Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(16-01-2014, 08:46 AM)yusirwan Wrote: (16-01-2014, 08:35 AM)Aliph Gajayana Wrote: (16-01-2014, 08:25 AM)yusirwan Wrote: (15-01-2014, 09:44 AM)mij_jim Wrote: Izin bikin thread baru ya min/mod biar ada "rumah" buat diskusiin ini. Kalo udah ada monggo disatukan.
Dengan rampungnya DT CN-SB nantinya akankah dikeluarkan gapeka baru? Karena harus menyesuaikan waktu atau bahkan menambah perjalanan di petak tersebut?
Dan untuk KA-KA yg masih bersifat PLB seperti krakatau akankah naik kelas di 2014 ini?
Kalau pun akan dikeluarkan, kira2 kapan yah?
Yuk diskusiin disini.
Kemarin liat di St Tanah Abang ada kereta Tambahan yaitu...
1. Matarmaja Tambahan
2. Gayabaru tambahan..


Gayabaru Tambahan nggak ada mas , yang ada Bengawan Tambahan (Jaka Tingkir) , Matarmaja Tambahan sama Kertajaya Tambahan mas, semuanya dengan jurusan yang sama .
Maksudnya Kertajaya Tambahan
Btw.....untuk tahun 2014 ini KA baru yg akan diluncurkan apalagi yaa......?
Palingan Maharani yang belum
kan udah hampir setahun dari wacana
Posts: 160
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Posts: 1,823
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
21
(16-01-2014, 08:18 AM)Aliph Gajayana Wrote: (15-01-2014, 06:38 PM)Garry KAHP Wrote: Kalo gw berharap di Gapeka 2014,Gumarang jadi 2x perjalanan. Pagi & Sore. Begitupun Bima. Soalnya 2 KA yayang gw ini gw pernah baca di PPKA CUK mau dibuat 2x perjalanannya. Di buku Malka ato apa gitu gw lupa. Terus satu diantara Bima ama Bangunkarta setuju ama jeng Steffy Chibi eh Stephanie ada yang pagi jalannya. Maboks ya 2x trip. Pagi ama malem. Terus KA barang,KA semen ama baja coil diperbanyak. Itu dulu aja
Kalau Bima dan Gumarang jadi 2 kali perjalanan , maaf ye .. dapat rangkaian dari mana ini ? hehehe...tp nggak apalah , namanya juga ide ide segar , karena memang mungkin anda melihat sektor yang bener bener bagus di petak Surabaya-Jakarta yang penglaju pagi karena ka pagi dari surabaya ke jakarta ga ada selain ka nomor wahid .
Kalau soal Bima 2 saya rasa udah tercover oleh KA Sembrani sama Bangunkarta deh mas , karena kalau dilihat sendiri , peminat KA Bangunkarta aja yang dari SGU pun (masih kurang) banyak . Kalau Malioboro Ekspres , Alhamdulillah sekali dia udah mengikuti kakaknya yang dari surabaya , Sancaka . kita lihat sendiri harganya Wilis 6 sama Sancaka Eksekutif 74,76 dari YK harganya selisih sedikit aja . Wajar kalau mau di tambah , tapi juga harus memperhitungkan jam juga sih , karena takut ganggu okupansi dari Malabar dan Gajayana itu sendiri , misal berangkat malang 20.45 atau 21.20 (kalau terlalu malam okupansi bisa kecil karena angkot udah jarang lagi jam segitu di malang) dan ntar ketemu sama 88 di daerah KD-KTS .
Kayaknya bisa aja deh. Dgn catatan pak Ijon jadi beli kereta baru di tahun ini. Usul gw ini sebenernya gak mesti utk tahun ini. Cuma saran aja. Ato gak dijadiin fakultatif juga gak apa Gumarang 2 ama Bima 2 nya
Posts: 716
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
5
Tahun ini kan KAI borong 1000 gerbong baru, jadi kita tunggu tanggal mainnya aja. Apa harapan pembaca benar2 terwujud atau sekedar mimpi. Yang jelas perbaikan Jalur KA yang di tahun 2013 bersifat masif, DT di jlur2 tertentu, dan banyaknya KA baru yang diluncurkan membuat wajah GAPEKA 2014 kelihatannya akan berbeda jauh dari GAPEKA 2013
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(16-01-2014, 08:18 PM)cc 204 18 Wrote: Tahun ini kan KAI borong 1000 gerbong baru, jadi kita tunggu tanggal mainnya aja. Apa harapan pembaca benar2 terwujud atau sekedar mimpi. Yang jelas perbaikan Jalur KA yang di tahun 2013 bersifat masif, DT di jlur2 tertentu, dan banyaknya KA baru yang diluncurkan membuat wajah GAPEKA 2014 kelihatannya akan berbeda jauh dari GAPEKA 2013
1000 kereta itu tidak dianggarkan dalam satu tahun sekaligus mas, hehehe. Kalau pinjam istilah penganggaran pemerintahan, sering disebut multiyears (tahun jamak) mas, jadi gak sekali borong di tahun 2014 ....  Kalau saya tidak salah baca, untuk tahun ini bakal beli 100 kereta dulu ...
