26-03-2011, 01:43 PM
Hari ini, Sabtu, 26 Maret 2011, 6 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar) akan ikut serta dalam program "Earth Hour".
"Earth Hour" bertujuan menekan angka penggunaan energi listrik, dalam bentuk mematikan alat-alat elektrik, terutama penerangan, selama 60 menit/1 jam. Khusus hari ini, akan diberlakukan antara pukul 20:30 sampai 21:30.
Yang saya mau tanyakan, apakah gedung-gedung stasiun utama di kota-kota diatas (kecuali Denpasar) perlu mengikuti kampanye peduli lingkungan ini? Karena, menurut saya, ada dampak positif dan negatif dari keikutsertaan stasiun-stasiun utama tersebut.
Dampak positifnya, ya sesuai dengan tujuan program "Earth Hour". Stasiun besar tentunya merupakan salah satu konsumen energi listrik terbesar suatu kota. Pada malam hari, stasiun besar membutuhkan penerangan untuk menunjang operasional perjalanan KA di malam hari. Dengan mematikan (atau mengurangi) seluruh sistem penerangan selama 1 jam, tentunya akan mengurangi pemakaian energi listrik cukup banyak...
Tapi, dampak negatifnya ya jelas kebalikan dari dampak positifnya. Operasional stasiun besar di malam hari bisa-bisa terganggu akibat pengurangan sistem penerangan, sekalipun hanya untuk waktu 1 jam...
Jadi, lewat thread ini, saya ingin tahu, bagaimana pendapat teman-teman seputar hal ini. Apakah stasiun-stasiun besar di ke-5 kota besar di Jawa tersebut perlu ikut serta dalam program "Earth Hour" atau tidak?
Silahkan tulis pendapat Anda...
"Earth Hour" bertujuan menekan angka penggunaan energi listrik, dalam bentuk mematikan alat-alat elektrik, terutama penerangan, selama 60 menit/1 jam. Khusus hari ini, akan diberlakukan antara pukul 20:30 sampai 21:30.
Yang saya mau tanyakan, apakah gedung-gedung stasiun utama di kota-kota diatas (kecuali Denpasar) perlu mengikuti kampanye peduli lingkungan ini? Karena, menurut saya, ada dampak positif dan negatif dari keikutsertaan stasiun-stasiun utama tersebut.
Dampak positifnya, ya sesuai dengan tujuan program "Earth Hour". Stasiun besar tentunya merupakan salah satu konsumen energi listrik terbesar suatu kota. Pada malam hari, stasiun besar membutuhkan penerangan untuk menunjang operasional perjalanan KA di malam hari. Dengan mematikan (atau mengurangi) seluruh sistem penerangan selama 1 jam, tentunya akan mengurangi pemakaian energi listrik cukup banyak...
Tapi, dampak negatifnya ya jelas kebalikan dari dampak positifnya. Operasional stasiun besar di malam hari bisa-bisa terganggu akibat pengurangan sistem penerangan, sekalipun hanya untuk waktu 1 jam...
Jadi, lewat thread ini, saya ingin tahu, bagaimana pendapat teman-teman seputar hal ini. Apakah stasiun-stasiun besar di ke-5 kota besar di Jawa tersebut perlu ikut serta dalam program "Earth Hour" atau tidak?
Silahkan tulis pendapat Anda...

![[Image: siggi.jpg]](http://i984.photobucket.com/albums/ae323/phadeen/Railfans/siggi.jpg)


![[Image: loudtalks.jpg]](http://i303.photobucket.com/albums/nn144/Alfan_bulogo/loudtalks.jpg)
![[Image: 76561198165808142.png]](http://steamsignature.com/profile/english/76561198165808142.png)
![[Image: 8014645208_0fb788d2bb_c.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8435/8014645208_0fb788d2bb_c.jpg)
![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)