-2009, 11:51 AM
dari itung2an rumit diatas.. berapa Hp perbedaan antara SH dan LH???
19-05-2009, 01:21 PM
Bung gearbox, daya itu ditentukan oleh energi yang dikonsumsi mesin, bukan titik beratnya...
Karena daya (W) adalah energi yang dibutuhkan mesin loko untuk menarik beban (P) tiap satuan waktu (t), dengan W = P * t
sedangkan titik berat (Xg, Yg, Zg) adalah total massa loko (mi) dengan gravitasi pada 3 titik (Xi, Yi, Zi) per total massa (mi) seperti rumus di atas.
Jadi HP pada loko itu bergantung kepada konsumsi energi yang diperlukan, jika keadaannya menanjak maka nilai P bertambah dan nilai W pun ikut bertambah... jadi nilai HP pada spek loko adalah nilai maks energi yang dibutuhkan (CC201 tidak mutlak 1800 hp dan CC203 tidak mutlak 2000 hp)
Karena daya (W) adalah energi yang dibutuhkan mesin loko untuk menarik beban (P) tiap satuan waktu (t), dengan W = P * t
sedangkan titik berat (Xg, Yg, Zg) adalah total massa loko (mi) dengan gravitasi pada 3 titik (Xi, Yi, Zi) per total massa (mi) seperti rumus di atas.
Jadi HP pada loko itu bergantung kepada konsumsi energi yang diperlukan, jika keadaannya menanjak maka nilai P bertambah dan nilai W pun ikut bertambah... jadi nilai HP pada spek loko adalah nilai maks energi yang dibutuhkan (CC201 tidak mutlak 1800 hp dan CC203 tidak mutlak 2000 hp)
19-05-2009, 03:17 PM
pertanyaan disini kan lebih kuat mana LH atau SH..
nah dengan perhitungan titik berat antara SH dan LH berapa besar kah perbedaan kekuatan yang ditimbulkan antara SH dan LH yang berbeda titik beratnya...
logikanya... Perbedaan SH dan LH mempengaruhi perbedaan titik berat mempengaruhi berat adhesi...nah dari pengaruh2 tsb seberapa jauh mempengaruhi perbedaan kekuatan SH dan LH???
nah dengan perhitungan titik berat antara SH dan LH berapa besar kah perbedaan kekuatan yang ditimbulkan antara SH dan LH yang berbeda titik beratnya...
logikanya... Perbedaan SH dan LH mempengaruhi perbedaan titik berat mempengaruhi berat adhesi...nah dari pengaruh2 tsb seberapa jauh mempengaruhi perbedaan kekuatan SH dan LH???
25-05-2009, 07:45 PM
siapa sih yang nentuin posisi SH or LH lok pada saat mau narik, apa terserah kemauan dari masinisnya
25-05-2009, 08:12 PM
yaps....tergantung kemauan dari masinis dan juga dinas yang akan dilaksanakan
untuk KA kelas argo diusahakan utuk selalu menggunakan SH, selain itu terserah keinginan masinis, pengin SH atau LH.
untuk KA kelas argo diusahakan utuk selalu menggunakan SH, selain itu terserah keinginan masinis, pengin SH atau LH.