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 716
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
5
Iya sih, gag mungkin 1000 gerbong datang di tahun yang sama. Paling pol ya 100 gerbong seperti CC 206
Untuk GAPEKA 2014, yang mungkin perlu direview (khusus KA DAOP IX) adalah Mutiara Timur Siang. Karena silangan KA Mutiara Timur Siang sekarang dilakukan di Randuagung (bukan di Tanggul) Perjalanan KA Mutiara Timur Siang SGU-BWI jadi lebih lama dari biasanya (biasanya SGU-JR 3 1/2 jam, sekarang 3 3/4 jam)
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(16-01-2014, 09:07 PM)cc 204 18 Wrote: Iya sih, gag mungkin 1000 gerbong datang di tahun yang sama. Paling pol ya 100 gerbong seperti CC 206
Untuk GAPEKA 2014, yang mungkin perlu direview (khusus KA DAOP IX) adalah Mutiara Timur Siang. Karena silangan KA Mutiara Timur Siang sekarang dilakukan di Randuagung (bukan di Tanggul) Perjalanan KA Mutiara Timur Siang SGU-BWI jadi lebih lama dari biasanya (biasanya SGU-JR 3 1/2 jam, sekarang 3 3/4 jam)
Di trit sebelah udah dibahas, kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebenernya sanggup aja kalo langsung beli 1000 kereta baru, karena emang duit buat beli 1000 kereta baru emang ada. Tapi, masalah utamanya adalah tempat buat menyimpan 1000 kereta baru itu yg belum siap. Nah, makanya itu, pembelian dilakukan secara bertahap sambil merombak rangkaian lama (istilahnya retrofit) biar nantinya standardisasi kereta itu disamakan.
Kembali ke GAPEKA 2014 (rencana)
Sebenernya, yg harus diperhatikan pada GAPEKA baru ini adalah jadwal di daop 2, dimana jadwal KA di daop 2 (terutama untuk KA ke/dari timur BD) banyak yg gak karuan, misalnya Lodaya pagi dari BD berangkatnya kepagian, Lodaya malam dari SLO nyampenya terlalu subuh, Turangga ke SGU nyampenya kesiangan, & Malabar dari ML ke BD juga nyampenya kepagian (ini hasil ngobrol ma orang2 bumi Priangan di Malang) Perlu diingat bahwa tipikal penumpang Bandung berbeda dg penumpang Jakarta, dimana kalo penumpang Jakarta paling cerewet masalah waktu kedatangan (terutama kereta malam), kalo penumpang Bandung, mereka gak rewel masalah waktu kedatangan, justru yg penting buat mereka kalo nyampe dg selamat & aman aja udah bersyukur banget mereka, toh mereka malah bilang, kalo keretanya nyampenya jam 10 pagi pun gak masalah, yg penting naik kereta. Makanya itu, jadwal di daop 2 perlu dikembalikan lagi ke sebelumnya.
Kedua, masalah penambahan armada & perpanjangan rute, untuk tahun ini, sebaiknya yg perlu untuk ditambahkan frekuensi perjalanannya antara lain:
1. Malioboro Ekspres II (pagi dari YK, malam dari ML)
2. Malabar Pagi (pagi dari ML & BD)
Yg perlu diperpanjang rutenya antara lain:
1. Kahuripan, diperpanjang ke ML
Sementara itu dulu, berikutnya akan disampaikan lagi, thx
Posts: 160
Threads: 0
Joined: Apr 2010
17-01-2014, 06:09 AM
(This post was last modified: 17-01-2014, 06:14 AM by Aliph Gajayana.)
