bagus70 Wrote:Kemarin saya obok-obok arsip foto tahun 2008, kok kayaknya ketemu eks gerbong eksekutif Mutiara Utara yang sekarang jadi gerbong ekonomi Kahuripan!
Oh itu jadi Kahuripan...
Ketika aku merasa umurku tidak panjang lagi.. Sekarang pun aku dilarang pegang throttle lagi.. Peristiwa itu telah merenggut sebagian dari badanku..
Kumaha ieu teh.. Abdi ngarasa rek tilar dunya..
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.
Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...
Hibernasi ã„ã¿ã¯ ãÂÂã¦ã„ãÂÂã¾ãÂâ„¢. XDa
l
Nah, kemarin setelah mengobok-obok arsip foto saya, kok saya menemukan temuan yang mengejutkan. Beberapa railfans senior di Bandung mengatakan bahwa mayoritas gerbong asli Mutiara Utara adalah buatan tahun 1966 dari Gorlitz.
Kalau begitu, asumsi saya, gerbong-gerbong dari Gorlitz datang dalam 2 batch. Batch tahun 1966 untuk Mutiara Utara, sedangkan batch 1967 untuk Bima.
Tapi belakangan ini kita jarang melihat gerbong eksekutif dari tahun 1966. Nah beberapa waktu yang lalu, waktu ikut event gathering di PAdalarang, saya sempat memotret gerbong K3-66545R Kahuripan. Nah setelah saya perhatikan baik-baik, saya menduga bahwa gerbong ini adalah bekas gerbong ekskeutif yang baru saja direhab menjadi gerbong ekonomi.
Nah bisa dilihat, pada gambar pertama adalah rangkaian KA Mutiara Utara waktu baru datang dari Jerman Timur dan diparkir di stasiun JAkarta Kota. Awalnya rangkaian ini dicat warna krem-ijo. Sebagai catatan, pada jaman Orde LAma semua KA, apapaun kelasnya dicat krem-ijo.
Tapi pada tahun 1970an, gerbong-gerbong itu dicat warna abu-abu strip merah (lihat gambar 2). Perhatikan baik-baik konfigurasi jendelanya. Dua jendela paling kanan adalah yang satu adalah jendela penumpang, tetapi jendela paling kanan sebelum pintu adalah jendela ruang kondektur,
Di foto ketiga, bisa dilihat bahwa jendela paling kanan bentuk, posisi dan jarak mirip dengan 2 gambar sebelumnya. Apalagi model pintunya mirip bisnis atau eksekutif. Memang sekarang banyak KA ekonomi berpintu ini, tetapi konfigurasi pintu ini malah menguatkan dugaan saya bahwa gerbong K3-66545R ini adalah eks-eksekutif. Apalagi ada kode "R".
Ooo, di gerbongnya tho? Terkadang di bagian bordes suka ditulis gerbong ini eks gerbong apa. Dulu saya pernah lihat ada tanda seperti itu di gerbong eskekutif Fajar Utama dulu.
Tapi kode seperti ini tidak selamanya menerangkan kelas sebelumnya. Pernah saya juga melihat kode serupa di gerbong Argo Muria yang dulunya pakai bogi K5, tapi kemudian jadi K8.