Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] K2 Mao dihapus?
maksudnye KA2 yg modelnya baru gitu lho, jd interiornya beda dg yg skrg.
Reply
(28-10-2009, 11:28 AM)Charles Wrote:
(28-10-2009, 09:39 AM)rapih_dhoho Wrote: K2 itu kreta tanpa inovasi! Sejak jaman ane SD sampai lulus kuliah prasaan ga ada kemajuanya, malah kemunduran adanya.

Beda dg K1 n K3 yg lumayan ada terobosan n inovasi.
contohnya:
K1:
-gerbong argo anggrek yg lebih keren.
-gerbong K1 lama yg diretrofit
-gerbong K1 baru new image kayak gajayana

K3:
-kursi yg lebih empuk
-toilek yg diperbaiki
-fan n exofan yg rata2 untk K3 jarak jauh dah pada fungsi
-gerbong baru (matarmaja, n banex) yg new image, lebih nyaman dr brbagai sudut

K2:
-??????????

Yg paling ane idam2kan dr K2 itu adanya gerbong new image. Interiornya diubah kususnya kursi n jendelanya.
-Kursinya dirancang lebih nyaman. Jangan yg seperti sekarang, bner2 ga nyaman, malah lebih nyaman kursinya K3 matarmaja. Didesain ulang lah, mendekati K1.
-formasi kursinya diharapkan 1 kursi dpt 1 jendela. jngan spt skarang, ada yg dapet ad yg tidak.
-ga diberi ac ga apa. asal jendelanya kalo bisa drancang ulang, kyak gajayana new image tp lebih rapat lg n bisa dibuka untk sirkulasi udara.

Maksudnya K2 diretrofit seperti Sembrani??
Memang saatnya K2 dibenahi kualitas pelayanannya... jangan sampai dihapus karena alasan okupansi penumpang yang rendah... (karena kalau benar-benar dihapus berarti trit ini juga ikutan digwemboks)
K2 bisa jadi pilihan alternatif bila K1 tidak mencukupi karena membludaknya okupansi penumpang, atau jika tidak memiliki uang lebih tetapi ingin fasilitas seperti K1, atau jika fasilitas K3 tidak memuaskan.
Ini sekaligus saran untuk PT KA agar tidak tanggung-tanggung dalam memperbaiki kualitas KA bisnis yang ada...

saya sependapat bahwa k-2 tdk perlu dihapus.. Yg saya lihat misalnya yg saya tau ka sawunggalih dan senja/fajar utama yk,okupansinya bagus walaupun ada k1/k3..itu bukti bahwa konsumen masih memerlukan k2..skrg yg penting adalah meningkatkan pelayanan agar konsumen selalu setia menggunakan kereta api..
Reply
ada isu katanya kereta kelas bisnis akan di hapus dan di ganti ekse semua dengan pertimbangan kelas bisnis tidak ada perbedaan fasilitas dari kelas ekonomi yang membedakan hanya jumlah stasiun pemberhentiannya saja. makanya ada wacana akan di hapus.konsekwensinya kelas ekonomi akan di berikan ac semua nya biar lebih manusiawi.
mungkin tidak ya Ngiler
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
contohnya di malang,udah ga ada tuh bisnis malang-jakarta.matarmaja bisnis dihapus,dan digantiin sama gajayana
Reply
(06-11-2009, 07:24 AM)dedy vh Wrote: ada isu katanya kereta kelas bisnis akan di hapus dan di ganti ekse semua dengan pertimbangan kelas bisnis tidak ada perbedaan fasilitas dari kelas ekonomi yang membedakan hanya jumlah stasiun pemberhentiannya saja. makanya ada wacana akan di hapus.konsekwensinya kelas ekonomi akan di berikan ac semua nya biar lebih manusiawi.
mungkin tidak ya Ngiler

