Posts: 1,292
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
17
(17-12-2013, 09:31 PM)spoor_hunter Wrote: (17-12-2013, 06:41 PM)Rail_Ram Wrote: Berarti rugi dong klo jalan ramenya cuma di weekend aja?? PT sepur harus berpikir nih bagaimana caranya agar penat ini okupansinya seimbang antara weekday dan weekend.. Gampang.... di weekday, jadwal dan jumlah rangkaian kereta di kurangi sambil melihat banyaknya pemesanan tiket via online.
sedangkan weekend, jadwal di perbanyak dan jumlah rangkaian kereta ditambah. 
Klo okupansinya sedikit bisa semakin pendek rangkaiannya ya ..
Posts: 160
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Posts: 30
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
0
(14-12-2013, 12:52 AM)Logawa_ATB Wrote: (11-12-2013, 11:51 PM)gustav Wrote: hehehe , anda rupanya ber prejudice sama saya ya, langsung menanyakan apa saya PTKAIfan , ,
hmm,dan tampaknya anda juga tidak menyimak dengan seksama perkataan2 saya di atas 
saya udah suka sepur dari sebelum sekolah jauh sebelum tau istilah "railfan" ,,
di forum ini kan kita diskusi soal penex, tentu saja wajar kalo saya juga mensoroti okupansinya karena namanya suatu layanan KA itu adalah made for a purpose, dan sebagai RF ujung2nya saya care sama okupansi penex itu adalah karena kepedulian saya sama KA yang malang ini, bukan karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero),, tentu kita sebagai RF sedih bukan kalo ada KA yang dihapus? saya sendiri juga gak mau ambil pusing entah KA itu untung rugi, bla, bla, bla,, tapi "sayangnya", setahu saya suatu produk komersil yang merugi terus itu selalu dalam bayang2 penghapusan,,
mungkin ada RF yg cuman peduli dan jingkrak2 sama fisik KA belaka namun tidak peduli dan mau melihat lebih dalam akan hakekat berbagai nilai2 yang menyertai KA tersebut, apa faedahnya bagi daerah dan masyarakat yang dilayaninya, dll,, dan salah satu kenikmatan terbesar dalam railfanning bagi saya adalah melihat sibuknya lalu lintas KA,,
Maaf ya, Kang... kalo tulisan2 saya di atas kurang berkenan... 
OK dech, lanjut lagi diskusinya... Sampeyan itu nggak perlu kuatir dgn okupansi Penex. Sekarang tuch KA - KA komersial yg lain kalo weekday itu jg kosong / nggak full okupansi. Bs dicek & disurvey satu2. Kalo saat weekend, hari libur atau liburan anak sekolah kondisinya masih jg kosong itu baru bs dibilang mengkhawatirkan. Coba ajah cek kayak Malioboro Ekspress, awal2nya jg kosong tp sampai sekarang jg masih jalan.
(11-12-2013, 11:51 PM)gustav Wrote: Quote: Sampeyan pingin 20ribu itu dpt K2, lha operatornya keukeuh nggak mau. Pinginnya operator harganya 45ribu, trus gimana...?
back to the topic, seperti udah berkali-kali saya bilang di forum ini, kalo mau bikin KA komersil yg spesial, sekalian bidiklah kelas menegah ke atas, bukan menegah ke bawah seperti konsumennya penataran standard, kalo memang harus bayar lebih mahal dengan kompensasi kecepatan dan kenyamanan yang lebih dan tentu layak dengan uang yang dikeluarkan, why not? 
Menurut saya, tarif Penataran Ekspress itu masih 1 range dgn Kalimaya atau Pangrango.
