Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] K2 Mao dihapus?
pokoknya K3 dingin, bersih, tertib, ga da pedagang, yg ngebul rokok di sambungan, harga sama ..udeh cukup
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
(30-07-2009, 02:26 PM)bonbon Wrote: pokoknya K3 dingin, bersih, tertib, ga da pedagang, yg ngebul rokok di sambungan, harga sama ..udeh cukup

setuju......
ayo kembalikan fungsi K3 seperti dahulu kala.mengangkut penumpang dengan nyaman.no asongan dan no pengamen yang suka maksa.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
(21-07-2009, 09:17 AM)eling Wrote: kemarin naik K2 sawunggalih KA119 dari BMA,banyak yg lesehan di bordes,termasuk saya. dilangkahin orang yg bolak balik ke kamarkecil,ya saya maklumi saja, lha wong kondisinya penuh....

K2 diupgrade saja, dgn diberi AC, kursi tetap sperti sekarang.

dgn asumsi bahwa orangnya masih kuat pake AC (walaupun asumsi ini jelas2 salah) maka apakah biaya perawatan akan dinaikkan ??? takut malah PT.KA merugi & ditinggalkan konsumen & pengguna setia KA
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
Quote:takut malah PT.KA merugi & ditinggalkan konsumen & pengguna setia KA
Lah ini malah aneh, dimana2 perusahaan kalau mau untung dan memberikan pelayanan terbaik jangan berpikir rugi dolo
karena segala yang di inginkan PT KA bakal ga jalan dengan alasan takut inilah takut itulah tanpa solusi yang jelas enaknya gimana.
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
^^^^ wah aye setuju lagi sama pendapatnya Illia. Asik..

nih gw nemu artikel K2 rasa K3.

Quote:KELUH PENUMPANG KA LEBARAN: HARGA BISNIS, RASA KELAS EKONOMI

Pada masa angkutan lebaran seperti sekarang ini, membayar lebih mahal memang tidak selalu identik dengan kenyamanan. Paling tidak itulah yang dialami oleh para penumpang KA Bangunkarta kelas bisnis dari Jombang (Jawa Timur) ke Stasiun Pasar Senen Jakarta.

Sejak dari Jombang, sebagian dari mereka memang sudah bisa menikmati tempat duduk. Namun ketika semua tempat duduk itu terjual, PT KA ternyata masih membuka kesempatan calon penumpang untuk membeli tiket tanpa tempat duduk, dengan harga sama yakni Rp 110 ribu.

Saat KA mulai berjalan, lorong antara tempat duduk penumpang pun mulai dipadati orang. Sesampai di Stasiun Madiun, lebih dari 100 penumpang yang akan naik KA itu pun juga ''menyerbu'' masuk. Saat itu dari pengeras suara, petugas kereta api menginstruksikan agar semua pintu dibuka.

Tentu saja saat KA kembali mulai berjalan, angkutan umum itu pun menjadi makin padat. Penumpang bukan hanya duduk di lorong, tetap juga di gang kereta pembangkit.

Dalam kondisi semacam itu saat KA berhenti di beberapa stasiun, penumpang dengan tiket berdiri itu pun pun masih ditambah. Lantaran memang sudah tidak ada lagi tempat, ada sebagian yang kemudian memilih duduk di dekat pintu, sambungan antargerbong, dan WC.

Selain Jombang dan Madiun, dalam perjalanan menuju ke Stasiun Besar Tawang Semarang KA itu antara lain berhenti Ngawi dan Walikukun. Setiap kali ada penumpang yang akan naik, penumpang yang sudah berada di dalam kereta pun berteriak ''penuh....penuh''.

Wahyono (45) salah seorang penumpang KA itu pun kemudian mengungkapkan perasaannya. Dia sebenarnya ingin naik KA eksekutif, namun tiket KA tersebut ternyata sudah habis terjual sejak beberapa hari sebelumnya. Maka akhirnya, dia pun memilih naik KA bisnis dengan harapan tidak sepadat KA ekonomi. ''Tapi kenyataannya, ini kereta bisnis rasa ekonomi,'' kata dia.

Kondisi gerbong penuh sesak, nampaknya memang bukan satu-satunya ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang. ''Penderitaan'' mereka masih harus ditambah dengan masuknya para pedagang asongan. ''Kalau yang menawarkan minuman atau makanan petugas restorasi, saya masih maklum. Tapi ini pedagang dari luar juga ikut masuk,'' keluhnya.

Kondisi gerbong seperti itu, tampaknya juga menyulitkan kondektur dalam menjalankan tugasnya memeriksa tiket penumpang. Suparto, kondektur tersebut harus ekstra hati-hati dalam melangkah agar jangan sampai menginjak penumpang. Maklum, saat itu banyak pula anak-anak dan balita yang ikut tidur di lantai kereta. ''Setiap tahun, kondisinya memang seperti ini. Jalan saja susah,'' kata dia.

