Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Parahiyangan BUBAR..???
Quote:KA Parahyangan, Eksotisme Bandung-Jakarta | http://bataviase.co.id/node/176325
#saveparahyangan | http://bit.ly/a9C77h | http://bit.ly/dAWMwc

sebenarnya masih bisa di selamatkan dengan di kuranginya jadi 1 sampai 2 trip dalam sehari.padahal tadi baca di koran setiap harinya ada 6000 orang yang naik kereta ini.makanya peluang ini langsung di follow up sama para pengusaha travel.bahkan ada yang langsung mengucurkan dana hingga 2.5 miliar untuk memperkuat armada yang sudah ada.gile nggak tuh
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Quote:@Dicky Martiaz
mengundang rekan2 untuk hadir di stasiun gambir, hari minggu 25 April 2010, jam05.00 wib, untuk siaran langsung seputar indonesia pagi RCTI dan berdialogdengan pimpinan PT. KA, sekaligus mengabadikan hari2 terakhir keretaparahyangan yang legendaris... terima kasih....

http://www.facebook.com/#!/group.php?gid...8541908426

kemungkinan kedepannya KA Parahyangan ini akana disisakan 1-2 trip saja,tapi belum pasti juga sih,tinggal menunggu inpo aja...
[Image: train_gif2.gif]
ini ada kabar terbaru...SedihBingung

Rugi Rp 36 Miliar
KA Parahyangan Hanya untuk Hari Libur?

Jumat, 23 April 2010 | 12:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia melansir, kerugian akibat pengoperasian kereta Parahyangan menurut data terakhir 2009 mencapai Rp 36 miliar. Kerugian materi tersebutlah yang menjadi salah satu alasan PT KA akan menghentikan operasi kereta api Bandung-Jakarta yang dianggap bersejarah mulai 27 April.

"Parahyangan kereta komersial, jadi harus memberi kondisi profit, kita tidak bisa terus-menerus mempertahankan agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar," kata Humas PA KA Daop I Jakarta Sugeng Priyono saat ditemui di kantor Daop I, Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Menurut Sugeng, sejak 2005, atau setelah dibukanya jalan Tol Cipularang
yang menghubungkan Bandung-Jakarta, Parahyangan kehilangan penumpangnya. Okupansi penumpang tidak pernah mencapai lebih dari 50 persen kapasitas kereta.

Berbagai upaya pun telah dilakukan PT KA untuk menarik masyarakat menggunakan Parahyangan. "Kita survei, dari 2005 kita sesuaikan dengan kemauan pasar jadwalnya, itu juga tidak signifikan. Sampai dengan memberikan diskon, menurunkan tarif yang paling bawah, sampai menyentuh angka Rp 20.000, tidak beranjak dari 50 persen okupansinya," kata Sugeng.

Bahkan, meskipun pada hari akhir pekan atau hari libur, okupansi penumpang KA Parahyangan bisa mencapai 80 persen. "Tidak menutup kemungkinan nanti kita akan mengoperasikan Parahyangan pada hari libur saja, tapi jika Argo Gede tidak bisa menampung," katanya.

Selain itu, Sugeng juga menyampaikan bahwa kondisi prasarana perjalanan kereta api Bandung-Jakarta kurang memungkinkan untuk pengoperasian dua jenis kereta, yakni Argo Gede dan Parahyangan. "Secara geografis perjalanan Bandung Jakarta juga banyak tebing, sering longsor," katanya.

Dengan demikian, penghentian seluruh perjalanan KA Parahyangan dapat memberikan hasil yang positif, meningkatkan efektivitas dengan memaksimalkan pengoperasian Argo Gede. "Toh masih ada Argo Gede, harganya pun tidak terlalu berbeda, Parahyangan Eksekutif dan Argo Gede sama-sama di kisaran Rp 50.000," imbuhnya.