(16-01-2014, 08:52 PM)Hungry Soul Wrote: (16-01-2014, 08:18 PM)cc 204 18 Wrote: Tahun ini kan KAI borong 1000 gerbong baru, jadi kita tunggu tanggal mainnya aja. Apa harapan pembaca benar2 terwujud atau sekedar mimpi. Yang jelas perbaikan Jalur KA yang di tahun 2013 bersifat masif, DT di jlur2 tertentu, dan banyaknya KA baru yang diluncurkan membuat wajah GAPEKA 2014 kelihatannya akan berbeda jauh dari GAPEKA 2013
1000 kereta itu tidak dianggarkan dalam satu tahun sekaligus mas, hehehe. Kalau pinjam istilah penganggaran pemerintahan, sering disebut multiyears (tahun jamak) mas, jadi gak sekali borong di tahun 2014 .... Kalau saya tidak salah baca, untuk tahun ini bakal beli 100 kereta dulu ... 
100 kereta itu K3 AC Kemenhub itu mas , jadi ada 10 set K3 AC . Ntar K1nya (kalo gak salah) pakai desain terbaru dari Produk Indonesia
(16-01-2014, 11:23 PM)stasiunkastephanie Wrote: (16-01-2014, 09:07 PM)cc 204 18 Wrote: Iya sih, gag mungkin 1000 gerbong datang di tahun yang sama. Paling pol ya 100 gerbong seperti CC 206
Untuk GAPEKA 2014, yang mungkin perlu direview (khusus KA DAOP IX) adalah Mutiara Timur Siang. Karena silangan KA Mutiara Timur Siang sekarang dilakukan di Randuagung (bukan di Tanggul) Perjalanan KA Mutiara Timur Siang SGU-BWI jadi lebih lama dari biasanya (biasanya SGU-JR 3 1/2 jam, sekarang 3 3/4 jam)
Di trit sebelah udah dibahas, kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebenernya sanggup aja kalo langsung beli 1000 kereta baru, karena emang duit buat beli 1000 kereta baru emang ada. Tapi, masalah utamanya adalah tempat buat menyimpan 1000 kereta baru itu yg belum siap. Nah, makanya itu, pembelian dilakukan secara bertahap sambil merombak rangkaian lama (istilahnya retrofit) biar nantinya standardisasi kereta itu disamakan.
Kembali ke GAPEKA 2014 (rencana)
Sebenernya, yg harus diperhatikan pada GAPEKA baru ini adalah jadwal di daop 2, dimana jadwal KA di daop 2 (terutama untuk KA ke/dari timur BD) banyak yg gak karuan, misalnya Lodaya pagi dari BD berangkatnya kepagian, Lodaya malam dari SLO nyampenya terlalu subuh, Turangga ke SGU nyampenya kesiangan, & Malabar dari ML ke BD juga nyampenya kepagian (ini hasil ngobrol ma orang2 bumi Priangan di Malang) Perlu diingat bahwa tipikal penumpang Bandung berbeda dg penumpang Jakarta, dimana kalo penumpang Jakarta paling cerewet masalah waktu kedatangan (terutama kereta malam), kalo penumpang Bandung, mereka gak rewel masalah waktu kedatangan, justru yg penting buat mereka kalo nyampe dg selamat & aman aja udah bersyukur banget mereka, toh mereka malah bilang, kalo keretanya nyampenya jam 10 pagi pun gak masalah, yg penting naik kereta. Makanya itu, jadwal di daop 2 perlu dikembalikan lagi ke sebelumnya.
Kedua, masalah penambahan armada & perpanjangan rute, untuk tahun ini, sebaiknya yg perlu untuk ditambahkan frekuensi perjalanannya antara lain:
1. Malioboro Ekspres II (pagi dari YK, malam dari ML)
2. Malabar Pagi (pagi dari ML & BD)
Yg perlu diperpanjang rutenya antara lain:
1. Kahuripan, diperpanjang ke ML
Sementara itu dulu, berikutnya akan disampaikan lagi, thx 
Malabar kan sekarang siang mas , ya entahlah di gapeka 2013 ini malabar yang udah bagus di taruh jam 15.45 di geser ke 12.45 , padahal ane paling demen kalo liat pagi-pagi di tanah priangan pas lewat kelokan kelokan di ciawi-nagreg .. hehehe
kembali ke GAPEKA , toh persilangan di petak KTA-KYA pun sama pula .
