Quote:Penertiban Penumpang Atap KA Belum Efektif.
Liputan6.com, Jakarta : Sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya meminta para penumpang untuk turun dari atap gerbong karena akan mengancam keselamatan mereka sendiri.
Namun, para penumpang bandel hanya menuruti perintah petugas sesaat saja, diperkirakan mereka akan kembali naik ke atap gerbong di stasiun berikutnya. Para penumpang bandel itu beralasan di dalam gerbong sarat penumpang sehingga mereka harus berdesakan.
Selama dua hari terakhir, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan penertiban bagi penumpang yang duduk di atap gerbong. Kepala Seksi Penertiban Daops 1 Jakarta, Ahmad Sujadi mengatakan sosialisasi penertiban penumpang liar akan terus digelar hingga 10 Januari mendatang. Petugas akan melakukan tindakan tegas berupa sanksi pidana kepada para penumpang yang tertangkap tangan naik di atap kereta mulai 11 Januari mendatang.
"Jika tetap membandel, penumpang yang naik di atas gerbong akan dikenakan sanksi pidana," ujar Ahmad Sujadi di Jakarta, Selasa (3/1).

|
04-01-2012, 04:19 AM
[spoiler=2011, 17 Orang Tewas Karena Naik Atap Kereta]
VIVAnews - Sepanjang tahun 2011 lalu tercatat sedikitnya 37 penumpang kereta api mengalami kecelakaan karena memanjat atap kereta api. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Penertiban PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 1 Akhmad Sujadi. [/spoiler]
Akhmad menjelaskan, dari 37 penumpang itu, enam di antaranya tewas tersetrum listrik aliran atas. Sementara yang meninggal dunia akibat terjatuh sebanyak 11 orang. Penumpang yang mengalami luka berat sebanyak 15 orang dan lima orang lainnya mengalami luka ringan. Rata-rata mereka yang mengalami kecelakaan berada di lintasan Jakarta - Bogor. Secara hukum, kata Akhmad meski mereka memiliki tiket, namun bagi penumpang yang terjatuh atau mengalami kecelakaan di atap KRL tidak akan mendapatkan asuransi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero). "Tapi secara iba, kami akan memberikan santunan kepada korban," kata Sujadi di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Selasa 3 Januari 2012. Akhmad mengatakan, belum lama ini, seorang PNS jatuh dari atas KRL di Depok. "PNS-nya enggak meninggal, tapi temannya yang meninggal. Itulah risikonya naik di atap KRL. Kalau enggak terjatuh, ya gosong tersetrum," kata dia. Akhmad mengatakan, sejak 2009, grafik kecelakaan penumpang di atap KRL mengalami penurunan. "Yang paling banyak itu tahun 2008, yang meninggal saja sampai 53 orang," kata dia. Sejak 1 Januari 2012 lalu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah memberlakukan sosialisasi penertiban penumpang di atap KRL. Beberapa pencegahan pun akan dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), di antaranya mempermanenkan penampar halilintar yang semula terbuat dari fiber, kini diganti dengan besi. "Kami juga akan pasang Goaltrain (semacam gawang di antara tiang listrik), dan memasang kawat berduri pada teralis di beberapa stasiun. Goaltrain dan penampar halilintar harus diselesaikan Januari ini," kata Akhmad.
04-01-2012, 08:59 AM
semprotan merica udah belum yah ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
04-01-2012, 11:41 AM
Sori... perkenalkan, saya nubie di sini...
Moga2 ga OOT atopun salah kamar... Mo numpang tanya, siapa tau ada yg bisa bantu. Kalo saya tinggal di dekat Stasiun Depok Baru, sedangkan kantor di Toyota Sunter, gimana caranya saya pulang dan pergi kantor dengan KRL? Misal, dari Depok Baru turun di stasiun mana, lalu ganti roda karet apa? Semoga dibantu. Thx...
04-01-2012, 12:10 PM
Quote:Selama KRL Penuh Sesak, Razia Penumpang Di Atap Tak Akan Ampuh. Sumber : detiknews.com (04-01-2012, 11:41 AM)spinrahardjo Wrote: Sori... perkenalkan, saya nubie di sini... naik KRL yg LoopLine, turun di Stasiun Pasar Senen, terus jalan ke terminal pasar senen (ga usah masuk, tunggu di luar aja) lanjut naik Kopaja U27 Senen - Kelapa Gading via sunter, semoga info sayah bisa membantu anda.. baydewei, anda kerja di Toyota Sunter bagian mobil profit kah ? ![]() (04-01-2012, 12:10 PM)pardjono Wrote:Quote:Selama KRL Penuh Sesak, Razia Penumpang Di Atap Tak Akan Ampuh. kalau di banding si roda karet emang jauh lebih murah ya ???
