28-02-2009, 08:05 PM
bagus70 Wrote:
Bagi para railfan di Jakarta yang mengikuti perkembangan perkereta apian setelah tahun 1995 mungkin tidak tahu, bahwa KRL Hitachi buatan tahun 1987 itu dulunya adalah KRL ber-AC.
Dulu KRL itu dipakai untuk kereta ekspress Jakarta-Bogor. Desain interiornya, kata kawan saya, mirip sekali dengan gerbong eksekutif Parahyangan. Bahkan di dalam juga ada TVnya.
Seperti halnya, KA ekspress Jakarta-Bogor sekarang, dia juga diberi nama KRL Pakuan ekspress.
Namun seiring dengan datangnya rangkaian KRL eks-Jepang pada tahun 2000, rangkaian KRL Hitachi ini akhirnya turun pangkat dari KRL AC menjadi KRL ekonomi yang dekil.
Maaf, saya ralat artikel ini. Seharusnya begini artikelnya :
Bagi para railfan di Jakarta yang mengikuti perkembangan perkereta apian setelah tahun 1999 mungkin tidak tahu, bahwa KRL Rheostatik stainless buatan Nippon Sharyo tahun 1987 itu dulunya adalah KRL ber-AC.
Dulu KRL itu dipakai untuk kereta Pakuan Utama AC Jakarta-Bogor. Desain interiornya, kata kawan saya, mirip sekali dengan gerbong eksekutif Parahyangan. Bahkan di dalam juga ada TVnya.
Namun seiring dengan datangnya rangkaian KRL eks-Jepang pada tahun 2000, rangkaian KRL Rheostatik stainless (Nippon Sharyo) ini akhirnya turun pangkat dari KRL AC menjadi KRL ekonomi yang dekil.
Sejarah singkat KRL Pakuan Utama AC :
Satu set KRL Rheostatik stainless KL2 - 87xxx disulap menjadi KRL mewah untuk dipakai menjadi KLB Suharto saat meresmikan jalur layang Manggarai - Jakarta Kota pada tahun 1994. Kursinya menggunakan kursi K1. Setelah selesai dipakai peresmian, KRL ini hanya disimpan di Balai Yasa Manggarai. Melihat hal ini, KUPT BY MRI memutuskan untuk menjadikan KRL ini sebagai KRL Pakuan Utama AC untuk menambah layanan KRL Pakuan Utama yang sebelumnya hanya kelas bisnis. Sjak tahun 1994, diluncurkan KRL Pakuan Utama AC yang terdiri dari satu set itu saja. Interiornya masih sama seperti ketika dipakai KLB. Sejak KRL AC hibah pertama dari Jepang datang, KRL ini beserta KRL pakuan bisnis yang menggunakan KRL Rheostatik, dinonaktifkan. Sejak itu, KRL Pakuan Utama AC dan KRL Pakuan Bisnis rangkaian Rheostatik dijadikan KRL ekonomi non-AC. KRL rheostatik bekas KRL Pakuan Utama AC masih berjalan hingga sekarang (sekarang KRL Rheostatik stainless garis lurus). Ciri-ciri bekas KRL AC dapat dilihat dari bentuk kipas angin yang kotak (kipasnya benar-benar baru), dan di plat kode KRL-nya (KL3-87xxx) di bagian KL3 terdapat bekas tulisan KL1 yang samar-samar.
Ketika aku merasa umurku tidak panjang lagi.. Sekarang pun aku dilarang pegang throttle lagi.. Peristiwa itu telah merenggut sebagian dari badanku..
Kumaha ieu teh.. Abdi ngarasa rek tilar dunya..
Kumaha ieu teh.. Abdi ngarasa rek tilar dunya..

![[Image: saveourearth_01.png]](https://www.semboyan35.com/images/saveourearth_01.png)
![[Image: 200809021901400.jpg]](http://face.kapanlagi.com/album/PhotoAlbum/galeri/album152/katyusha//images/200809021901400.jpg)