Soal Malioboro Ekspres II , Daop VI YK harus memikirkan matang-matang ketersediaan rangkaian dari mana dan mau di taruh slot jam berapa , karena kalo sore mah dia akan gencet dengan okupansinya Malabar dan Gajayana yang notabene penumpang ke Jogja lumayan banyak karena adanya tarif balen .
Tarif balen yang potongan separuh harga dari harga normal untuk relasi tertentu ..
Kahuripan sampai Malang ? Sampe tulungagung ajah mas ... kalau kahuripan sampe malang sangat jelas ganggu okupansinya Malabar Ekonomi dari Malang .. ehhehe  #hanyasaran
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(17-01-2014, 06:09 AM)Aliph Gajayana Wrote: (16-01-2014, 11:23 PM)stasiunkastephanie Wrote: (16-01-2014, 09:07 PM)cc 204 18 Wrote: [spoiler]Iya sih, gag mungkin 1000 gerbong datang di tahun yang sama. Paling pol ya 100 gerbong seperti CC 206
Untuk GAPEKA 2014, yang mungkin perlu direview (khusus KA DAOP IX) adalah Mutiara Timur Siang. Karena silangan KA Mutiara Timur Siang sekarang dilakukan di Randuagung (bukan di Tanggul) Perjalanan KA Mutiara Timur Siang SGU-BWI jadi lebih lama dari biasanya (biasanya SGU-JR 3 1/2 jam, sekarang 3 3/4 jam)[/spoiler]
[spoiler]Di trit sebelah udah dibahas, kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebenernya sanggup aja kalo langsung beli 1000 kereta baru, karena emang duit buat beli 1000 kereta baru emang ada. Tapi, masalah utamanya adalah tempat buat menyimpan 1000 kereta baru itu yg belum siap. Nah, makanya itu, pembelian dilakukan secara bertahap sambil merombak rangkaian lama (istilahnya retrofit) biar nantinya standardisasi kereta itu disamakan.
Kembali ke GAPEKA 2014 (rencana)
Sebenernya, yg harus diperhatikan pada GAPEKA baru ini adalah jadwal di daop 2, dimana jadwal KA di daop 2 (terutama untuk KA ke/dari timur BD) banyak yg gak karuan, misalnya Lodaya pagi dari BD berangkatnya kepagian, Lodaya malam dari SLO nyampenya terlalu subuh, Turangga ke SGU nyampenya kesiangan, & Malabar dari ML ke BD juga nyampenya kepagian (ini hasil ngobrol ma orang2 bumi Priangan di Malang) Perlu diingat bahwa tipikal penumpang Bandung berbeda dg penumpang Jakarta, dimana kalo penumpang Jakarta paling cerewet masalah waktu kedatangan (terutama kereta malam), kalo penumpang Bandung, mereka gak rewel masalah waktu kedatangan, justru yg penting buat mereka kalo nyampe dg selamat & aman aja udah bersyukur banget mereka, toh mereka malah bilang, kalo keretanya nyampenya jam 10 pagi pun gak masalah, yg penting naik kereta. Makanya itu, jadwal di daop 2 perlu dikembalikan lagi ke sebelumnya.
Kedua, masalah penambahan armada & perpanjangan rute, untuk tahun ini, sebaiknya yg perlu untuk ditambahkan frekuensi perjalanannya antara lain:
1. Malioboro Ekspres II (pagi dari YK, malam dari ML)
2. Malabar Pagi (pagi dari ML & BD)
Yg perlu diperpanjang rutenya antara lain:
1. Kahuripan, diperpanjang ke ML
Sementara itu dulu, berikutnya akan disampaikan lagi, thx [/spoiler]
Malabar kan sekarang siang mas , ya entahlah di gapeka 2013 ini malabar yang udah bagus di taruh jam 15.45 di geser ke 12.45 , padahal ane paling demen kalo liat pagi-pagi di tanah priangan pas lewat kelokan kelokan di ciawi-nagreg .. hehehe
kembali ke GAPEKA , toh persilangan di petak KTA-KYA pun sama pula .
Soal Malioboro Ekspres II , Daop VI YK harus memikirkan matang-matang ketersediaan rangkaian dari mana dan mau di taruh slot jam berapa , karena kalo sore mah dia akan gencet dengan okupansinya Malabar dan Gajayana yang notabene penumpang ke Jogja lumayan banyak karena adanya tarif balen .
Tarif balen yang potongan separuh harga dari harga normal untuk relasi tertentu ..
