Poll: Setujukah Anda bila stasiun-stasiun besar di kota-kota utama Pulau Jawa ikut program "Earth Hour"?
You do not have permission to vote in this poll.
Setuju tanpa syarat.
29.41%
5 29.41%
Setuju bersyarat (kalo boleh tuliskan syaratnya).
29.41%
5 29.41%
Tidak setuju.
41.18%
7 41.18%
Total 17 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
To be or not to be - "Earth Hour" di Stasiun-stasiun Utama Kota Besar
#11
ya ..kalau menurut saya ...tidak apa - apa mengikuti program "earth hour"...tapi kalau untuk stasiun besar ..keliatannya jangan dehh ya???meskipun itu hanya 1 jam tapi..jika itu terjadi malam hari..jadi otomatis para penumpang dan sebagainya yang saat itu berada di stasiun pasti akan terganggu..
>>SEMBRANI
>>>TURANGGA
>>>>MUTIARA TIMUR
Harus selalu di HATI QULok Merah Biru tuutuuutt
Reply
#12
(27-03-2011, 04:55 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: kalo saran saya tiap stasiun besar di tiap daop memasang panel surya di atap stasiun dan di setiap penjuru stasiun yang kosong. Insinyur indonesia kan pinter2, masa gak ada yg bisa bikin. Terus pas sore hari jam 5an gitu listrik menggunakan arus yg terkumpul di panel surya gitu. sy yakin PT. Kereta Api (Persero) mampu bikinnya

Bukan masalah bisa bikin ato ndak bro...PV alias panel surya itu mahal banget biaya investasinya..
Itu yang menjadi jawaban kenapa di Indonesia jenis pembangkit listrik ini belum begitu populer..

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) aja masi kesusahan membenahi saran dan prasarananya..
Reply
#13
[spoiler]
(27-03-2011, 05:20 PM)phadeen Wrote:
(27-03-2011, 04:55 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: kalo saran saya tiap stasiun besar di tiap daop memasang panel surya di atap stasiun dan di setiap penjuru stasiun yang kosong. Insinyur indonesia kan pinter2, masa gak ada yg bisa bikin. Terus pas sore hari jam 5an gitu listrik menggunakan arus yg terkumpul di panel surya gitu. sy yakin PT. Kereta Api (Persero) mampu bikinnya

Bukan masalah bisa bikin ato ndak bro...PV alias panel surya itu mahal banget biaya investasinya..
Itu yang menjadi jawaban kenapa di Indonesia jenis pembangkit listrik ini belum begitu populer..

PT. Kereta Api (Persero) aja masi kesusahan membenahi saran dan prasarananya..
[/spoiler]
Betul Boss saya jualan aja yg 1000 Watt untuk pengganti listrik PLN menggunakan tenaga surya Rp.32jt bagaimana nyang listrik besar2.. Ampyun deh ...

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#14
kalau saya paling gak percaya sama program beginian,
penghematan apanya, rakyat kecil / pelanggan kecil aja disuruh matiin,
biar PLN bisa menghemat ber watt watt kemudian bisa dia jual / alirkan listrik itu ke pelanggan kakap / industri, pinter juga si , sebab kalau sampai suply ke pelanggan kakap itu terhambat bisa di komplain dia. tapi PT KA termasuk pelanggan kakap gak ya? Xie Xie,
kalau mau bikin program ya sekalian seperti kalau ada nyepi di Bali sampai bandara dan pelabuhan aja tutup.

Reply
#15
(27-03-2011, 07:12 PM)jokotingkir Wrote: kalau saya paling gak percaya sama program beginian,
penghematan apanya, rakyat kecil / pelanggan kecil aja disuruh matiin,
biar PLN bisa menghemat ber watt watt kemudian bisa dia jual / alirkan listrik itu ke pelanggan kakap / industri, pinter juga si , sebab kalau sampai suply ke pelanggan kakap itu terhambat bisa di komplain dia. tapi PT KA termasuk pelanggan kakap gak ya? Xie Xie,
kalau mau bikin program ya sekalian seperti kalau ada nyepi di Bali sampai bandara dan pelabuhan aja tutup.

Kayaknya yang bikin neh program bukan PLN deh om..[Image: HeHe.gif]
tapi aktivis peduli lingkungan..kan ada di seluruh dunia neh program..
Reply
#16
(27-03-2011, 10:54 PM)phadeen Wrote:
(27-03-2011, 07:12 PM)jokotingkir Wrote: kalau saya paling gak percaya sama program beginian,
penghematan apanya, rakyat kecil / pelanggan kecil aja disuruh matiin,
biar PLN bisa menghemat ber watt watt kemudian bisa dia jual / alirkan listrik itu ke pelanggan kakap / industri, pinter juga si , sebab kalau sampai suply ke pelanggan kakap itu terhambat bisa di komplain dia. tapi PT KA termasuk pelanggan kakap gak ya? Xie Xie,
kalau mau bikin program ya sekalian seperti kalau ada nyepi di Bali sampai bandara dan pelabuhan aja tutup.

