10-08-2010, 05:34 PM
DAOP IV SEMARANG BERBENAH DIRI | BALAI YASA TEGAL PENUHI PESANAN RANGKAIAN KERETA API.


Tegal, CyberNews. PT Kereta Api Daop IV Semarang mewaspadai tujuh titik rawan banjir, longsor, dan anjlok jelang masa angkutan Lebaran 2010 yang tersebar di Tegal-Bojonegoro-Gundih. Titik rawan yang terbagi atas titik rawan bencana alam dan rawan konstruksi tersebut, tersebar diantara Tegal-Bojonegoro-Gundih.

Kepala PT KA Daop IV, Septa Triono Ramadin menyebutkan, titik rawan tersebut di antaranya ada di Tegowanu-Gubug dan Tegowanu-Brumbung. Dua titik tersebut rawan banjir saat musim hujan, akibat debit air Sungai Tuntang yang tinggi. Untuk mengantisipasi, PT KA telah membuat saluran gorong-gorong di bawah rel yang berfungsi sebagai penyeimbang kondisi air di kiri dan kanan rel.
"Selain itu, di wilayah timur juga masih ada satu titik rawan banjir lagi yakni Kalitidu-Bojonegoro.Bila air Sungan Bengawan Solo tinggi kemudian pintu airnya dibuka, pasti rel di daerah itu tergenang," ujarnya saat meninjau persiapan angkutan Lebaran di Balai Yasa Tegal, Kamis (5/8).
"Untuk yang rawan konstruksi, kami mewaspadai Kuripan-Plabuan-Krengseng karena kondisi geografi yang sulit. Di sana ada 23 lengkung atau tikungan yang rawan anjlok. Kami mengantisipasinya dengan memberi 700 rel gongso atau guard rail yang berfungsi untuk mengurangi laju keausan rel," paparnya.
Selain itu, PT KA juga telah melakukan sejumlah perbaikan meliputi ganti rel, bantalan, tambal batu balas, sinyal dan jembatan, serta pemeliharaan sarana prasarana seperti pemecokan (pemadatan balas), dan pengangkatan dan penggantian rel yang saat ini difokuskan di wilayah Stasiun Plabuan, Krengseng, dan Kuripan. Rel yang diganti mencapai 8 kilometer khususnya di daerah tikungan.
"Target kami H-10 sebelum Lebaran semua pekerjaan sudah selesai. Bila belum selesai pekerjaan akan dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah Lebaran," ujarnya.
PT KA juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan di sejumlah daerah guna melakukan pembenahan perlintasan dan rambu-rambu di 703 perlintasan, yang terdiri atas dari 100 perlintasan resmi dan dijaga, 400 perlintasan resmi tak dijaga, dan sisanya perlintasan liar tak dijaga.
Untuk sarana angkutan Lebaran, pihaknya telah menyiapkan 47 kereta eksekutif (K1), 22 kereta bisnis (K2), dan 39 kereta ekonomi (K3), 10 lokomotif jenis CC 201, CC 2032 dan CC 2042, 3 lokomotif jenis BB yang bisa melewati banjir, 3 set Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) yakni KA Banyubiru, Kaligung, Blora Jaya Ekspres, serta 17 kereta diesel (KD) kelas bisnis dan ekonomi, 7 kereta makan, dan 9 kereta pembangkit.
Sementara Kepala UPT Balai Yasa Tegal, Andika Tri Putranto menambahkan, saat ini ada 38 kereta bisnis dan ekonomi dari wilayah Daop IV Semarang, Daop V Purwokerto, dan Daop VI Yogyakarta yang masih diperbaiki di Balai Yasa Tegal.

Ditargetkan perbaikan selesai H-10 sebelum Lebaran. "Kami menyelesaikan dalam dua tahap. Tahap pertama selesai 20 Agustus, tahap dua selesai 27 Agustus. Tiap hari ditarget satu kereta selesai diperbaiki. Saat ini perbaikan seperti mengganti kaca, kursi, dan mengecat ulang masih sampai 20%," papar Andika.
Tegal CyberNews & SM


Tegal, CyberNews. PT Kereta Api Daop IV Semarang mewaspadai tujuh titik rawan banjir, longsor, dan anjlok jelang masa angkutan Lebaran 2010 yang tersebar di Tegal-Bojonegoro-Gundih. Titik rawan yang terbagi atas titik rawan bencana alam dan rawan konstruksi tersebut, tersebar diantara Tegal-Bojonegoro-Gundih.