Seperti yang telah diberitakan, 27 April, pengoperasian KA Parahyangan yang dianggap bersejarah dan pernah menjadi urat nadi perjalanan Bandung-Jakarta akan dihentikan. Sebagai gantinya, PT KA akan membuka jalur perjalanan Bandung-Malang (Malabar).

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/20...Hari.Libur
.
(23-04-2010, 02:04 PM)animaX Wrote: Menurut Sugeng, sejak 2005, atau setelah dibukanya jalan Tol Cipularang
yang menghubungkan Bandung-Jakarta, Parahyangan kehilangan penumpangnya. Okupansi penumpang tidak pernah mencapai lebih dari 50 persen kapasitas kereta.

Pak Sugeng ini mungkin gak sadar kalo Presiden SBY sudah mencanangkan JALAN TOL TRANS JAWA.
Artinya nanti bisa saja seluruh rangkaian dapat dilikuidasi karena kalah dari jalan tol.

(23-04-2010, 02:04 PM)animaX Wrote: Berbagai upaya pun telah dilakukan PT KA untuk menarik masyarakat menggunakan Parahyangan. "Kita survei, dari 2005 kita sesuaikan dengan kemauan pasar jadwalnya, itu juga tidak signifikan. Sampai dengan memberikan diskon, menurunkan tarif yang paling bawah, sampai menyentuh angka Rp 20.000, tidak beranjak dari 50 persen okupansinya," kata Sugeng.

Pak Sugeng yang baik hati, boleh gak sih dipaparkan metode surveynya seperti apa ?

(23-04-2010, 02:04 PM)animaX Wrote: Bahkan, meskipun pada hari akhir pekan atau hari libur, okupansi penumpang KA Parahyangan bisa mencapai 80 persen. "Tidak menutup kemungkinan nanti kita akan mengoperasikan Parahyangan pada hari libur saja, tapi jika Argo Gede tidak bisa menampung," katanya.

He he he ya jelas saja Argo Gede bakalan mbludak, lah Parahyangan khan ditutup. Wink

(23-04-2010, 02:04 PM)animaX Wrote: Selain itu, Sugeng juga menyampaikan bahwa kondisi prasarana perjalanan kereta api Bandung-Jakarta kurang memungkinkan untuk pengoperasian dua jenis kereta, yakni Argo Gede dan Parahyangan. "Secara geografis perjalanan Bandung Jakarta juga banyak tebing, sering longsor," katanya.

Pak Sugeng yang baik, yang dihurup tebel itu maksute opo tho, memangnya Parahyangan lebih berat dibanding Argo Gede ? sehingga mengganggu tebing ?
Sampean ini koq ya aneh

(23-04-2010, 02:04 PM)animaX Wrote: Dengan demikian, penghentian seluruh perjalanan KA Parahyangan dapat memberikan hasil yang positif, meningkatkan efektivitas dengan memaksimalkan pengoperasian Argo Gede. "Toh masih ada Argo Gede, harganya pun tidak terlalu berbeda, Parahyangan Eksekutif dan Argo Gede sama-sama di kisaran Rp 50.000," imbuhnya.

Kecuali kalo Argo Gede ada tiket 35.000 Rupiah, itu baru sama Pak. Kalo tidak, sama saja membuat layanan yang tidak dapat dinikmati oleh orang melarat :-)

(23-04-2010, 02:04 PM)animaX Wrote: Seperti yang telah diberitakan, 27 April, pengoperasian KA Parahyangan yang dianggap bersejarah dan pernah menjadi urat nadi perjalanan Bandung-Jakarta akan dihentikan. Sebagai gantinya, PT KA akan membuka jalur perjalanan Bandung-Malang (Malabar).

Kita lihat saja nanti, menang mana lawan Bus Malem untuk arah Malang.
^^^^^

sepakat banget ama agan indoloko..

maap bos momod.. ane dopost lagi ya....
menurut analisis saya.. bahasa yg digunakan pihak Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tuh.. sepertinya mang ogay mengoperasikan KA yang sama2 operasionalnya aga besar tapi profitnya aga kecil kaya parahyangan... mending A.gede aja.. profitnya gede... lagian pelayanan cuman beda dikit ajah...

