02-01-2012, 10:28 AM

|
02-01-2012, 10:46 AM
okelah itu pakai marawis, biar nyawa yg naik atap pade inget sama tuhan nye, istilahnye soft warning nih...hehehehe...baru ntar hard warning nya kayak apa
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
02-01-2012, 05:05 PM
[spoiler=2012, PT KCJ Harapkan Realisasi 5 Stasiun Baru]
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) selaku operator KRL berharap rencana pembangunan lima stasiun baru di Jakarta bisa direalisasikan pada tahun ini. Harapan itu menguat setelah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menempatkan transportasi KRL sebagai salah satu layanan transportasi massal yang akan diprioritaskan pada tahun 2012. [/spoiler]
Sekretaris Perusahaan PT KCJ Makmur Syaheran saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/1/2012), mengaku menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi DKI. Pihaknya berharap pemerintah bisa bekerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur stasiun. "Lima stasiun baru yang direncanakan adalah Stasiun Tomang, Roxy, Matraman, Mampang Baru, dekat Pasar Rumput, dan Bandengan," ungkap Makmur. Realisasi rencana tersebut, lanjut Makmur, sejalan dengan rencana Pemprov DKI untuk mengintegrasikan dua layanan transportasi massal andalan Ibu Kota, yaitu Busway dan KRL. "Lima stasiun itu letaknya berdekatan dengan shelter busway yang ada dan bisa diintegrasikan. Jadi, penumpang bisa beralih dengan cepat dari dan ke rute Loopline KRL," kata Makmur. Ia melanjutkan, rencana penambahan stasiun dirasa semakin penting sejak pemberlakuan rute baru KRL pada awal Desember 2011 lalu. Dengan adanya persinggungan dan kesinambungan antara KRL dan Busway diharapkan mobilitas penduduk Jakarta akan semakin terakomodasi oleh layanan transportasi massal. Dengan demikian, tujuan utama mengalihkan penumpang kendaraan pribadi ke moda transportasi publik bisa tercapai. Selain pembangunan stasiun yang berdekatan dengan shelter busway, pihak KCJ tengah mengupayakan pemberlakuan satu tiket yang sama bagi penumpang bus Transjakarta dan KRL. Selain memperlancar peralihan penumpang, sistem ticketing baru akan memudahkan penumpang mengakses kedua layanan angkutan publik tersebut. Fauzi Bowo saat pembukaan rute XI Bus Transjakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, berharap kedua transportasi massal di Jakarta bisa diintegrasikan. Ia menegaskan akan memperhatikan perbaikan dan penyediaan sarana umum seperti ruang tunggu dan toilet yang memadai guna mendukung rencana tersebut.
02-01-2012, 05:41 PM
(02-01-2012, 05:05 PM)pardjono Wrote: [spoiler=2012, PT KCJ Harapkan Realisasi 5 Stasiun Baru] nah, kalau begitu cepat2 lah dibikin. sekaligus sistem interchange antar modanya termasuk juga satu tiket busway-krl. kalau kita flashback, sistem kayak begini dulu sudah pernah ada tiket terusan (overstapkartjis) antara moda trem dengan krl tahun 20-30 an.
ayo, masak kalah sama manajemen transportasi abad 19? ![]()
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
02-01-2012, 05:59 PM
(02-01-2012, 05:41 PM)ady_mcady Wrote:(02-01-2012, 05:05 PM)pardjono Wrote: [spoiler=2012, PT KCJ Harapkan Realisasi 5 Stasiun Baru] baswei terdiri dari beberapa perusahaan bus yg tergabung dalam 1 konsorsium, menyatukan 1 suara untuk di gabung ke komuter rasanya (di)sulit(kan), mereka sudah kenyang dengan subsidi 50%, bayangin aja dari jaman koridor I beroperasi sampai sekarang koridor XI msh 3500 rupiah, itu sudah cukup mengergoti APBD, efeknya urusan yg lain seperti jalan berlubang, kesejahteraan masyarakat dll jadi tidak ada atau kurang anggarannya.