Kahuripan sampai Malang ? Sampe tulungagung ajah mas ... kalau kahuripan sampe malang sangat jelas ganggu okupansinya Malabar Ekonomi dari Malang .. ehhehe #hanyasaran
Kalo masalah Moleks (Malioboro Ekspres), kalopun bakal ada Moleks II, untuk jam keberangkatan kayaknya bakal mirip dg pendahulunya, Moleks I, jadi yg dari YK pagi, trus yg dari ML malem, soalnya kalo paginya berangkat ke ML, trus sorenya langsung balik ke YK, apa gak bakal memforsir rangkaiannya? Inget, jarak ML-YK lebih jauh loh dari YK-BD, apalagi SGU-BW & SGU-YK, yg ada bakal jebol tuh rangkaian. 
Kalo Malabar, revisi jam keberangkatannya dari ML sebenernya bukan karena faktor biar bisa liat pemandangan khas daop 2, tapi lebih karena jadwal yg lama udah pas bagi penumpang Bandung, kan sebelumnya udah dijelasin, penumpang Bandung bukan tipikal pengejar waktu, soalnya mereka memaklumi karena jalan di wilayah daop 2 pasti tetep nggremet (pelan2), karena medannya yg berat, jadi waktu kedatangan bukan prioritas utama, sama halnya dg tipikal penumpang Malang, beda lagi dg penumpang Jakarta ma Surabaya yg lebih menentingkan waktu kedatangan karena 2 kota ini merupakan kota bisnis & perniagaan. Nah, makanya itu, jadwal kedatangan & keberangkatan KA di daop 2 & daop 8 perlu direvisi.
Kahuripan bakal mengganggu okupansi K3 Malabar? Di trit sebelah pernah dibahas kalo penumpang K3 jalur kantong kebanyakan lebih memilih naik Kahuripan ketimbang Malabar yg K3, selain itu permintaan akan K1 pada Malabar paling tinggi di antara seluruh kelas Malabar, makanya gak menutup kemungkinan K3 di Malabar bakal dihapus, trus Kahuripan bakal diperpanjang sampe ML, & permintaan konsumen ini udah dari 2 tahun yg lalu, loh...
Posts: 160
Threads: 0
Joined: Apr 2010
(17-01-2014, 07:24 AM)stasiunkastephanie Wrote: (17-01-2014, 06:09 AM)Aliph Gajayana Wrote: (16-01-2014, 11:23 PM)stasiunkastephanie Wrote: (16-01-2014, 09:07 PM)cc 204 18 Wrote: [spoiler]Iya sih, gag mungkin 1000 gerbong datang di tahun yang sama. Paling pol ya 100 gerbong seperti CC 206
Untuk GAPEKA 2014, yang mungkin perlu direview (khusus KA DAOP IX) adalah Mutiara Timur Siang. Karena silangan KA Mutiara Timur Siang sekarang dilakukan di Randuagung (bukan di Tanggul) Perjalanan KA Mutiara Timur Siang SGU-BWI jadi lebih lama dari biasanya (biasanya SGU-JR 3 1/2 jam, sekarang 3 3/4 jam)[/spoiler]
[spoiler]Di trit sebelah udah dibahas, kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebenernya sanggup aja kalo langsung beli 1000 kereta baru, karena emang duit buat beli 1000 kereta baru emang ada. Tapi, masalah utamanya adalah tempat buat menyimpan 1000 kereta baru itu yg belum siap. Nah, makanya itu, pembelian dilakukan secara bertahap sambil merombak rangkaian lama (istilahnya retrofit) biar nantinya standardisasi kereta itu disamakan.
Kembali ke GAPEKA 2014 (rencana)
Sebenernya, yg harus diperhatikan pada GAPEKA baru ini adalah jadwal di daop 2, dimana jadwal KA di daop 2 (terutama untuk KA ke/dari timur BD) banyak yg gak karuan, misalnya Lodaya pagi dari BD berangkatnya kepagian, Lodaya malam dari SLO nyampenya terlalu subuh, Turangga ke SGU nyampenya kesiangan, & Malabar dari ML ke BD juga nyampenya kepagian (ini hasil ngobrol ma orang2 bumi Priangan di Malang) Perlu diingat bahwa tipikal penumpang Bandung berbeda dg penumpang Jakarta, dimana kalo penumpang Jakarta paling cerewet masalah waktu kedatangan (terutama kereta malam), kalo penumpang Bandung, mereka gak rewel masalah waktu kedatangan, justru yg penting buat mereka kalo nyampe dg selamat & aman aja udah bersyukur banget mereka, toh mereka malah bilang, kalo keretanya nyampenya jam 10 pagi pun gak masalah, yg penting naik kereta. Makanya itu, jadwal di daop 2 perlu dikembalikan lagi ke sebelumnya.