Kepala PT KA Daop IV, Septa Triono Ramadin menyebutkan, titik rawan tersebut di antaranya ada di Tegowanu-Gubug dan Tegowanu-Brumbung. Dua titik tersebut rawan banjir saat musim hujan, akibat debit air Sungai Tuntang yang tinggi. Untuk mengantisipasi, PT KA telah membuat saluran gorong-gorong di bawah rel yang berfungsi sebagai penyeimbang kondisi air di kiri dan kanan rel.
"Selain itu, di wilayah timur juga masih ada satu titik rawan banjir lagi yakni Kalitidu-Bojonegoro.Bila air Sungan Bengawan Solo tinggi kemudian pintu airnya dibuka, pasti rel di daerah itu tergenang," ujarnya saat meninjau persiapan angkutan Lebaran di Balai Yasa Tegal, Kamis (5/8).
"Untuk yang rawan konstruksi, kami mewaspadai Kuripan-Plabuan-Krengseng karena kondisi geografi yang sulit. Di sana ada 23 lengkung atau tikungan yang rawan anjlok. Kami mengantisipasinya dengan memberi 700 rel gongso atau guard rail yang berfungsi untuk mengurangi laju keausan rel," paparnya.
Selain itu, PT KA juga telah melakukan sejumlah perbaikan meliputi ganti rel, bantalan, tambal batu balas, sinyal dan jembatan, serta pemeliharaan sarana prasarana seperti pemecokan (pemadatan balas), dan pengangkatan dan penggantian rel yang saat ini difokuskan di wilayah Stasiun Plabuan, Krengseng, dan Kuripan. Rel yang diganti mencapai 8 kilometer khususnya di daerah tikungan.
"Target kami H-10 sebelum Lebaran semua pekerjaan sudah selesai. Bila belum selesai pekerjaan akan dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah Lebaran," ujarnya.
PT KA juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan di sejumlah daerah guna melakukan pembenahan perlintasan dan rambu-rambu di 703 perlintasan, yang terdiri atas dari 100 perlintasan resmi dan dijaga, 400 perlintasan resmi tak dijaga, dan sisanya perlintasan liar tak dijaga.
Untuk sarana angkutan Lebaran, pihaknya telah menyiapkan 47 kereta eksekutif (K1), 22 kereta bisnis (K2), dan 39 kereta ekonomi (K3), 10 lokomotif jenis CC 201, CC 2032 dan CC 2042, 3 lokomotif jenis BB yang bisa melewati banjir, 3 set Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) yakni KA Banyubiru, Kaligung, Blora Jaya Ekspres, serta 17 kereta diesel (KD) kelas bisnis dan ekonomi, 7 kereta makan, dan 9 kereta pembangkit.
Sementara Kepala UPT Balai Yasa Tegal, Andika Tri Putranto menambahkan, saat ini ada 38 kereta bisnis dan ekonomi dari wilayah Daop IV Semarang, Daop V Purwokerto, dan Daop VI Yogyakarta yang masih diperbaiki di Balai Yasa Tegal.

Ditargetkan perbaikan selesai H-10 sebelum Lebaran. "Kami menyelesaikan dalam dua tahap. Tahap pertama selesai 20 Agustus, tahap dua selesai 27 Agustus. Tiap hari ditarget satu kereta selesai diperbaiki. Saat ini perbaikan seperti mengganti kaca, kursi, dan mengecat ulang masih sampai 20%," papar Andika.
Tegal CyberNews & SM
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA



![[Image: a0kum8.png]](http://i56.tinypic.com/a0kum8.png)



![[Image: 5147433576_a332603046.jpg]](http://farm5.staticflickr.com/4049/5147433576_a332603046.jpg)