Wawan (23) warga Jombang berharap pemerintah bisa turun tangan untuk memperbaiki kondisi pereketaapian Indonesia. Menurutnya, selama ini pemerintah lebih banyak memperhatikan angkutan jalan raya. ''Selain itu kalau memang ada toleransi untuk kereta bisnis, penambahannya jangan terlalu banyak,'' kata dia.

Peneliti transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, pemerintah dan PT KA memang harus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi pelayanan. Setidaknya gerbong-gerbong penumpang memang harus ditambah, bukan hanya untuk kelas ekonomi tetapi juga eksekutif dan bisnis. ''Saya yakin pada saat seperti itu, penambahan gerbong eksekutif dan bisnis akan tetap laku,'' kata dia.

Bagaimana pihak PT KA menanggapi hal itu ?. Direktur Teknik PT KA (Persero) Makbul Sumadilaga kondisi semacam itu terjadi karena masyarakat memaksakan diri untuk pulang. Namun demikian PT KA juga berupaya memberikan toleransi sebanyak 50 % dari kapasitas tempat duduk. Selain itu dari Madiun, juga ada tambahan KA Mantab kelas Ekonomi (Madiun - Tanah Abang).

''KA eksekutif dan bisnis dari Jatim yakni KA Gajahyana dari Malang juga akan ditambah,'' katanya.

sumber:situs bkkbn.go.id<---aneh ya bkkbn kok ada artikel sepurnya

@cc201-23,tenang aja kalau pun AC jadi diinstal di K3 ACnya gak sedingin K1 kale.
saya rasa alasan "tidak kuat AC" agak berlebihan dah (menurut gue lho ya).
karena menurut saya kalo K3 ada ACnya paling banter ya kayak bis kelas bisnis ato ekonomi-ac lah.gak dingin2 amat,yang sekiranya bisa bikin orang menggigil kayak di K1.
liat aja busway tuh.kan ada ac-nya tuh buktinya tiap hari bejubel juga.

dan kekhawatiran kereta ditinggalkan konsumen&pengguna setianya kayaknya gak bakal dah.paling enggak saya masih tetep akan jadi penggunanya kok.Sombong Dikit Ah
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
KA Bisnis seperti Malang Express, sangat berarti bagi kami, para urban arek malang yang ada di kota Surabaya. Harga tiketnya setara dengan naik bis, tapi waktu dan tempat pemberhentiannya lebih enak kereta. pleaseee....jangan dihapus, ditambah aja deh...
Reply
(01-08-2009, 10:31 PM)Penataran_icon Wrote: KA Bisnis seperti Malang Express, sangat berarti bagi kami, para urban arek malang yang ada di kota Surabaya. Harga tiketnya setara dengan naik bis, tapi waktu dan tempat pemberhentiannya lebih enak kereta. pleaseee....jangan dihapus, ditambah aja deh...

kalo menurutku sih, harusnya malang ekspress itu ada kereta eksekutifnya... cz dgn harga segitu (15rb), bila naik bis udah dapet yg bis eksekutif... harusnya mungkin maleks kelas bisnis 10rb, kelas eksa 15rb, agar dapat bersaing dengan bis..
-------------------------------------------------------------------------
I love ciamis station...Playboy
Reply
(02-08-2009, 12:10 AM)rz-aa Wrote:
(01-08-2009, 10:31 PM)Penataran_icon Wrote: KA Bisnis seperti Malang Express, sangat berarti bagi kami, para urban arek malang yang ada di kota Surabaya. Harga tiketnya setara dengan naik bis, tapi waktu dan tempat pemberhentiannya lebih enak kereta. pleaseee....jangan dihapus, ditambah aja deh...

kalo menurutku sih, harusnya malang ekspress itu ada kereta eksekutifnya... cz dgn harga segitu (15rb), bila naik bis udah dapet yg bis eksekutif... harusnya mungkin maleks kelas bisnis 10rb, kelas eksa 15rb, agar dapat bersaing dengan bis..

mungkin nantinya Maleks akan jadi K2 AC....

Reply
Kpn rencana K2 akan diberi AC??
Kl ga salah SriBilah di Divre Sumut sudah AC K2nya...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
(02-08-2009, 12:10 AM)rz-aa Wrote:
(01-08-2009, 10:31 PM)Penataran_icon Wrote: KA Bisnis seperti Malang Express, sangat berarti bagi kami, para urban arek malang yang ada di kota Surabaya. Harga tiketnya setara dengan naik bis, tapi waktu dan tempat pemberhentiannya lebih enak kereta. pleaseee....jangan dihapus, ditambah aja deh...

kalo menurutku sih, harusnya malang ekspress itu ada kereta eksekutifnya... cz dgn harga segitu (15rb), bila naik bis udah dapet yg bis eksekutif... harusnya mungkin maleks kelas bisnis 10rb, kelas eksa 15rb, agar dapat bersaing dengan bis..

BAnyu biru yang gak ada AC aja harganya sama dengan bis AC yang melayani rute sama. Rp 20000. Sorry OOT. BTT
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)