Kedua, masalah penambahan armada & perpanjangan rute, untuk tahun ini, sebaiknya yg perlu untuk ditambahkan frekuensi perjalanannya antara lain:
1. Malioboro Ekspres II (pagi dari YK, malam dari ML)
2. Malabar Pagi (pagi dari ML & BD)
Yg perlu diperpanjang rutenya antara lain:
1. Kahuripan, diperpanjang ke ML
Sementara itu dulu, berikutnya akan disampaikan lagi, thx [/spoiler]
Malabar kan sekarang siang mas , ya entahlah di gapeka 2013 ini malabar yang udah bagus di taruh jam 15.45 di geser ke 12.45 , padahal ane paling demen kalo liat pagi-pagi di tanah priangan pas lewat kelokan kelokan di ciawi-nagreg .. hehehe
kembali ke GAPEKA , toh persilangan di petak KTA-KYA pun sama pula .
Soal Malioboro Ekspres II , Daop VI YK harus memikirkan matang-matang ketersediaan rangkaian dari mana dan mau di taruh slot jam berapa , karena kalo sore mah dia akan gencet dengan okupansinya Malabar dan Gajayana yang notabene penumpang ke Jogja lumayan banyak karena adanya tarif balen .
Tarif balen yang potongan separuh harga dari harga normal untuk relasi tertentu ..
Kahuripan sampai Malang ? Sampe tulungagung ajah mas ... kalau kahuripan sampe malang sangat jelas ganggu okupansinya Malabar Ekonomi dari Malang .. ehhehe #hanyasaran
Kalo masalah Moleks (Malioboro Ekspres), kalopun bakal ada Moleks II, untuk jam keberangkatan kayaknya bakal mirip dg pendahulunya, Moleks I, jadi yg dari YK pagi, trus yg dari ML malem, soalnya kalo paginya berangkat ke ML, trus sorenya langsung balik ke YK, apa gak bakal memforsir rangkaiannya? Inget, jarak ML-YK lebih jauh loh dari YK-BD, apalagi SGU-BW & SGU-YK, yg ada bakal jebol tuh rangkaian.
Kalo Malabar, revisi jam keberangkatannya dari ML sebenernya bukan karena faktor biar bisa liat pemandangan khas daop 2, tapi lebih karena jadwal yg lama udah pas bagi penumpang Bandung, kan sebelumnya udah dijelasin, penumpang Bandung bukan tipikal pengejar waktu, soalnya mereka memaklumi karena jalan di wilayah daop 2 pasti tetep nggremet (pelan2), karena medannya yg berat, jadi waktu kedatangan bukan prioritas utama, sama halnya dg tipikal penumpang Malang, beda lagi dg penumpang Jakarta ma Surabaya yg lebih menentingkan waktu kedatangan karena 2 kota ini merupakan kota bisnis & perniagaan. Nah, makanya itu, jadwal kedatangan & keberangkatan KA di daop 2 & daop 8 perlu direvisi.
Kahuripan bakal mengganggu okupansi K3 Malabar? Di trit sebelah pernah dibahas kalo penumpang K3 jalur kantong kebanyakan lebih memilih naik Kahuripan ketimbang Malabar yg K3, selain itu permintaan akan K1 pada Malabar paling tinggi di antara seluruh kelas Malabar, makanya gak menutup kemungkinan K3 di Malabar bakal dihapus, trus Kahuripan bakal diperpanjang sampe ML, & permintaan konsumen ini udah dari 2 tahun yg lalu, loh...
oke umm .. thanks penjelasannya , bener juga sih kalo K1 Malabar lebih banyak peminatnya .. hehehe  bisa bisa tinggal eksekutif bisnis aja itu Malabar.
kalau forsir rangkaian Moleks , sama aja sama moleks yang ada skrg mas , di malang cuma istirahat 2 jam , kan jam stg 6 sampai , cuci bentar terus balik jam 8 pagi , beda sama yang di YK hehehe .. yang jelas harus ada rangkaian ke -2 ini ..
|