K3AC KA Kalimaya, dari MER - THB kira2 menempuh jarak 120 km, harga 30ribu, tarif/penumpang/km = 30000/120 = Rp 250,-
K3AC KA Pangrango, dari BOO Paledang - SI kira2 menempuh jarak 60 km, harga 15ribu, tarif/penumpang/km = 15000/60 = Rp 250,-
K3AC KA Penataran Ekspress, dari ML - SGU kira2 menempuh jarak 90 km, harga 20ribu, tarif/penumpang/km = 20000/90 = Rp 225,- (pembulatan)
Masih di range Rp 200,- kan...? Jd menurut saya nggak ada yg salah dgn tarifnya, cuma pasarnya sj yg beda. Lha kenapa operator KA malah meluncurkan produk barunya berupa K3, pdhal di rute yg sama jg sdh ada K3...? Pendapat saya begini, Penataran Ekspress itu diluncurkan sebagai moda transportasi alternatif utk pasar menengah ke bawah (bukan sebagai komuter). Penataran yg 4ribuan adalah merupakan moda transportasi yg diidolakan karena harganya yg sangat terjangkau. Pasti nantinya akan ada yg nggak kebagian, lha yg nggak kebagian naik KA Penataran (yg biasa) ini dipersilakan memilih, bs naik bis bumel, naik bis ATB, naik motor atau naik Penataran Ekspress. Naik motor malah lebih murah, cukup 2 liter premium, cuma 13ribu. Apalg kalo boncengan bs lebih murah lg. 
Masing2 moda mempunyai plus minusnya kan...? Penataran Ekspress dgn tarif 20ribu bs langsung masuk pusat kota.
Lha kenapa koq nggak membidik pasar menengah ke atas saja seperti yg sampeyan tulis di atas...? Maksudnya pake K1 atau K2 gitu ya, Kang...?
Sekarang dgn perbandingan jumlah seat, harga tiket K1 atau K2 (kemungkinan) akan seperti ini perhitungannya :
K1 = 106 / 50 x Rp 20000 = Rp 42.400,-
K2 = 106 / 64 x Rp 20000 = Rp 33.125,-
Saya pikir hal yg logis, semakin sedikit seat dlm 1 kereta harga yg harus ditanggung pengguna jasa akan lebih tinggi kan...?
Lha sekarang dgn melihat nilai2 di atas akan semakin ringan atau tambah berat dlm berkompetisi bila menggunakan K1 atau K2 (kayak jamannya Maleks)...? Bis Patas AC ajah cuma 24ribu, dpt AC & hiburan TV jg.
Selain itu, apa iya golongan menengah ke atas di koridor SB - ML itu nggak ada keinginan utk memiliki mobil pribadi...? Naik mobil dari SB - ML cuma 90 km, kalo lancar 2 jam an lah atau malah kurang dari itu. Nyetir 2 jam kayaknya belon bikin kaki capek dech...lgpl waktunya lebih flexibel, seat jg sama2 empuk & nyaman, ada hiburan jg dr MP3 sampai DVD dlm mobil. Golongan menengah ke atas pun semakin dimanjakan dgn kenyamanan mobil mereka. Gimana dgn konsumsi bahan bakarnya...? Kalo pake mobil yg konsumsinya 1 : 15 cukup 6 liter premium, 6 x 6500 = Rp 39.000,- Pergi bersama2 keluarga (suami, istri & 2 anak) malah semakin irit kan...? Coba ajah dibandingkan kalo naik K2, 4 x 33.125 = Rp 132.500,-
Udah bs beli bbm ML - SB PP tuch... Golongan menengah yg blm memiliki mobil pun saya rasa akan memilih menggunakan bis Patas AC, seat empuk & bisnya masih tergolong baru2 pula. Jd saya pikir peluang utk menggunakan KA jg akan semakin tipis.