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
02-01-2012, 08:02 PM
[spoiler=Penumpang Di Atas Atap KRL Kembali Ditertibkan]
JAKARTA, KOMPAS.com — PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan sosialisasi terhadap penumpang yang naik di atap kereta sepanjang jalur lintasan Bogor-Jakarta Kota. Sosialisasi tersebut dilakukan mulai 2 Januari hingga 11 Januari 2012 dan selanjutnya akan dilakukan penindakan. [/spoiler]
Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin (2/01/2012), di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, sekitar pukul 18.45 WIB, terdapat 20 petugas yang terdiri atas 15 anggota Pasukan Pengamanan Dalam (PKD) dan 5 anggota Polisi Khusus Kereta Api melakukan sosialisasi tersebut. Sosialisasi itu berbentuk imbauan kepada penumpang yang membandel untuk segera turun dari atap. Pihak stasiun pun turut memberikan peringatan lewat pengeras suara. "Ini belum begitu ramai, mungkin karena masih banyak yang libur," ujar Sopyan, salah satu petugas. Sopyan melanjutkan, ada ratusan petugas yang diturunkan dalam sosialisasi ini, mereka dibagi ke dalam beberapa tim dan menertibkan secara berurutan mulai dari arah Bogor hingga Jakarta Kota. "Pagi petugas nertibin di Stasiun Cilebeut, Bojong, dan Citayem. Nah, sorenya di Stasiun Jayakarta, Sawah Besar, sama Cikini," tuturnya. Salah seorang penumpang bernama Nadia (22) yang sehari-hari naik kereta ekonomi menuju Bogor mengungkapkan bahwa penindakan tersebut tidak efektif karena masih banyak penumpang yang belum sadar benar akan bahaya yang ditimbulkan. "Kan, petugas enggak menindak satu atau dua orang saja. Sekarang bisa menurut, besok belum tentu. Kan, itu kesadaran penumpangnya sendiri," ujarnya. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk menciptakan keamanan dan keselamatan penumpang kereta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pelaku pelanggaran akan dipidana penjara paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak Rp 15 juta.
03-01-2012, 05:58 AM
Quote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akan Tindak Tegas Penumpang Liar Mulai 11 Januari
03-01-2012, 10:36 AM
[spoiler=Kereta Ekonomi Ditarik, Tiket Elektronik Diterapkan Februari]
JAKARTA - PT Kereta Commuter Jabodetabek akan mulai menarik kereta-kereta kelas ekonomi dari lintasan ibukota pada April mendatang. Kereta-kereta uzur tersebut diganti dengan kereta-kereta commuter yang selama ini sudah melayani sebagaian besar rute di Jabodetabek. [/spoiler]
Ditargetkan, akhir 2012 semua kereta ekonomi yang sudah beroperasi sejak 1960-an semuanya sudah tergantikan oleh armada commuter line. "Penarikan kita mulai secara bertahap. Semua diganti dengan kereta commuter," terang Sekretaris Perusahaan PT KCJ Makmur Saheran kepada INDOPOS (JPNN Group), Senin (2/1). Penarikan kereta ekonomi dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepada penumpang. Targetnya, pada akhir tahun tidak ada lagi kereta ekonomi di Jabodetabek dan semuanya sudah menggunakan kereta commuter yang dilengkapi pendingin udara. Tahun ini, sebanyak 160 kereta dari Jepang akan kembali didatangkan untuk menambah jumlah armada yang beroperasi di Jabodetabek. "Saat ini sudah ada 100 kereta yang mendapat sertifikasi jalan dan semoga mulai April nanti bisa dikerahkan," beber Makmur. Dia mengakui, sejak penerapan sistem satu perjalanan pada Juli dan pengoperasian sistem loopline mulai Desember lalu, jumlah perjalanan semakin meningkat. "Jumlah perjalanan kini meningkat dari 467 menjadi 531. Tentu saja jumlah penumpang yang terangkut juga ikut bertambah,"jelas Makmur. Menurutnya, pertumbuhan jumlah penumpang kereta mau tak mau harus dibarengi dengan perbaikan layanan. Dia mengakui, saat ini kereta Jabodetabek masih sangat sering berisi jejalan penumpang hingga menuatnya tak nyaman pada jam-jam tertentu. Soal kereta berjejal, Makmur menyebut distribusi penumpang masih belum merata. Sebagian besar penumpang selalu bertumbukan pada jam pemberangkatan yang sama hingga menyebabkan kereta penuh sesak. Penambahan rangkaian tidak bisa dilakukan begitu saja karena terkait panjang peron, kapasitas listrik dan persoalan teknis lainnya. "Kita mengakui pada jam tertentu kereta masih sangat padat. Kita tidak bisa menyalahkan penumpang karena memang banyak yang memilih jam perjalanan sama. Padahal, kalau saja mau mengubah jam perjalanan, bisa jadi kereta yang ditumpangi lebih longgar," katanya. Makmur menambahkan, selain menarik kereta ekonomi, perubahan pada sistem tiket juga akan dilakukan. Rencananya, mulai Februari mendatang pada 31 stasiun akan mulai diterapkan tiket elektrik. "Tahap pertama sistem ticketing electric kita lakukan pada Februari dan berlanjut hingga Juli nanti," beber Makmur. Pada tahap awal, tiket elektrik tetap disandingkan dengan tiket manual seperti selama ini digunakan. Penumpang bisa memilih menggunakan tiket elektrik atau manual. Baru nanti pada Juli ditargetkan 63 stasiun kereta di Jabodetabek sudah menerapkan tiket elektrik. Tiket elektrik diprediksi mampu mengikis panjang antrean penumpang di depan loket karcis kereta. Pemilik tiket elektrik cukup menggesekkan tiket berbentuk plastik dengan chip untuk masuk ke stasiun dan naik kereta. Tiket elektrik bisa diisi ulang dengan nilai rupiah sesuai kebutuhan pemiliknya. Makmur menyebut, penerapan tiket elektrik mau tak mau juga akan dibarengi dengan pengoperasian pintu otomatis yang bisa mendeteksi tiket elektrik tersebut. Sementara itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mencanangkan atap Kereta Rel Listrik (KRL) harus bersih dari penumpang. Kemarin, upaya menghalau penumpang dari atap kereta dilakukan dengan memberi ucapan terima kasih kepada penumpang yang tak naik ke atap di stasiun Citayam. "Kita akan kembali melakukan sosialisasi serupa besok (hari ini, Red) di stasiun Bojong Gede dan 4 Januari di stasiun Depok," ujar Senior Manager Security Daop I Ahkmad Sujadi. Uniknya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop I memilih mengajak komunitas penumpang kereta yang sebagian dulunya gemar naik atap kereta. Bekerjasama dengan Yayasan Futuhatul Aytam, mereka menggelar marawis berisi imbauan agar penumpang tak naik ke atap kereta. Selama ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop I sudah melakukan banyak ragam cara untuk menghalau penumpang dari atap kereta. Mulai menyemprotkan cairan hingga memasang palang. Namun, tetap saja banyak penumpang bandel yang nekat naik ke atap. Padahal, mereka yang naik atap, lokomotif, kabin masinis dan tempat lain yang bukan untuk penumpang bisa dijerat UU 23/2007 tentang Perkeretaapian dengan sanksi kurungan tiga bulan atau denda Rp 15 juta.
