09-01-2011, 08:56 PM (This post was last modified: 09-01-2011, 09:09 PM by bagus70.)
(08-01-2011, 09:04 PM)spoor_belok Wrote: Saya berharap yang menjadi pelopor dan penyelenggara pengumpulan 300 tanda tangan (atau lebih) seharus adalah komunitas Edan Sepur Indonesia.
Saya kemarin melihat ada Logo pt kereta api yang ditempel di jaket komunitas Edan Sepur Indonesia, artinya komunitas ini adalah PECINTA SEJATI (=EDAN) pt kereta api sehingga apabila ada gangguan terhadap operasional pt kereta api yang salah satu-nya adalah penerapan sistem penomoran baru lokomotif ini, maka komunitas Edan Sepur Indonesia harus ikut bertanggung jawab SECARA MORAL dan membantu pt kereta api.
Jangan sampai embel-embel EDAN di nama komunitas ini hanya untuk kegiatan EDAN MOTRET sepur saja, tolong bantu pt kereta api dengan kegiatan konkrit.
Err....
Tadinya saya mau kirim surat pembaca ke beberapa koran....
Tapi melihat komentar mas yang menekankan pendekatan temperamental kaya gitu...saya pikir itu malah membuat suasana makin runyam....
Oya, by the way, ternyata penomoran gerbong sistem baru juga menuai protes dari BY perawatan gerbong. Ini quote dari pak Taufik Hidayat:
Quote:Kata kawan3 di balai yasa, penomoran kereta yg baru versi ditjen KA menyulitkan krn tdk tertulis lagi tipe bogie,shg menyulitkan saat ada penggantian bogie ketika ada gangguan..
Saya berharap yang menjadi pelopor dan penyelenggara pengumpulan 300 tanda tangan (atau lebih) seharus adalah komunitas Edan Sepur Indonesia.
Saya kemarin melihat ada Logo pt kereta api yang ditempel di jaket komunitas Edan Sepur Indonesia, artinya komunitas ini adalah PECINTA SEJATI (=EDAN) pt kereta api sehingga apabila ada gangguan terhadap operasional pt kereta api yang salah satu-nya adalah penerapan sistem penomoran baru lokomotif ini, maka komunitas Edan Sepur Indonesia harus ikut bertanggung jawab SECARA MORAL dan membantu pt kereta api.
Jangan sampai embel-embel EDAN di nama komunitas ini hanya untuk kegiatan EDAN MOTRET sepur saja, tolong bantu pt kereta api dengan kegiatan konkrit.
sedikit oot
untuk agan ketahui gak semua jaket Komunitas Edan Sepur Indonesia ada logo PT Kereta Api. Tapi benar, railfans harusnya tidak cuman foto2 mulu. Railfans seharusnya juga berfungsi sebagai feedback akan kebijakan2 yg diterapkan oleh PT Kereta Api. Jika agan ingin Komunitas Edan Sepur Indonesia ikut bertanggung jawab secara moral dalam hal ini, silakan hubungi pengurus Komunitas Edan Sepur Indonesia.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways
Hari ini baru liat langsung CC201 dengan penomoran baru, (asem, nggilani puoll..), sampe sekarang tu penomeran baru ga bawa perubahan apa2 kecuali tampilan (yg jadi aneh) deh.. Btw pasang logo PT.KA di jaket emangnya itu sudah ijin ya? Takutnya kalo belum malah jadi masalah..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...
Saya sendiri kok belakangan tiba-tiba jadi nggak semangat untuk menanggapi perubahan nomor ini.....
Apalagi sekarang momentumnya lagi pada ribut membahas fluktuasi tarif KA ekonomi, saya rasa usaha kita menggalang dukungan tidak akan mendapat reaksi...
ternyata masalah penomoran baru sudah menjadi polemik di semua kalangan RF dan karyawan KA..
tekad kita untuk memajukan KA pun sudah 10000000000000 % diatas mereka (baca:pejabat KA)
mungkin apapun akan kita lakukan demi membantu mengembangkan masalah KA,
asalkan mereka (baca:pejabat KA) menganggap RF adalah sarana SOLUSI, SHARRING and many more,
kita bukan hanya seneng foto, tapi kita juga seneng apabila di TURUTSERTAKAN dalam masalah KA..
contoh keciil aja ya, " ketika penumpang awam bertanya masalah keluh kesah KA kepada salah satu RF,
pasti RF akan membantu memberikan solusi yang maksimal, meskipun realitanya blum ada//..
mnrut saya hal inilah yang harus di perhatikan, kenapa kita sebagai RF mampu memberikan solusi, sedangkan para pejabat KA hanya memikirkan hal2 yg seharusnya gak terlalu di prioritaskan.. seperti PENOMORAN BARU LOKOMOTIF..
sekian dan mohon diralat bila salah.. he he
Oya, ngomong-ngomong platnya CC204 22 dimana yah sekarang?