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
04-01-2012, 03:11 PM
(04-01-2012, 01:01 PM)bonbon Wrote:Thx infonya bro bonbon... Belum tahu nanti dibagian apa, masuknya baru per medio Februari. N lagipula info ini sebenarnya buat calon bini ane, soale setelah merit nanti, kami akan pindah ke Depok Baru(04-01-2012, 11:41 AM)spinrahardjo Wrote: Sori... perkenalkan, saya nubie di sini... ![]() ![]() ![]()
04-01-2012, 03:17 PM
Quote:Ada Kawat Berduri, Penumpang Tetap Membandel.
04-01-2012, 08:14 PM
[spoiler=Kelabui Petugas, 'Spiderman' Beraksi Saat Kereta Berjalan]
JAKARTA, KOMPAS.com - Penertiban penumpang di atap kereta kembali dilanjutkan oleh Polisi Khusus Kereta Api. Penumpang yang telah mengetahui penertiban tersebut mengelabui petugas dengan memanjat ke atap setelah kereta melewati stasiun. [/spoiler]
Berdasarkan pantauan Kompas.com di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2012), KRL ekonomi jurusan Bogor dari Kota memasuki stasiun sekitar pukul 17.45 WIB. Kondisi di dalam gerbong sesak oleh penumpang, banyak juga penumpang yang terpaksa bergantung satu kaki di pintu gerbong. Namun tak ada penumpang yang naik di atap. Dengan bermodalkan tongkat kayu sepanjang satu meter, petugas mengawasi gerak-gerik penumpang jika sewaktu-waktu naik ke atap kereta. Setelah sekitar satu menit berhenti, kereta pun beranjak menuju stasiun Manggarai, aksi "Spiderman" pun dimulai. Beberapa penumpang nekat memanjat lewat jendela kereta untuk bisa duduk di atap kereta yang tengah berjalan. M. Afifudin, Polisi Khusus Kereta Api yang tengah berjaga merasa gemas terhadap tingkah laku penumpang bandel tersebut. "Gemas rasanya, tapi ya mau gimana lagi. Sering juga loh ada yang jatuh, mati," ujarnya. Ia pun menceritakan pengalamannya semenjak berjaga di stasiun-stasiun sepanjang Jakarta-Bogor. "Sering kita dikata-katain, mereka ngomong kasar, kita mah udah biasa, mau gimana lagi," tambahnya. Tanggal 1 hingga 11 Januari 2012, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan sosialisasi untuk menciptakan keamanan dan keselamatan penumpang kereta sendiri. Berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pelaku pelanggaran akan di pidana penjara paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak 15 juta.
05-01-2012, 10:35 AM
(04-01-2012, 03:11 PM)spinrahardjo Wrote:(04-01-2012, 01:01 PM)bonbon Wrote:Thx infonya bro bonbon... Belum tahu nanti dibagian apa, masuknya baru per medio Februari. N lagipula info ini sebenarnya buat calon bini ane, soale setelah merit nanti, kami akan pindah ke Depok Baru(04-01-2012, 11:41 AM)spinrahardjo Wrote: Sori... perkenalkan, saya nubie di sini... Anda bisa naik KRL commuter line tujuan Jakarta Kota, kemudian turun di stasiun Juanda. di stasiun Juanda, anda kemudian keluar dari stasiun, jalan sedikit ke Halte Busway Juanda kemudian naik Busway Koridor 2 (Harmoni - Pulogadung). Naik Busway Koridor 2 (Harmoni - Pulogadung) dari Juanda kemudian turun di Halte Busway Cempaka Timur. Tidak perlu keluar Halte, cukup jalan kaki lewat jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk transit ke Halte Busway Yos Sudarso Cempaka Mas kemudian naik Busway Koridor 10 (Cililitan - Tanjung Priuk). Naik Busway Koridor 10 (Cililitan - Tanjung Priuk) dari Yos Sudarso Cempaka Mas kemudian turun di Halte Sunter Kelapa Gading.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
|
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
kalau di banding si roda karet emang jauh lebih murah ya ???