03-01-2012, 03:17 PM
Quote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akan Pasang Kawat Berduri.
03-01-2012, 05:44 PM
[spoiler=2012, Penumpang Di Atap KA Akan Ditertibkan]
![]() ![]() Ustad Abdul Gani sedang memberikan himbauan kepada para penumpang yang berada di atap KA, yang diiringi oleh Marawis dari Train Community, di Stasiun Citayam Tahun 2012 ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mencanangkan atap kereta api khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) harus bersih dari penumpang. Untuk mewujudkan hal tersebut berbagai cara ditempuh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) agar penumpang di atap KA berkurang hingga akhirnya tidak ada lagi penumpang di atap.
Pada awal tahun 2012, tepatnya Senin 2 Januari 2012 di Stasiun Citayam, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kembali melakukan sosialisasi larangan naik di atap dan juga mengucapan terima kasih kepada penumpang yang sudah tertib menggunakan KRL. Menurut Senior Manager Security Daop 1, Akhmad Sujadi yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, sosialisasi berikutnya akan dilakukan pada tanggal 3 Januari 2012 di Stasiun Bojong Gede dan 4 Januari 2012 di Stasiun Depok. Sujadi menambahkan, kegiatan yang dimulai pukul 05.00 hingga 08.00 Wib ini bekerja sama dengan Yayasan Futuhatul Aytam yang membentuk Train Community. Anggota komunitas tersebut merupakan penumpang KRL yang sebelumnya pernah naik di atap KRL. Tapi kini mereka telah sadar dan tidak naik di atap KRL lagi. Sambil diiringi musik marawis, Ustad Abdul Ghani Jamal SH selaku pimpinan Yayasan Futuhatul Aytam memberikan himbauan kepada penumpang yang naik di atap KRL untuk turun dan tidak naik ke atap lagi. Menurut ustad, saat ini jumlah penumpang yang tergabung dalam Train Community sudah mencapai 800 orang anggota. Sebagian besar merupakan pengguna kereta api khususnya KRL Jabodetabek. Pada waktu-waktu tertentu, mereka berkumpul pada suatu acara pengajian sehingga pada kesempatan tersebut informasi larangan naik di atap KA dapat tersampaikan. Senior Manager Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) - Daop 1, Mateta Rijalulhaq mengatakan, larangan penumpang naik di atap KA sesuai dengan pasal 183 ayat 1 dan 207 UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian. Dalam pasal 183 ayat 1, disebutkan bahwa setiap orang dilarang berada di atap kereta, di lokomotif, di dalam kabin masinis, di gerbong atau di bagian kereta yang peruntukannya bukan untuk penumpang. Jika melanggar dalam pasal 207 disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa hak berada di dalam kabin masinis, di atap kereta, di lokomotif, di gerbong, atau di bagian kereta yang peruntukannya bukan untuk penumpang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau pidana denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). “Menuju ke arah kesadaran penumpang itu membutuhkan proses cukup panjang. Kami meminta kepada calon penumpang bersabar menunggu kereta berikutnya dan tidak memaksakan naik di atap. Perlu diingat, kereta merupakan moda transportasi yang terbatas dan tidak dapat dipaksakan†ujar Mateta. Harapan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), agar para penumpang di atap KA segera sadar dan tidak kembali naik di atap KA lagi. Mari kita wujudkan berkereta api yang santun untuk menunjukkan citra baik bangsa Indonesia. Sumber : kereta-api.co.id[/spoiler] |
tapi kreatif juga idenya pak 
![[Image: marawis.jpg]](http://www.kereta-api.co.id/images/marawis.jpg)
![[Image: ustad%20abdul%20ghani.jpg]](http://www.kereta-api.co.id/images/ustad%20abdul%20ghani.jpg)