waduh......jangan ditanya deh kalo pas liburan.......K2 sama aja kayak K3, uyel2an semua orangnya......
mau jalan2 juga gak bisa karena sepanjang gang dan bordes sudah penuh dengan orang......
apa iya sepadat itu? Saya sering di tanah abang kalau pas rame, "penjualan Tiket KA Bengawan dihentikan karena sudah melebihi kapasitas". Apa batasannya penuh bejubel ya?
(16-07-2009, 05:05 PM)m_ilhami Wrote: [ -> ]apa iya sepadat itu? Saya sering di tanah abang kalau pas rame, "penjualan Tiket KA Bengawan dihentikan karena sudah melebihi kapasitas". Apa batasannya penuh bejubel ya?
Kang, ini lg mbahas wacana K2 yg mo dihapus bukan K3. Ntar dilempar kanpas rem sm Om Momod lho kalo OOT.
spoorsoni Wrote:Wah mas Antimon belum pernah naik K2 pas liburan atau week end. Jangankan jalan-jalan, menggerakkan kaki di tempat duduk pun sulit karena penuhnya luar biasa. Nyaman dari mana kalo suasana seperti itu. Ditambah lagi yang bikin kesal, kebanyakan yang berjejalan itu kambing! Setuju lah hapuskan K2
Soni
Saya setuju dengan pendapat Anda, Mas...Mudah2an terobosan ini membawa kebaikan bagi para "mantan" pengguna KA kelas ini bila K2 jd dihapus.
mas antimon sesekali cobain naik Cireks KA100 pada hari jumat jam 18:30 dari GMR, anda bisa lihat K2 Cireks spt K3 dan K1 Cireks seperti Bus Patas AC (banyak yg berdiri)

Kira-kira, KA Bisnis di Sumatra apa mo dihapus juga kayak dijawa??
Tinggal pertegas peraturan yg ada, tambah PKD ato polsuska ato bodyguard buat pak kondektur di kereta maka

nggak bakal berani 'ngambing', kalau masih 'ngambing' ya

aja

Bila k2 jadi dihapuskan, maka sebaiknya kereta2 k1 maupun k3 disesuaikan harga maupun pelayananya, agar kaum 'bisnis' tetap bisa eksis sebagai penumpang KA.

(16-07-2009, 07:54 PM)antimon40 Wrote: [ -> ]Tinggal pertegas peraturan yg ada, tambah PKD ato polsuska ato bodyguard buat pak kondektur di kereta maka
nggak bakal berani 'ngambing', kalau masih 'ngambing' ya
aja
Bila k2 jadi dihapuskan, maka sebaiknya kereta2 k1 maupun k3 disesuaikan harga maupun pelayananya, agar kaum 'bisnis' tetap bisa eksis sebagai penumpang KA. 
percuma mon,ini salah satu contoh aja ya.selama ini yang tak liat di gumarang tuh yang ngambing tuh banyak yang berambut cepak.polsuskanya gak bakalan berani bertindak.
bahkan pernah diceritain penumpang yang "berambut cepak" juga kalau ada temannya yang ketahuan ngambing malah nantangin gelut polsuskanya.yah kederlah polsuskanya."rambut cepak gitu loh".nah ruwet kan.
ini masalahnya mentalitas yang sudah bobrok.cara menghadapinya kudu denga sistem yang tegas.walaupun penghapusan k2 bukan satu-satunya solusi tapi aye setuju aje biar gak ada kelas kereta yang "abu-abu".
pokoknya mah saya dukung penghapusan K2 untuk diupgrade ke K1

(16-07-2009, 03:38 PM)spoorsoni Wrote: [ -> ]Wah mas Antimon belum pernah naik K2 pas liburan atau week end. Jangankan jalan-jalan, menggerakkan kaki di tempat duduk pun sulit karena penuhnya luar biasa. Nyaman dari mana kalo suasana seperti itu. Ditambah lagi yang bikin kesal, kebanyakan yang berjejalan itu kambing! Setuju lah hapuskan K2
Soni
saya bantu menggambarkan apa yang terjadi di K2 pada saat penuh-penuhnya...
sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2073656
tentang masalah ini, gua gak terlalu demen naik K1 ( gak bisa selonjoran..

)
lebih setuju K2 yang dipasang AC ..

^bukan bro,tp lebih kepada metalitas bobrok yg dipelihara sejak zaman PJKA
