11-11-2013, 10:35 AM
(11-11-2013, 06:50 AM)jackajax Wrote:(10-11-2013, 01:53 PM)Dj_Dj_300791 Wrote:Ngomong-ngomong, apakah Argo Sindoro dan Argo Muria ini pakai rangkaian yang sama digunakan bergantian atau sudah ada alokasi sendiri-sendiri? kalau misalnya digunakan bergantian, ada yang tahu pola rotasinya?(09-11-2013, 07:33 PM)LufthansaPilot Wrote:(07-11-2013, 01:29 PM)CC-201-23 Wrote:(06-11-2013, 06:49 PM)Billy Dancing Wrote: Rangkaian Sindoro emang aneh sih, dia mayoritas dapet K1 025** dan 66 23 yg keadaannya udh macem macem -_-
Tingkat kenyamanan dr K1-nya juga beda beda, ada yg kursinya enak dan ada yg kursinya keras -_-
Rangkaian Sindoro memprihatinkan emang, serasa bukan Argo -_-
tuker sama K1 Argo jendela pesawat Daop 6 aja ya :p
Klu g beli rangkaian baru dari INKA kyk punyanya Gajayana tapi pake kaca lebar. Rangkaian K1 Satwa 2002 (sekarang dicat argo, klu g salah dulunya buat Rajawali, Harina, sama Kamandanu. CMIIW) dibuat Argo Tambahan dan K1 028xx dikembalikin buat Muria lagi........Sekarang INKA lagi gak produksi K1 kang. Targetnya INKA itu memenuhi permintaan dishub akan K3 AC, project KRDI Nextgeneration, KRL AC sama Produksi dan distribusi GD. Sisanya project ngerombak sisa K1 Anggrek sama Sindoro yang lama mangkrak. Lagipula project K1 pun kalau ada tidak akan memproduksi jendela lebar lagi, kecuali ada K1 rehaban seperti punya bangunkarta yang dimodif di INKA. K1 baru yang diproduksi INKA berjendela pesawat semua sesuai permintaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meminimalisir kerusakan kaca kalo ada tindak vandalisme. Punya Harina/Rajawali sudah dimutasi BD, Punya ex Harina II/Rajawali II milik dipo SBI dan beberapa didinaskan di ABAL. Kemudian ex Kamandanu sudah menyebar. ada yang di BD, JAKK dan sisanya saya kurang hapal.
rotasinya terjadi kalau salah satu kereta dari rangkaian A-mur dan A-sin menjalani perawatan pasti bisa dirotasi karena rangkaian A-mur dan A-sin selalu bertemu di jalan alias dua rangkaian berbeda sama halnya argo Dwipangga dan Argo Lawu.