Emang seh bener juga untuk k-2 seperti ekonomi ya....
masalahnya disini emang k-2 harganya terjangkau juga seh mau naek k-1 harganya uda melambung, mau naek k-3 uda susah dhe duduknya uda harus cepet2an kalo ga dapet ya terpaksa bobo2 dhe di lante....Bingung

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(28-10-2009, 08:30 AM)BB 30501 Wrote: kaLau fasiLitas di keLas Bisnis di maksimaLkan dengan baik. .kLas Bisnis tu jauh Lebih baik ktimbang keLas Ekonomi atau bisa dibiLang Eksekutif tanpa AC. . .
~ kapasitas 64 seat dan semua penumpang dapat tempat duduk
~ seLambu di masing-masing jendeLa terpasang
~ Pendingin ruangan berupa Fan & Exosfan bekerja dengan baik
~ Penumang diLarang merokok di daLam Kereta (kecuaLi di bordes)
~ Pintu bordes seLaLu ditutup seperti k1
~ Bebas asongan. . . .
yang ane tau dari malexSadjawaban sesuai urutan kondisi di atas)
~kadang2 ada penumpang dapet tiket berdiri. Ane salah satunya
~gak ada selambu
~Tapi jendela selalu terbuka
~masih ada koq yg ngrokok
~Masih bisa dihtung dengan jari berapa asongan yg lewat

Nah klo gitu apa bedanya dengan K3?? klo K2 pake AC kayak K1 ya juga nanggung.
[Image: a2vric.jpg]
Reply
(07-11-2009, 07:52 AM)fun_plano Wrote: yang ane tau dari malexSadjawaban sesuai urutan kondisi di atas)
~kadang2 ada penumpang dapet tiket berdiri. Ane salah satunya
~gak ada selambu
~Tapi jendela selalu terbuka
~masih ada koq yg ngrokok
~Masih bisa dihtung dengan jari berapa asongan yg lewat

Nah klo gitu apa bedanya dengan K3?? klo K2 pake AC kayak K1 ya juga nanggung.

Iya kalo dibuat pendingin nanggung juga seh jadi kaya kelas satwa....
Susah juga memang kalo dibuat berbeda dengan k-1...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Tentang kelas bisnis Parahyangan, semenjak tarif-nya Rp. 20.000, "suasana-nya" memang mendekati kereta kelas ekonomoi, kalau saya bandingkan ketika tarif-nya masih Rp. 40.000.

Memang serba salah untuk Parahyangan sekarang ini, mau tarif tetap Rp. 40.000 penumpangnya sepi, penumpang milih naik travel/bis dsb lewat tol Jkt-Bdg yg hanya 2 jam (Parahyangan masih 3 jam). Diturunkan jadi Rp. 20.000 jadi membuat kurang nyaman bagi penumpang yg biasa dng suasana kereta kelas bisnis/eksekutif.
Reply
Yang jadi permasalah gimana memindahkan volume penumpang yang kelasnya di hapus, alternative:
- Menamah rangkaian kereta
- Menambah jadwal perjalanan kereta
keduanya sulit dilakukan karena keterbatasan sarana plateform yang telah terkondisi selama ini, dan Pemerintah perlu perubahan global yang tidak sedikit.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(04-01-2010, 05:36 PM)IwanParahyangan Wrote: Tentang kelas bisnis Parahyangan, semenjak tarif-nya Rp. 20.000, "suasana-nya" memang mendekati kereta kelas ekonomoi, kalau saya bandingkan ketika tarif-nya masih Rp. 40.000.

Memang serba salah untuk Parahyangan sekarang ini, mau tarif tetap Rp. 40.000 penumpangnya sepi, penumpang milih naik travel/bis dsb lewat tol Jkt-Bdg yg hanya 2 jam (Parahyangan masih 3 jam). Diturunkan jadi Rp. 20.000 jadi membuat kurang nyaman bagi penumpang yg biasa dng suasana kereta kelas bisnis/eksekutif.

paling yang masih setia ya RF, karena pemandangan di track Parahyangan enggak ada duanya
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)