Ternya alasan kenapa kok plat aslinya CC204 22 dicopot total, terus diganti plat murahan CC204 10 05 adalah pas waktu loko ini lagi stabling di Yogya, si pencipta nomor ini lagi inspeksi ke sana. Terus dia marah-marah begitu lihat "hasil kreasi" dia tidak dipasang di loko ini.
Kaya anak kecil saja... Tapi saya lihat sorot matanya, kelihatan kalau bukan orang dengan kepirbadian baik untuk menjadi pengambil keputusan. Mengingatkan saya dengan beberapa pejabat PT KA bermasalah di jaman dulu.
(11-01-2011, 11:17 AM)bagus70 Wrote: Saya sendiri kok belakangan tiba-tiba jadi nggak semangat untuk menanggapi perubahan nomor ini.....
Apalagi sekarang momentumnya lagi pada ribut membahas fluktuasi tarif KA ekonomi, saya rasa usaha kita menggalang dukungan tidak akan mendapat reaksi...
mas bagus70, saya pikir hanya sedikit yang tertarik untuk membantu PT KA dalam menghadapi masalah sistem penomoran baru lokomotif buatan Ditjen Perkeretaapian ini.
memang bila kita mau membantu PT KA untuk kembali menggunakan sistem penomoran lokomotif yang lama, perlu tindakan nyata. railfans harus berani dan kompak bersuara ke Ditjen Perkeretaapian tentang akar masalah utama akibat dipaksakannya sistem penomoran baru lokomotif yang justru nanti akan mempersulit operasional kereta api itu sendiri. kalo hanya sedikit orang yang mengkritik dalam tataran cover (hanya bersuara di forum ini) saja ditambah mungkin hanya sedikit orang Ditjen Perkeretaapian yang mengakses forum ini maka kritik puluhan tahun saja tidak akan mengembalikan ke sistem penomoran lokomotif yang lama karena masalah kereta api ini sudah menjadi stigma sosial-politik.
Ada banyak alasan kenapa tidak semua railfans (dan group komunitas-nya) mau menyambut/menyelenggarakan pengumpulan tanda tangan untuk menolak penerapan sistem penomoran baru lokomotif. Saya mulai sadar ternyata tidak semua railfans (dan group komunitas-nya) disini memiliki ketertarikan untuk menerima tawaran tersebut, mungkin saja karena tidak juga punya waktu luang, atau memiliki prioritas ketertarikan yang lain.
Saya di sini --kebetulan-- 'hanya sebatas' pengguna jasa KRL. Tidak lebih. Saya Bukan pecinta kereta, hobbyist kereta, railfans atau edan spoor seperti sebagian besar member di forum ini. Saya hanya tahu beli karcis, mematuhi peraturan dan naik KRL dengan baik saja. Namun demikian, saya pun tidak rela apabila PT KA yang telah menunaikan kewajibannya dalam mengoperasionalkan jasa kereta api untuk masyarakat, tetap dizalimi oleh Ditjen Perkeretaapian secara semena-mena khususnya mengenai penerapan sistem penomoran baru lokomotif ini. apabila ada group komunitas railfans yang mau menyelenggarakan pengumpulan tanda tangan untuk menolak penerapan sistem penomoran baru lokomotif, saya siap membantu membubuhkan tanda tangan saya.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Saya jadi ingat waktu hangat2nya PLH Petarukan. Ada talk show di TV (lupa acaranya), waktu salah satu pegawai senior PT. KAI mengungkapkan kejengkelanya pada dirjen KA, soal campur tangan mereka yg trlalu besar dan kewenangan PT. KAI yg dibatasi.
Beliau mengungkapkan kalo di stasiun Petarukan, seharusnya dibangun sepur simpan, tapi sayang PT. KAI yg lebih tau tentang perkeretaapian tidak memiliki wewenang untuk mengaturnya.