(19-04-2010, 11:11 AM)Bangunkarta Wrote: meliat ppostingan dari agan proJT26 yang menampilkan cuplikan beberapa media ttg alasan PT. Kereta Api (Persero) menghapus parahyangan ini, kalo gw pikir mang kurang mendasar aja....

dan dari berita2 tersebut menguatkan asumsi gw di postingan gw sebelumnya di trid ini kalo PT KA tidak melakukan evaluasi yg menyeluruh atas KA Parahyangan... namun maen likuidasi aja....

[quote='proJT26' pid='150653' dateline='1271439085']
Sekilas Info

Quote:Meski Sudah Diskon, Okupansi KA Parahyangan Terus Menurun
[quote]
Saat Sepi, Parahyangan Bisa Kosong Dua Gerbong

Bandung - Pihak PT Kereta Api (Persero) menuding turunnya okupansi penumpang disebabkan beroperasinya Tol Cipularang. Bahkan, disaat sepi penumpang, ditaksir dua gerbong Kereta Parahyangan kosong.

"Kalau weekend bisa ramai sampai tiket berdiri juga dibeli. Kalau sehari-hari bisa dibilang sepi, ditaksir 2 gerbong kosong di setiap keberangkatan," kata Opik, saat ditemui di stasiun Bandung, Jumat (16/4/2010).

Dalam setiap keberangkatan Parahyangan mengangkut 7 rangkaian kereta kelas bisnis dan eksekutif. Total penumpang berkisar 350-an penumpang sekali angkut.
SUMBER

Quote:PT KA: Lebih Ramai Argo Gede Dibanding Parahyangan

Bandung - Meski tingkat okupansi KA Argo Gede dengan KA Parahyangan hampir sama yakni sekitar 50-60 persen, namun menurut Vice President Public Relation PT Kereta Api Adi Suryatmini, Argo Gede lebih ramai dari Parahyangan.

"Memang jika dilihat secara keseluruhan, hampir sama antara Argo Gede dengan Parahyangan, tapi saat kita melakukan evaluasi, masih lebih ramai Argo Gede.

Adi mencontohkan, Parahyangan Ekspres mempunyai dua kereta eksekutif. Namun kadang satu kereta saja tidak penuh. "Tapi kalau argo gede ada 4 kereta eksekutif, sedikitnya 3 kereta bia terisi penuh," terangnya.

SUMBER
@ kang proJT26 maaf ya.. postingan2 ente saya potong2

beberapa kata gw bold n kasih warna merah.... menurut gw ini bahasa yg digunakan orang humas dalam memberikan announcement pada masyarakat sebagai pembenaran tindakan yg kurang populer (gw asumsi demikian... berhubung ane jg orang hmasXie Xie)

ane menekankan pada Argo gede lebih ramai dari parayangan, ada 4 K-1 dan biasanya 3 K-1 bagus.. aga kosong cuman K-1 aja, nahparahyangan katanya ada 7 gerbong, namun biasanya 2 gerbong selalu kosong... menurut penerawangan gw...7 gerbong parahyangan itu (2 K-1, 1 KMP-2 dan 4 K-2) dan 2 gerbong biasanya melompong (artinya kereta eksekutifnya mang kurang laku.. dan penjelasan humas PT KA tersebut tdk menjelaskan kondisi 4 gerbong kelas lainnya... yang artinya evaluasi hanya dilakukan atas kelas eksekutif parahyangan yg sepi... namun bisnisnya yang tetep rame sama sekali tidak diperhitungkan...

gw juga pernah koq ke bandung hari rabu pada jam yang ga enak banget atau istilahnya jarang orang bepergian jam segini kecuali butuh banget (KA 70 dari GMR jam 12.30 nyampe BD jam 15.25 an) gw liat 2 K-1 parahyangan penumpangnya mungkin sekitar 15 an.. tapi K-2 yang gw naikin dari bisnis-1 ampe bisnis-4 penumpangnya bagus, rata2 60%, selain bisnis-1 yg hampir 85% terisi....