Kalo Penataran Ekspress pake K1 atau K2 saya rasa waktu tempuhnya jg gak akan berbeda jauh lah, aplg sekarang udah nggak jaman lg argo2an, KA mesti aman 2 petak. Bersilang dgn KA Barang ya mesti hormat. 
kalo begitu KA macam ini sulit berkembang di region ini..
dan tidak akan bisa mengurangi kepadatan jalan dan mungkin tidak dimaksudkan untuk itu (sebagaimana dikatakan pihak daop 8)
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
kejauhan mikirnya kalau untuk mengurangi kepadatan jalan raya. lha itu krl jabodetabek sudah angkut perhari 600rb, jalan2 jakarta ya macet2 juga. jalan margonda sepanjang depok-ps minggu isinya motor+mobil umpel2an kok nggak berkurang ya?
kalau mau mengurangi kepadatan jalan, mind set pemerintahnya yang harus diubah. berani gak cabut bbm subsidi, pajak kendaraan mahal, parkir mahal, dll. lalu seluruh rel di dobel trek, kereta ditambah, dll. ini bentuk keberpihakan pemerintah dengan moda berbasis rel. tanpa itu, ya sama juga bodong.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 30
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
0
^^ tapi tetep saja pasarnya akan terbatas oleh mereka yg selama ini naik penataran (yg minoritas dari total penglaju)
Posts: 1,737
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
21
wah, knapa yg punya usul penek diganti k1 dan k2 gak langsung ngirim saran ke pusat aja? saya lihat post2 anda penuh dengan kritik yang berlogika menurut pandangan anda. kan disediakan tuh email pengaduan ke pusat kontak_pelanggan@kereta-api.co.id , juga ada kotak saran. kalau anda peduli, yaa, langsung aja bergerak secara nyata, mengadu ke mereka, soalnya mereka yang punya hak untuk menggantinya
btw kemarin beli tiket di wonokromo, ada mbak2 anak kuliahan beli tiket penataran ekspress, kayaknya udah males sama keadaan penuhnya 371 yang 'katanya' fasilitas ga beda jauh sama penek, murah lagi, tapi dalemnya kaya pasar
![[Image: 79HOP8.jpg]](http://i.cubeupload.com/79HOP8.jpg)
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
Posts: 30
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
0
^^ santai bro , ente liat ane koar2 disini, gimana ente bisa berkesimpulan ane mingkem aje di depan pihak terkait?
Posts: 1,737
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
21
(24-12-2013, 01:16 PM)gustav Wrote: ^^ santai bro , ente liat ane koar2 disini, gimana ente bisa berkesimpulan ane mingkem aje di depan pihak terkait? 
saya kan cuma beri usul bro. kalo udah wah ya alhamdulilah dong, tinggal nunggu respon dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) aja bijimane ntar
![[Image: 79HOP8.jpg]](http://i.cubeupload.com/79HOP8.jpg)
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
Posts: 345
Threads: 0
Joined: Jun 2013
Reputation:
2
(24-12-2013, 01:02 AM)gajayana Wrote: wah, knapa yg punya usul penek diganti k1 dan k2 gak langsung ngirim saran ke pusat aja? saya lihat post2 anda penuh dengan kritik yang berlogika menurut pandangan anda. kan disediakan tuh email pengaduan ke pusat kontak_pelanggan@kereta-api.co.id , juga ada kotak saran. kalau anda peduli, yaa, langsung aja bergerak secara nyata, mengadu ke mereka, soalnya mereka yang punya hak untuk menggantinya 
btw kemarin beli tiket di wonokromo, ada mbak2 anak kuliahan beli tiket penataran ekspress, kayaknya udah males sama keadaan penuhnya 371 yang 'katanya' fasilitas ga beda jauh sama penek, murah lagi, tapi dalemnya kaya pasar 
Alhamdulillah.. Sejak jumat sampai hari ini Penataran Ekspres okupansinya bagus bgt..
Jauh lebih bagus daripada Kalimaya lho..
Posts: 34
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
0
Kenapa penataran express ga berhenti di bangil ya? padahal lumayan strategis buat narik penglaju sekitar. ada yg tau alasan nya?
 DENSHA OTOKO!!! KITAAA!!!!!!
|