Kayaknya yang bikin neh program bukan PLN deh om..[Image: HeHe.gif]
tapi aktivis peduli lingkungan..kan ada di seluruh dunia neh program..

ya pasti bukan PLN memang , walaupun aktivis se rt atau sedunia sekalipun mereka pasti punya sponsor dan kepentingan,
kalau kita analisa siapa sebenarnya yg diuntungkan dengan program ini rakyat kah? kalau sampek KRL ikutan dimatiin yg untung siapa kira-kira?, PT KA kah? pasti juga rugi, terus penumpang sudah pasti rugi.

kalau pun ternyata listrik itu bisa di hemat sekian juta watt apakah bisa dikonversi untuk program kesehatan misalnya , atau bisa digunakan untuk menambah kapasitas daya pada lintas Jak-Bogor supaya KRL bisa lebih banyak melaju disana?, kan belum tentu.

jadi menurut saya kalau memang mau ikutan matiin lampu niatnya ya buat menghemat pengeluaran listrik bulanan aja , atau paling tidak umur lampu dirumah kita bisa bertambah satu tahun satu jam , saya kira kok lebih pas alasannya. Pisss ahhh...
Reply
#17
Yang dilihat semangatnya aja, bagaimana mengurangi emisi gas CO2.
Seandainya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menghemat solar 20% saja, itu sudah berkontribusi terhadap pemanasan global.

Bagaimana kalau KRL siang matikan lampu, atap diganti sun roof Big Grin
Reply
#18
Hmmm...

Earth Hour...
Lagi booming sejak isu pemanasan global makin santer.
Bagaimana mengurangi emisi bahan bakar fosil.

Bicara setuju dan tidak setuju...
Ndak ada yang bisa ngasih kepastian.
Hanya saja kesadaran ini tidak bisa dipaksakan, apabila mentalitas manusia masih oil oriented.

Yang pasti, fasilitas umum/publik TIDAK AKAN bisa menjalankan EARTH HOUR dikarenakan pelayanan yang harus diberikan kepada pelanggannya. Ini berlaku juga untuk KA (KRD/KRL) walau hanya satu jam.

So, yang dibutuhkan hanyalah kesadaran pribadi.
Tindakan nyatanya...... yah :
  1. Tidak membuang sampah ke luar KA jika sedang berjalan
  2. Menanam tanaman yang bisa menabung air di seputar stasiun/fasilitas kereta api lainnya
  3. Mendaur ulang limbah toilet dari kereta penumpang
  4. Menjaga sarana & prasarana kereta api supaya saat operasional tidak boros tenaga dan bahan bakar

Dan hal² lainnya yang terlihat sepele yang akan dirasakan oleh anak cucu kita...
Betul?

So, mari ber-
[Image: images?q=tbn:ANd9GcQoPoUzl05G4C_QqsgWGCn...BzhhW9x2zg]
[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#19
Namanya aja Earth hour koq jadi ga harus mematikan listrik tapi apa yang bisa kita lakukan 1 jam itu aja buat dunia.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#20
(27-03-2011, 05:20 PM)phadeen Wrote:
(27-03-2011, 04:55 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: kalo saran saya tiap stasiun besar di tiap daop memasang panel surya di atap stasiun dan di setiap penjuru stasiun yang kosong. Insinyur indonesia kan pinter2, masa gak ada yg bisa bikin. Terus pas sore hari jam 5an gitu listrik menggunakan arus yg terkumpul di panel surya gitu. sy yakin PT. Kereta Api (Persero) mampu bikinnya

Bukan masalah bisa bikin ato ndak bro...PV alias panel surya itu mahal banget biaya investasinya..
Itu yang menjadi jawaban kenapa di Indonesia jenis pembangkit listrik ini belum begitu populer..

PT. Kereta Api (Persero) aja masi kesusahan membenahi saran dan prasarananya..

Jika kita skeptis tentang penggunaan listrik tenaga surya di Stasiun KA, gimana perkeretapian kita bisa maju??? OK lah mahal investasinya, bukankah dulu penjajah Belanda mau menginvestasikan uang mereka untuk membangun jalan rel, jalan raya, pertambangan, perkebunan dll di Indonesia walaupun pada saat itu mungkin mereka tau daerah jajahan kelak akan merdeka.

Resiko pasti ada dalam setiap investasi, tapi jika kita berniat pasti akan ada solusi untuk menghadapi resiko tersebut. Katakanlah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil membangun Pembangkit LIstrik Tenaga Surya di seluruh DAOP/DIVRE di Jawa dan Sumatera dan dipasang (sebagai langkah awal) di tiap stasiun besar (JAKK, GMR, MRI, JNG, THB, BKS, BOO dll) dan dipasang untuk mulai bekerja saat jam 5 sore, bukankah akan memberikan pengaruh yang signifikan buat tagihan listrik bulanan???

Dana pembayaran listrik yg berhasil dihemat itu kan bisa dialokasikan untuk misalnya, kesejahteraan pegawai, perawatan sarana dan prasarana dll. Memang mahal investasi awalnya, mungkin juga berat, tapi kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berniat untuk mencoba, keuntungan di masa depan jauh lebih bermanfaat. Ini sih hanya pemikiran saya aja lho, bukan untuk berdebat. Toh semata-mata kita semua pengen kereta api kita jadi lebih baik.
[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)