ya jelas aja kan parahyangan K-1 nya sepi... kan uda ada argo gede, yg selisihnya ma K-1 parahyangan cuma ceban, tapi lebih prima, lebih cepet n layanan lebih baik... dan seandainya saya ke bandung naik K-1 pun, gw ogah naek K-2 parahyangan, dan gw lebih milih K-1 Argo gede... kalo naek parahyangan ya gw pilih K-2..

dari asumsi ini saya melihat PT KA dalam membuiat keputusan adalah terlalu tergesa-gesa... seharsnya KA Parahyangan tidak perlu dihapus seluruhnya... lah K-2 nya aja selalu rame, cuman K-1 nya ga laku... mendingan KA parahyangan semuanya aja dijadikan KA full K-2

selain itu... KA parahyangan sudah tidak lagi representatif untuk KA perjalanan bisnis (uda ada argo gede) jadi disamping dijadikan full K-2, juga mending pemberangkatannya ga usah dari GMR, karna wilayah gambir itu wilayah perkantoran, bukan pusat aktivitas bisnis... jadi kalo hari biasa ya sepi.... selain itu dengan sulitnya akses ke GMR (taksi, bajaj yg ke gmr kalo pasang tarif pasti gila, sedikit krl yg brenti di GMR) membuat orang yg bepergian jarak dekat ogah susah2 ke gmr (gw aja ngerasa pas naik parahyangan kemaleman n depex uda abis ngerasa susah juga turun di GMR... laen cerita kalo MRI brenti.. pasti lebih mudah pindah antar moda kereta api)... kecuali jarak jauh ma tetep aja ke GMR....

usulan ane sih... mending adain aja KA parahyangan full K-2 dengan rute BD-PSE-JAKK yang brangkat dari BD jam 06.30 dan 15.30 selanjutnya brangkat dari PSE jam 7.30 dan 16.30 aja

satu lagi rute parahyangan banjar-BD-THB brangkat banjar jam 20.00 dan jam 6.00 dan brangkat THB jam 6.30 dan 19.30 (artinya KA yg tiba ke THB selanjutnya narik yang kembali ke banjar) dan yang ke THB brenti di MRI

asumsi saya... karena rute ke PSE-JAKK dan THB itu lebih potensial untuk KA jarak dekat, karena bisa langsung menuju ke pusat-pusat bisnis (terutama perdagangan) di jakarta... trus akses KRL lebih banyak, apalagi brenti di MRI... sehingga untuk berpindah moda lebih mudah dibandingkan jika brangkat dari GMR.... dan hemat saya Parahyangan ini mending diturunkan aja grade elitenya.. jadi pangsa pasarnya bukan lagi kalangan elite, namun para penglaju, pedagang dan pebisnis yang setiap hari membutuhkan angkutan ke jakarta dengan jam keberangkatan dan stasiun tujuan yg lebih enak....

selain itu dengan K-2 full mending kalo KA ini dibrentikan juga di padalarang, purwakarta dan cikarang.... dengan tarif purwakarta merupakan tarif tengah.....
[/quote]
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
just inpo,KA PARAHYANGAN boleh dibatalkan but welcome ARGO PARAHYANGAN,dgn stamformasi K1 Argo Gede + K2 Parahyangan,thx Bapak Dirut PT KA Tersenyuum
[Image: train_gif2.gif]
(23-04-2010, 04:53 PM)Rezza Habibie Wrote: just inpo,KA PARAHYANGAN boleh dibatalkan but welcome ARGO PARAHYANGAN,dgn stamformasi K1 Argo Gede + K2 Parahyangan,thx Bapak Dirut PT KA Tersenyuum

Beneran nih bos? link beritanya ada?


Forum Jump:


Users browsing this thread: 12 Guest(s)